Vous êtes sur la page 1sur 8

KIMIA KLINIK I

Asam Urat, Gangguan Metabolisme Asam Urat dan


Pemeriksaan Asam Urat

Disusun oleh:

Kelompok : 12
Tingkat 2A
No. Nama NIM
1. Febia Damayanti P27903115013
2. Lucyana Wahyu W P27903115022
3. Salwa Aulia F P27903115034

D III AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN

TAHUN AKADEMIK 2016/2017

A. Pengertian Asam Urat


Asam urat merupakan produk akhir dari katabolisme adenin dan guanin yang
berasal dari pemecahan nukleotida purin. Asam urat adalah produk akhir metabolisme
purin yang terdiri dari komponen karbon, nitrogen, oksigen, dan hidrogen dengan rumus
molekul C5H4N4O3. Pada pH alkali kuat, asam urat membentuk ion urat dua kali lebih
banyak dibandingkan pada pH asam.
Purin yang berasal dari katabolisme asam nukleat dalam diet diubah menjadi
asam urat secara langsung. Pemecahan nukleotida purin terjadi di semua sel, tetapi asam
urat hanya dihasilkan oleh jaringan yang mengandung xantin oksidase terutama di hepar
dan usus kecil. Rerata sintesis asam urat endogen setiap harinya adalah 300-600 mg per
hari, dari diet 600 mg per hari lalu dieksresikan ke urin rerata 600 mg per hari dan ke
usus sekitar 200 mg per hari.
Dua pertiga total asam urat tubuh berasal dari pemecahan purin endogen, hanya
sepertiga yang berasal dari diet yang mengandung purin. Pada pH netral urat dalam
bentuk ion asam urat (kebanyakan dalam bentuk monosodium urat), banyak terdapat di
dalam darah. Konsentrasi normal kurang dari 420 mol/L (7,0 mg/dL). Kadar asam urat
tergantung jenis kelamin, umur, berat badan, tekanan darah, fungsi ginjal, status peminum
alkohol, dan kebiasaan memakan makanan yang mengandung diet purin yang tinggi.
Kadar asam urat mulai meninggi selama pubertas pada laki-laki tetapi wanita tetap
rendah sampai menopause akibat efek urikosurik estrogen. Dalam tubuh manusia terdapat
enzim asam urat oksidase atau urikase yang akan mengoksidasi asam urat menjadi
alantoin. Defisiensi urikase pada manusia akan mengakibatkan tingginya kadar asam urat
dalam serum. Asam urat dikeluarkan di ginjal (70%) dan traktus gastrointestinal (30%).
Kadar asam urat di darah tergantung pada keseimbangan produksi dan ekskresinya.
Sintesis asam urat dimulai dari terbentuknya basa purin dari gugus ribosa, yaitu 5-
phosphoribosyl-1-pirophosphat (PRPP) yang didapat dari ribose 5 fosfat yang disintesis
dengan Adenosine triphosphate (ATP) dan merupakan sumber gugus ribosa. Reaksi
pertama, PRPP bereaksi dengan glutamin membentuk fosforibosilamin yang mempunyai
sembilan cincin purin. Reaksi ini dikatalisis oleh PRPP glutamil amidotranferase, suatu
enzim yang dihambat oleh produk nucleotide inosine monophosphate (IMP), adenosine
monophosphat (AMP) dan guanine monophosphate (GMP). Ketiga nukleotida ini juga
menghambat sintesis PRPP sehingga memperlambat produksi nukleotida purin dengan
menurunkan kadar substrat PRP.
Inosine monophosphat (IMP) merupakan nukleotida purin pertama yang dibentuk
dari gugus glisin dan mengandung basa hipoxanthine. IMP berfungsi sebagai titik cabang
dari nukleotida adenin dan guanin. AMP berasal dari IMP melalui penambahan sebuah
gugus amino aspartat ke karbon enam cincin purin dalam reaksi yang memerlukan
Guanosine triphosphate (GTP).
Guanosine monophosphat (GMP) berasal dari IMP melalui pemindahan satu gugus
amino dari amino glutamin ke karbon dua cincin purin, reaksi ini membutuhkan ATP.

