Vous êtes sur la page 1sur 22

Presentasi Kasus Kecil

SEORANG LAKI-LAKI 35 TAHUN DENGAN B20 STAGE IV DENGAN


HIV WASTING SYNDROME, PNEUMONIA, ANEMIA MIKROSITIK
HIPOKROMIK, PENINGKATAN ENZIM TRANSAMINASE,
HIPOALBUMINEMIA BERAT, DAN HIPONATREMIA BERAT

Oleh:
Mahardhika Kartikandini G99161058
Mega Elisa Hasyim G99162156
Khanszarizennia Madani G99162157
Ghani Abdurahim G99162158
Dyah Candra Devi S. G99162159

Residen Pembimbing

dr. Elyta dr. R. Satriyo Budhi Susilo, Sp.PD, M. Kes

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI
SURAKARTA
2017
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Kasus Kecil Ilmu Penyakit Dalam dengan judul:
SEORANG LAKI-LAKI 35 TAHUN DENGAN B20 STAGE IV DENGAN
HIV WASTING SYNDROME, PNEUMONIA, ANEMIA MIKROSITIK
HIPOKROMIK, PENINGKATAN ENZIM TRANSAMINASE,
HIPOALBUMINEMIA BERAT, DAN HIPONATREMIA BERAT

Oleh:
Mahardhika Kartikandini G99161058
Mega Elisa Hasyim G99162156
Khanszarizennia Madani G99162157
Ghani Abdurahim G99162158
Dyah Candra Devi S. G99162159

Telah disetujui untuk dipresentasikan pada tanggal:

dr. R. Satriyo Budhi Susilo, Sp.PD, M. Kes

BAB I
STATUS PASIEN

I. ANAMNESIS
A Identitas penderita
Nama : Bp. S
Umur : 35 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Karanganyar
No RM : 01375XXX
Suku : Jawa
Pekerjaan : Tidak bekerja
Pendidikan : SMA
Status : Menikah
Tanggal Masuk : 11 Maret 2017
Tanggal Periksa : 12 Maret 2017

B Data dasar
Auto anamnesis dan alloanamnesis dilakukan saat hari pertama
perawatan di Bangsal Penyakit Dalam Melati 1 kamar 7I RSUD Dr.
Moewardi.

Keluhan utama:
Sesak nafas sejak 3 hari SMRS

Riwayat penyakit sekarang:


Pasien datang ke RSDM dengan keluhan sesak nafas sejak 3
hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan terus-menerus.
Sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca, debu, dan makanan. Sesak tidak
disertai bunyi mengi. Saat berbaring dan istirahat pasien tetap
merasakan sesak. Sesak dirasakan memberat dengan aktivitas dan
lebih ringan dengan posisi miring ke kanan. Sesak juga disertai oleh
batuk kering sejak 3 hari yang lalu, batuk dirasakan hilang timbul.
Sesak juga disertai dengan demam sumer-sumer yang hilang timbul.
Nyeri dada disangkal, terbangun di malam hari karena sesak
disangkal.
Pasien juga menyatakan demam. Demam dirasakan sejak 3 hari
sebelum masuk rumah sakit. Demam dirasakan sumer-sumer dan
hilang timbul. Demam menurun sedikit dengan pemberian obat
penurun panas, tapi kemudian naik lagi. Demam tidak disertai
menggigil, berkeringat di malam hari, ataupun keringan dingin.
Pasien juga mengeluhkan lemas sejak 6 hari sebelum masuk
rumah sakit. Lemas dirasakan di seluruh tubuh, terus-menerus. Lemas
dirasakan memberat dengan aktivitas, lemas tidak hilang dengan
pemberian makan ataupun istirahat. Riwayat pendarahan sebelumnya
disangkal, Pusing nggilyer dan telinga berdenging disangkal.
Pasien juga mengeluhkan diare sejak 2 minggu lalu. Diare
dirasakan hilang timbul. Diare dirasakan 3-5x sehari sebanyak -1
gelas aqua. Diare berwarna kecoklatan dan cair. Nyeri saat BAB
disangkal. BAB berlendir, BAB berdarah, BAB hitam disangkal, nyeri
perut disangkal, mual/muntah disangkal. Pasien merasa semakin
lemas dan semakin haus setelah diare. Pasien juga mengeluhkan
sering sariawan di mulut yang membuat sulit makan.
BAK pasien berwarna kuning jernih, dengan frekuensi 4-5x
sehari sebanyak 2-3 gelas aqua. Nyeri saat BAK dan BAK berpasir
disangkal. Pasien bisa makan teratur meskipun hanya sedikit dan tidak
dihabiskan. Pasien mengeluhkan adanya penurunan berat badan yang
cukup signifikan sejak 1 bulan terakhir. Mual dan muntah disangkal,
penurunan nafsu makan disangkal.
Pasien pernah dirawat inap di RSDM 2 minggu yang lalu
tanggal 7-21 April 2017 karena sakit perut dan lemas selama 6 hari,
dan saat pulang diberikan beberapa macam obat. Pasien didiagnosis
dengan B20 dengan hematemesis melena. Pasien juga dianjurkan ke
poli VCT di RSDM dan disana dinyatakan mengidap B20 dan
diberikan oleh cotrimoxazol 960 mg diminum 2x/hari dan FDC
1x/hari di minum di pagi hari. Menurut keluarga pasien mempunyai
riwayat penggunaan jarum suntik narkoba dan memakai tato, minum
alkohol, namun pasien menyangkal mempunya riwayat seks bebas
maupun sesama jenis.

