Vous êtes sur la page 1sur 18

Abstrak

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber daya


energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Letak Indonesia berada pada daerah
katulistiwa, maka wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 sampai
dengan 12 jam dalam sehari. Data Ditjen Listrik dan Pengembangan Energi pada
tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW
dari potensi yang tersedia 1,2 x 109 MW.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi teknologi pembangkit


listrik bersumber dari energi matahari. Pengkonversi energi matahari menjadi energi
listrik menggunakan fotovoltaik atau surya sel. Sedangkan energi listrik yang
dihasilkan disimpan dalam sebuah baterai. Manfaat dari penelitian untuk
memberdayakan energi matahari secara optimal sebagai sumber energi listrik pada
lampu pengatur lalu lintas.

Berdasarkan percobaan dari satu surya sel diperoleh kuat arus pada sel surya
dan kuat arus yang mengalir ke dalam baterai yang berfluktuatif besarnya. Energi
listrik hasil dari sebuah surya sel 50 WP yang terkena sinar matahari selama 6 jam
mampu menyalakan 4 buah lampu dengan daya 30 watt selama 16 jam. Diharapkan
agar diadakan penelitian mengenai efisiensi dari suatu surya sel sepanjang musim
kemarau dan hujan secara realtime.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permintaan energi dunia terus meningkat sepanjang sejarah peradaban umat


manusia. Proyeksi permintaan energi pada tahun 2050 hampir mencapai tiga kali
lipat. Tampaknya masalah energi akan tetap menjadi topik yang harus dicarikan
solusinya secara bersama-sama. Pemanfaatan energi telah berkembang dan
meningkat sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri. Usaha-usaha untuk
mendapatkan energi alternatif telah lama dilakukan untuk mengurangi
ketergantungan terhadap sumber daya minyak bumi. Pemanfaatan minyak bumi
diperkirakan akan habis dalam waktu yang tidak lama jika pola pemakaian seperti
sekarang ini yang justru semakin meningkat dengan meningkatnya industri maupun
transportasi. Selain itu dari berbagai penelitian telah didapat gambaran bahwa
kualitas udara telah semakin mengkawatirkan akibat pembakaran minyak bumi.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber daya


energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Letak Indonesia yang berada pada
daerah khatulistiwa, maka wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10
- 12 jam dalam sehari. Potensi sumber energi matahari di Indonesia sebagai sumber
energi listrik alternatif sangat perlu dimanfaatkan mengingat, total intensitas
penyinaran rata-rata 4,5 kWh per meter persegi perhari, matahari bersinar berkisar
2000 jam per tahun, sehingga tergolong kaya sumber energi matahari. Data Ditjen
Listrik dan Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik
tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x 109
MW.

Pengalaman dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),


penerapan pembangkit listrik tenaga surya dapat dilaksanakan secara bertahap.
Tahapan ini meliputi beberapa aspek yang meliputi aspek pengenalan sampai pada
tahap penyebarluasan. Tahapan Pertama adalah tahap demonstrasi yaitu tahapan
untuk mendapatkan model sistem tenaga surya, investigasi keandalan sistem,
mendapatkan kemampuan ekonomis, meningkatkan kemampuan peneliti serta
investigasi dampak sosial dari proyek listrik tenaga surya. Tahapan berikutnya
adalah demonstrasi ganda tujuan. Tahapan ini adalah untuk mempelajari kendala dan
masalah yang terjadi di lapangan, pengaturan distrubusi sistem serta pengaturan-
pengaturan setelah purna jual. masih perlu pendekatan, berbagai penyuluhan baik
teknis maupun non teknis mengingat kondisi sifat masarakat yang majemuk..
Tahapan penyebarluasan, tujuan dari tahapan ini adalah menyebarluaskan penerapan
PLTS yang secara teknis, ekonomis dan sosial bisa diterima oleh masyarakat.

Memperhatikan argumen yang telah dikemukakan dan perkembangan


industri sel surya saat ini kiranya sangat layak memberdayakan secara optimal energi
matahari menjadi energi listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan
inovasi teknologi pembangkit listrik bersumber dari energi matahari guna mensuplai
energi listrik pada lampu pengatur lalu lintas.

