Vous êtes sur la page 1sur 19

BAB I

PENDAHULUAN

Kata adnexa adalah bentuk umum dari kata aksesoris, dalam hal ini
adnexa uterus ialah terdiri dari ovarium dan tuba fallopi dan stuktur ligamen yang
menyertainya. Umumnya, tumor atau masa adnexa merujuk pada masa ovarium
atau kista ovarium. Tumor adneksa adalah tumbuhnya jaringan pada sistem
reproduksi yaitu pada tuba fallopi, kemudian pada uterus dan ovarium biasanya
terjadi bersamaan. (Wiknjosastro, 2007)

Penyebab tumor adneksa tidak diketahui secara pasti tetapi diduga karena
infeksi yang menjalar ke atas dari uterus, peradangan ini menyebar ke ovarium
dan tuba fallopi yang menyebabkan berbagai gangguan dan terjadi pertumbuhan
jaringan yang abnormal. (Wiknjosastro, 2007)

Pada perempuan <9 tahun, 80 % diantaranya bersifat ganas namun


umumnya germ cells tumors. Sedangkan pada wanita di usia reproduktif, lebih
banyak kista atau massa jinak yang bisa dilakukan pengangkatan. 10 %
diantaranya bersifat ganas, tumor sendiri dapat berbentuk berbagai macam
diantaranya;
1) Kista : suatu tumor yang berupa kantong dan didalamnya berisi cairan
(encer atau setengah padat). Sebagian besar kista adalah suatu non-
neoplasma.
2) Radang : pembesaran / tumor akibat proses radang yaang disebabkan oleh
infiltrasi sel-sel radang - oedema - vasodilatasi.
3) Hipertrofi : pembesaran suatu organ akibat bertambah besarnya sel - sel
jaringan penyusunnya.
4) Hiperplasia : pembesaran suatu organ akibat bertambah banyaknya sel -
sel jaringan penyusunnya.
5) Displasia : pembesaran suatu organ, akibat bertambah banyaknya dan
bertambah besarnya sel - sel jaringan yang berbeda.
BAB II
LAPORAN KASUS

2,1 Identitas

Identitas Pasien

Nama : Ny. N

Register : 607561

Usia : 35 tahun

Alamat : Batu Suntung Desa Sinjai

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Pendidikan : SMA

Menikah : 1 kali

Lama Menikah: 9 tahun

Datang di Poliklinik: 4-5-2017

Nama Suami : Tn. A

Usia : 47 tahun

Menikah : 1 kali

Pekerjaan : Swasta ( Tukang Listrik )

Pendidikan : SMA

Penghasilan : 1,000,000 Rp-1,500,000


3.2 Subyektif

Anamnesa

Keluhan Utama : Benjolan di perut kanan bawah, kadang-kadang


disertai nyeri. Benjolan semakin lama semakin
membesar dalam waktu satu tahun terakhir.

Keluhan Penyerta : Demam (-), mual (+), muntah (-), nyeri kepala (-).

Pasien datang ke RS Pelamonia dengan keluhan benjolan di perut


sebelah kanan bawah kadang-kadang disertai nyeri, dialami sejak 1 tahun
yang lalu. Pasien tidak mengalami penurunan berat badan. Riwayat haid
kadang tidak teratur tiap bulan teratur tiap bulan,lama 3-4 hari,ganti pembalut
3-4 kali sehari. Demam (-), mual (+), muntah (-), nyeri kepala (-). Pasien tidak
merasakan nyeri saat haid dan saat berhubungan. Hari pertama menstruasi
terakhir 27 April 2017. BAB biasa, BAK lancar tapi sedikit-sedikit. Tidak ada
riwayat pemakaian KB. Riw. Merokok dan konsumsi minuman beralkohol
disangkal.

Riwayat penyakit terdahulu


Pasien mempunyai riwayat penyakit keputihan sejak 3 tahun yang lalu dan
sudah kontrol ke poli ginekologi.
Riwayat pengobatan
Tidak ada
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada
Riwayat kehamilan dan kelahiran
P1AO
Tahun 2010, Anak pertama PPN ditolong oleh bidan dengan berat lahir
2500 gram panjang badan 49 cm. Riwayat penyakit saat kehamilan
pertama (-)
Riwayat intake makanan
Nafsu makan pasien normal 3 x sehari.
3.3 Obyektif
Pemeriksaan Fisik
(A) Generalis
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/Menit, Reguler
RR : 20 x/Menit
Temperatur Axilla : 36,80C
Kepala dan Leher : Anemis - / - Ikterus - /-
Thorax : Cor/ S1 S2 tunggal, Murmur(-)
Pulmo/ v v Rh - - Wh - -
v v - - - -
v v - - - -

