Vous êtes sur la page 1sur 44

KELENGKAPAN ORGANISASI

TATA TERTIB SIDANG


ANGGARAN DASAR
ANGGARAN RUMAH TANGGA
PERSATUAN MAHASISWA DAN ALUMNI BIDIKMISI NASIONAL
PERMADANI DIKSI NASIONAL

Disusun Oleh:

Disepakati dalam :
SILATURAHIM DAN MUSYAWARAH NASIONAL
PERMADANI DIKSI NASIONAL (SMNDPN) 2015
Bandar Lampung, 2-4 Mei 2017
DAFTAR ISI

TATA TERTIB SIDANG SMNPDN 2015...............................................................1

ANGGARAN DASAR..........................................................................................10

ANGGARAN RUMAH TANGGA........................................................................20

2
TATA TERTIB SIDANG
SILATURAHIM DAN MUSYAWARAH NASIONAL
PERMADANI DIKSI NASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN

Pasal 1
Demi menjaga kelancaran dan ketertiban Silaturahim dan Musyawarah Nasional
Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (Permadani Diksi
Nasional), maka perlu disusun tata tertib yang mengatur hak dan kewajiban
peserta musyawarah, serta penyusunan mekanisme persidangan yang
dilaksanakan oleh seluruh peserta musyawarah.

BAB II
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT

Pasal 2
Nama
Kegiatan ini dinamakan Silaturahim dan Musyawarah Nasional Permadani Diksi
Nasional 2017 yang selanjutnya disingkat SMNPDN 2017.

Pasal 3
Waktu
SMNPDN 2017 dilaksanakan pada hari Selasa s/d Kamis, tanggal 2-4 Mei 2017.

1
Pasal 4
Tempat
SMNPDN 2017 dilaksanakan di Universitas Lampung (UNILA), Bandar
Lampung, , Indonesia.

BAB III
STATUS DAN WEWENANG

Pasal 5
Status
SMNPDN 2017 merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh Permadani Diksi Nasional 2017.

Pasal 6
Wewenang
(1).Membahas, menetapkan dan mengesahkan tata tertib SMNPDN 2017.
(2).Memilih dan menetapkan pimpinan sidang tetap SMNPDN 2017.
(3).Membahas, menetapkan, dan mengesahkan Anggaran Dasar (AD) dan
Anggaran Rumah Tangga (ART) Permadani Diksi Nasional.
(4).Menanggapi LPJ BP dan BPP PDN 2015/2017.
(5).Mencabut mandat BP dan BPP PDN 2015/2017.
(6).Memilih dan menetapkan ketua umum Permadani Diksi Nasional periode
2017/2019.
(7).Menilai LPJ BP dan BPP PDN 2015/2017.
(8).Memilih, merumuskan, dan menetapkan struktur kepengurusan Permadani
Diksi Nasional periode 2017/2019.
(9).Membahas dan menetapkan program kerja Permadani Diksi Nasional periode
2017/2019.
(10). Membahas dan menetapkan rekomendasi SMNPDN 2017.

2
BAB IV
PESERTA, HAK, DAN KEWAJIBAN
Pasal 7
Peserta
Peserta Silaturahim dan Musyawarah Nasional Permadani Diksi terdiri dari:
Peserta penuh
1. Anggota Badan Perumus Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi
Nasional (BPPDN).
2. Perwakilan mahasiswa ataupun alumni penerima beasiswa bidikmisi dari
setiap perguruan tinggi di Indonesia yang telah terdaftar mengikuti acara
SMNPDN 2017.
3. Undangan yang bertugas sebagai peninjau, terdiri dari dewan pembina dan
atau yang mewakili.

Pasal 8
Hak Peserta
(1).Peserta SMNPDN 2017 mempunyai hak bicara dan hak suara.
(2).Yang dimaksudkan hak suara adalah dari masing-masing universitas satu hak
suara.
(3).Hak bicara merupakan hak untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan
mengajukan usulan kepada pimpinan sidang baik secara lisan maupun tulisan.
(4).Hak bicara meliputi:
a Point of information: interupsi untuk menyampaikan informasi yang
berkaitan dengan sidang.
b Point of clarification: interupsi untuk mengklarifikasi permasalahan yang
berkaitan dengan sidang.
c Point of personal previlage: interupsi untuk menyampaikan pembelaan
pribadi.
d Point of order: interupsi untuk menyampaikan saran, pendapat, dan
permasalahan yang bersifat prinsip.
e Point of solution: interupsi untuk memberikan solusi.
f Point of view: interupsi untuk memberikan pandangan pribadi.
(5).Hak suara merupakan hak untuk ambil bagian dalam pengambilan keputusan
dan hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan.

3
(6).Peserta penuh kecuali peserta pengawas mempunyai hak mencalonkan diri
atau dicalonkan sebagai calon pengurus Persatuan Mahasiswa dan Alumni
Bidikmisi Nasional.

Pasal 9
Kewajiban Peserta
(1).Menghadiri seluruh acara persidangan tepat waktu.
(2).Mematuhi tata tertib sidang dan bersikap sopan.
(3).Menjaga ketenangan dan kelancaran persidangan.
(4).Menghormati dan menaati pimpinan sidang dan setiap hasil yang telah
ditetapkan.
(5).Mengenakan pakaian formal (baju berkerah, bersepatu) dan almamater
perguruan tinggi masing-masing ketika sidang.
(6).Mengenakan kartu identitas kepesertaan resmi yang diberikan oleh panitia
(7).Mengangkat tangan kanan apabila ingin menggunakan hak bicara dan hak
suara.
(8).Mengangkat tangan kiri apabila ingin mendapatkan hak ijin masuk atau keluar
ruangan sidang.

BAB IV
PERSIDANGAN

Pasal 10
Sidang
(1).SMNPDN 2017 akan membahas dan mengesahkan keputusan secara pleno.
(2).Sidang pleno terdiri dari:
a. Pleno 1 : Pembahasan, Penetapan dan Pengesahan tata tertib
SMNPDN 2017; Pemilihan dan Penetapan Pimpinan Sidang Tetap
b. Pleno 2 : Pembahasan, Penetapan dan Pengesahan Anggaran Dasar
(AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Permadani Diksi Nasional
c. Pleno 3 : Pemilihan dan Penetapan Ketua Umum dan Struktur
Kepengurusan Permadani Diksi Nasional periode pertama.
d. Pleno 4 : Pembahasan dan Penetapan program kerja Permadani
Diksi Nasional periode pertama dan rekomendasi SMNPDN 2017.
(3).Sidang dapat dimulai apabila:
a. Sebanyak dari total peserta sidang telah hadir di ruang sidang.

4
b. Apabila ketentuan poin a tidak terpenuhi, maka sidang ditunda selama 2 x
5 menit.
c. Apabila poin b tidak terpenuhi, maka dapat dimulai dengan kesepakatan
forum.

Pasal 11
Jumlah ketukan palu
(1).1 ketukan untuk menetapkan atau memutuskan hasil sidang sementara,
skorsing waktu kurang dari atau sama dengan 1x15 menit, menyerahkan
pimpinan sidang ke pemimpin sidang sebelumnya atau selanjutnya.
(2).2 ketukan untuk pending dan mencabut pending, skorsing waktu lebih dari
1x15 menit.
(3).3 ketukan untuk membuka, mengesahkan konsideran, dan menutup sidang
(4).Lebih dari 3 ketukan untuk menertibkan kondisi sidang dengan menggunakan
gagang palu.