B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah
1. Untuk mengetahui pemanfaatan panel surya
2. Untuk mengetahui cara kerja panel surya
3. Untuk mengetahui komponen komponen panel surya

C. Pentingnya Penelitian
Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah
1. Memperoleh pemahaman lebih mengenai panel surya
2. Dapat dijadikan referensi atau gambaran nyata mengenai panel surya oleh
pembaca
D. Road Map Penelitian

Mulai

Panel Surya

Pembahasan

Jadwal Kegiatan

Rencana Anggaran

Selesai
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Panel Surya

Panel Tenaga Surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah
cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena
Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya
sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-
listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap
energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang
berlawanan.

Jumlah penggunaan panel surya di porsi pemroduksian listrik dunia sangat


kecil, tertahan oleh biaya tinggi per wattnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil
- dapat lebih tinggi sepuluh kali lipat, tergantung keadaan. Mereka telah menjadi
rutin dalam beberapa aplikasi yang terbatas seperti, menjalankan "buoy" atau alat di
gurun dan area terpencil lainnya, dan dalam eksperimen lainnya mereka telah
digunakan untuk memberikan tenaga untuk mobil balap dalam kontes seperti
Tantangan surya dunia di Australia.

B. Manfaat listrik tenaga surya


Manfaat listrik tenaga surya antara lain :
1. Hemat, karena tidak perlu memerlukan bahan bakar;
2. Dapat di pasang dimana saja dan dapat dipindahkan sesuai dengan yang
dibutuhkan
3. Dapat diterapkan secara sentralisasi (PLTS ditetapkan di suatu area dan listrik
yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan distribusi ketempat-tempat yang
membutuhkan) maupun desentralisasi (setiap system berdiri sendiri/individual, tidak
memerlukan jaringan distribusi);
4. Bersifat moduler. Kapasitas listrik yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan
cara merangkai modul secara seri dan parallel;
5. Dapat dioperasikan secara otomatis maupun menggunakan operasi;
6. Tanpa suara dan tidak menimbulkan operasi lingkungan.

C. Komponen Panel Tenaga Surya


1. Panel surya / solar panel
Solar panel / panel surya mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel
silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon
yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih
memiliki tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih
36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimum).

Umumnya kita menghitung maksimum sinar matahari yang diubah menjadi


tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi sore disimpan
dalam baterai, sehingga listrik bisa digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar
matahari.

2. Solar charge controller


Solar charge controller berfungsi mengatur lalu lintas dari solar cell ke baterai
dan beban. Alat elektronik ini juga mempunyai banyak fungsi yang pada dasarnya
ditujukan untuk melindungi baterai.

3. Inverter
Inverter dalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC
direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC alternating current).

3. Baterai
Baterai berfungsi menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya
sebelum dimanfaatkan untuk menggerakkan beban. Beban dapat berupa lampu
penerangan atau peralatan elektronik lainnya yang membutuhkan listrik. Instalasi
pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai
kebutuhan daya.

Dari ke empat komponen diatas setelah dirangkai sedemikian rupa akhirnya


siap digunakan untuk mensuplai listrik ke peralatan peralatan rumahtangga.

D. Kelebihan dan Kekurangan Panel Tenaga Surya


Kelebihan Panel Surya:
1. Panel surya memanfaatkan energi matahari dan matahari adalah bentuk
energi paling berlimpah yang tersedia di planet kita.
2. Panel surya mudah dipasang dan memiliki biaya pemeliharaan yang sangat
rendah karena tidak ada bagian yang bergerak.
3. Harga panel surya terus turun meskipun mereka masih harus bersaing dengan
bahan bakar fosil.
4. Panel surya tidak kehilangan banyak efisiensi dalam masa pakai mereka yang
mencapai 20+ tahun.
5. Masa pakainya yang panjang, mecapai 25-30 tahun, menggaransi
penggunanya akan menghemat biaya energi dalam jangka panjang pula.

Kelemahan Panel Surya:


1. Panel surya masih relatif mahal, bahkan. Harga panel rumah sedang saat ini
sekitar $ 12000-18000.
2. Panel surya masih perlu meningkatkan efisiensi secara signifikan karena
banyak sinar matahari terbuang sia-sia dan berubah menjadi panas. Rata-rata
panel surya saat ini mencapai efisiensi kurang dari 20%.
3. Jika tidak terpasang dengan baik dapat terjadi over-heating pada panel surya.
4. Panel surya terbuat dari beberapa bahan yang tidak ramah lingkungan. Daur
ulang panel surya yang tak terpakai lagi dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan jika tidak dilakukan dengan hati-hati karena silikon, selenium,
kadmium, dan sulfur heksafluorida (merupakan gas rumah kaca).
E. Cara Kerja

Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktordioda.
Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-
konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh
perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi
perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor,
menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke
saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.

