Vous êtes sur la page 1sur 2

Suhartono.

A (G61106012) Studi Pembuatan Roti dengan subtitusi tepung pisang kepok


(Musa paradisiaca formatypica). Dibawah bimbingan Prof. Dr.Ir. H. Jalil Genisa, MS dan
Ir. Nurlaila Abdullah, MS

RINGKASAN

Pisang kepok (Musa acuminate L.) merupakan produk yang cukup


perspektif dalam pengembangan sumber pangan local karena pisang dapat
tumbuh di sembarang tempat sehingga produksi buahnya selalu tersedia,
namun cepat rusak setelah lepas panen karena melalui proses klimaterik yaitu
proses kematangan, untuk mengatasi kerusakan tersebut maka dapat diolah
menjadi tepung Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui formulasi
pembuatan roti dari perbandingan tepung pisang kepok dengan tepung terigu.
Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daya kembang, kadar
air, kadar abu, dan uji organoleptik. pada penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan
yaitu 50:50 untuk tepung pisang dan tepung terigu, 25:75 untuk tepung pisang
dan tepung terigu. Pada perlakuan 50:50 daya kembang 2,35%, kadar air
22,33%, kadar abu 18,87, dan untuk uji organoleptik pada warna agak suka,
tekstur yaitu agak suka, aroma yaitu agak suka, pada rasa yaitu agak suka.
Untuk pada perlakuan 25:75 daya kembang 2,95%, kadar air 16,51%, kadar abu
20.88%, dan untuk uji organoleptik pada warna suka, tekstur yaitu suka, aroma
yaitu suka, pada rasa yaitu suka.

Kata kunci; Musa paradisiaca formatypica., Roti, penambahan pisang kepok


dan tepung terigu
Suhartono. A (G61106012) Studi Pembuatan Roti dengan subtitusi tepung pisang kepok
(Musa paradisiaca formatypica). Dibawah bimbingan Prof. Dr.Ir. H. Jalil Genisa, MS dan
Ir. Nurlaila Abdullah, MS

ABSTRACT

Kepok banana (Musa acuminate L.) is a product that is quite perspective in


the development of local food sources because bananas can be grown in any
place. The production of the fruit is always available, but quickly degraded after
taking klimaterik harvest because the process is a process of maturity.
To overcome the damage, the banana can be processed into flour from. This
study to find out the manufacture of formulations comparison flour banana bread
with wheat flour kapok
Parameters used in this study were development properties, moisture
content, ash content and organoleptic tests. This study consisted of two
treatments is 50: 50 for banana flour and wheat flour, bananas and 25: 75 on
wheat flour. In the treatment of development properties 50: 50 2.35%, 22.33%
moisture content, ash content 18.87 and organoleptic tests on color and texture as
partly recalls fragrance, which partly recalls a taste of something like this. For the
treatment of flower power 25: 75 2.95%, 16.51% moisture content, ash content
20.88%, and for organoleptic tests. The panellist like the products for all
parameters, colour, texture, aroma and taste.