Vous êtes sur la page 1sur 3

PROXIMAL HYPOSPADIAS REPAIR WITH BLADDER MUCOSAL

GRAFT: OUR 10 YEARS EXPERIENCE

1. Judul Penelitian
Proximal hypospadias repair with bladder mucosal graft: our 10 years
experience
2. Tahun Penelitian
2017
3. Nama Peneliti
Michele Lanciotti, Marta Betti, Antonio Elia, Luca Landi, Maria Taverna,
Chiara Cini, Lorenzo Masieri
4. Tempat Penelitian
Interdisipliner Spesialis Departemen, Rumah Sakit Meyer University, Viale
Pieraccini italia
5. Alamat Jurnal
www.sciencedirect.com

Analisis Jurnal (PICO)

1. Patient and Clinical Problem (P) :


Masalah pada jurnal ini adalah tingginya angka hipospadia yang terjadi di
Firenze italia dalam rengtang tahun 2005-2015, dengan rata-rata umur pasien
3,5 tahun dengan hipospadia perineal 18 pasien, 22 hipospadia skrotum, dan
10 hipospadia penoscrotal.

2. Intervention (I)
Dari 50 pasien yang telah menjalani urethroplasty mucosal selama rentang
tahun 2005-2015 di observasi. Selama rentang tersebut terjadi beberapa
komplikasi Di antara semua komplikasi awal yang tercatat adalah infeksi
pasca operasi pada satu pasien (2%) di lokasi anastomosis. Komplikasi jangka
panjang yang diamati adalah fistula urethrocutaneous pada sembilan pasien
(18%), striktur uretra pada 15 pasien (30%), striktur meatal pada empat pasien
(8%), dan prolaps meatus pada tujuh pasien (14%). Waktu rata-rata kejadian
komplikasi adalah 15 bulan (median 15,5 bulan, kisaran 1-96 bulan).
3. Comparator (C)
penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 di Firenze italia dengan 50 pasien
dengan teknik pembedahan chordee yang terbukti menurunkan komplikasi
14%-61%. Sedangkan dalam penelitian ini komplikasi yang terjadi pada
pasien pasca oprasi rawat inap sebesar 2% (1:50), sedangkan komplikasi
jangka panjang 1-96 bulan pembedahan dengan teknik ini adalah overall
complication 23 pasien (46%), anasthomosis stricture 15 pasien (30%),
urethrocutaneous fistula 9 pasien (18%), urethral diverticula 6 pasien (12%),
meatal stricture 4 pasien (8%), recurrent curvature 5 pasien (10%), prolapse of
meatus 7 pasien (14%), dan pasient with multiple complication 15 pasien
(30%). Sedangkan dari karakteristik pasien dalam penelitian ini adalah pasien
dengan hipospadia di bagian perineal 18 pasien (36%), hipospadia scrotal 22
pasien (44%) dan hipospadia penoscrotal 10 pasien (20%).

Dalam menganalisis jurnal ini kami membandingkan dengan jurnal yang


berjudul Hubungan Insiden Fistula Uretrokutaneus Dengan Tipe Hipospadia
Pasca Oprasi, Pada Tahun 2015 di RSUD Dr. Cipto Mangunkusumo dengan
total pasien 116 dengan teknik pembedahan uretroplasti. Ada beberapa
komplikasi dalam penelitian ini adalah fistula uretrokutaneus berdasarkan tipe
hypospadias anteriror 18,2% (4:22), medius 19,0% (4:21), posterior 72,2 %
(13:18). Insiden oretrokontenius berdasarkan jenis benang yang digunakan
PDS 7 (33,33%),benang breided (66,66%), insiden fistula uretrokutaneus
berdasarkan tipe kateter yang digunakan yaitu NGT (80,95%), dan Folley
kateter (19,04%). Sedangkan karekteristik pasien berdasarkan umur 13,95%
tahun, tipe hipospadia : Anterior, medius, posterior,teknik operasi tipe kateter
jenis benang.

4. Outcome/Tujuan
a. Implikasi Bagi Rumah Sakit dan Bagi Pasien
Hasil penelitian ini menunjukan pasien hipospadia proksimal yang parah
dengan pembedahan urethroplasty mucosal memang menunjukan tingkat
komplikasi yang lebih tinggi, tetapi dari segi fungsional dan kosmetik
cukup memuaskan di buktikan dari 42:50 pasien (84%).

Dengan di terapkan teknik urethroplasty uretal semakan membuat pasien


puas sehingga ini dapat di terapkan pada RSUD Ulin Bnajrmasin terutama
di ruang OK untuk menambah kepuasan pada pasien dengan kelainan
Hipospadia.

b. Implikasi bagi perawat dan institusi terkait


Untuk menambah pengetauan dan wawasan tentang penyakit hipospadia,
terutama pada teknik urethtoplasty uretal dalam parbaikan hipospadia.