Vous êtes sur la page 1sur 10

FUNGSI DAN TAHAPAN TUMBANG KELUARGA

MAKALAH

Tugas Ini di Susun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan


Keluarga

Di Susun Oleh :

1. Aditya Fauzi
2. Ai Maemunah
3. Asep Dadan Firdaus
4. Devi Silvia
5. Eka Nurhayati
6. Jaja Winarja
7. Lilis Lisnawati
8. Putri Andini R
9. Taufik Yasin

PRODI S1 KEPERAWATAN TINGKAT 3B

Jalan Pangkal Perjuangan KM.01 By Pass-Karawang

2017
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini.

Penulisan makalah ini dapat terwujud berkat bantuan, bimbingan serta


dorongan dari berbagai pihak. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada
orang tua, keluarga dan teman-teman yang tidak mungkin di sebutkan satu persatu
atas doa dan motivasinya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami
mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun dari para pembaca. Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat untuk para pembaca.

Karawang, Februari 2017

1
Daftar Isi

Kata Pengantar....................................................................................

Daftar Isi..............................................................................................

BAB I....................................................................................................

PENDAHULUAN....................................................................................

A. Latar Belakang Masalah..............................................................

B. Rumusan Masalah.......................................................................

C. Tujuan Penulisan.........................................................................

BAB II...................................................................................................

PEMBAHASAN......................................................................................

A. Struktur dan Fungsi Keluarga......................................................

B. Tahapan Tumbuh Kembang Keluarga..........................................

BAB III..................................................................................................

PENUTUP.............................................................................................

A. Kesimpulan.................................................................................

B. Saran..........................................................................................

Daftar Pustaka.....................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengertian Menurut Friedman (1998) yang dikutip dalam Murwani (2007)
struktur keluarga terdiri atas : pola komunikasi keluarga, struktur peran,
struktur kekuatan, dan nilai-nilai keluarga. Struktur dan fungsi merupakan hal
yang berhubungan erat dan terus menerus berinteraksi satu sama lain. Struktur
didasarkan pada organisasi, yaitu perilaku anggota keluarga dan pola
hubungan dalam keluarga. Hubungan yang ada dapat bersifat kompleks,
misalnya seorang wanita bisa sebagai istri, sebagai ibu, sebagai menantu, dll
yang semua itu mempunyai kebutuhan, peran dan harapan yang berbeda. Pola
hubungan itu akan membentuk kekuatan dan struktur peran dalam keluarga.
Struktur keluarga dapat diperluas dan dipersempit tergantung dari kemampuan
dari keluarga tersebut untuk merespon stressor yang ada dalam keluarga.
Struktur keluarga yang sangat kaku atau sangat fleksibel dapat mengganggu
atau merusak fungsi keluarga.
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada
system keluarga meliputi; perubahan pola interaksi dan hubungan antar
anggota keluargadisepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui beberapa
tahapan atau kurun waktutertentu.Pada setiap tahapan mempunyai tugas
perkembangan yang harus dipenuhi agartahapan tersebut dapat dilalui dengan
sukses.
Perawat perlu memahami setiap tahapan perkembangan keluarga serta tugas
tugasperkemabangannya.Hal ini penting mengingat tugas perawat dalam
mendeteksi adanyamasalah keperawatan yang dilakukan terkait erat dengan
sifat masalah yaitu potensialatau aktual.
B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga
mereka, sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarganya

b. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengidentifikasi masalah
kesehatan yang dihadapi oleh keluarga.
2. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah-
masalah kesehatan dasar dalam keluarga.
3. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang
tepat dalam mengatasi masalah kesehatan para anggotanya.
4. Meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan
keperawatan terhadap anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi
masalah kesehatan anggota keluarganya.
5. Meningkatkan produktivitas keluarga dalam meningkatkan mutu
hidupnya

C. Manfaat
1. Mahasiswa manpu memahami tentang konsep keluarga.
2. Mahasiswa dapat mengetahui arti peranan dalam keluarga khususnya
dalam tahap perkembangan.
3. Memberikan pengalaman pada mahasiswa tentang pola kebiasaan
keluarga di Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN
A. STRUKTUR DAN FUNGSI KELUARGA
Menurut Friedcman (1998), struktur keluarga terdiri dari :
a. Pola dan proses komunikasi dapat dikataan berfungsi apabila jujur,
terbuka, melibatkan emosi, dapat menyelesaikan konflik keluarga serta
adanya hierarki kekuatan. Pola komunikasi dalam keluarga dikatakan
akan berhasil jika pengirim pesan (sender) yakin mengemukakan
pesannya, isi pesan jelas dan berkualitas, dapat menerima dan memberi
umpan balik, tidak bersifat asumsi, berkomunikasi sesuai. Sebaliknya,
seseorang menerima pesan (receiver) dapat menerima pesan dengan baik
jika dapt menjadi pendengan yang baik, memberi umpan balik dan dapat
memvalidasi pesan yang diterima.
b. Struktur peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai posisi
sosial yang diberikan baik peran formal maupun informal.
c. Struktur kekuatan adalah kemampuan individu untuk mengontrol dan
mempengaruhi atau merubah perilaku orang lain yang terdiri dari
legitimate power (hak), referen power (ditiru), expert power (keahlian),
reward power (hadiah), coercive power (paksaan) dan affektif power.
d. Nilai keluarga dan norma adalah sistem ide-ide, sikap dan keyakinan
yang mengikat anggota keluarga dalam budaya tertentu sedangkan norma
adalah pola perilaku yang diterima pada lingkungan sosial tertentu.