BAB V
PIMPINAN SIDANG

Pasal 12
Pimpinan sidang terdiri dari 3 orang, sebagai berikut:
1 Pimpinan Sidang I: memimpin jalannya persidangan.
2 Pimpinan Sidang II: mewakili dan membantu Pimpinan Sidang I.
3 Pimpinan Sidang III: menjadi notulen sidang.

Pasal 13
Pimpinan sidang terdiri dari:
1 Pimpinan Sidang Sementara
2 Pimpinan Sidang Tetap

Pasal 14
Pimpinan Sidang Sementara bertugas:

5
1 Memimpin dan mengarahkan jalannya persidangan sampai terpilih Pimpinan
Sidang Tetap.
2 Menetapkan dan mengesahkan tata tertib sidang.
3 Menetapkan pimpinan sidang tetap

Pasal 15
Pimpinan Sidang Tetap bertugas;
1 Memimpin dan mengarahkan jalannya persidangan
2 Menetapkan dan mengesahkan AD, ART dan GBHO Permadani Diksi
Nasional.
3 Menetapkan Ketua Umum dan Struktur Kepengurusan Permadani Diksi
Nasional.
4 Menetapkan program kerja periode pertama.
5 Menetapkan rekomendasi SMNPDN 2017.

Pasal 16
Tata cara pemilihan Pimpinan Sidang Sementara:
Pimpinan Sidang Sementara merupakan anggota Badan Perumus Persatuan
Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (BPPDN) yang telah ditentukan
sebelumnya.

Pasal 17
Tata cara pemilihan Pimpinan Sidang Tetap:
1 Pimpinan Sidang Tetap dipilih dari dan oleh peserta sidang.
2 Peserta dapat mencalonkan diri atau dicalonkan untuk menjadi Pimpinan
Sidang Tetap yang mempunyai delegasi lebih dari satu orang.
3 Pemilihan dan penetapan pimpinan sidang tetap dilakukan melalui mekanisme
sebagai berikut:
a Apabila hanya terdapat tiga calon pimpinan sidang tetap, maka yang
bersangkutan secara otomatis akan ditetapkan sebagai pimpinan sidang
tetap.
b Apabila peserta yang mengajukan diri lebih dari tiga orang, maka
dilakukan mekanisme musyawarah dan mufakat untuk menentukan
pimpinan sidang tetap.

6
c Apabila poin b tidak terpenuhi, maka dilakukan voting untuk menentukan
pimpinan sidang tetap.

Pasal 18
Pimpinan sidang berkewajiban untuk memimpin jalannya persidangan secara
tegas, adil, dan bijaksana.

Pasal 19
Pimpinan sidang memiliki hak:
1 Memberikan penjelasan atau jalan keluar masalah kepada peserta sidang jika
tidak tercapai kata sepakat.
2 Memberikan sanksi kepada peserta sidang yang melanggar tata tertib sidang.

BAB VI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 20
(1).Segala keputusan diambil dengan musyawarah untuk mufakat.
(2).Apabila ayat (1) tidak tercapai maka diadakan skorsing untuk lobbying.
(3).Apabila ayat (2) tidak tercapai maka putusan diambil berdasarkan suara
terbanyak (voting)
(4).Apabila pada pelaksanaan ayat (3) terdapat kesamaan jumlah suara, maka
diadakan pemungutan suara ulang.

BAB VI
SANKSI

Pasal 21
(1).Apabila peserta sidang melanggar tata tertib maka pimpinan sidang berhak
memberikan peringatan pertama secara lisan.
(2).Apabila peserta melakukan pelanggaran ke-2 setelah diberikan peringatan
pertama, maka peserta dicabut hak bicara satu kali ketetapan.

7
(3).Apabila peserta melakukan pelanggaran ke-3 setelah diberi peringatan ke-2,
maka peserta tersebut dapat dikeluarkan dari persidangan selama satu angenda
sidang.

BAB VII
PENUTUP DAN PENGESAHAN

Pasal 22
Penutup
(1).Tata tertib ini berlaku untuk persidangan pada Silaturahmi dan Musyawarah
Nasional Permadani Diksi Nasional 2017.
(2).Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur oleh
pimpinan sidang dengan persetujuan peserta Musyawarah Nasional Permadani
Diksi Nasional 2017 .
(3).Segala sesuatu yang bertentangan dengan tata tertib ini dinyatakan tidak
berlaku.

Pasal 23
Penetapan/pengesahan dan perubahan tata tertib ini hanya dapat dilakukan dalam
sidang Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional 2017.

8
ANGGARAN DASAR
PERSATUAN MAHASISWA DAN ALUMNI BIDIKMISI NASIONAL
PERMADANI DIKSI NASIONAL

MUKADDIMAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan


bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang
beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan

9
dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri
seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam
segala aspek kehidupan.
Sadar sepenuhnya terhadap panggilan sejarah dan tanggung jawab sebagai
generasi penerus perjuangan cita-cita bangsa, kami mahasiswa dan alumni
penerima beasiswa Bidikmisi berdasarkan nilai luhur Pancasila dan UUD 1945,
dengan ini mempersatukan diri dalam wadah organisasi kepemudaan Persatuan
Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional dalam rangka mewujudkan
generasi emas Indonesia dan memutus rantai kemiskinan yang diatur dalam
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

10
BAB I
NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN

Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional
yang selanjutnya disingkat Permadani Diksi Nasional.

Pasal 2
Waktu
1 Permadani Diksi Nasional dideklarasikan dalam forum silaturrahmi bidikmisi
nasional di Jakarta tanggal 27 Februari 2014
2 Permadani Diksi Nasional didirikan pada acara Silahturahim dan Musyawarah
Permadani Diksi Nasional di Makassar pada tanggal 10 April 2015

Pasal 3
Kedudukan
Permadani Diksi Nasional berkedudukan di masing-masing Perguruan Tinggi
yang menjadi anggota dan berpusat di Perguran Tinggi Ketua Umum berasal.

BAB II
ASAS DAN SIFAT

Pasal 4
Asas
Permadani Diksi Nasional berasaskan Pancasila.

Pasal 5
Sifat
Permadani Diksi Nasional bersifat:

11
1. Terbuka bagi seluruh mahasiswa dan alumni Bidikmisi di seluruh Indonesia
tanpa membedakan ras, suku, agama, golongan, serta latar belakang sosial
politik kemasyarakatan,
2. Religius,
3. Nasionalis,
4. Mandiri dan Independen,
5. Kekeluargaan,
6. Adil,
7. Aspiratif dan partisipatif,
8. Representatif
9. Bebas dari politik praktis
10. Legalitas,
11. Akuntabilitas,
12. Dan Profesional.

BAB III
TUJUAN

Pasal 6
Permadani Diksi Nasional bertujuan untuk menyatukan cita-cita bersama
mahasiswa dan alumni Bidikmisi dalam rangka mewujudkan generasi emas
Indonesia dan memutus mata rantai kemiskinan yang berlandaskan Pancasila dan
UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika.