Riwayat penyakit dahulu :


Penyakit Tempat Perawatan Keterangan
Riwayat sakit serupa Disangkal Disangkal
Riwayat sakit liver Disangkal Disangkal
Riwayat sakit jantung Disangkal Disangkal
Riwayat sakit gula Disangkal Disangkal
Riwayat alergi Disangkal Disangkal

Riwayat penyakit keluarga :


Penyakit Tempat Perawatan Keterangan
Riwayat sakit serupa Disangkal Disangkal
Riwayat sakit darah tinggi Disangkal Disangkal
Riwayat sakit liver Disangkal Disangkal
Riwayat sakit jantung Disangkal Disangkal
Riwayat sakit gula Disangkal Disangkal
Riwayat sakit ginjal Disangkal Disangkal
Riwayat asma Disangkal Disangkal
Riwayat alergi Disangkal Disangkal

Pohon keluarga pasien :


Keterangan :
: Pasien

Riwayat kebiasaan
Makan Pasien mengaku makan 2x sehari
Merokok Pasien mengaku merokok sejak 20 tahun
yang lalu, 1 bungkus/hari
Alkohol Pasien mengaku minum alkohol sejak 20
tahun yang lalu
NAPZA Pasien mengaku mengkonsumsi NAPZA
jenis suntikan sejak 20 tahun yang lalu
Tato Pasien mempunyai tato pada tubuhnya sejak
20 tahun yang lalu
Minum jamu Disangkal
Obat bebas Disangkal

Riwayat gizi
Pasien makan 2 kali dalam sehari. Porsi untuk sekali makan + 9-
10 sendok makan dengan dengan lauk-pauk dan sayur.

Riwayat sosial ekonomi


Pasien tidak bekerja tetap. Pasien tinggal serumah dengan istri
dan satu anak laki-laki yang masih sekolah. Pasien berobat
menggunakan fasilitas BPJS.