Abdomen :Teraba massa kistik ukuran 12 x 10 cm,


mobile, permukaan rata ,berbatas tegas.
Ekstermitas : edema - - Anemi - -
Berat badan : 48 kg
Tinggi Badan : 147 cm

(B) Status Ginekologi


TFU : setinggi umbilical
MT/NT : +/+
Genetalia Externa
Vulva : Flux (-) Massa (-) ulkus (-)
Inspekulo
Vagina :Tidak ada kelainan
Portio : Tertutup, permukaan licin
VT
Portio tertutup, licin, teraba massa kistik ukuran 12
cm,mobile,permukaan rata,berbatas tegas, tidak nyeri Cavum Douglasi
dalam batas normal.

Diagnosis banding :

Kista ovarium dan Kista Morgagni

- Laboratorium : Lab lengkap ( DL,SE,SGOT,SGPT,GDS,


urinalisis),Konsul kardiologi,Konsul anastesi.+ Ca 125

a. Hasil Laboratorium Darah Lengkap tanggal 14-11-2012

Darah Lengkap Nilai Satuan Nilai Rujukan Kesan

Leukosit 6,69 103/mm3 4,7-11,3 Normal

Hemoglobin 11,9 g/dL 11,4-15,1 Normal

Hematokrit 36,9 % 38 - 42 Rendah

Trombosit 350 103/mm3 142 424 Normal

MCV 80,40 Fl 80 93 Normal

MCH 25,90 Pg 27 31 Normal

MCHC 32,20 g% 32 36 Normal

RDW 12,90 % 11,5 - 14,5 Normal

Hitung Jenis :

Neutrofil 83,9 % 51 67 Normal

Limfosit 10,6 % 25 33 Normal


Monosit 4,8 % 25 Normal

Eosinofil 0.4 % 04 Normal

Basofil 0,3 % 01 Normal

Lain-lain -

a. Faal Hati
SGOT:15 U/L
SGPT:26 U/L
GDS:84 g/dL
b. Fungsi Pembekuan
PT; 13,2
APTT : 24,0
Inr : 1,06
c. Hasil USG ginekologi
TIDAK TERDAPAT
d. Hasil Ca 125 : 49,5 normal (<35)

Diagnosis Kerja

Tumor Adnexa (kista ovarium)

PTx

1.Pro SOV

2.Persiapan operasi

-Puasa

-IVFD RL 1000cc

-Daftar OK/Sedia darah/SP

-colon skema
BAB III

PEMBAHASAN
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh
dimana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau
permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor
ovarium.(Wiknjosastro, 2007)
Keluhan utama pada kista ovarium adalah perut terasa penuh, berat, kembung,
tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil), Haid tak teratur,
nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar kepanggul
bawah dan paha, nyeri senggama, mual, atau pergeseran payudara mirip seperti
pada saat hamil. Pada pasien ini didapatkan keluhan benjolan pada perut sejak 1
tahun yang lalu di sertai nyeri pada perut bagian kanan. Selain itu pasien juga
mengeluhkan beberapa bulan terakhir buang air kecil menjadi sedikit.
Penyebab kista ovarium adalah stimulasi yang berlebihan terhadap
gonadotropin: (Sastrawinata, Sulaiman. dkk. 2004). Selain itu, Gestational
tropoblastic neoplasma ( molahidatidosa dan khoriokarsinoma). Fungsi ovarium,
ovulasi yang terus menerus akan menyebabkan epitel permukaan ovarium
mengalami perubahan neoplastik, dan Zat karsinogen, zat radioaktif, asbes, virus
eksogen dan hidrokarbon polikistik. Pada pasien ini penyebabnya masih perlu
dicari.
Pada anamnesa rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah.
Rasa sakit tersebutakan bertambah jika kista tersebut terpuntir atau terjadi ruptur.
Terdapat juga rasa penuh di perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya dapat
menyebabkan rasa tidak nyaman, gangguan miksi dan defekasi. Dapat terjadi
penekanan terhadap kandung kemih sehingga menyebabkan frekuensi berkemih
menjadi sering. Pada pasien anamnesa yang didapatkan adalah keluhan benjolan
di perut sebelah kanan disertai nyeri sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri juga dirasakan
saat perut ditekan. Pasien tidak mengalami penurunan berat badan. Riwayat haid
tidak teratur teratur tiap bulan, lama 3-4 hari, ganti pembalut 3-4 kali sehari
kadang memanjang dan memendek. Pasien tidak merasakan nyeri saat haid dan
saat berhubungan. Hari pertama menstruasi terakhir 27 Aprilr 2017.