BAB IV
POKOK-POKOK PERJUANGAN

Pasal 7
Permadani Diksi Nasional memiliki pokok-pokok perjuangan yang merupakan
misi perjuangan organisasi di berbagai bidang yakni:
1. Membangun pemuda yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, terampil, cerdas,
dan berprestasi serta berperan aktif dalam pembangunan nasional dan
peningkatan daya saing bangsa di era globalisasi.
2. Memajukan peran mahasiswa dan alumni Bidikmisi yang berkualitas dan
berkarakter guna mempersiapkan generasi emas Indonesia.

12
3. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
4. Pengabdian kepada masyarakat, bangsa, Negara dan lingkungan hidup.
5. Mempertahankan dan meningkatkan eksistensi beasiswa Bidikmisi sebagai
program unggulan pemerintah di bidang pendidikan dalam rangka memutus
mata rantai kemiskinan.

BAB V
KEANGGOTAAN

Pasal 8
Anggota Permadani Diksi Nasional adalah seluruh mahasiswa dan alumni
Bidikmisi di seluruh Indonesia.

BAB VI
KEDAULATAN

Pasal 9
Kedaulatan tertinggi berada di tangan seluruh anggota Permadani Diksi Nasional
yang dilaksanakan sepenuhnya oleh perwakilan anggota dalam Musyawarah
Nasional.

BAB VII
PERANGKAT ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN

Pasal 10
Perangkat Organisasi
Perangkat Permadani Diksi Nasional terdiri dari:
1. Dewan Pelindung
Dewan Pelindung merupakan dewan yang memberikan perlindungan bagi
perangkat Permadani Diksi Nasional.
2. Dewan Pembina

13
Dewan Pembina merupakan dewan yang memberikan pembinaan dan arahan
bagi anggota dan perangkat Permadani Diksi Nasional.
3. Badan Pengawas
Badan Pengawas merupakan badan yang mendampingi dan mengawasi
pelaksanaan mandat Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional, kinerja
Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah dalam menjalankan tugas
dan kewajibannya.
4. Badan Pengurus Pusat
Badan Pengurus Pusat merupakan badan yang bertanggung jawab untuk
menjalankan mandat Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional sebagai
pengurus.
5. Badan Pengurus Wilayah
Badan Pengurus Wilayah merupakan badan yang mengkoordinasi anggota
Permadani Diksi Nasional di tingkat wilayah yang dipimpin oleh seorang
koordinator wilayah.
6. Badan pengurus Cabang
Badan pengurus Cabang Merupakan badan yang mengkoordinasi anggota
permadani diksi nasional di tingkat cabang jika diperlukan di wilayah-wilayah
tertentu.

7. Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi


Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi merupakan
forum/keluarga/organisasi/komunitas yang beranggotakan mahasiswa dan/atau
alumni penerima Bidikmisi di perguruan tinggi penyalur Bidikmisi.
Hal-hal lain mengenai struktur organisasi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 11
Kepengurusan

Pengurus Permadani Diksi Nasional terbagi ke dalam dua tingkatan:


1. Pengurus Pusat
Mahasiswa dan/atau Alumni Bidikmisi yang ditetapkan sebagai pengurus
Permadani Diksi Nasional dalam Musyawarah Nasional Permadani Diksi
Nasional melalui mekanisme yang telah ditentukan.

14
2.Pengurus Wilayah
Mahasiswa dan/atau Alumni Bidikmisi sebagai pelaksana harian tertinggi di
wilayahnya yang dipilih dan/atau ditetapkan dalam musyawarah wilayah
Permadani Diksi Nasional . Permadani Diksi Wilayah terdiri dari 10 wilayah
yaitu:

1. Wilayah 1 meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,


Riau, dan Kepulauan Riau
2. Wilayah 2 meliputi Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan,
Lampung dan Bangka Belitung
3. Wilayah 3 meliputi wilayah Jabodetabek dan Provinsi Banten
4. Wilayah 4 meliputi Provinsi Jawa Barat selain wilayah Bogor, Depok
dan Bekasi
5. Wilayah 5 meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa
Yogyakarta
6. Wilayah 6 meliputi Provinsi Jawa Timur
7. Wilayah 7 meliputi Kepulauan Bali dan Nusa Tenggara
8. Wilayah 8 meliputi Pulau Sulawesi
9. Wilayah 9 meliputi Pulau Kalimantan
10. Wilayah 10 meliputi Kepulauan Maluku, Papua dan Papua Barat.

BAB VIII
PERMUSYAWARATAN

Pasal 12
Musyawarah dan rapat-rapat Permadani Diksi Nasional terdiri dari:
1. Musyawarah Nasional (MUNAS).
2. Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB).
3. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS).
4. Rapat-rapat lainnya.

Pasal 13

15
Musyawarah dan rapat-rapat Permadani Diksi Wilayah terdiri dari:
1. Musyawarah Wilayah (MUSWIL).
2. Musyawarah Wilayah Luar Biasa (MUSWILLUB).
3. Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL).
4. Rapat-rapat lainnya.

Pasal 14
1. Keputusan tertinggi dalam organisasi adalah Musyawarah Nasional (MUNAS)
dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB).
2. Kekuasaan dan wewenang dari musyawarah-musyawarah dan rapat-rapat
diatur secara rinci dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB IX
LAMBANG DAN ATRIBUT

Pasal 15
Lambang
Permadani Diksi Nasional mempunyai lambang yang diatur dalam Anggaran
Rumah Tangga.

Pasal 16
Atribut
Permadani Diksi Nasional memiliki atribut berupa logo dan bendera.

BAB X
KEUANGAN
Pasal 17
Keuangan Permadani Diksi Nasional diperoleh dari:
1. Sumbangan yang tidak mengikat.
2. Usaha-usaha yang sah.
3. Iuran sukarela pengurus dan/atau anggota.

16
BAB XI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH
TANGGA

Pasal 18
Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tanggahanya dapat dilakukan
dalam Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa Permadani
Diksi Nasional dengan sekurang-kurangnya 3/4 jumlah peserta Musyawarah
Nasional Permadani Diksi Nasional harus hadir dan keputusan disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah peserta yang hadir dalam Sidang Istimewa
Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional yang sah dan khusus untuk itu.

BAB XII
PEMBUBARAN PERMADANI DIKSI NASIONAL

Pasal 19
1. Pembubaran Permadani Diksi Nasional dilakukan melalui referendum dari
hasil musyawarah Nasional
2. Referendum untuk pembubaran Permadani Diksi Nasional merupakan
hasil sidang istimewa yang dihadiri paling sedikit 3/4 jumlah Perguruan
Tinggi anggota yang terdaftar dan keputusan disetujui oleh sekurang-
kurangnya 2/3 jumlah anggota yang hadir dalam Sidang Istimewa
Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional.

BAB XIII
PERATURAN PERALIHAN

Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut
dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi yang tidak bertentangan
dengan Anggaran Dasar ini.

