Vous êtes sur la page 1sur 1

INDUSTRI PEDESAAN (KERUPUK BAWEL), SEBAGAI

GERBANG PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT DI


DESA SAMBIREJO NGAWI DALAM MENDUKUNG SDGS 2030

Siti Qurota Ayunin

ABSTRAK
Keadaan perekonomian desa yang tidak pasti di Indonesia ini, membuat mata pencaharian
masyarakat tidak stabil sehingga menuntut masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam membuka
lapangan usaha atau membuka usaha sendiri untuk melangsungkan hidupnya, sehingga
pengangguran tidak meningkat. Kebanyakan masyarakat belum tau begitu banyak usaha yang
bisa kita dirikan dengan menggunakan ide yang kreatif dengan memanfatkan bahan yang ada
disekitar kita. Motivasi utama kami menciptakan ide kreatif yang akan kami paparkan dibawah
ini adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan pelatihan
kewirausahaan dalam pembentukan industri kreatif yang berkaitan dengan makanan. Sehingga
harapannya selain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di lingkungan civitas akademika,
juga dapat menyediakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Alasan itulah yang
mendasari dan mendorong kami untuk menciptakan ide kreatif ini, hingga pada akhirnya terbesit
di benak kami untuk menciptakan kreasi produk baru dengan memanfaatkan bahan dasar kulit
ikan Bawal. Dalam merealisasikan program ini, kami juga akan melibatkan para mahasiswa yang
nantinya akan menjadi mentor dan pendamping dalam proses pelatihan kewirausahaan. Industri
kreatif yang kami buat yaitu berkaitan dengan makanan yang menjadikan kulit ikan Bawal
sebagai bahan dasar utama yang akan diolah menjadi kerupuk dan bisnis ini akan dikelola secara
tembimibing dan meyeluruh bagi masyarakat sekitar. Diharapkan dengan adanya industri
makanan kreatif yang berbahan dasar kulit ikan Bawal dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat yang ada di desa Sambirejo, sebagai letak pusat industri ini.
Kata Kunci: Industri, Pedesaan, Krupuk, Bawal.