Vous êtes sur la page 1sur 2

SOP PENYAKIT BENDA ASING DI KONJUNGTIVA

No. Dokumen :
SO No. Revisi
Tanggal Terbit :
:

P Halaman :

PUSKESMAS Ia Solihat,
PARIGI S.ST

1. PENGERTIAN Benda asing di konjungtiva adalah benda yang dalam keadaan


normal tidak dijumpai di konjungtiva dan dapat menyebabkan
iritasi jaringan. Pada umumnya kelainan ini bersifat ringan, namun
pada beberapa keadaan dapat berakibat serius terutama pada
benda asing yang bersifat asam atau basa dan bila timbul infeksi
sekunder.
2. TUJUAN Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit benda asing di
konjungtiva di Puskesmas Parigi
3. KEBIJAKAN SK Kepala Puskesmas No. tentang
4. REFERENSI Buku Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer , Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
5. ALAT DAN
BAHAN 1. ATK
2. Buku status pasien
3. Tensimeter
4. Thermometer
5. Stetoskop
6. Lampu senter
7. Lup atau kaca pembesar
8. Lidi kapas
9. Jarum suntik 23G
10.Tetes mata tetrakain HCL 0,5%
11.Pobvidon iodine

6. PROSEDUR 1. Petugas melakukan tindakan asepsis dan antisepsis


2. Petugas menerima status pasien dari ruang TTV
3. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut dr loket
pendaftaran
4. Petugas memeriksa kelengkapan hasil pemeriksaan TTV
5. Petugas mengarahkan pasien untuk pemeriksan dokter
6. Dokter melakukan anamnesa
Adanya keluhan benda yang masuk ke dalam
konjungtiva atau matanya. Gejala yang ditimbulkan
berupa nyeri, mata merah dan berair sensai benda
asing dan fotofobia.
7. Dokter melakukan pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik yang didapat adalah :
- Visus basanya normal
- Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan atau bulbi.
- Ditemukan benda asing pada konjungtiva tarsal superior
dan atau inferior dan atau konjungtiva bulbi.
8. Bila diperlukan tindakan dan instruksi lebih lanjut pasien
dapat di rujuk ke Rumah sakit dengan memberikan surat
rujukan dan bila menolak harus tandatangan inform consent
penolakan.
9. Dokter memberikan rujukan apabila terjadi ditemukan
penurunan visus dan bila benda asing tidak dapat
dikeluarkan karena keterbatasan fasilitas, pasien dirujuk ke
fasilitas kesehatan sekunder yang memiliki dokter spesialis
mata.
10. Dokter menegakkan diagnosa yaitu benda asing di
konjungtiva.
10.Dokter memberikan penjelasan tentang diagnose pasien
yaitu Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila
diperlukan
11.Pasien diberikan terapi dan resep sesuai dengan
penyakitnya :
Penatalaksanaan
a. Non-medikamentosa: Pengangkatan benda asing
Berikut adalah cara yang dapat dilakukan:
Berikan tetes mata Tetrakain-HCl 2% sebanyak 1-2 tetes pada mata yang
terkena benda asing.
Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda asing.
Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau jarum suntik
ukuran 23G.
Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke tepi.
Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan Povidon Iodin pada tempat bekas
benda asing.
b. Medikamentosa ; Antibiotik topikal (salep atau tetes mata), misalnya
Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes setiap 2 jam selama 2 hari
7. UNIT Loket
TERKAIT Poli BPU
Poli Gigi
Poli BPA
Laboratorium
Apotik
8. DOKUMEN 1. Rekam medis
TERKAIT 2. Formulir inform consent
3. Formulir rujukan pemeriksaan laboratorium
4. Formulir rujukan RS
5. Resep obat