17
BAB XIV
PENUTUP

Pasal 21
Anggaran Dasar Permadani Diksi Nasional ini ditetapkan pada tanggal 3 Mei
2017 dalam Sidang Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional di
Universitas Lampung, Bandar Lampung dan mulai berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

18
ANGGARAN RUMAH TANGGA
PERSATUAN MAHASISWA DAN ALUMNI BIDIKMISI NASIONAL
PERMADANI DIKSI NASIONAL

BAB I
LAMBANG, ATRIBUT, DAN SEMBOYAN

Pasal 1
Lambang
Lambang Permadani Diksi Nasional mempunyai makna sebagai berikut:
1 Gambar siluet pucuk bunga tulip yang membentuk lingkaran berwarna
emas, hal ini menandakan bahwa para mahasiswa dan alumni bidikmisi
sebagai pribadi penerus bangsa yang mengukir dan mewujudkan Indonesia
emas 2045 dan kelak menjadi bangsa yang maju dimata dunia akan SDM
nya, seperti layaknya diibaratkan bunga tulip yang indah dan bunga yang
termasuk mahal harganya.
2 Gambar topi toga yang bagian bawahnya juga membentuk setengah
lingkaran, menandakan bahwa bunga tulip dan bagian bawah topi toganya
membentuk lingkaran sebagai bentuk Persatuan Mahasiswa dan Alumni
Bidikmisi Nasional.
3 Topi toga sendiri sebagai lambang kesuksesan yang didapat setelah
mengenyam pendidikan diperkuliahan berkat bidikmisi. Kombinasi pada
toga yang didalamnya terdapat lima garis yang memotong didalamnya
menjadi lima bagian yang merupakan lima misi Permadani Diksi.
Pada bagian dalam terdapat warna biru muda yang dominan, mengartikan
mahasiswa dan alumni Bidikmisi adalah insan yang dibekali oleh IPTEKS
untuk pembangunan bangsa.
4 Siluet orang memakai toga, merupakan sebuah icon dari Bidikmisi yang
dimunculkan agar orang yang melihat dapat paham dan tidak awam bahwa
icon ini adalah icon utama bidikmisi
5 Objek yang berbentuk susunan tangga, menandakan puncak kesuksesan
yang diraih melalui beasiswa Bidikmisi
6 Tulisan Persatuan Mahasiswa Bidikmisi dan Alumni Nasional sebagai
penegas terhadap logo diatasnya.
7 Gambar lambang Permadani Diksi ini terlampir

Pasal 2

19
Penggunaan Lambang
Lambang Permadani Diksi Nasional dapat digunakan untuk kop surat, cap,
bendera, seragam, dan segala sesuatu yang memiliki kedudukan formal dalam hal
kekuasaan, kewenangan, dan kepemilikan Permadani Diksi Nasional.

Pasal 3
Bentuk dan Penggunaan Atribut
1 Bentuk atribut Permadani Diksi Nasional berupa Logo dan Bendera.
2 Atribut Permadani Diksi Nasional sebagaimana disebutkan pada ayat 1 dapat
dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh
dan/atau atas nama Permadani Diksi Nasional.

Pasal 4
Semboyan
Semboyan Permadani Diksi Nasional adalah Berbakti dan Berkarya Untuk
Indonesia

20
BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 5
Definisi Keanggotaan
1 Anggota Permadani Diksi Nasional terdiri dari anggota aktif dan anggota
pasif.
2 Anggota aktif merupakan mahasiswa dan/atau alumni Bidikmisi yang menjadi
perwakilan dan/atau pengurus komunitas/forum/paguyuban/keluarga
Bidikmisi dari perguruan tinggi yang tergabung dalam Permadani Diksi
Nasional.
3 Anggota pasif merupakan seluruh mahasiswa dan/atau alumni Bidikmisi dari
seluruh perguruan tinggi penyalur Bidikmisi di Indonesia

Pasal 6
Hak Anggota
1 Anggota aktif memiliki hak:
a Hak suara dan hak bicara.
b Hak memilih dan/atau dipilih sebagai pengurus.
c Hak mendapatkan informasi
d Hak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Permadani Diksi
Nasional.
e Anggota yang mendapatkan sanksi dapat mengajukan pembelaan diri
sesuai dengan bukti yang ada.
2 Anggota pasif memiliki hak:
a Hak bicara
b Hak mendapatkan informasi
c Hak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Permadani Diksi
Nasional.

Pasal 7
Kewajiban Anggota
Anggota aktif dan anggota pasif memiliki kewajiban:
1 Menjunjung tinggi nama, citra, dan kehormatan organisasi.

21
2 Memahami, menaati dan mengamalkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga dan keputusan organisasi yang berlaku.
3 Bekerja sama dengan sesama anggota yang lain.
4 Melaksanakan tugas yang dipercayakan organisasi; dan
5 Membayar iuran sukarela dan kewajiban keuangan lainnya sesuai ketentuan
berlaku.

Pasal 8
Sanksi Anggota
1 Sanksi diberikan kepada anggota yang melanggar AD/ART Permadani Diksi
Nasional
2 Sanksi terdiri dari:
a Peringatan secara lisan oleh pengurus Permadani Diksi Nasional
b Jika peringatan (1) tidak diindahkan maka diberikan peringatan secara
tertulis.
c Jika peringatan (2) tidak diindahkan maka anggota tidak diperbolehkan
mengikuti seluruh kegiatan Permadani Diksi Nasional selama 1 tahun.

Pasal 9
Pemberhentian Anggota
Anggota dinyatakan berhenti apabila:
1 Meninggal dunia.
2 Mengundurkan diri sebagai mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari PT
penyalur beasiswa Bidikmisi.
3 Dicabut statusnya sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi oleh PT penyalur
beasiswa Bidikmisi.

22
BAB III
KELEMBAGAAN

Pasal 10
Perangkat Organisasi
1 Kelembagaan Permadani Diksi Nasional diurus oleh beberapa badan yang
selanjutnya disebut perangkat organisasi.
2 Perangkat organisasi terdiri atas:
a Dewan Pelindung.
b Dewan Pembina.
c Badan Pengawas.
d Badan Pengurus Pusat.
e Badan Pengurus Wilayah.
f Badan Pengurus Cabang.
g Forum bidikmisi masing-masing perguruan tinggi.

Pasal 11
Dewan Pelindung
1 Dewan Pelindung merupakan dewan yang memberikan perlindungan bagi
perangkat Permadani Diksi Nasional.
2 Dewan Pelindung adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
atau Menteri lainnya yang membawahi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
(DIKTI) dalam kabinet pemerintahan yang berkuasa.
3 Masa jabatan Dewan Pelindung sesuai dengan masa jabatan sebagai Menteri.
4 Jika terjadi pergantian Menteri yang membawahi DIKTI, maka Menteri yang
baru otomatis menjadi Dewan Pelindung Permadani Diksi Nasional.

Pasal 12
Dewan Pembina
1 Dewan Pembina merupakan dewan yang memberikan pembinaan dan arahan
bagi anggota dan perangkat Permadani Diksi Nasional.
2 Dewan Pembina terdiri dari dewan Pembina Nasional dan Pembina Forum
Bidikmisi masing-masing perguruan tinggi.
3 Dewan Pembina Nasional terdiri dari satu atau beberapa orang yang berasal
dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) yaitu Direktur Jenderal

23
Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI) dan/atau personal DIKTI yang ditunjuk
oleh Dirjen DIKTI.
4 Masa jabatan Dewan Pembina Nasional sesuai dengan masa jabatan sebagai
Dirjen DIKTI dan/atau personal yang ditunjuk oleh Dirjen DIKTI.
5 Jika terjadi pergantian Dirjen DIKTI, maka Dirjen DIKTI yang baru otomatis
menjadi Dewan Pembina Permadani Diksi Nasional.
6 Jika personal yang ditunjuk oleh Dirjen DIKTI meninggal dunia,
mengundurkan diri, atau beralih tugas ke direktorat lain, maka Dirjen DIKTI
menunjuk personal DIKTI yang lain untuk menggantikan.
7 Setiap penujukkan Dewan Pembina Nasional oleh Dirjen DIKTI
diinformasikan kepada Badan Pengurus Pusat Permadani Diksi Nasional.
8 Penunjukan dan masa jabatan Pembina Forum Bidikmisi masing-masing
perguruan tinggi sesuai dengan kebijakan di masing-masing perguruan tinggi.