Hasil pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan pada pasien dengan kista
ovarium adalah Kista yang besar dan dapat teraba dalam palpasi abdomen. Walau
pada wanita premonopause yang kurus dapat teraba ovarium normal tetapi hal ini
adalah abnormal jika terdapat pada wanita postmenopause. Perabaan menjadi sulit
pada pasien yang gemuk. Teraba massa yang kistik, mobile, permukaan massa
umumnya rata. Cervix dan uterus dapat terdorong pada satu sisi. Dapat juga
teraba, massa lain, termasuk fibroid dan nodul pada ligamentum uterosakral, ini
merupakan keganasan atau endometriosis. Pada perkusi mungkin didapatkan
ascites yang pasif.(Wiknjosastro, 2007). Pada pasien ini, didapatkan pemeriksaan
fisik teraba massa kistik ukuran 12 x 10 cm, mobile, permukaan rata ,berbatas
tegas pada abdomen disertai nyeri tekan.
Pemeriksaan penunjang yang di lakukan untuk mendiagnosa kista ovarium
Pemeriksaan Penunjang,USG Merupakan alat terpenting dalam menggambarkan
kista ovarium. Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak batas tumor, apakah
tumor berasal dari uterus, atau ovarium, apakah tumor kistik atau solid dan dapat
dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan tidak dapat
membantu mengidentifikasi karakteristik kista ovarium. Foto Roentgen,
pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan adanya hidrotoraks. Pemeriksaan
pielogram inravena dan pemasukan bubur barium pada kolon dapat untuk
menentukan apakah tumor bearasal dari ovarium atau tidak, misalnya tumor
bukan dari ovarium yang terletak di daerah pelvis seperti tumor kolon sigmoid.
Pengukuran serum CA-125,Tes darah dilakukan dengan mendeteksi zat yang
dinamakan CA-125, CA-125 diasosiasikan dengan kanker ovarium. Dengan ini
diketahui apakah massa ini jinak atau ganas. dan Laparoskopi Perut diisi dengan
gas dan sedikit insisi yang dibuat untuk memasukan laparoskop. Melalui
laparoskopi dapat diidentifikasi dan mengambil sedikit contoh kista untuk
pemeriksaan PA. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan penunjang antar lain :

1. USG : Tidak Ada Data


2. Ca 125 : 45 U/ml
Penatalaksanaan yang dilakukan pada kista ovari. Tumor non neoplastik
biasanya besarnya tidak melebihi 5 cm. Tidak jarang tumor-tumor tersebut
mengalami pengecilan secara spontan dan menghilang. Tindakan operasi pada
tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas adalah pengangkatan tumor dengan
mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung tumor. Tetapi jika
tumornya besar atau ada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan ovarium,
disertai dengan pengangkatan tuba.
Seluruh jaringan hasil pembedahan perlu dikirim ke bagian patologi anatomi
untuk diperikasa. Pasien dengan kista ovarium simpleks biasanya tidak
membutuhkan terapi. Penelitian menunjukkan bahwa pada wanita post
menopause, kista yang berukuran kurang dari 5 cm dan kadar CA 125 dalam batas
normal, aman untuk tidak dilakukan terapi, namun harus dimonitor dengan
pemeriksaan USG serial. Sedangkan untuk wanita premenopause, kista berukuran
kurang dari 8 cm dianggap aman untuk tidak dilakukan terapi.Terapi bedah
diperlukan pada kista ovarium simpleks persisten yang lebih besar 10 cm dan
kista ovarium kompleks. Laparoskopi digunakan pada pasien dengan kista
benigna, kista fungsional atau simpleks yang memberikan keluhan. Laparotomi
harus dikerjakan pada pasien dengan resiko keganasan dan pada pasien dengan
kista benigna yang tidak dapat diangkat dengan laparaskopi. Eksisi kista dengan
konservasi ovarium dikerjakan pada pasien yang menginginkan ovarium tidak
diangkat untuk fertilitas di masa mendatang. Pengangkatan ovarium sebelahnya
harus dipertimbangkan pada wanita post menopause, perimenopause, dan wanita
premenopasue yang lebih tua dari 35 tahun yang tidak menginginkan anak lagi
serta yang beresiko menyebabkan karsinoma ovarium. Diperlukan konsultasi
dengan ahli endokrin reproduksi dan infertilitas untuk endometrioma dan sindrom
ovarium polikistik. Konsultasi dengan onkologi ginekologi diperlukan untuk kista
ovarium kompleks dengan serum CA125 lebih dari 35 U/ml dan pada pasien
dengan riwayat karsinoma ovarium pada keluarga. Jika keadaan meragukan, perlu
pada waktu operasi dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan (frozen
section) oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapat kepastian tumor
ganas atau tidak. Penatalaksan yang dilakukan pada pasien meliputi SOV dan
Operasi dengan premedikasi
Puasa