Anamnesis sistem
1 Keluhan utama : Sesak nafas
2 Kulit : Kering (-), pucat (-),
menebal (-), gatal (-), bercak-bercak
kuning (-), kuning (-)
3 Kepala : Pusing (-), kepala
terasa berat (-), perasaan berputar-putar
(-), nyeri kepala (-), rambut mudah
rontok (-)
4 Mata : Mata cekung (-), mata
berkunang-kunang (-/-), pandangan
kabur (-/-), gatal (-/-), mata kuning
(-/-), mata merah (-/-)
5 Hidung : Tersumbat (-), keluar
darah (-), keluar lendir atau air
berlebihan (-), gatal (-)
6 Telinga : Telinga berdenging
(-/-), pendengaran berkurang (-/-),
keluar cairan atau darah (-/-)
7 Mulut : Bibir kering (-), gusi
mudah berdarah (-), sariawan (+), gigi
mudah goyah (-)
8 Tenggorokan : Rasa kering
dan gatal (-), nyeri untuk menelan (-),
sakit tenggorokan (-), suara serak (-)
9 Sistem respirasi : Sesak nafas
(+), batuk (+), dahak jernih encer (-),
darah (-), nyeri dada (-), mengi (-)
10 Sistem kardiovaskuler : Nyeri
dada (-), terasa ada yang menekan (-),
sering pingsan (-), berdebar-debar (-),
keringat dingin (-), ulu hati terasa
panas (-), denyut jantung meningkat
(-), bangun malam karena sesak nafas
(-)
11 Sistem gastrointestinal : Diare
(+), perut mrongkol (-), perut
membesar (+), mual (-), muntah (-),
nafsu makan berkurang (-), nyeri perut
(-), sulit BAB (-), kentut (+), BAB
hitam (-), BAB bercampur air (+),
BAB bercampur darah (-), BAB
bercampur lendir (-), rasa penuh di
perut (-), cepat kenyang (-), perut nyeri
setelah makan (-), berat badan
menurun progresif (+)
12 Sistem muskuloskeletal: Lemas (+),
leher kaku (-), keju-kemeng (-), kaku
sendi (-), nyeri sendi (-), bengkak sendi
(-), nyeri otot (-), kaku otot (-), kejang
(-)
13 Sistem genitouterinal : Nyeri
saat BAK (-), panas saat BAK (-),
sering buang air kecil (-), air kencing
warna seperti teh (-), BAK darah (-),
nanah (-), anyang-anyangan (-), sering
menahan kencing (-), rasa pegal di
pinggang (-), rasa gatal pada saluran
kencing (-), rasa gatal pada alat
kelamin (-).
14 Ekstremitas :
a Atas : Bengkak (-/-), lemah
(-/-),luka (-/-), kesemutan (-/-), tremor
(-/-), ujung jari terasa dingin (-/-), nyeri
(-/-), lebam-lebam kulit (-/-)
b Bawah : Bengkak (-/-), lemah
(-/-), luka (-/-), kesemutan (-/-), tremor
(-/-), ujung jari terasa dingin (-/-), nyeri
(-/-), lebam-lebam kulit (-/-)

II. PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan fisik dilakukan tanggal 12 Mei 2017 dengan hasil sebagai
berikut:
1 Keadaan umum : Tampak sakit
sedang, compos mentis, GCS
E4V5M6, VAS 3-4 regio thorax
2 Tanda vital
Tensi : 110/60 mmHg
Nadi : 110 kali /menit
Frekuensi nafas : 36 kali /menit
Suhu : 39,20C
3 Status gizi
Berat Badan : 45 kg
Tinggi Badan : 170 cm
IMT : 13,6 kg/m2
Kesan : Underweight
4 Kulit : Warna coklat, turgor menurun (-),
hiperpigmentasi (-), kering (-), teleangiektasis (-),
petechie (-), ikterik (-), ekimosis (-)
5 Kepala : Bentuk mesocephal, rambut warna hitam,
mudah rontok (-), luka (-), atrofi m. Temporalis (-)
6 Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva pucat (+/+),
sklera ikterik (-/-), perdarahan subkonjugtiva (-/-), pupil
isokor dengan diameter (3 mm/3 mm), reflek cahaya (+/
+), edema palpebra (-/-), strabismus (-/-)
7 Telinga : Sekret (-), darah (-), nyeritekan mastoid (-),
nyeri tekan tragus (-)
8 Hidung : Nafas cuping hidung (+), sekret (-),
epistaksis (-)
9 Mulut : Sianosis (-), gusi berdarah (-), papil lidah
atrofi (-), gusi berdarah (-), luka pada sudut bibir (-), oral
thrush (+)
10 Leher : JVP R+2 cm, trakea ditengah, simetris,
pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran kelenjar
getah bening leher (-), leher kaku (-), distensi vena-vena
leher (-)
11 Thorax : Bentuk normochest, simetris,
pengembangan dada kanan = kiri, retraksi intercostal
(+), pernafasan abdominothorakal, sela iga melebar (-),
pembesaran kelenjar getah bening axilla (-/-)
12 Jantung
Inspeksi : Ictus kordis tak tampak
Palpasi : Ictus kordis teraba di SIC V 2 cm
medial linea medioclavicularis sinistra, tidak kuat
angkat
Perkusi :
- Batas jantung kanan atas: SIC II linea sternalis dextra
- Batas jantung kanan bawah: SIC IV linea parasternalis
dekstra
- Batas jantung kiri atas: SIC II linea sternalis sinistra
- Batas jantung kiri bawah: SIC V linea medioclavicularis
sinistra
Batas jantung kesan normal
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni,
intensitas normal, reguler, bising (-), gallop (-).
13.Pulmo
a. Depan
Inspeksi
- Statis : Normochest, simetris, sela
iga tidak melebar, iga tidak mendatar
- Dinamis : Pengembangan dada
kanan tertinggal dibanding dada kiri,
sela iga tidak melebar, retraksi
intercostal (+)
Palpasi
- Statis : Simetris
- Dinamis : Pergerakan danan kanan
tertinggal dibandingkan dada kiri,
fremitus raba dada kanan lebih lemah
dibanding dada kiri
Perkusi
- Kanan : Sonor, redup mulai
SIC IV LCMD
- Kiri : Sonor, sesuai batas
paru jantung pada SIC V linea
medioclavicularis sinistra
Auskultasi
- Kanan : Suara dasar vesikuler,
menurun mulai SIC IV LCMD. Suara
tambahan: wheezing (-), ronkhi basah
kasar (+) di seluruh lapang paru,
egofoni (+) pada basal paru, ronkhi
basah halus (-), krepitasi (-)
- Kiri : Suara dasar vesikuler,
suara tambahan: wheezing (-), ronkhi
basah kasar (+), ronkhi basah halus
(-), krepitasi (-)
b. Belakang
Inspeksi
- Statis : Normochest, simetris,
sela iga tidak melebar, iga tidak
mendatar
- Dinamis : Pengembangan dada
kanan tertinggal dibanding kiri, sela iga
tidak melebar, retraksi intercostal (+)
Palpasi
- Statis : Simetris
- Dinamis : Pengembangan dada
kanan tertinggal dibanding dada kiri,
fremitus raba kanan lebih lemah
dibanding kiri
Perkusi
- Kanan : Sonor, redup mulai SIC
VII LCMD
- Kiri : Sonor
Auskultasi
- Kanan : Suara dasar vesikuler,
menurun mulai SIC VII LCMD.
Suara tambahan: wheezing (-), ronkhi
basah kasar (+) di seluruh lapang
paru, ronkhi basah halus (-), egofoni
(+) pada basal paru, krepitasi (-)
- Kiri : Suara dasar vesikuler, suara
tambahan: wheezing (-), ronkhi basah
kasar (+) di seluruh lapang paru,
ronkhi basah halus (-), krepitasi (-)
13 Abdomen
Inspeksi : Dinding perut lebih tinggi
dengan dinding thorak, ascites (+), venektasi (-),
sikatrik (-), striae (-), caput medusae (-), ikterik (-),
Auskultasi : Bising usus (+) 18 x / menit,
bruit hepar (-)
Perkusi : timpani (+), pekak alih (+)
Palpasi : distended (+), nyeri tekan (+) di
regio hipokondriaka dextra, defans muskuler (-),
hepar dan lien tidak teraba, hemoroid (-), undulasi
(-)
14 Ekstremitas
_ _
- - Akral dingin Oedem

