Vous êtes sur la page 1sur 4

LAPORAN PENDAHULUAN

GOUT

GOUT

1. Pengertian

Gout merupakan istilah yang digunakan untuk sekelompok gangguan metabolik yang
ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia). (Sylvia. A. Price.
Patofisiologi. Hal. 1243).

2. Etiologi

Penyakit gout disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau
ekskresi asam urat yang mengalami penurunan, namun ada sejumlah faktor yang
mempengaruhi timbulnya penyakit ini antara lain :

2. Diet

3. Gaya hidup

4. Pemakaian obat obatan tertentu

5. Berat badan

6. Penyakit lain. Mis : penyakit ginjal

1. Gambaran Klinis

Terdapat 4 tahapan dari perjalanan klinis dari gout yang tidak diobati antara lain :

7. Tahap pertama adalah hiperurisemia asimtomatik.

8. Tahap kedua arthrittis gout akut. Biasanya terjadi pembengkakan dan nyeri yang
hebat pada sendi ibu jari daan metatarsofalangeal karena peradangan itu dapat
mengakibatkan demam dan peningkatan jumlah sel darah putih, mungkin terjadi tofi.

9. Tahap ketiga adalah tahap interkritis. Pada tahap ini tidak terdapat gejala-gejala
spesifik dan dapat berlangsung beberapa bulan sampai beberapa tahun.
10. Tahap keempat adalah tahap gout kronik. Terjadi peradangan kronik yang
menyebabkan nyeri dan kaku serta pembesaran dan penonjolan sendi yang bengkak,
timbul proteinuria serta hipertensi ringan, batu ginjal asam urat.

1. Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan radiografi

Pemeriksaan kadar asam urat

Pemberian kolsikin

Pemeriksaan kristal kristal asam urat dengan cairan sinovial

2. Pengobatan

Pengobatan gout tergantung dari tahap penyakit. Hiperurisemia asimtomatik biasanya


tidak membutuhkan pengobatan. Serangan akut dari arthritis gout diobati dengan anti
inflamasi non steroid atau kolsikin. Pengobatan gout kronik adalah berdasarkan usaha
unttuk menurunkan produksi asam urat atau meningkatkan ekskresi asam urat oleh ginjal.
Obat alopurinol menghambat pembentukan asam urat dari prekusornya (xantin dan
hipoxantin). Obat obatan urikosurik dapat meningkatkan ekskresi asam urat dengan
menghambat reabsorpsi tubulus ginjal.
3. Patofisiologi

Etiologi

Penurunan ekskresi asam


urat

Peningkatan asam urat

Penimbunan didalam dan


sekeliling sendi
(kristalisasi asam urat)

Peradangan pada sendi Tofi

Kekakuan pada sendi

Merangsang Nyeri pada sendi


hipothalamus

Intoleransi aktivitas

Peningkatan suhu tubuh Ggn. Rasa Nyaman :


Nyeri

Ggn. Termoregulasi Kurang pengetahuan


akan proses penyakit

Ggn. Rasa Aman : Cemas


DAFTAR PUSTAKA

1. Price. A. Sylvia. 1999. Patofisiologi Buku 2. Penerbit : EGC. Jakarta.

2. Brunner & Suddarth. 2000. Keperawatan Medikal Bedah. Penerbit : EGC. Jakarta.