Vous êtes sur la page 1sur 6

ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR OTAK

Oleh : MARLISA,S.Kep,Ns

DEFINISI

PATOFISIOLOGI

KOMPLIKASI

ETIOLOGI

Secara pasti belum diketahui.

Predisposisi, genetic

Dapat dikaitkan dengan congenital anomaly ; yang sering adalah sporadic Anirida,

Genitourinary Anomali, Hemyhyperthrophy, Microcephaly, dan Cryptorchidism.

MANIFESTASI KLINIS

Ada pada massa abdominalis

Hematuri

Hipertensi

Nyeri abdomen

Anemia

Demam

Metastase ke paru, nafas pendek, dyspnea, batuk, nyeri dada

Pucat

Lethargi

Anorexia

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Pemeriksaan fisik
USG

CT Scan

Foto Rontgen

CBC, elektrolit, BUN, creatinine, dan analisa urine

Biopsi

PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK

Chemoteraphy dengan atau tanpa radiasi

Pembedahan

PENATALAKSANAAN PERAWATAN

Pengkajian

Adanya masaa tumor pada abdomen (jangan berlebihan melakukan palpasi pada

abdomen karena dapat memicu penyebaran tumor)

Kaji manifestasi dari Tumor Wilm.

Kaji hasil pemeriksaan laboratorium

Diagnosa Keperawatan

1. Kecemasan berhubungan dengan pembedahan dengan nephrectomy.

2. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan

3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan rencana

pengobatan

4. Nyeri berhubungan dengan insisi pembedahan.

5. Resiko kurangnya cairan berhubungan dengan anak dipuasakan sebelum dan

sesudah operasi, muntah.

6. Resiko injury berhubungan dengan prosedur operasi dan efekanestesi.

7. Perubahan dalam proses keluarga berhubungan dengan kondisi krisis atau

hospitalisasi.

Perencanaan
1. Anak dan orangtua / keluarga tidak menunjukkan kecemasan yang ditandai

dengan dapat mengekspressikan perasaan cemas dan partisipasi aktif dalam

perawatan sebelum dan sesudah operasi

2. Anak akan terbebas dari infeksi yang ditandai dengan luka kering, jahitan utuh,

tidak ada pus, dan suhu badan dalam batas normal.

3. Orangtua / keluarga memahami tentang kondisi yang dialami, rencana pengobatan

dan berpartisipasi aktif dalam perawatan

4. Anak akan menumbuhkan rasa nyaman yang ditandai dengan tidak rewel,

ekspressi wajah tidak menyeringai, anak tenang , dan skala nyeri rendah

5. Anak akan tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi ditandai dengan mebran

mukosa lembab, turgor kulit elastis, dan output urine normal

6. Anak akan terbebas dari injury yang ditandai dengan tidak ditemukannya tanda-

tanda komplikasi

7. Secara verbal orangtua / keluarga dapat mengekspressikan perasaan tentang

kondisi anak yang dirawat dan anggota keluarga lain saling mensupport.

Implementasi

1. Menurunkan rasa cemas

Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan pada anak

Ajarkan untuk mengekspressikan perasaan

Ajarkan tentang perawatan yang dapat dilakukan keluarga sebelum dan

sesudah operasi

Latihan tarik nafas dalam dan batuk efektif, penjelasan persiapan puasa,

pemasangan NGT, premedikasi, pengukuran tanda-tanda vital, pemeriksaan

laboratorium, konsul anestesi, mencegah komplikasi setelah pembedahan,

tidak dianjurkan over-aktifitas bila pengangkatan pada salah-satu ginjal

Terapi bermain sesuai dengan kondisi

Informasi komplikasi chemoteraphy dan radiasi

2. Meningkatkan resistensi pembuluh paru


Kaji tanda-tanda infeksi

Kaji area pembedahan ; luka insisi

Monitor tanda-tanda vital setiap 4 jam

Lakukan perawatan luka dengan teknik steril

3. Meningkatkan pemahaman orangtua / keluarga tentang kondisi anak

Jelaskan tentang rencana pengobatan dan perawatan yang terkait dengan

kondisi dengan bahasa yang mudah dimengerti

Jelaskan tentang pengobatan yang diberikan dan tujuannya

4. meningkatkan rasa nyaman

Kaji tingkat nyeri dengan skala nyeri

Hindari palpasi daerah pembedahan kecuali sangat dibutuhkan

Ajarkan untuk menghindari kembung setelah operasi ; mobilisasi dini minimal

setelah pembedahan

Berikan analgetik sesuai program

Berikan posisi yang nyaman

Anjurkan untuk tarik nafas dalam

Hati-hati dalam mengganti balutan ; dapat menggunakan sentuhan terapeutik

atau bermain sesuai dengan kondisi

Bila kembung dapat diberikan rectal tube (Cerobong angin)

5. Meningkatkan status hidrasi

Perhatikan kepatenan infus

Monitor tetesan infusd

Kaji intake dan output

Kaji bising usus setelah operasi

Berikan cairan oral sedikit-sedikit segera bila toleran

Berikan minuman yang disukai anak, minuman segar

Berikan obat antiemetik bila ada muntah sesuai program

Kaji tanda-tanda dehidrasi


6. Mencegah terjadinya injury

Tempatkan anak pada tempat tidur yang aman

Berikan posisi tidur yang nyaman

Kaji jalan nafas, bila ada secret segera lakukan suction

Perhatikan kepatenan infus

Catat tanda-tanda vital setelah pembedahan secara ketat

Latihan tarik nafas dalam setelah operasi bila telah kooperatif

Kaji daerah luka, perdarahan dan drainase, plester balutan

Lakukan perawatan luka secara steril, dan buat jadwal untuk penggantian

balutan

Mobilisasi dini bila sudah kooperatif

7. Memberikan support pada orangtua / keluarga

Jelaskan hal-hal yang terkait dengan pemeriksaan diagnostik & prosedur

Jelaskan jadwal operasi anak, premedikasi, kapan dilakukan operasi, berapa

lama, dimana orangtua harus menunggu sewaktu anak dioperasi, dimana ruang

pemulihan, perawatan rutin setelah pembedahan

Libatkan keluarga dalam persiapan operasi anak

Anjurkan untuk mengekspressikan perasaan tentang prosedur yang akan

dilakukan

Berikan support pada keluarga.

Gunakan sentuhan terapeutik

Perencanaan Pemulangan

Klarifikasi informasi-informasi yang terkait dengan kondisi dan prosedur

Jelaskan bagaimana orangtua dapat ikut berpartisipasi dalam persiapan sebelum

dan sesudah operasi, prosedur pembedahan, anestesi dan balutan

Jelaskan perawatan yang diperlukan setelah operasi, perawatan luka dengan

teknik steril dan ajarkan pada orangtua / keluarga, monitor tanda-tanda infeksi,

dan komplikasi lain

Jelaskan obat-obat yang diberikan, efek samping, dan tujuannya


Jelaskan ambulasi dini untuk mencegah komplikasi immobilisasi

Jelaskan pemasangan NGT, puasa, dan persiapan operasi, dan perawatan luka

setelah operasi

Tekankan pentingnya kontrol ulang