Vous êtes sur la page 1sur 8

2 Mahakarya Arsitek Adrian Smith, Burj Khalifa dan

Kingdom Tower

Adrian Smith

Adrian D. Smith lahir 19 Agustus 1944 di Chicago, Illinois. Dia adalah seorang
arsitek dari USA yang telah merancang gedung-gedung pencakar langit seperti Burj
Khalifa, Jin Mao Tower dan Trump International Hotel and Tower, serta yang masih
dalam tahap pembangunan seperti Kingdom Tower di Jeddah , Arab
Saudi dan Azerbaijan Tower di Baku, Azerbaijan.

Pendidikan
Sewaktu berkuliah di Texas A & M University, Dia mengejar gelar Bachelor of
Architecture ketika sedang terlibat dengan Korps Kadet. Dan dia pun tidak lulus, dan
malah meninggalkan Texas A & M University untuk bekerja di Skidmore, Owings and
Merrill (SOM) pada tahun 1967. Ia menyelesaikan pendidikannya di University of Illinois,
Chicago, dan lulus pada tahun 1969.

Karir
Smith bekerja pada berbagai proyek di SOM pada tahun 1967 sampai 2006. Dia
kemudian membentuk perusahaan sendiri yang bernama Adrian Smith+Gordon Gill
Architecture. Karena keberhasilannya mendesain proyek-proyek besar, ia terus
memenangkan penghargaan dan pengakuan atas pekerjaan yang dia lakukan selama
tugas yang panjang di SOM.
Penghargaan
Proyek Smith memenangkan 5 kali penghargaan internasional, 8 kali
penghargaan National AIA, 22 kali penghargaan Chicago AIA, dan 2 kali ULI Awards for
Excellence. Dan Dia adalah penerima CTBUH 2.011 yaitu Penghargaan Lynn S.
Lifetime Achievement Beedle. Karya Smith di SOM telah ditampilkan di museum di
Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Dia adalah Senior
Fellow dari Desain Futures Council.

2 Bangunan yang Akan Saya Jelaskan


1. Burj Khalifa
2. Kingdom Tower

Burj Khalifa

Burj Khalifa (Menara Khalifa) adalah bangunan pencakar langit di Dubai, Uni
Emirat Arab yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar
langit ini adalah 828 meter (2.717 kaki).
Burj Khalifa adalah bangunan tertinggi di dunia yang pernah dibuat oleh
manusia. Dimulai dari melewati ketinggian Taipei 101 sebagai bangunan tertinggi di
dunia pada 21 Juli2007. Pada tanggal 12 September 2007, Burj Khalifa berhasil
melewati ketinggian CN Tower sebagai struktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di
dunia dan pada tanggal 7 April 2008 struktur tertinggi di dunia dari Menara KVLY-
TV yang berada di Blanchard, North Dakota, Amerika Serikat berhasil dilewati. Struktur
tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia, Menara Radio Warsawa 645,4 m (2.120
kaki) dibuat pada 1974 (namun runtuh pada saat renovasi pada 1991) berhasil dilewati
pada 1 September 2008.
Rekor lainnya adalah menara ini memunyai lift tercepat dengan kecepatan 60
km/jam atau 16.7 m/s, bangunan dengan paling banyak lantai: 160
(sebelumnya Menara Willis dan World Trade Center - 110 lantai), dll.

Konsep Desain
Desain Burj Khalifa berasal dari pola sistem yang terkandung dalam arsitektur
Islam. Menurut insinyur struktur, Bill Baker dari SOM, desain bangunan
menggabungkan unsur budaya dan sejarah tertentu ke wilayah tersebut. Sang arsitek,
Adrian Smith, mengatakan jejak lobed tiga bangunan diilhami oleh
bunga Hymenocallis. Menara ini terdiri dari tiga unsur yang disusun di sekitar inti
pusat. Sebagai menara yang menaik dari dasar gurun datar, kemunduran terjadi pada
setiap elemen dalam pola spiral, mengurangi penampang menara saat mencapai ke
arah langit. Ada 27 teras di Burj Khalifa. Di bagian atas, inti pusat muncul dan
membentuk sebuah puncak menara.