-IVFD RL 1000cc

-colon skema

-Daftar OK/Sedia darah/SP

-konsul jantung/ anastesi

Operasi dilakukan karena ukuran kista yang melebihi 5 cm dan sudah


menggangu organ sekitar. Prognosis pada pasien ini adalah Dubia ed
Bonam jika penatalaksanaan telah benar dan sesuai prosedur.
BAB IV

TINJAUAN PUSTAKA

4.1 Definisi
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh
dimana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau
permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor
ovarium.(Wiknjosastro, 2007)

4.2 Klasifikasi
Klasifikasi tumor ovarium dibagi menjadi :

A. Kistik tumor ovarium non neoplastik:


Kista folikel
Kista ini berasal dari folikel de Graaf yang tidak sampai berovulasi, namun
tumbuh terus menjadi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah
bertumbuh dibawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang
lazim, melainkan memebesar menjadi kista.
Kista Korpus luteum
Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus
albikans. Kadang-kadang korpus luteum mempertahan diri, perdarahan yang
sering terjadi didalamnya menyebabkan terjadinya kista, berisi cairan yang
berwarna merah cokelat karena darah tua.
Kista inklusi germinal
Kista ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian kecil dari epitel
germinativum pada permukaan ovarium.
Kista teka lutein
Disebabkan karena meningkatnya kadar HCG terdapat pada mola hidatidosa.
Kista endometrium
Kista ini endometriosis yang berlokasi di ovarium

Kista stein leventhal


Disebabkan karena peningkatan kadar LH yang menyebabkan
hiperstimuliovarium.

B. Tumor ovarium neoplastik


Kistoma ovarii simpleks
Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali
billateral, dan dapat menjadi besar
Kistadenoma musinosum
Asal tumor ini belum diketahui pasti namun diperkirakan berasal dari suatu
teratoma dimana dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen-
elemen lain.
Kistadenoma serosum
Para penulis berpaendapat bahwa kista ini berasal dari epitel permukaan ovarium
(germinal epithelium).
Kista endometroid
Kista ini biasanya unilateral dengan permukaan licin, pada dinding dalamterdapat
satu lapisan sel-sel, yang menyerupai lapisan epitel endometrium.
Kista dermoid
Sebenernya kista dermoid adalah satu teratoma kistik yang jinak di manastruktur-
struktur ektodermal dengan diferensiasi sempurna, seperti epitel kulit,rambut,
gigi, dan produk glandula sebasea.
Tumor ovarium ganas
Kistik
Kistadenokarsinoma musinosum, kistadenokarsinoma serosum, dan
epidermoidkarsinoma
Solid
Karsinoma endometroid dan mesonefroma.

4.3 Faktor Resiko


Penyebab kista ovarium dan beberapa faktor resiko berkembangnya ovarium
adalah wanita yang biasanya memiliki:(Wiknjosastro, 2007).
Riwayat kista ovarium terdahulu
Siklus haid tidak teratur
Perut buncit
Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
Sulit hamil
Penderita Hipotiroid
Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi.

4.4 Etiologi
Kista ovarium dapat timbul akibat stimulasi yang berlebihan terhadap
gonadotropin (Sastrawinata, Sulaiman. dkk. 2004).
Gestational tropoblastic neoplasma (molahidatidosa dan khoriokarsinoma)
Fungsi ovarium, ovulasi yang terus menerus akan menyebabkan epitel
permukaan ovarium mengalami perubahan neoplastik.
Zat karsinogen, zat radioaktif, asbes, virus eksogen dan hidrokarbon
polikistik
Pada pasien yang sedang diobati akibat kasus infertilitas dimana terjadi
induksiovulasi melalui manipulasi hormonal.

