Vous êtes sur la page 1sur 2

Analisi Jurnal

1. Judul Jurnal
Kinerja IPCLN dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit: Peran
Pelatihan, Motivasi Kerja dan Supervisi.
2. Kata Kunci
kinerja IPCLN, pelatihan, motivasi kerja, supervisi.
3. Nama Peneliti
Dewi Lelonowati Tri Mustariningrum, Mulyatim Koeswo (Magister Manajemen Rumah
Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang) dan Ahsan (Magister
Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang).
4. Latar Belakang Masalah
Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat penting dilaksanakan di
rumah sakit, disamping sebagai tolok ukur mutu pelayanan juga untuk melindungi pasien,
petugas, pengunjung dan keluarga dari risiko tertularnya infeksi. Resiko infeksi di rumah
sakit atau yang biasa dikenal dengan infeksi nosokomial atau Hospital Acquired
Infections (HAIs) merupakan masalah penting di seluruh dunia.
5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai bahan evaluasi program pelatihan, untuk
mengetahui sejauh mana motivasi kerja dan mengevaluasi kegiatan supervisi yang
dijalankan oleh atasan (IPCN dan Komite PPI), yang bisa menjadi bahan pertimbangan
bagi manajemen untuk meningkatkan kinerja IPCLN.
6. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey sebagai explanatory research dengan
pendekatan cross sectional yaitu pengukuran atau pengamatan pada saat yang bersamaan
selama bulan Maret 2015. Sampel atau responden adalah semua IPCLN di RSUD dr
Iskak Tulungagung sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian pada lembar kuisioner
memakai skala Likert (15). Data lebih dahulu diuji coba validitasnya terhadap 10
responden IPCLN dari rumah sakit lain. Diputuskan hanya butir instrumen yang valid
dan reliable yang dipakai untuk uji hipotesis.
7. Hasil Penelitian
Analisis data secara deskriptif dan uji hipotesis dengan regresi linear berganda. Hasilnya
variabel pelatihan (X1) dengan koefisien Beta = 0,362 dan sig.= 0,07; variabel motivasi
kerja (X2) dengan koefisien Beta = 0,190 dan sig. = 0,126; variabel supervisi (X3)
dengan koefisien Beta=0,483 dan sig.=0,001; nilai R2=0,753 dan nilai adjust R square =
0,526. Temuan penelitian adalah pelatihan berhubungan cukup kuat serta berpengaruh
signifikan, motivasi kerja IPCLN tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerjanya,
supervisi berhubungan kuat serta berpengaruh signifikan terhadap kinerja IPCLN.
Pelatihan, motivasi kerja, dan supervisi berhubungan kuat dan berpengaruh signifikan
terhadap kinerja IPCLN secara simultan. Kinerja IPCLN dapat dijelaskan sebesar 52,6%
dari variabel pelatihan, motivasi kerja dan supervisi secara simultan, dan supervisi yang
berpengaruh dominan.
Pelatihan Program PPI Dasar berhubungan cukup kuat serta berpengaruh signifikan
terhadap kinerja IPCLN. Motivasi kerja yang dimiliki IPCLN berpengaruh tidak
signifikan terhadap kinerjanya sebagai pelaksana program PPI. Supervisi yang efektif
dari atasan (IPCN dan Komite PPI) berhubungan kuat serta berpengaruh signifikan
terhadap kinerja
IPCLN. Pelatihan, motivasi kerja, dan supervisi berhubungan kuat dan berpengaruh
signifikan terhadap kinerja IPCLN secara simultan. Kinerja IPCLN dapat dijelaskan
sebesar 52,6% dari variabel pelatihan, motivasi kerja dan supervisi secara simultan, dan
supervisi yang berpengaruh dominan.
8. Kekurangan
Kekurangan dari penelitian ini adalah:
Perlu dilakukan penelitian selanjutnya
9. Kelebihan
Kelebihan dari penelitian ini adalah:
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey sehingga hasil pengukuran dan
pengamatan lebih nyata