Pasal 13
Tugas Dewan Pembina
Dewan pembina memiliki tugas memberikan masukan, arahan, dan bimbingan
untuk kemajuan Permadani Diksi Nasional.

Pasal 14
Wewenang Dewan Pembina
Wewenang dari dewan pembina adalah :
1 Memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan Permadani Diksi Nasional
2 Memberikan pengesahan terhadap program kerja Permadani Diksi Nasional
3 Mengetahui perkembangan Permadani Diksi Nasional
4 Memeroleh laporan perkembangan Permadani Diksi Nasional
5 Menghadiri kegiatan Permadani Diksi Nasional di tingkat nasional
Pasal 15
Badan Pengawas
1 Badan Pengawas merupakan badan yang mendampingi dan mengawasi
pelaksanaan mandat Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional, kinerja
Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah dalam menjalankan tugas
dan kewajibannya.

24
2 Badan Pengawas periode pertama kepengurusan terdiri dari 5-10 orang
mahasiswa dan/atau alumni Bidikmisi yang merupakan anggota Badan
Perumus Permadani Diksi Nasional dan dipimpin oleh seorang koordinator.
3 Badan Pengawas kepengurusan untuk periode selanjutnya terdiri dari 10 orang
mahasiswa dan/atau alumni Bidikmisi yang merupakan perwakilan dari
masing-masing wilayah dan dipimpin oleh seorang koordinator.
4 Badan Pengawas dan Koordinator Badan Pengawas dipilih dan ditetapkan
dalam Musyawarah Nasional.
5 Badan Pengawas Permadani Diksi Nasional tidak menjadi Badan Pengurus
Permadani Diksi Nasional.
6 Badan Pengawas dapat diberhentikan atau dipindahkan jabatannya oleh
Koordinator Badan Pengawas pada masa aktifnya apabila dianggap
menyimpang dari AD/ART, tidak menjalankan tugas, atau atas permintaan
yang bersangkutan dengan persetujuan Dewan Pembina yang dinyatakan
secara tertulis
7 Para anggota Badan Pengawas lama dapat dipilih kembali maksimal 2 kali
periode kepengurusan.
8 Apabila terjadi suatu kekosongan dalam keanggotaan Badan Pengawas yang
menurut Badan Pengawas perlu segera diisi dan tidak dapat ditangguhkan
sampai diadakan rapat yang dimaksudkan dalam ayat ke-3 pasal ini, maka
badan pengawas berhak atau berwenang untuk mengisi lowongan itu dan
disahkan dengan surat keputusan Koordinator Badan Pengawas

Pasal 16
Tugas Badan Pengawas
Badan Pengawas memiliki tugas:
1 Memberi pertimbangan, usulan, dan saran terhadap jalannya kepengurusan
baik diminta maupun tidak oleh Badan Pengurus Permadani Diksi Nasional.
2 Mengawasi persiapan Musyawarah Nasional selanjutnya
3 Mengawasi jalannya kepengurusan Badan Pengurus Pusat dan Badan
Pengurus Wilayah Permadani Diksi.

25
4 Mengirimkan minimal satu orang wakil dari Badan Pengawas dalam setiap
kegiatan nasional Permadani Diksi Nasional untuk mengawasi jalannya
kegiatan
5 Membuat pedoman penilaian kinerja Badan Pengurus Pusat dan Badan
Pengurus Wilayah
6 Memberikan laporan pertanggungjawaban pada Musyawarah Nasional berupa
penilaian terhadap kinerja Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus
Wilayah berdasarkan pedoman penilaian kinerja.

Pasal 17
Wewenang Badan Pengawas
Badan pengawas mempunyai wewenang:
1 Memberi teguran dan koreksi secara lisan maupun tertulis terhadap jalannya
kepengurusan Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah Permadani
Diksi.
2 Mengusulkan Musyawarah Nasional Luar Biasa apabila dipandang ada hal-hal
penting yang mendesak
3 Memberi pertimbangan penggantian anggota Badan Pengurus Pusat dan
Badan Pengurus Wilayah apabila dianggap menyimpang dari AD/ART
4 Mendapatkan alokasi anggaran khusus untuk menghandiri kegiatan nasional
Permadani Diksi Nasional

Pasal 18
Badan Pengurus Pusat
1 Badan Pengurus Pusat merupakan badan yang bertanggung jawab untuk
menjalankan mandat Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional sebagai
pengurus dan pemimpin organisasi.
2 Badan Pengurus Pusat sekurang-kurangnya terdiri dari ketua umum, sekretaris
umum, bendahara umum dan Bidang-bidang yang merupakan mahasiswa
dan/atau alumni Bidikmisi yang dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah
Nasional Permadani Diksi Nasional.

26
3 Badan Pengurus Pusat diangkat dan diberhentikan oleh Musyawarah Nasional.
Pengangkatan tersebut adalah untuk masa jabatan 2 tahun. Apabila
Musyawarah Nasional terlambat diadakan karena suatu hal, maka masa
jabatan diperpanjang hingga pemilihan anggota-anggota Badan Pengurus
Pusat baru dalam Musyawarah Nasional
4 Badan Pengurus Pusat selain ketua dapat diberhentikan atau dipindahkan
jabatannya oleh ketua pada masa aktifnya apabila dianggap menyimpang dari
AD/ART, tidak menjalankan tugas, atau atas permintaan yang bersangkutan
dengan persetujuan Badan Pengawas yang dinyatakan secara tertulis
5 Para anggota Badan Pengurus Pusat lama dapat dipilih kembali
6 Apabila terjadi suatu kekosongan dalam keanggotaan Badan Pengurus Pusat
yang menurut Badan Pengurus perlu segera diisi dan tidak dapat ditangguhkan
sampai diadakan rapat yang dimaksudkan dalam ayat ke-3 pasal ini, maka
badan pengurus pusat berhak atau berwenang untuk mengisi lowongan itu dan
disahkan dengan surat keputusan ketua
7 Badan Pengurus Pusat diperbolehkan menjabat maksimal satu jabatan inti
(ketua, sekretaris, bendahara, atau ketua Bidang) diluar jabatannya di
Permadani Diksi Nasional.

Pasal 19
Tugas Badan Pengurus Pusat
1 Menjalankan mandat Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional
2 Menjalankan kepengurusan Permadani Diksi Nasional dengan penuh
tanggung jawab, atas dasar AD, ART, dan GBHO Permadani Diksi Nasional
3 Menyusun dan melaksanakan program kerja yang mendukung tercapainya
tujuan Permadani Diksi Nasional
4 Memberikan laporan pertanggungjawaban program kerja pada Musyawarah
Nasional
5 Mengadakan koordinasi aktif dan menjalin hubungan erat antar wilayah yang
menjadi cakupan Permadani Diksi Nasional.
6 Melaporkan perkembangan Permadani Diksi Nasional kepada Dewan
Pembina Nasional dan Badan Pengawas.
7 Menyelenggarakan Musyawarah Nasional, Rapat Kerja Nasional,
Musyawarah Nasional Luar Biasa jika diperlukan, dan rapat-rapat lainnya
yang dirasa perlu.