F. Dampak negatif lampu tenaga surya

Menggunakan energi surya tidak mengakibatkan polusi udara atau polusi air,
dan tidak juga menghasilkan gas rumahkaca, tetapi tetap memiliki beberapa dampak
tidak langsung terhadap lingkungan. Misalnya, ada beberapa bahan beracun dan
bahan kimia, dan berbagai pelarut dan alkohol yang digunakan dalam proses
pembuatan selfotovoltaik (PV), yang mengkonversi sinar matahari
menjadilistrik.,Sejumlah,ke,cilbahan-bahan,limbah,juga,dihasilkan.

Selain itu, pembangkit listrik panas matahari yang besardapat merusak


ekosistem gurun jika tidak dikelola dengan baik. Burung dan serangga dapat
terbunuh jika mereka terbang melewati konsentrasi sinar matahari, seperti yang
diciptakan oleh "menara tenaga surya. "Beberapa system pembangkit panas matahari
menggunakan cairan berbahaya (untuk mentransfer panas) yang memerlukan
penanganan dan pembuangan khusus.

Sistem tenaga surya mungkin memerlukan air untuk pembersihan konsentrator


dan receiver secara rutin; begitu juga dengan pendinginan turbin-generator.
Menggunakan air dari sumur bawah tanah dapat mempengaruhi ekosistem di
beberapa lokasi yang gersang.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jadwal Kegiatan

Jalannya penelitian pemakaian energi matahari sebagai energi listrik pada


lampu pengatur lalu lintas. Sedangkan rancangan sistem suplai energi listrik pada
lampu pengatur lalu lintas diperlihatkan pada gambar 1.

Gambar 1. Sistem Lampu Lalu lintas dengan Tenaga Cadangan Energi Matahari
Penelitian ini menghasilkan keluaran berupa suatu perangkat keras inovasi
teknologi pembangkitan energi listrik bersumber dari energi surya atau matahari.
Energi listrik yang dibangkitkan digunakan sebagai energi listrik pada lampu pengatur
lalu lintas. Dari percobaan teknologi yang dihasilkan diperoleh data pengisian dan
pembebanan baterai seperti gambar 2 dan gambar 3. Pengukuran dilakukan selama
waktu siang hari pada saat matahari cerah di wilayah kampus Unpam

14
12
10
Tegangan Battery (V)
8
6 Arus Battery (A)
4 Tegangan Sel Surya (V)
2
0 Arus Sel Surya (A)

Gambar 2. Ploting Arus Terhadap Waktu Pengisian Baterai


20

15
Pukul/ jam ke
10
Tegangan Battery (V)
5 Arus Battery (A)

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Gambar 3. Ploting Arus Terhadap Lama Waktu Pembebanan Lampu

B. Pembahasan
Pengukuran arus baterai dan sel dilakukan selama 8 jam kondisi tanpa pembebanan
lampu. Nilai arus dicatat dalam selang waktu 30 menit. Nilai arus maksimum terjadi
pada saat jam 12.00 di kisaran 1,8 ampere meskipun nilai tegangan baterai dan sel
relatip stabil pada kisaran nilai 12 Volt sampai dengan 14 Volt. Ploting arus pengisian
baterai yang terlihat pada gambar 4 nampak dari awal pengukuran dipagi hari nilai arus
merambat naik seiring dengan bertambahnya waktu menuju siang hari. Nilai arus
mencapai puncaknya saat jam 12.00, untuk kemudian nilai arus yang mengalir ke
baterai mulai menurun seiring dengan bergeraknya matahari menuju waktu sore hari.
Dinamika nilai arus yang mengalir dalam baterai tersebut bersesuaian dengan intensitas
sinar matahari yang mengenai permukaan sel surya. Berbeda dengan nilai tegangan
pada baterai yang memiliki pola sedikit fluktuatif karena memang dijaga stabil pada
batas sesuai dengan speksifikasi.

