Vous êtes sur la page 1sur 5

ANALISIS TINDAKAN KEPERAWATAN

BST

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan :


Pemberian Imunisasi
Nama klien :
Diagnosa Medis :

2. Definisi Imunisasi
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan / meningkatkan kekebalan
seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat
terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit
ringan.
3. Jenis Imunisasi
1. Imunisasi Dasar
a. Bacillus Calmette Guerin (BCG);
b. Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB) atau Diphtheria
Pertusis Tetanus-Hepatitis B-Hemophilus Influenza type B (DPT-HB-
Hib);
c. Hepatitis B pada bayi baru lahir;
d. Polio; dan
e. Campak.
2. Imunisasi Lanjutan
a. Pada anak usia bawah tiga tahun (Batita) terdiri atas Diphtheria
Pertusis Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB) atau Diphtheria Pertusis
Tetanus-Hepatitis B-Hemophilus Influenza type B (DPT-HB-Hib) dan
Campak.
b. Pada anak usia sekolah dasar diberikan pada Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS) yaitu Diphtheria Tetanus (DT), Campak, dan Tetanus
diphteria (Td).
c. Pada wanita usia subur berupa Tetanus Toxoid (TT).
4. Prinsip-prinsip tindakan :
Tahap Orientasi :
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
Tahap Kerja :
1. Nama Kegiatan
Pemberian Imunisasi DPT-Hb Combo
2. Tujuan
DPT agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Dipteri, Pertusis,
Tetanus dan Hepatitis B
3. Ruang Lingkup
Semua pasien yang akan melakukan imunisasi DPT di Posyandu pada
anak berumur 2-11 bln
4. Ketrampilan Petugas
a. Dokter
b. Bidan
c. Perawat
5. Alat dan Bahan
a. Vaksin DPT
b. Spuit disposible
c. Kapas alkohol
6. Langkah Kerja
a Petugas mencuci tangan
b Pastikan vaksin yang akan di gunakan
c Jelaskan kepada ibu anak tersebut, umur anak (2-11 bulan) jumlah
suntikan 3x untuk imunisasi DPT.
d Ambil 0,5 cc vaksin DPT
e Bersihkan 1/3 paha bagian luar dengan kapas steril (air panas)
f Suntikan secara intra muskuler (im)
g Terangkan kepada ibu anak tersebut, tentang panas akibat DPT,
berikan obat penurun panas / antipiretik kepada ibu anak tersebut.
h Anjurkan kompres hangan di lokasi penyuntikan.
i Rapikan alat-alat
j Petugas mencuci tangan
Tahap Terminasi
1. Evaluasi hasil tindakan
2. Akhiri kegiatan dengan merapikan pasien dan peralatan dikembalikan
setempat semula
Dokumentasi
1. Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

5. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara


pencegahannya :
1. Rusaknya vaksin
1.1 Prosedur Pengeluaran vaksin dan pelarut dari lemari es
a. Sebelum membuka lemari es, tentukan seberapa banyak
vial vaksin yang dibutuhkan untuk pelayanan.
b. Catat suhu di dalam lemari es.
c. Pilih dan keluarkan vaksin sesuai ketentuan yang telah
ditetapkan untuk VVM dan tanggal kedaluarsa (EEFO, FIFO).
1.2 Prosedur pemeriksaan keamanan vaksin
Sebelum melakukan imunisasi, kita harus yakin bahwa vaksin
telah aman untuk diberikan, dengan prosedur sebagai berikut:
a. Periksa label vaksin dan pelarut. Jika label tidak ada, jangan
gunkan vaksin atau pelarut tersebut.

b. Periksa alat pemantau botol vaksin (VVM). Jika vaksin


sudah masuk kriteria C dan D jangan dipergunakan.
c. Periksa tanggal kadaluarsa, jangan gunakan vaksin dan
pelarut jika tanggal kadaluarsa telah lewat.
d. Periksa alat pemantau suhu beku dalam lemari es. Jika
indikator ini menunjukkan adanya pembekuan atau anda
menduga bahwa vaksin yang sensitif beku (vaksin-vaksin
DTP, DT, TT, HepB, DTP-HepB ) telah membeku, anda
sebaiknya melakukan tes kocok.
1.3 Cold Chain
a. Selama pelayanan imunisasi, vaksin dan pelarut harus
disimpan dalam vaccine carrier dengan menggunakan
cool pack, agar suhu tetap terjaga pada temperature 20-80
C dan vaksin yang sensitive terhadap pembekuan tidak
beku.
b. Hindari vaccine carrier yang berisi vaccine dari cahaya
matahari langsung.
c. Sebelum sasaran datang vaksin dan pelarut harus
tersimpan dalam vaccine carrier yang tertutup rapat.
d. Jangan membuka vaccine atau melarutkan vaccine bila
belum ada sasaran datang
e. Pada saat pelarutan suhu pelarut dan vaksin harus sama
f. Petugas imunisasi tidak diperbolehkan membuka vial
baru sebelum vial lama habis.
g. Bila sasaran belum datang, vaksin yang sudah dilarutkan
harus dilindungi dari cahaya matahari dan suhu luar,
seharusnya dengan cara diletakkan di lubang busa yang
terdapat diatas vaksin carrier.
h. Dalam setiap vaccine carrier sebaiknya terdapat empat
cool pack.
i. Bila vaksin yang sudah dilarutkan sudah habis, pelarutan
selanjutnya dilakukan bila telah ada anak yang hendak
diimunisasi.
2. Kesalahan cara injeksi
Injeksi vaksin DPT diberikan secara intra muskuler dengan sasaran
otot, maka penyuntikan nya dengan sudut 90 derajat.

6. Tujuan tindakan tersebut dilakukan :


Meningkatkan kekebalan tubuh

7. Hasil yang didapat dan maknanya :


Agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Dipteri, Pertusis,
Tetanus dan Hepatitis B
Banjarmasin, Desember 2016

Ners muda,

( )

Preseptor Klinik,

( )