Superior Ka/Ki Oedem (-/-), sianosis (-/-), pucat


(-/-), akral dingin (-/-), ikterik (-/-),
luka (-/-), kuku pucat (-/-), spoon
nail (-/-), clubing finger (-/-), flat
nail (-/-), nyeri tekan dan nyeri gerak
(-/-), deformitas (-/-)
Inferior Ka/Ki Oedem (-/-), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral dingin(-/-),
ikterik (-/-), luka (-/-), kuku pucat (-/-), spoon nail (-/-),
clubing finger (-/-), flat nail (-/-), nyeri tekan dan nyeri
gerak genu bilateral (-/-), deformitas (-/-)
III.PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Laboratorium darah
Tanggal: 11 Maret 2017
Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan
HEMATOLOGI RUTIN
Hb 6,7 () g/dl 12,0 - 15,6
Hct 20 () % 33 - 45
AL 2,2 () 103/L 4,5 - 11,0
AT 215 103/L 150 - 450
6
AE 2,60 () /L 4,10 - 5,10
10
Golongan darah O
INDEKS ERITROSIT
MCV 77.0 () /um 80.0 96.0
MCH 25.8 () pg 28.0 33.0
MCHC 33.5 g/dl 33.0 36.0
RDW 18.8 () % 11.6 14.6
MPV 9.3 Fl 7.2 11.1
PDW 17 () % 25 - 65
HITUNG JENIS
Eosinofil 3.00 % 0.00 4.00
Basofil 0.00 % 0.00 2.00
Netrofil 79.00 % 55.00 80.00
Limfosit 10.00 () % 22.00 44.00
Monosit 8.00 () % 0.00 7.00
KIMIA KLINIK
GDS 120 mg/dl 60 - 140
SGOT 124 () /L < 31
SGPT 46 () /L < 34
Creatinine 1.6 () mg/dl 0,6 - 1,1
Ureum 60 () mg/dl < 50
Albumin 2.4 g/dl 3.5 5.2
Bilirubin Total 0.60 mg/dl 0.00 1.00
ELEKTROLIT
Natrium darah 113 () mmol/L 136 -145
Kalium darah 3,6 mmol/L 3,3 - 5,1
Calcium darah 1,32 () mmol/L 1,17 1,29
SEROLOGI HEPATITIS
HbsAg Nonreactive Nonreactive
ANALISA GAS DARAH
PH 7.485 () 7.350 7.450
BE -9.7 () mmol/L +/-2
PCO2 18.3 () MmHg 35 - 40
PO2 86.9 mmHg 80 - 100
Hematokrit 29 % 37 50
HCO3 13.9 () mmol/L 22 26
Total CO2 14.5 () mmol/L 19.0 - 24.0
O2 Saturasi 96.8 % 94.0 98.0
Laktat Arteri 2.40 () mmol/L 0.36 0.75
B. Radiologi
Foto Thorak AP
Tanggal: 12 Mei 2017

Cor: Batas kanan jantung tertutup perselubungan


Paru: Tampak infiltrat pada hemithorax sinistra, hemithorax dextra
tertutup perselubungan. Corakan bronkovaskuler normal
Tampak perselubungan di parahiler hingga basal paru kanan
Sinus costophrenicus kanan tertutup perselubungan, kiri tajam
Hemidiaphragma kanan tertutup perselubungan, kiri normal
Trakea di tengah
Sistema tulang baik
Kesimpulan : Pneumonia, efusi pleura kanan
C. EKG
Tanggal : 12 Mei 2017

Kesimpulan :
Sinus rythm, heart rate 140 bpm, normoaxis, zona transisi V2-V3

D. Mikrobiologi Sputum
Tanggal : 13 Mei 2017
Pengecatan gram : ditemukan kuman Gram Positif Coccus dan Gram
Negatif Batang, Ragi Positif, Hifa Positif