27
Pasal 20
Wewenang Badan Pengurus Pusat
1 Memberi mandat penyelenggaraan Musyawarah Nasional kepada Forum
Bidikmisi salah satu perguruan tinggi.
2 Memberi mandat pelaksanaan program kerja kepada Forum Bidikmisi
perguruan tinggi.

Pasal 21
Badan Pengurus Wilayah
1 Badan Pengurus Wilayah adalah badan yang menjalankan mandat
Musyawarah Nasional di tingkat wilayah.
2 Badan Pengurus Wilayah terdiri dari Koordinator Wilayah dan Anggotanya
yang merupakan perwakilan dari tiap-tiap Forum Bidikmisi di perguruan
tinggi yang masuk dalam wilayah tersebut tersebut, yang berstatus sebagai
mahasiswa dan/atau alumni Bidikmisi.
3 Koordinator Wilayah dipilih dari anggota badan pengurus Wilayah dan
diangkat serta diberhentikan oleh Rapat Badan Pengurus Wilayah.
Pengangkatan tersebut adalah untuk masa 1 periode kepengurusan.
4 Koordinator Wilayah dapat diberhentikan oleh Rapat Badan Pengurus Wilayah
pada masa aktifnya apabila dianggap menyimpang dari AD/ART atau atas
permintaan yang bersangkutan dengan persetujuan Badan Pengawas yang
dinyatakan secara tertulis
5 Koordinator Wilayah bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum
Permadani Diksi Nasional.

Pasal 22
Tugas Badan Pengurus Wilayah
Badan pengurus wilayah mempunyai tugas:
1 Menyalurkan segala jenis informasi dari Badan Pengurus Pusat kepada Forum
Bidikmisi di wilayahnya.
2 Menyampaikan segala jenis informasi dan laporan perkembangan dari Forum
Bidikmisi di wilayahnya kepada Badan Pengurus Pusat setiap tiga bulan
sekali.

28
3 Mengadakan rapat rutin wilayah yang diadakan minimal setiap satu bulan
sekali.
4 Mengadakan rapat tatap muka minimal satu kali dalam satu tahun.
5 Mengadakan kegiatan di tingkat wilayah minimal satu kali dalam satu periode
kepengurusan.
6 Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada Musyawarah Nasional.

Pasal 23
Wewenang Badan Pengurus Wilayah
Wewenang dari Badan Pengurus Wilayah adalah:
1 Mengadakan Musyawarah Wilayah.
2 Menginisiasi dan mengkoordinasi kegiatan bersama di tingkat wilayah.
3 Ikut serta dalam pengambilan kebijakan terkait wilayah yang dipimpinnya.
4 Mengadakan program kerja sesuai dengan kebutuhan wilayah yang
selanjutnya dilaporkan pada Musyawarah Permadani Diksi Nasional.

Pasal 24
Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi
1 Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi merupakan
forum/keluarga/organisasi/komunitas yang beranggotakan mahasiswa dan/atau
alumni penerima beasiswa Bidikmisi di perguruan tinggi penyalur Bidikmisi.
2 Kepengurusan Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi sekurang-
kurangnya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara dengan mekanisme
pemilihan dan masa jabatan sesuai dengan kebijakan masing-masing
perguruan tinggi.

Pasal 25
Tugas Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi
1 Menjalankan mandat Musyawarah Nasional di tingkat perguruan tinggi.
2 Melaporkan perkembangan yang terjadi di perguruan tingginya, baik kepada
Badan Pengurus Wilayah maupun kepada Badan Pengurus Pusat.
3 Mendukung dan menyukseskan setiap kegiatan Permadani Diksi Nasional
baik di tingkat wilayah maupun nasional.

29
Pasal 26
Wewenang Forum Bidikmisi masing-masing Perguruan Tinggi
1 Mengimplementasikan arahan maupun tugas dari badan pengurus pusat atau
koordinator wilayah sesuai dengan kondisi perguruan tinggi masing-masing
2 Melakukan pengkaderan di perguruan tinggi masing-masing
3 Turut aktif dalam setiap kegiatan Permadani Diksi Nasional baik di tingkat
wilayah maupun nasional
4 Mengetahui setiap informasi dari badan pengurus wilayah dan badan pengurus
pusat terkait perguruan tinggi, wilayah dan nasional.

BAB IV
KELENGKAPAN BADAN PENGURUS PUSAT

Pasal 27
Ketua Umum
Ketua umum merupakan seseorang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam
Badan Pengurus Pusat yang ditetapkan melalui Musyawarah Nasional atau
Musyawarah Nasional Luar Biasa.

Pasal 28
Tugas Ketua Umum
1 Bertanggung jawab penuh terhadap kinerja organisasi
2 Menyusun dan melaksanakan program kerja yang mengacu pada AD, ART,
dan GBHO.
3 Mengatur koordinasi Permadani Diksi wilayah dan pusat
4 Menyampaikan laporan kinerja kepada Badan Pengawas secara berkala sesuai
kesepakatan
5 Memastikan setiap pengurus dan anggota mengetahui tugas, hak, dan
kewajiban
6 Mengikuti semua rapat yang relevan untuk badan pengurus pusat
7 Menyampaikan laporan pertanggungjawaban di akhir masa kepengurusan
pada Musyawarah Nasional.

Pasal 29

30
Wewenang Ketua Umum
1 Membuat kebijakan-kebijakan dan/atau menetapkan suatu regulasi demi
tercapainya optimalisasi kinerja organisasi
2 Melakukan perubahan susunan kepengurusan baik secara personal maupun
secara struktural sesuai kebutuhan dengan persetujuan Badan Pengawas
3 Memilih dan menetapkan anggota Badan Pengurus Pusat lainnya dengan
sepengetahuan Badan Pengawas
4 Membentuk dan mengangkat panitia khusus untuk tugas tertentu yang
diperlukan

Pasal 30
Syarat Calon Ketua Umum
1 Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2 Berstatus sebagai mahasiswa minimal semester IV atau sebagai alumni
maksimal 4 tahun penerima beasiswa Bidikmisi di Perguruan Tinggi di
Indonesia.
3 Bermoral baik, mempunyai rasa tanggung jawab, dan mampu bertindak
profesional, serta memiliki visi dan misi untuk membangun Permadani Diksi
Nasional.
4 Bersedia dicalonkan dan/atau mencalonkan diri yang dinyatakan secara
tertulis sebagai calon Ketua Umum Permadani Diksi Nasional dengan surat
pernyataan dicalonkan atau mencalonkan diri yang ditandatangi oleh calon
Ketua Umum dan diketahui oleh Ketua/Koordinator
Forum/Komunitas/Paguyuban Mahasiswa Bidikmisi di PT masing-masing,
jika belum ada Forum/Komunitas/Paguyuban maka diketahui oleh bidang
kemahasiswaan PT masing-masing.
5 Mempunyai pengalaman organisasi selama menjadi mahasiswa dibuktikan
dengan scan surat keterangan atau sertifikat dari organisasi yang
bersangkutan.
6 Mempunyai IPK minimal 3,00 dibuktikan dengan scan KHS terakhir.
7 Mengirimkan scan KTP dan Kartu Mahasiswa/Alumni melalui email.

