Vous êtes sur la page 1sur 9

PERNYATAAN RESPONDEN

(RESPONDENTS CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bersedia untuk ikut dan

berpastisipasi sebagai informan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program

Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi, yang

berjudul Hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan penerapan strategi

pelaksanaan (SP) pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa daerah Provinsi Jambi

Tahun 2016.

Tanda tangan saya dibawah ini menyatakan dan menunjukkan bahwa saya telah

diberikan informasi dan saya memutuskan untuk berpastisipasi dalam penelitian ini.

Demikian pernyataan ini saya buat yang mana menunjukkan bahwa saya

diberi informasi dan memutuskan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini tanpa

paksaan dari pihak manapun, semoga dapat berguna seperlunya.

Jambi, 2016

( Responden )
Lembar Responden

Kepada yang Terhormat

Ibu/Bapak Calon Informan

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini adalah Mahasiswa PSIK Stikes HI Jambi.

Nama : Intan Iqlima

Nim : 1214201 042

Alamat : Pakuan baru Thehok Jambi

Akan mengadakan penelitian dengan judul hubungan pengetahuan dan

sikap perawat dengan penerapan strategi pelaksanaan (SP) pada pasien halusinasi

di Rumah Sakit Jiwa daerah Provinsi Jambi Tahun 2016 penelitian ini tidak akan

menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bapak/Ibu sebagai informan.

Kerahasiaan semua informasi yang diberikan akan dijaga dan digunakan untuk

kepentingan penelitian.

Terimakasih telah menyediaakan waktu untuk mendengarkaan informasi

tentang penelitian

Responden Peneliti

( ) (Intan Iqlima)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN
PENERAPAN STRATEGI PELAKSANAAN (SP) PADA PASIEN
HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH
PROVINSI JAMBI TAHUN 2016
==============================================================
Nama :
Umur :
Pendidikan :

A. Lembar Kuesioner dalam penerapan strategi pelaksanaan pada pasien


halusinasi.
Berilah tanda pada jawaban sesuai yang anda lakukan dalam penerapan
strategi pelaksanaan pada pasien halusinasi.
Dilakukan (2) Tidak Dilakukan (1)
No Strategi Pelaksanaan (SP) Dilakukan Tidak Dilakukan
I Melatih pasien mengenal
halusinasi
1 Mengidentifikasi jenis halusinasi
pasien
2 Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
3 Mengidentifikasi waktu halusinasi
pasien
4 Mengidentifikasi frekuensi halusinasi
pasien
5 Mengidentifikasi situasi yang
menimbulkan halusinasi pasien
6 Mengidentifikasi respon pasien
terhadap halusinasi
7 Menjelaskan cara mencegah/
mengontrol halusinasi dengan cara :
menghardik, obat, bercakap-cakap
dan kegiatan terjadwal.
8 Mengajarkan pasien menghardik
halusinasi
9 Menganjurkan pasien memasukkan
cara menghardik halusinasi dalam
kegiatan harian
No Strategi Pelaksanaan (SP) Dilakukan Tidak Dilakukan
II Melatih pasien mematuhi
penggunaan obat
10 Mengevaluasi tentang halusinasi,
mengvalidasi tanda gejala SP I
halusinasi
11 Menjelaskan ke pasien tentang 6
benar obat meliputi benar pasien,
benar jenis obat, benar cara, benar
waktu, benar dosis dan kontinuitas
obat.
12 Latih pasien minum obat dengan 5
benar obat.
13 Masukkan latihan minum obat
dengan prinsip 6 benar obat kedalam
jadwal keseharian pasien.
III Melatih bercakap-cakap dengan
orang lain
14 Mengevaluasi tentang halusinasi dan
memvalidasi tanda gejala SP I dan SP
II halusinasi
15 Melatih pasien mengendalikan
halusinasi dengan cara bercakap-
cakap dengan orang lain
16 Memasukkan latihan bercakap-cakap
kedalam jadwal keseharian pasien
IV Melakukan aktivitas terjadwal
17 Mengevaluasi tentang halusinasi dan
memvalidasi tanda gejala SP I , SP II
dan SP III halusinasi
18 Menjelaskan pentingnya aktivitas
yang teratur untuk mengatasi
halusinasi
19 Mendiskusikan aktivitas yang biasa
dilakukan pasien
20 Melatih pasien melakukan aktivitas
21 Menyusun jadwal aktivitas sehari-
hari sesuai dengan aktivitas yang
telah dilatih mulai dari bangun pagi
sampai tidur malam
22 Memasukkan aktivitas yang telah
dilatih kedalam jadwal keseharian
pasien
B. Pengetahuan
Pililah salah satu jawaban yang anda anggap benar dengan memberikan
tanda (x) :
1. Apa yang dilakukan perawat pada strategi pelaksanaan (SP) I halusinasi?
a. Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol
halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan
menghardik halusinasi.
b. Melatih pasien minum obat secara teratur
c. Melatih pasien mengontrol halusinasinya dengan bercakap-cakap
bersama orang lain.
d. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan melaksanakan aktivitas
yang terjadwal.