Setiap anggota keluarga mempunyai struktur peran formal dan informal.


Misalnya, ayah mempunyai peran pormal sebagai kepala keluarga dan
pencari napkah. Peran informal ayah adalah sebagai panutan dan pelindung
keluarga.

Struktur kekuatan keluarga meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan


keluarga untuk saling berbagi, kemampuan simstem pendukung diantara
anggota keluarga,kemampuan keperawatan diri, dan kemampuan
menyelesaikan masalah.

Menurut friedman (tahun 1999) 5 fungsi dasar keluarga adalah sebagai


berikut:
a. Fungsi afektif, adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan
kebutuhan sikososial, saling mengasuh dan memberikan cinta kasih, serta
saling menerima dan mendukung.
b. Fungsi sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan individu
keluarga,tempat anggota keluarga berinteraksi sosial dan belajar berperan
dilingkungan sosial.
c. Fungsi reprouksi, adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan
keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d. Fungsi ekonomi, adalah fungsi keluarga unttuk memenuhi kebutuhan
keluarga, seperti sandang, pangan, dan papan.
e. Fungsi perawatan kesehatan, adalah kemampuan keluarga untuk merawat
anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

B. TUMBUH-KEMBANG KELUARGA
Menurut duval (1997), daur atau siklus kehidupan keluarga terdiri dari 8 tahap
perkembangan yang mempunyai tugas dan resiko tertentu pada tiap tahap
perkembangannya.
a. Tahap 1, pasangan baru menikah (keluarga baru).
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah membina hubungan perkawinan
yang saling memuaskan
Membina hubungan harmonis dengan saudara dan kerabat
Merencanakan keluarga (termasuk merencanakan jumlah anak
yang diinginkan).
b. Tahap 2, menanti kelahiran (childbearing family) atau anak tertua adalah
bayi berusia kurang dari 1 bulan.
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah meniapkan anggota keluarga baru
(bayi dalam keluarga),
Membagi waktu untuk individu, pasangan, dan keluarga.
c. Tahap 3, keluarga dengan anak prasekolah atau anak tertua 2,5 tahun
sampai dengan 6 tahun.
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah menyatukan kebutuhan masing-
masing anggota keluarga, antara lain ruang atau kamar pribadi dan
keamanan
Mensosialisasikan anak-anak, menyatukan keinginan anak-anak
yang berbeda, dan mempertahankan hubungan yang sehat dalam
keluarga.
d. Tahap 4, keluarga dengan anak sekolah atau anak tertua beruia 7 sampai
12 tahun.
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah mensosialisasikan anak-anak
termasuk membantu anak-anak mencapai prestasi yang baik
disekolah, membantu anak-anak membina hubungan dengan teman
sebaya, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan,
Memenuhi kebutuhan kesehatan masing-masing anggota keluarga.
e. Tahap 5, keluarga dengan remaja atau dengan anak tertua berusia 13
sampai 20 tahun.
Tugas perkembangan:
Pada tahap ini adalah mengimbangi kebebasan remaja dengan
tanggung jawab yang sejalan dengan maturitas keluarga
Mempokuskan kembali hubungan perkawinan, dan melakukan
komunikasi yang terbuka diantara orang tua dengan anak-anak
remaja.
f. Tahap 6, keluarga dengan anak dewasa (kelepasan).
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah menambah anggota keluarga
dengan kehadiran anggota yang baru melalui pernikahan anak-anak
yang telah dewasa
Menata kembali hubungan perkawinan, menyiapkan datangnya
proses penuaan, termasuk timbulnya masalah-masalah kesehatan.
g. Tahap 7, keluarga usia pertengahan.
Tugas perkembangan:
Pada tahap ini adalah mempertahankan kontak dengan anak dan cucu,
memperkuat hubungan perkawinan, menyiapkan datangnya proses
penuaan, termasuk timbulnya masalah-masalah kesehatan.
h. Tahap 8, keluarga usia lanjut
Tugas perkembangan:
Keluarga pada tahap ini adalah menata kembali kehidupan yang
memuaskan, menyesuaikan kehidupan dengan penghasilan yang
berkurang
Mempertahankan hubungan perkawinan, menerima kehilangan
pasangan, mempertahankan kontrak dengan masyarakat, dan
menemukan arti hidup.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem
keluarga meliputi; perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota
keluarga disepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui beberapa tahapan
atau kurun waktu tertentu.Pada setiap tahapan mempunyai tugas perkembangan
yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui dengan sukses.
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan
adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan
meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap
anggota keluarga.
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat,
kegiatan, yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.
Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari
keluarga, kelompok dan masyarakat

B. Saran
Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan keluarga melalui
penyuluhan mengenai peran anggota keluarga dan perkembangan keluarga
sesuai jenjang merupakan langkah yang tepat dilakukan guna mencapai
kebutuhan kesehatan keluarga yang optimal.Upaya ini perlu dikembangkan dan
ditingkatkan, untuk itu perlu dukungan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap
kesehatan keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Friedman. 1998. Family Nursing : Research, Theory and Practice. (4th Ed.).

Norwalk CT : Alpleton & Lange.

Sudiharto. 2007. ASUHAN Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan

Keperawatan Transkultural. Jakarta: EGC