IV. RESUME
1. Keluhan utama: Sesak nafas sejak 3 hari SMRS

2. Anamnesis:
Pasien datang ke RSDM dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari
sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan terus-menerus,
memberat saat aktivitas dan berkurang dengan posisi tidur ke sebelah
kanan. Sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca, debu, dan makanan. Sesak
tidak disertai bunyi mengi. Sesak juga disertai oleh batuk kering sejak
3 hari yang lalu, batuk dirasakan hilang timbul. Sesak juga disertai
dengan demam sumer-sumer yang hilang timbul. Nyeri dada
disangkal, terbangun di malam hari karena sesak disangkal.
Pasien juga menyatakan demam sejak 3 hari sebelum masuk
rumah sakit, sumer-sumer dan hilang timbul. Demam menurun sedikit
dengan pemberian obat penurun panas, tapi kemudian naik lagi.
Demam tidak disertai menggigil, berkeringat di malam hari, ataupun
keringan dingin.
Pasien juga mengeluhkan lemas sejak 6 hari sebelum masuk
rumah sakit. Lemas dirasakan di seluruh tubuh, terus-menerus
memberat dengan aktivitas, lemas tidak hilang dengan pemberian
makan ataupun istirahat. Riwayat pendarahan sebelumnya disangkal,
Pusing gliyer dan telinga berdenging disangkal.
Pasien juga mengeluhkan diare sejak 2 minggu lalu, hilang
timbul, 3-5x sehari sebanyak -1 gelas aqua berwarna kecoklatan dan
cair. Nyeri saat BAB disangkal. BAB berlendir, BAB berdarah, BAB
hitam disangkal, nyeri perut disangkal, mual/muntah disangkal. Pasien
juga mengeluhkan sering sariawan di mulut yang membuat sulit
makan
Pasien pernah dirawat inap di RSDM 2 minggu yang lalu
tanggal 7-21 April 2017 dengan diagnosis B20 dengan hematemesis
melena dan diberikan cotrimoxazol 2x sehari dan FDC 1x/hari di
minum di pagi hari. Menurut keluarga pasien mempunyai riwayat
penggunaan jarum suntik narkoba dan memakai tato, minum alkohol,
namun pasien menyangkal mempunya riwayat seks bebas maupun
sesama jenis.

3. Pemeriksaan fisik:
Keadaan umum tampak sakit sedang, compos mentis, GCS
E4V5M6, kesan gizi kurang. Tekanan darah 110/60 mmHg, nadi 140
kali/menit, frekuensi nafas 36 kali/menit, suhu 39,2oC, VAS 3-4 regio
thorax. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat (+/+), nafas
cuping hidung (+/+), retraksi interkostal (+/+), pengembangan dinding
dada kanan tertinggal dibandingkan dada kiri, fremitus raba dada
kanan lebih lemah dibandingkan kiri, perkusi thorax redup mulai SIC
V. DIAGNOSIS ATAU PROBLEM
1 B20 Stage IV dengan oral thrush & wasting syndrome
2 Pneumonia
3 Anemia hipokromik mikrositik ec OCD dd defisiensi besi
4 Peningkatan enzim transaminase (SGOT/SGPT 136/46) ec non viral dd
viral
5 Hipoalbuminemia berat (2,4 g/dl)
6 Hiponatremia berat (113 mmol/L)
Rencana Awal

No
Pengkajian Rencana Awal Rencana
Diagnosis RencanaTerapi Rencana Edukasi
(Assesment) diagnosis Monitoring
1. B20 Stage IV Anamnesis: diet lunak TKTP 2100 Penjelasan kepada KUVS
dengan oral pasien sudah kontrol poli VCT kkal dengan NGT pasien dan keluarga
thrush & dan dinyatakan mengidap B20 infus NaCl 0.9% 20 mengenai kondisi,
wasting penurunan berat badan yang tpm prosedur diagnosis
syndrome signifikan dalam 1 bulan terakhir cotrimoxazol 960 dan tatalaksana