Analisa Bangunan Burj Khalifa


Pada ruang-ruang Burj Khalifa di lantai bawah terbagi menjadi tiga zona, yaitu
hotel, residental, dan butik. Pada 3 zona ini terletak keluar padabangunan utama yang
berbentuk kelopak bunga Hymenocallis. Zona-zona ini pun terpisah satu sama lain.
Bagian-bagian pada bangunan berbentukbunga hymenocallis yang meruncing ke
titik puncak ada bagian-bagian terpotong yang melingkari tinggi gedung. Jumlahnya
sebanyak 27.
Sungai-sungai & danau buatan di sekeliling Burj Khalifa mempertegas konsep
desain kelopak bunga Hymenocallis.. Karena bunga tersebut hidup di atas air.

Foto-foto
Denah/groundplan:

Siteplan:
Tampak depan:

Tampak samping (kanan):


Kingdom Tower

Posisi Burj Khalifah dalam waktu dekat akan digantikan oleh bangunan lain yaitu
Kingdom Tower. Gedung pencakar langit yang diperkirakan rampung 2018 nanti
menghabiskan biaya sebesar USD1,5 miliar atau sekira Rp11,8 triliun.
Gedung yang akan dibangun di Jeddah, Saudi Arabia ini memiliki tinggi 1.000
meter atau 1 km.
Kingdom Tower merupakan karya dari Adrian Smith yang nantinya berfungsi
sebagai hotel, kondominium, serta perkantoran. Tak heran, jika Kingdom Tower disebut
sebagai saingan dari Burj Khalifah yang hanya setinggi 828 meter atau 2.716 kaki.
Nantinya, 56 elevator di Kingdom Tower memiliki kecepatan 10 meter per detik.
Pekerjaan bangunan ini akan dimulai akhir 2013 dan selesai 63 bulan ke depan.

Konsep Desain
Gaya arsitektural menara ini adalah supertall skyscraper yang berbentuk seperti
jarum yang meruncing pada puncaknya .Dasarnya yang berbentuk segitiga dan badan
menara yang miring dari Kingdom Tower ini dirancang untuk mengurangi beban angin.
Menara ini berlokasi di dekat Laut Merah yang mana di depannya ada sungai buatan
dan pelabuhan yang akan dibangun di sekitarnya.

Analisa Bangunan Kingdom Tower


Gedung pencakar langit yang masih dalam tahap pembangunan ini fungsinya
hampir sama dengan Burj khalifa, yaitu terdapat hotel, residental, butik, dll yang
berhubungan dengan perekonomian daerah tersebut.
Bentuk gedung ini berkaki tiga sama halnya dengan Burj Khalifa. tetapi gedung
ini tidak memiliki potongan-potongan bentuk seperti Burj Khalifa yangmembentuk teras.
Sebagai gantinya pada ketinggian 2:3 terdapat teras besar berbentuk lingkaran seperti
teras atau helipad gedung Burj Al Arab di Dubai. Teras tersebut didesain menghadap
laut merah sebagai pemandangan utamanya. Dapat dibayangkan betapa indahnya
apabila berdiri pada ketinggian tersebut melihat pemandangan laut merah, Kota
Jeddah, dan di seberang laut merah adalah negara Mesir.
Disekitar gedung juga terdapat sungai & danau buatan dikarenakan letak gedung
ini terletak di pinggir laut merah.

Foto-foto
Denah beserta pondasi:

Siteplan:
Tampak depan:

Tampak samping (kanan):


Kesimpulan Analisa 2 Gedung
Sang arsitek, Adrian Smith membangun proyek-proyek besar gedung pencakar
langit dengan gaya supertall skysraper. Untuk di daerah Arab kedua bangunan tersebut
didesain dengan konsep budaya & sejarah daerah tersebut.