4.5 Manifestasi klinik


Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit
nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapun kista yang berkembang menjadi besar
dan menimbulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak biasa dilihat dari
gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti
endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker
ovarium. Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau
perubahan ditubuh anda untuk mengetahui gejala mana yang serius.
(Wiknjosastro , 2007)

Gejala-gejala berikut yang muncul bila anda mempunyai kista ovarium:


Perut terasa penuh, berat, kembung.
Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil).
Haid tak teratur.
Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar
kepanggul bawah dan paha.
Nyeri senggama.
Mual, ingin muntah, atau pergeseran payudara mirip seperti pada saat
hamil.

4.6 Diagnosis
Anamnesa
Pada anamnesa rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah. Rasa
sakit tersebut akan bertambah jika kista tersebut terpuntir atau terjadi ruptur.
Terdapat juga rasa penuh di perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya dapat
menyebabkan rasa tidak nyaman, gangguan miksi dan defekasi.Dapat terjadi
penekanan terhadap kandung kemih sehingga menyebabkan frekuensi berkemih
menjadi sering.
Pemeriksaan Fisik
Kista yang besar dapat teraba dalam palpasi abdomen. Walau pada wanita
premonopause yang kurus dapat teraba ovarium normal tetapi hal ini adalah
abnormal jika terdapat pada wanita postmenopause. Perabaan menjadisulit pada
pasien yang gemuk. Teraba massa yang kistik, mobile, permukaan massa
umumnya rata. Cervix dan uterus dapat terdorong pada satu sisi.Dapat juga teraba,
massa lain, termasuk fibroid dan nodul padaligamentum uterosakral, ini
merupakan keganasan atau endometriosis. Padaperkusi mungkin didapatkan
ascites yang pasif.(Wiknjosastro, 2007).
Pemeriksaan Penunjang
1. USG
Merupakan alat terpenting dalam menggambarkan kista ovarium.Dengan
pemeriksaan ini dapat ditentukan letak batas tumor, apakah tumor berasal
dariuterus, atau ovarium, apakah tumor kistik atau solid dan dapat dibedakan
pulaantara cairan dalam rongga perut yang bebas dan tidak. Dapat membantu
mengidentifikasi karakteristik kista ovarium.
2. Foto Roentgen
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan adanya hidrotoraks.
Pemeriksaan pielogram inravena dan pemasukan bubur barium pada kolon dapat
untuk menentukan apakah tumor bearasal dari ovarium atau tidak, misalnya tumor
bukan dari ovarium yang terletak di daerah pelvis seperti tumor kolon sigmoid.
3. Pengukuran serum CA-125
Tes darah dilakukan dengan mendeteksi zat yang dinamakan CA-125, CA-125
diasosiasikan dengan kanker ovarium. Dengan ini diketahui apakah massa ini
jinak atau ganas.
4. Laparoskopi
Perut diisi dengan gas dan sedikit insisi yang dibuat untuk memasukan
laparoskop. Melalui laparoskopi dapat diidentifikasi dan mengambil sedikit
contoh kista untuk pemeriksaan PA.