Setelah 8 jam baterai mendapatkan pengisian arus dari energy matahari melalui sel
surya kemudian dihubungkan dengan lampu lalu lintas sebanyak 4 buah lampu masing-
masing lampu berdaya 7,5 watt. Nilai arus beban lampu dimonitor sejak awal
pembebanan sampai akhir pembebanan selama 16 jam. Nilai arus baterai diawal saat
beban dihubungkan sebesar 2,23 ampere dan diakhir pembebanan selang 16 jam
menjadi 1,92 ampere. Dinamika penyusutan arus baterai selama 16 jam terhubung

7
dengan lampu relatif kecil nilainya sekitar 0,3 ampere seperti diperlihatkan pada
gambar 3.

Kondisi ideal penelitian dengan menggunakan sel surya berdaya maksimum 50


watt, jika tegangan dapat terjaga maksimum pada nilai 12 volt, maka kuat arus yang
mengalir ke baterai dapat mencapai maksimum 4,8 ampere. Data pengukuran yang
disajikan pada table 5.1, kuat arus maksimum sel surya 1,89 ampere dan tegangan
maksimum mencapai 13,7 Volt. Dari data percobaan, nilai daya maksimum pada sel
surya berkisar 25 watt dan belum sesuai dengan spesifikasi elektrik sel surya. Dari
analisa ini memberikan petunjuk terdapatnya faktor yang mempengaruhi kuat arus
listrik yang mengalir ke dalam baterai. Faktor ini antara lain bisa berupa posisi sel surya
terhadap arah sinar matahari, kondisi cuaca saat pengukuran, dan efisiensi yang dimilki
oleh sel surya yang digunakan dalam penelitian.

C. Rencana Anggaran

Contoh Perhitungan Sederhana Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Perhitungan keperluan daya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Menentukan jumlah total beban yang akan menggunakan tenaga
dari solar panel.

Langkah Kedua : Menentukan lama beban yang totalnya 30 watt tersebut akan
dihidupkan dengan menggunakan sistem solar panel.

Boleh diasumsikan misalnya 12 jam. Jika 12 jam, berarti total konsumsi daya beban
dalam sehari adalah 12 x 30 kWh = 360 watt.

Tentunya lebih diuntungkan jika beban yang menggunakan solar panel dinyalakan pada
malam hari. Dengan begini, penggunaan baterai relatif tidak berat dan dimungkinkan
jumlah baterai dapat pula dikurangi jumlahnya, karena listrik yang disupply tidak hanya
oleh baterai tetapi sinar matahari masih turut memberikan supply.

Mari kita ambil contoh penggunaan sistem solar panel adalah pada pukul 18.00 s/d
06.00 (12 jam).
Langkah Ketiga : Menghitung berapa besar dan jumlah baterai yang dibutuhkan untuk
mensupply beban sejumlah total 360 watt:

Jumlah total 360 watt perlu ditambahkan sekitar 20% yang adalah listrik yang
digunakan oleh perangkat selain panel surya, yakni inverter sebagai pengubah arus DC
(searah) menjadi AC (bolak balik), dan controller (sebagai pengatur arus) yakni
menutup arus ke baterai jika tegangan sudah berlebih di baterai dan memberhentikan
pengambilan arus dari baterai jika baterai sudah hampir kosong.

Sehingga jika ditambahkan 20%, maka total daya yang dibutuhkan adalah 360 + (360 x
20%) = 432 watt.

Dari 432 watt tersebut, jika dibagi 12 V ( tegangan umum yang dimiliki baterai) maka
kuat arus yang dibutuhkan adalah 36 Ampere. Maka, jika kita menggunakan baterai
yang sebesar 65 Ah 12 V, maka kita membutuhkan 1 baterai (65 x 12 x 1 = 780 watt).

Dengan mendapatkan 780 watt ini, akan didapatkan jumlah panel yang dibutuhkan,
termasuk besarannya yakni sebagai berikut. Jika menggunakan ukuran panel yang 100
wp (watt peak), maka dalam sehari panel ini kurang lebih menghasilkan supply sebesar
100 wp x 5 (jam) = 500 watt.

Adapun 5 jam didapat dari efektivitas rata-rata waktu sinar matahari bersinar di negara
tropis seperti Indonesia, dan 5 jam ini sudah menjadi semacam perhitungan rumus baku
efektivitas sinar matahari yang diserap oleh panel surya. Maka jika 1 panel yang 100
wp mampu memberikan listrik sejumlah 500 watt, didapatkan total panel yang
dibutuhkan adalah sejumlah 780 / 500 watt = 2 Panel(baiknya kita lebihkan).