2. Tindakan apa yang dilakukan oleh seorang perawat dalam melakukan


strategi pelaksanaan (SP) II halusinasi?
a. Melatih pasien minum obat secara teratur
b. Melatih pasien mengontrol halusinasinya dengan bercakap-cakap
bersama orang lain.
c. Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol
halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengar
menghardik halusinasi.
d. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan melaksanakan aktivitas
terjadwal.

3. Apa yang akan dilakukan perawat dalam memberikan strategi pelaksanaan


(SP) III halusinasi?
a. Melatih pasien mengontrol halusinasinya dengan bercakap-cakap
bersama orang lain serta evaluasi SP I dan SP II
b. Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol
halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengar
menghardik halusinasi.
c. Melatih pasien minum obat secara teratur.
d. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan melaksanakan aktivitas
terjadwal .
4. Apa yang akan dilakukan perawat dalam memberikan strategi pelaksanaan
(SP) IV halusinasi?
a. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan melaksanakan aktivitas
terjadwal serta evaluasi SP I, SP II dan SP III
b. Melatih pasien mengontrol halusinasinya dengan bercakap-cakap
bersama orang lain.
c. Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol
halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengar
menghardik halusinasi.
d. Melatih pasien minum obat secara teratur

5. Apakah yang dimaksud dalam prinsip 6 benar dalam minum obat?


a. Benar obat, benar pasien, benar cara, benar waktu, benar dosis dan
kontinuitas.
b. Benar obat, benar tempat, benar nama, benar pasien, benar dosis dan
benar dokter
c. Benar dosis, benar nama, benar dokter, benar cara, benar waktu dan
benar merek obat
d. Benar cara, benar obat, benar waktu, benar dosis dan benar pasien

6. Berikut ini tahapan intervensi yang dilakukan perawat dalam mengajarkan


pasien menghardik halusinasi ?
a. Menjelaskan cara menghardik halusinasi, memperagakan cara
menghardik, meminta klien memperagakan ulang dan memantau
penerapan cara menguatkan perilaku klien.
b. Melatih mematuhi penggunaan obat, melakukan aktivitas terjadwal,
melatih bercakap-cakap dengan orang lain dan melatih mengenal
halusinasi
c. Bercakap-cakap bersama orang lain dan memperkenalkan diri,
melakukan aktivitas terjadwal, melatih minum obat dan melatih
mengenal halusinasi
d. Melakukan aktivitas terjadwal, melatih mematuhi penggunaan obat,
melatih bercakap-cakap dengan orang lain dan Melatih mengenal
halusinasi
7. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan melaksanakan aktifitas
terjadwal, hal ini adalah tindakan perawat ketika melakukan ?
a. SP IV
b. SP III
c. SP II
d. SP I