4.7 Penatalaksanaan
Dapat dipakai prinsip bahwa tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi
dan tumor non neoplastik tidak. Tumor non neoplastik biasanya besarnya tidak
melebihi 5 cm. Tidak jarang tumor-tumor tersebut mengalami pengecilan secara
spontan dan menghilang. Tindakan operasi pada tumor ovarium neoplastik yang
tidak ganas adalah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian
ovarium yang mengandung tumor. Tetapi jika tumornya besar atau ada
komplikasi perlu dilakukan pengangkatan ovarium, disertai dengan pengangkatan
tuba.
Seluruh jaringan hasil pembedahan perlu dikirim ke bagian patologi anatomi
untuk diperikasa. Pasien dengan kista ovarium simpleks biasanya tidak
membutuhkan terapi. Penelitian menunjukkan bahwa pada wanita post
menopause, kista yang berukuran kurang dari 5 cm dan kadar CA 125 dalam batas
normal, aman untuk tidak dilakukan terapi, namun harus dimonitor dengan
pemeriksaan USG serial. Sedangkan untuk wanita premenopause, kista berukuran
kurang dari 8 cm dianggap aman untuk tidak dilakukan terapi. Terapi bedah
diperlukan pada kista ovarium simpleks persisten yang lebih besar 10 cm dan
kista ovarium kompleks. Laparoskopi digunakan pada pasien dengan kista
benigna, kista fungsional atau simpleks yang memberikan keluhan. Laparotomi
harus dikerjakan pada pasien dengan resiko keganasan dan pada pasien dengan
kista benigna yang tidak dapat diangkat dengan laparaskopi. Eksisi kista dengan
konservasi ovarium dikerjakan pada pasien yang menginginkan ovarium tidak
diangkat untuk fertilitas di masa mendatang.Pengangkatan ovarium sebelahnya
harus dipertimbangkan pada wanita post menopause, perimenopause, dan wanita
premenopasue yang lebih tua dari 35 tahun yang tidak menginginkan anak lagi
serta yang beresiko menyebabkan karsinoma ovarium.Diperlukan konsultasi
dengan ahli endokrin reproduksi dan infertilitas untuk endometrioma dan sindrom
ovarium polikistik. Konsultasi dengan onkologi ginekologi diperlukan untuk kista
ovarium kompleks dengan serum CA125 lebih dari 35 U/ml dan pada pasien
dengan riwayat karsinoma ovarium pada keluarga.Jika keadaan meragukan, perlu
pada waktu operasi dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan (frozen
section) oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapat kepastian tumor
ganas atau tidak.
Untuk tumor ganas ovarium, pembedahan merupakan pilihan utama.
Prosedurnya adalah total abdominal histerektomi, bilateral salfingo-
ooforektomi,dan appendiktomi (optional). Tindakan hanya mengangkat tumornya
saja (ooforektomi atau ooforokistektomi) masih dapat dibenarkan jika stadiumnya
iamasih muda, belum mempunyai anak, derajat keganasan tumor rendah seperti
pada fow potential malignancy (borderline). Radioterapi hanya efektif untuk jenis
tumor yang peka terhadap radisi, disgerminoma dan tumor sel granulosa.
Kemoterapi menggunakan obat sitostatika seperti agens alkylating
(cyclophosphamide, chlorambucyl) dan antimetabolit (adriamycin). FoIlow up
tumor ganas sampai 1 tahun setelah penanganan setiap 2 bulan, kemudian 4 bulan
selama 3 tahun setiap 6 bulan sampai 5 tahun dan seterusnya setiap tahun sekali.
4.8 Diagnosa Banding
Kehamilan
Mioma uteri
Tumor kolon sigmoid
Ascites

2.9 Komplikasi
Perdarahan ke dalam kista yang terjadi sedikit-sedikit, sehingga berangsur-
angsur menyebabkan pembesaran kista, dan hanya menimbulkan gejala-
gejala klinik yang minimal. Akan tetapi jika perdarahan terjadi dalam
jumlah yang banyak akan terjadi distensi yang cepat dari kista yang
menimbulkan nyeri perut yang mendadak.
Torsio. Putaran tangkai dapat terjadi pada kista yang berukuran diameter 5
cm atau lebih. Putaran tangkai menyebabkan gangguan sirkulasi meskipun
gangguan ini jarang bersifat total.
Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada
perut dan dapat menekan vesica urinaria sehingga terjadi ketidakmampuan
untuk mengosongkan kandung kemih secara sempurna.
Massa kista ovarium berkembang setelah masa menopouse sehingga besar
kemungkinan untuk berubah menjadi kanker (maligna). Faktor inilah yang
menyebabkan pemeriksaan pelvic menjadi penting.

4.10 Prognosis
Prognosis untuk kista jinak baik. Walaupun penanganan dan pengobatan
kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil
pengobatannya sampai sekarang ini belum sangat menggembirakan termasuk
pengobatan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka
kelangsungan hidup 5 tahun (5 Years survival rate) penderita kanker ovarium
stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita 60
70% ditemukan dalam keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga
dengansilentkiller.(Wiknjosastro,2007)
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani WI, Setiowulan W. Tumor Ovarium Neoplastik

Jinak. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I. Jakarta :Media Aesculapius Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia; 2000. p. 388-9.

Moeloek FA, Nuranna L, Wibowo N, Purbadi S. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan

Ginekologi. Jakarta : Perkumpulan Obstetri dan GinekologiIndonesia; 2006. p.130.

Sastrawinata, Sulaiman. dkk. 2004. Ilmu Kesehatan Reproduksi: Obstetri Patologi.Edisi 2.

Jakarta: EGC hal :104.

Wiknjosastro H. Tumor Jinak Pada Alat Genital Dalam Buku Ilmu KandunganEdisi 2., editor:

Saifuddin A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina PustakaSarwono Prawirohardjo.2005: 345-346.

Wiknjosastro, Hanifa. dkk. 2007. Ilmu Kandungan. Edisi 2.Cetakan 5.Jakarta: Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal : 346 362.