Kesimpulan : Telah berhasil didapatkan kombinasi antara jumlah panel surya


dan baterai untuk mensupply listrik sejumlah total 780 watt yang dinyalakan selama 12
jam sehari dimana beban yang menggunakannya dinyalakan pada malam hari antara
pukul 18.00 s/d 06.00 yakni : 2 PANEL SURYA YANG 100 WP DAN 1 BUAH
BATERAI 65Ah 12 V.

Mengenai harga, 1 buah panel surya dengan daya 100 wp adalah sebesar Rp.2.100.000,
sehingga total uang yang harus dikeluarkan untuk pembelian panel surya adalah Rp.
4.200.000,
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inovasi teknologi pembangkitan energy


listrik bersumber dari energy matahari. Energi listrik yang berhasil dibangkitkan
dimanfaatkan untuk memberikan suplai energy listrik pada lampu pengatur lalu lintas.
Hasil inovasi berupa seperangkat hardware modul system lampu pengatur lalu lintas
yang disuplai energy listrik dengan bersumber pada energy matahari. Modul terdiri tiga
elemen utama, yaitu sel surya sebagai media perubah energy sinar matahari menjadi
energy listrik, baterai untuk menyimpan energy listrik dan lampu pengatur lalu lintas
sebagai elemen yang mengkonsumsi energy listrik.

Modul sistem selanjutnya digunakan untuk meneliti seberapa besar potensi energy
matahari sebagai pensuplai energy listrik pada lampu pengatur lalu lintas. Untuk
maksud ini dilakukan ujicoba dan dilakukan pengukuran besar kuat arus yang
dibangkitkan dalam sel surya yang terkena sinar matahari dan mengukur besar kuat
arus yang menuju baterai. Tegangan pada sel surya dan baterai dimonitor dan dicatat
besarnya selama 6 sampai 8 jam. Dari pengukuran sel surya selama 6 sampai 8 jam
terkena sinar matahari, yaitu dari jam 7.30 sampai dengan jam 15.30 diperoleh data
besar arus listrik yang dibangkitkan sel surya dan data kuat arus yang mengalir ke

8
dalam baterai. Nilai kuat arus sangat beragam dan fluktuatif seiring dengan intensitas
sinar matahari yang mengenai permukaan sel surya.

Ke depan perlu terus diupayakan rekayasa teknologi pemanfaatan energy matahari


untuk pembangkitan energy listrik. Untuk itu agar dilakukan penelitian serupa dengan
mencoba beberapa tipe sel surya untuk diketahui tingkat efisiensinya. Lama
pengambilan data hendaknya dilakukan sepanjang 6 bulan agar dapat diketahui peta
potensi energy matahari di musim panas dan di musim hujan.

Pengukuran besaran listrik dalam penelitian hendaknya dilakukan secara realtime


agar memperoleh data yang runtut tentang potensi energy matahari pada setiap waktu
pergerakan arah sinar matahari. Karena itu, disarankan mengembangkan rekayasa
system pengukuran realtime dengan berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi.
Saran ini begitu penting untuk disampaikan guna mendukung Universitas Pamulang
menuju Universitas Konservasi.
DAFTAR PUSTAKA

Djamain, Martin, 2000, Strategi Penerapan Energi Surya di Indonesia, seminar Peran
dan Perkembangan Energi Surya Sebagai Energi Alternatif, Universitas Gajayana.

Liang Chi Shen dan Jin Au Kong. 1996. Aplikasi Elektromagnetik. Penerbit PT.
Erlangga. Jakarta.

Mahmudsyah Syariffuddin, 2000, Teknik Pembangkitan, Aplikasi dan Perkembangan


Sel Surya di Indonesia, Makalah seminar Peran dan Perkembangan Energi Surya
Sebagai Energi Alternatif, Universitas Gajayana.

Rhazio,2007, Institut Sains & Teknologi Al-Kamal-Jakarta

Solarex Corp. Penuntun Ke Teknik Listrik Sinar Surya. PT. Dwieti Utama. Jakarta.

www.themegallery.com

www.ise-solar.info

www.ncsc.nesu.edu

www.bsi-solar.dc