31
8 Mengirimkan foto resmi berwarna beralmamater PT masing-masing melalui
email.
9 Mengisi biodata (google form) yang disediakan oleh panitia seleksi .
10 Mengirimkan bukti isian form berupa scan sertifikat/piagam
penghargaan/surat keterangan kepanitiaan/pelatihan/penelitian/prestasi dalam
bidang penalaran, minat, dan bakat melalui email.
11 Bersedia hadir dalam Silaturahim dan Musyawarah Nasional Permadani Diksi
Nasional.
12 Membuat essay dengan tema yang ditentukan panitia seleksi.
13 Sehat jasmani dan rohani.
14 Belum Menikah.
15 Dan berdomisili di Indonesia.

Pasal 31
Sekretaris Umum
Sekretaris Umum adalah seseorang yang menduduki jabatan sekretaris dengan
tugas-tugas tertentu sesuai dengan strukturnya

Pasal 32
Tugas Sekretaris Umum
1 Mendampingi Ketua Umum pada kesempatan tertentu jika diperlukan
2 Mewakili Ketua Umum jika Ketua Umum berhalangan
3 Mengorganisasikan fungsi-fungsi kesekretariatan
4 Bertanggung jawab kepada Ketua Umum

Pasal 33
Wewenang Sekretaris Umum
1 Mengatur administrasi organisasi
2 Mengkoordinasikan kinerja biro kesekretariatan Permadani Diksi Nasional

Pasal 34
Bendahara Umum

32
Bendahara Umum adalah sesorang yang memiliki jabatan bendahara dengan
tugas-tugas tertentu sesuai dengan strukturnya.

Pasal 35
Tugas Bendahara Umum
1 Mengelola kebijakan alokasi keuangan Permadani Diksi Nasional
2 Membantu Ketua Umum dalam menentukan kebijakan keuangan Permadani
Diksi Nasional
3 Membuat laporan keuangan Permadani Diksi Nasional
4 Mengontrol pemakaian keuangan Permadani Diksi Nasional
5 Bertanggung jawab kepada Ketua Umum

Pasal 36
Wewenang Bendahara Umum
Bendahara mempunyai wewenang mengambil keputusan terkait keuangan
Permadani Diksi Nasional dengan sepengetahuan Ketua Umum.

Pasal 37
Bidang-Bidang
1 Bidang-bidang merupakan bagian dari Badan Pengurus Pusat yang terdiri dari
ketua Bidang dan staf- stafnya yang memiliki tugas tertentu sesuai dengan
strukturnya.
2 Bidang-bidang Permadani Diksi Nasional sekurang-kurangnya terdiri dari:
a Bidang Media dan Komunikasi
b Bidang Pengabdian Masyarakat, Bangsa, Negara, dan Lingkungan.
c Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan.
d Bidang Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia.

Pasal 38
Tugas Bidang
1 Menyusun dan melaksanakan program kerja bersama ketua umum
berdasarkan AD, ART, dan GBHO.

33
2 Memimpin dan mengatur pelaksanaan program kerja Bidang yang
dipimpinnya
3 Menyelenggarakan rapat Bidang
4 Melaksanakan program kerja yang telah dirumuskan
5 Mengkoordinasikan staf-staf dalam Bidangnya
6 Melaporkan kegiatan Bidang secara berkala kepada Ketua Umum sesuai
kesepakatan
7 Bertanggung jawab kepada Ketua Umum
8 Bertanggung jawab atas keberlangsungan kegiatan pada masing-masing
Bidang

Pasal 39
Wewenang Bidang
1 Mengambil keputusan terkait dengan Bidang yang dipimpinnya dengan
sepengetahuan Ketua Umum
2 Merekrut staf Bidang sesuai kebutuhan Bidang dengan persetujuan Ketua
Umum
3 Membuat kebijakan-kebijakan terkait sesuai dengan Bidang yang dipimpinnya
4 Melakukan berbagai penyesuaian program kerja yang diperlukan dengan
persetujuan Ketua Umum

BAB V
PERMUSYAWARATAN

Pasal 40
Musyawarah Nasional
Musyawarah Nasional Permadani Diksi Nasional merupakan forum tertinggi
dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Persatuan Mahasiswa dan
Alumni Bidikmisi Nasinal (Permadani Diksi Nasional).

Pasal 41

34
Wewenang Musyawarah Nasional
(11). Membahas, menetapkan dan mengesahkan tata tertib Musyawarah
Nasional Permadani Diksi Nasional.
(12). Memilih dan menetapkan pimpinan sidang tetap Musyawarah Nasional
Permadani Diksi Nasional.
(13). Mendengarkan dan menerima atau menolak Laporan Pertanggung
Jawaban Badan Pengurus Permadani Diksi Nasional.
(14). Mendengarkan dan menanggapi Laporan Pertanggung Jawaban Badan
Pengawas Permadani Diksi Nasional.
(15). Mendemisionerkan/mencabut mandat perangkat organisasi periode
sebelumnya.
(16). Membahas, menetapkan, dan mengesahkan Anggaran Dasar (AD) dan
Anggaran Rumah Tangga (ART) Permadani Diksi Nasional
(17). Memilih dan menetapkan ketua umum Permadani Diksi Nasional periode
selanjutnya.
(18). Memilih dan menetapkan struktur kepengurusan Permadani Diksi
Nasional periode selanjutnya.
(19). Membahas dan menetapkan program kerja Permadani Diksi Nasional
periode selanjutnya.
(20). Membahas dan menetapkan rekomendasi Musyawarah Nasional
Permadani Diksi Nasional.

Pasal 41
Musyawarah Nasional Luar Biasa
1 Musyawarah Nasional Luar Biasa dilaksanakan bila dianggap perlu oleh
Badan Pengawas dengan persetujuan sekurang-kurangnya sepertiga dari
jumlah Badan Pengurus Pusat melalui mekanisme referendum.
2 Musyawarah Nasional Luar Biasa dihadiri oleh anggota aktif Permadani Diksi
Nasional.

Pasal 42

35
Wewenang Musyawarah Nasional Luar Biasa
1 Mengevaluasi AD/ART Permadani Diksi Nasional.
2 Mengisi kekosongan posisi Ketua Umum.

Pasal 43
Rapat Kerja Nasional
1 Rapat Kerja Nasional merupakan rapat anggota yang diikuti oleh anggota
Permadani Diksi Nasional.
2 Rapat kerja nasional dilaksanakan setelah pembentukan Badan Pengurus Pusat
yang baru dan dilaksanakan oleh Badan Pengurus Pusat yang diamanatkan
kepada salah satu anggota Permadani Diksi Nasional.

Pasal 44
Wewenang Rapat Kerja Nasional
Rapat Kerja Nasional berwenang dalam merumuskan, memaparkan, dan
memusyawarahkan rancangan program kerja Permadani Diksi Nasional periode
kepengurusan yang baru.