8. Berikut ini intervensi yang dapat dilakukan perawat agar pasien patuh
minum obat adalah. ?
a. Jelaskan kegunaan obat
b. Jelaskan efek obat
c. Jelaskan jenis obat
d. Jelaskan pantangan obat

9. Pengkajian halusinasi yang dilakukan oleh perawat , meliputi ?


a. Mengidentifikasi respon, waktu, situasi, isi halusinasi, dan cara
menghardik.
b. Mengidentifikasi jenis, isi, waktu, frekuensi, dan respon halusinasi.
c. Mengidentifikasi waktu dan mengajarkan pasien menghardik
halusinasi
d. Mengidentifikasi respon, frekuensi dan waktu halusinasi.

10. Tahapan intervensi perawat dalam memberikan aktifitas terjadwal adalah


a. Melatih pasien mengontrol halusinasi, menyusun jadwal kegiatan,
melatih pasien melakukan aktifitas, mengidentifikasi jenis halusinasi
b. Mengidentifikasi aktifitas pasien, mengatur jadwal minum obat,
menyusun jadwal kegiatan, memantau pelaksanaan jadwal kegiatan.
c. Mendiskusikan aktivitas yang biasa dilakukan pasien, melatih pasien
melakukan aktifitas, menyusun jadwal aktivitas sehari hari sesuai
dengan aktivitas yang telah dilatih dan memantau pelaksanaan jadwal
kegiatan.
d. Memantau pelaksanaan jadwal kegiatan pasien, mengidentifikasi jenis
halusinasi, melatih pasien mengontrol halusinasi dan menyusun jadwal
aktivitas pasien

11. Fase dalam penerapan strategi pelaksanaan (SP) meliputi ?


a. Fase orientasi, fase kerja dan fase terminasi.
b. Fase menghardik, fase minum obat, fase bercakap-cakap dengan orang
lain, dan fase melakukan aktivitas terjadwal.
c. Fase pertama, fase kedua, fase ketiga dan fase ke empat.
d. Fase orientasi, fase kerja dan fase intervensi.

12. Tujuan melaksanakan semua SP adalah ?


a. Pasien mampu menghardik halusinasi dengan berbagai cara yang telah

diajarkan.

b. Melatih pasien mengontrol halusinasinya.

c. Memantau pelaksanaan jadwal kegiatan pasien.

d. Melatih pasien minum obat secara benar


C. Sikap
Petunjuk :pilihlah salah satu yang ibu anggap benar dengan memberikan tanda
( ) pada kolom jawaban sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan
sangat tidak setuju (STS)
No Pernyataan SS S TS STS
(4) (3) (2) (1)
1 Dalam penerapan cara menghardik halusinasi
sebaiknya memantau pasien agar pasien dapat
lebih mengerti menghardik halusinasi
2 Menghardik halusinasi harus diperagakan agar
pasien mudah mencegah atau mengontrol
halusinasinya.
3 Agar pasien bisa mencegah atau mengontrol
halusinasinya sebaiknya memperagakan cara
bercakap-cakap dengan orang lain
4 Dalam melatih pasien mengontrol halusinasi
sebaiknya melaksanakan kegiatan aktifitas yang
terjadwal
5 Membantu pasien mengenal halusinasi,
menjelaskan cara mengontrol halusinasi, harus
disampaikan pada pasien agar pasien tau cara
mencegah halusinasinya.
6 Menerapkan prinsip 6 B (benar obat, benar pasien,
benar cara, benar waktu, benar dosisdan
kontinuitas obat) agar pasien tidak salah dalam
minum obat.
7 Menjelaskan akibat putus berobat agar pasien
patuh minum obat.
8 Membantu mengajarkan pasien cara minum obat
dengan prinsip 6 benar penting dilakukan agar
pasien tidak putus obat.
9 Setiap latihan kemampuan mengontrol halusinasi
harus dimasukkan dalam jadwal kegiatan harian
pasien agar kemampuan tersebut dapat di
praktikan saat halusinasi muncul.