diare (+) sejak 2 minggu yang mg/24 jam IV beserta komplikasi


yang dapat terjadi
lalu, hilang timbul FDC 1 tab/24 jam PO
sering sariawan di mulut Nystatin drop 400.000
IU / 8 jam PO
2. Pneumonia Anamnesis: Kultur sputum O2 4 tpm nasal kanul Penjelasan kepada KUVS
Sesak nafas sejak 3 hari SMRS, Kultur jamur Injeksi ceftriaxon 2 pasien dan keluarga
demam (+), batuk kering (+) gr/24 jam IV mengenai kondisi,
Pemeriksaan fisik: Paracetamol 500 mg/8 prosedur diagnosis
RR 36 x/menit jam PO bila suhu
dan tatalaksana

Perkusi sonor, redup mulai SIC beserta komplikasi


>38OC
IV LCMD / sonor yang dapat terjadi.
Cotrimoxazole 960
RBK +/+ di seluruh lapang paru mg/24 jam IV
Pemeriksaan penunjang: NAC 1 tab/8 jam
Foto thorax : pneumonia, efusi
pleura kanan
Pengecatan gram : ditemukan kuman
Gram Positif Coccus & kuman Gram
Negatif Batang, Ragi positif, Hifa
positif
3. Efusi pleura Anamnesis: Konsul paru Penjelasan kepada KUVS
dextra Sesak nafas sejak 3 hari SMRS Aspirasi cairan pasien dan keluarga
Pemeriksaan fisik: pleura mengenai kondisi,
RR 36 x/menit prosedur diagnosis

Pengembangan dinding dada dan tatalaksana

kanan tertinggal dibandingkan beserta komplikasi

kiri yang dapat terjadi.

Fremitus raba dada kanan lebih


lemah dibandingkan dada kiri
Perkusi sonor, redup mulai SIC
IV LCMD // sonor
Egofoni (+) pada basal paru
kanan
Pemeriksaan penunjang:
Foto thorax : efusi pleura kanan
4. Anemia Anamnesis: Cek GDT, SI Transfusi PRC 2 kolf/ hari Penjelasan kepada Cek DR3 post
hipokromik- Lemas (+) sejak 2 minggu sebelum TIBC, saturasi sampai Hb 10 g/dl pasien dan keluarga transfusi
mikrositik ec masuk rumah sakit transferin, Koreksi = (10 6.7) x 45 mengenai kondisi,
OCD dd Pemeriksaan fisik: reticulosit, feritin x 4 = 594 cc prosedur diagnosis
defisie Conjungtiva pucat (+/+) dan tatalaksana
nsi besi Pemeriksaan penunjang: beserta komplikasi
Lab : Hb 6.7 g/dl ; MCV 77.0/um ; yang dapat terjadi.
MCH 25.8 pg
1. Peningkatan Pemeriksaan penunjang: Periksa anti-HCV Curcuma 1 tab/8 jam Penjelasan kepada Periksa
enzim Lab : SGOT 124 u/L ; SGPT 46 u/L pasien dan keluarga SGOT/SGPT per 3
transaminasi mengenai kondisi, hari
ec non viral prosedur diagnosis
(ARV) dd dan tatalaksana
viral beserta komplikasi
yang dapat terjadi.
2. Hipoalbumin Pemeriksaan penunjang: Infus albumin 25% dalam Penjelasan kepada Periksa albumin
emia berat Lab : Albumin 2.4 g/dl 100 CC NaCl pasien dan keluarga post koreksi
Koreksi = (3.5 2.4) x 0.8 mengenai kondisi,
x 45 = 39.6 gr prosedur diagnosis
dan tatalaksana
beserta komplikasi
yang dapat terjadi.
3. Hiponatremia Pemeriksaan penunjang: Infus NaCl 3% tetes Penjelasan kepada Periksa natrium
berat Lab : Natrium darah 113 g/dl pelan /12 jam pasien dan keluarga post koreksi
koreksi = (135-113) x 45 x mengenai kondisi,
0.6 = 594 meq (1 liter prosedur diagnosis
NaCl 3%) dan tatalaksana
beserta komplikasi
yang dapat terjadi.