Pasal 45
Rapat Badan Pengawas
1 Rapat Badan Pengawas merupakan rapat antar anggota badan pengawas
2 Rapat Badan Pengawas diselenggarakan oleh Badan Pengawas sekurang-
kurangnya sekali dalam sebulan

Pasal 46
Wewenang Rapat Badan Pengawas
1 Membuat evaluasi kinerja yang sesuai dan sejalan dengan program kerja dan
tidak menyimpang AD/ART
2 Meminta laporan kerja Badan Pengurus Pusat dan Wilayah Permadani Diksi
Nasional selama waktu 6 (enam) bulan kerja
3 Memberikan teguran, koreksi dan sanksi secara tertulis terhadap jalannya
kepengurusan Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah Permadani
Diksi Nasional

36
4 Menetapkan keputusan-keputusan yang dapat diberlakukan kepada Badan
Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah Permadani Diksi Nasional
5 Mengusulkan Musyawarah Nasional Luar Biasa apabila dipandang ada hal-hal
penting yang mendesak melalui mekanisme referendum

Pasal 47
Rapat Badan Pengurus Pusat
1 Rapat Badan Pengurus Pusat merupakan rapat anggota yang diikuti oleh
anggota Badan Pengurus Pusat Permadani Diksi Nasional.
2 Rapat Badan Pengurus Pusat diadakan oleh Badan Pengurus Pusat sekurang-
kurangnya 1 bulan sekali yang dipimpin oleh Ketua Umum Permadani Diksi
Nasional atau perwakilannya

Pasal 48
Wewenang Rapat Badan Pengurus Pusat
Membuat keputusan-keputusan yang diimplementasikan baik di tingkat Badan
Pengurus Pusat, Badan Pengurus Wilayah, maupun di tingkat perguruan tinggi
yang dianggap perlu demi terlaksananya program kerja Permadani Diksi Nasional
selama kepengurusan

Pasal 49
Musyawarah Wilayah
Musyawarah Wilayah merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan
yang dilakukan oleh Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional
(Permadani Diksi Nasional) di tingkat wilayah.

Pasal 50
Wewenang Musyawarah Wilayah
1 Membahas, menetapkan dan mengesahkan tata tertib Silaturahim dan
Musyawarah Wilayah Permadani Diksi Wilayah.

37
2 Memilih dan menetapkan pimpinan sidang tetap Silaturahim dan Musyawarah
Wilayah Permadani Diksi Wilayah.
3 Mengevaluasi kinerja Badan Pengurus Wilayah Permadani Diksi Wilayah.
4 Memberi rekomendasi kepada Badan Pengurus Wilayah Permadani Diksi
Wilayah.

Pasal 51
Musyawarah Wilayah Luar Biasa
1 Musyawarah Wilayah Luar Biasa dilaksanakan bila dianggap perlu oleh Badan
Pengawas dengan persetujuan sekurang-kurangnya sepertiga dari jumlah
Badan Pengurus Wilayah melalui mekanisme referendum.
2 Musyawarah Wilayah Luar Biasa dihadiri oleh anggota aktif Permadani Diksi
Nasional di tingkat wilayah.

Pasal 52
Wewenang Musyawarah Wilayah Luar Biasa
Musyawarah Wilayah Luar Biasa memiliki wewenang untuk memilih dan
menetapkan Koordinator Wilayah ketika terjadi kekosongan jabatan.

Pasal 53
Rapat Kerja Wilayah
1 Rapat Kerja wilayah merupakan rapat anggota yang diikuti oleh anggota
Permadani Diksi wilayah.
2 Rapat kerja wilayah dilaksanakan setelah pembentukan Badan Pengurus
Wilayah yang baru dan dilaksanakan oleh Badan Pengurus Wilayah yang
diamanatkan kepada salah satu anggota Permadani Diksi wilayah.

Pasal 54
Wewenang Rapat Kerja Wilayah
Rapat Kerja Wilayah berwenang dalam merumuskan, memaparkan, dan
memusyawarahkan rancangan program kerja Permadani Diksi wilayah periode
kepengurusan yang baru di tingkat wilayah.

38
39
Pasal 55
Rapat Badan Pengurus Wilayah
1 Rapat Badan Pengurus Wilayah merupakan rapat anggota yang diikuti oleh
anggota Badan Pengurus Permadani Diksi wilayah.
2 Rapat Badan Pengurus Wilayah diadakan oleh Badan Pengurus Wilayah
sekurang-kurangnya 1 tahun sekali yang dipimpin oleh Koordinator
Permadani Diksi wilayah atau perwakilannya di masing-masing wilayah.

Pasal 56
Wewenang Rapat Badan Pengurus Wilayah
Membuat keputusan yang diimplementasikan baik di tingkat Badan Pengurus
Wilayah dan tingkat perguruan tinggi di wilayanya yang dianggap perlu demi
terlaksananya program kerja Permadani Diksi Nasional selama kepengurusan di
tingkat wilayah.

BAB VI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 57
Kuorum dan Pengambilan Keputusan
1 Musyawarah dan rapat sebagaimana disebutkan dalam BAB V dinyatakan sah
apabila dihadiri 2/3 quorum undangan yang hadir dan disetujui 50%+1
undangan yang hadir.
2 Pengambilan keputusan pada dasarnya dilaksanakan secara musyawarah untuk
mufakat dan apabila tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan asas
musyawarah dan kekeluargaan atau lobbying.
3 Lobbying dalam pengambilan keputusan untuk memilih seseorang sebagai
perangkat organisasi dilakukan secara tertutup, bebas, dan rahasia.
4 Manakala dalam pemilihan kedua masih terdapat suara yang sama, maka akan
ditentukan oleh pimpinan sidang dengan pemungutan suara atau Voting.
5 Dalam hal pemilihan terdapat suara yang seimbang, maka pemilihan diulang
kembali.

40
BAB VII
KEUANGAN

Pasal 58
Keuangan Permadani Diksi Nasional diperoleh dari:
1 Sumbangan yang tidak mengikat.
Sumbangan yang tidak mengikat dapat berasal dari DIKTI, Lembaga Swadaya
Masyarakat, perusahaan-perusahaan, dan lembaga lainnya.
2 Usaha-usaha yang sah.
Usaha-usaha yang sah meliputi semua wirausaha dan/atau penggalangan dana
yang dilakukan oleh Badan Pengurus Permadani Diksi Nasional yang halal
dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan.
3 Iuran sukarela pengurus dan/atau anggota.
Iuran sukarela disepakati oleh seluruh anggota, Badan Pengurus,Badan
Pengawas dan Badan Pengurus Wilayah dalam satu periode kepengurusan dan
ditetapkan pada saat Rapat Kerja Nasional.

BAB VIII
PERATURAN PERALIHAN

Pasal 59
1 Kepengurusan Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah dianggap
tidak berfungsi/berjalan apabila dalam tempo 6 bulan tidak ada perkembangan
program kerja maupun perkembangan kinerja yang dapat dilaporkan kepada
Badan Pengawas.
2 Apabila kepengurusan Badan Pengurus Pusat dan Badan Pengurus Wilayah
dianggap tidak berfungsi/berjalan apabila dalam tempo 6 bulan tidak ada
perkembangan program kerja maupun perkembangan kinerja maka segera
diadakan MUNASLUB
BAB IX
PENUTUP

41
Pasal 60
Anggaran Rumah Tangga Permadani Diksi Nasional ini ditetapkan pada tanggal
10 April 2015 dalam Sidang Istimewa Musyawarah Nasional Permadani Diksi
Nasional di Universitas Hasanuddin, Makassar dan mulai berlaku sejak tanggal
ditetapkan.

42