Fungsi pemeriksaan asam urat :


1. Membantu mengukur dan memantau kadar asam urat darah

2. Membantu mendiagnosa gout

B. Metabolisme Asam Urat

Pembentukan purin berasal dari makanan yang mengandung purin dan RNA sel.
Lalu purin diubah menjadi hipoxanti. Lalu hipoxanti dimetabolisme menjadi xantin oleh
enzim xantin oksidase. Kemudian enzim xantin oksidase mengubah xantin menjadi asam
urat.
Enzim xantin oksidase berfungsi membuang kelebihan purin dalam bentuk asam
urat. Sekitar 2/3 asam urat yang sudah terbentuk di dalam tubuh secara alami akan
dikeluarkan bersama urin melalui ginjal.
Asam urat yang berlebih akan menyebabkan kristalisasi yang kemudian kristal
tersebut di fagositosis oleh leukosit. Sehingga proses tersebut menyebabkan peradangan
dan kerusakan jaringan.
C. Gangguan Metabolisme Asam Urat

a) Kadar asam urat meningkat dijumpai pada :

Rematik asam urat atau gout

Kanker metastasik

Alkoholisme

Diabetes mellitus (berat)

Gagal ginjal

Gagal jantung kongestif

Latihan fisik berlebihan

Diet penurunan berat badan-tinggi protein

Obat-obatan seperti diuretik (tiazid, furosemid, asetazolamid), levodopa,


metildopa, asam askorbat

b) Penurunan kadar asam urat dapat dijumpai pada :

Penyakit Wilson

Asidosis tubulus ginjal proksimal

Anemia defisiensi asam folat

Luka bakar

Kehamilan

Pengaruh obat : alopurinol, azatioprin, koumadin, probenesid,


sulfinpirazon

D. Penyebab Asam Urat


Penyebab terjadinya asam urat diantaranya :
1. Terlalu banyak mengkonsumsi zat purin dalam tubuh
2. Faktor jenis kelamin
Pebedaan jenis kelamin juga mempengaruhi seseorang menderita asam
urat disebabkan karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut
membantu pembuangan asam urat lewat urin, sementara pada pria, asam uratnya
cendrung lebih tinggi dari pada perempuan karena tidak memiliki hormon etrogen
tersebut.

3. Faktor obesitas (kegemukan)


Orang yang mengalami obesitas pada umumnya banyak mengonsumsi
protein yang berlebih, didalam protein tersebut umumnya mengandung purin yang
banyak sehingga menyebabkan kadar asam urat meninggi.
4. Faktor usia
Faktor usia juga mempengaruhi, hal ini disebabkan makanan yang kita
makan tiap hari tanpa disadari banyak mengandung purin, sehingga semakin tua
seseorang purin didalam tubuh semakin bertumpuk dan menyebabkan menderita
asam urat.
5. Faktor genetik (keturunan)
6. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
Alkohol membuat asam urat tidak terbuang sepenuhnya melalui urine
akibatnya, asam urat terbawa oleh darah dan mengendap di daerah persendian.
7. Terganggunya Fungsi Ginjal
Ginjal menyaring elemen-elemen termasuk zat purin yang masuk dalam
tubuh dan membuangnya melalui sistem eksresi. Jika asupan zat purin berlebihan,
kerja ginjal menjadi lebih berat. Dan pada akhirnya, zat purin yang seharusnya
dibuang tersebut mengendap di dalam tubuh, terbawa oleh darah dan mengendap
di persendian. Inilah yang menjadi penyebab asam urat.

E. Gejala Asam Urat


Beberapa gejala penyakit asam urat antara lain :
1) Merasakan nyeri sendi yang berulang-ulang
2) Badan terasa pegal-pegal dan mudah merasakan kecapean
3) Merasakan kesemutan dan linu yang sangat parah
4) Penyakit asam urat yang telah memasuki tahap kronis, penderita akan mengalami
sakit saat bergerak
5) Penyakit asam urat yang telah menyerang ginjal, maka akan memicu timbulnya
kencing batu

F. Pemeriksaan Asam Urat


Metode : Enzimatik uricase

PRA ANALITIK
Persiapan pasien
1. Mengindari makanan yang tinggi purin (misalnya : ikan, ragi, kacang-
kacangan) minimal 24 jam sebelum uji dilakukan
2. Hindari konsumsi obat-obatan (seperti diuretik, levodopa, metildopa). Jika
terpaksa harus minum obat maka catat jenis obat yang dikonsumsi
3. Menghindari aktivitas fisik berlebih

Persiapan alat
- Tabung reaksi pendek
- Mikopipet 1000 L
- Mikropipet 25 L
- Yellow tip
- Blue tip
- Fotometer
- Centifuge

Persiapan bahan
- Reagen urid acid
- Standar urid acid
- Serum/ Plasma heparin

Penampung bahan
- Tabung Merah ( Tanpa antikoagulan)
- Tabung Hijau ( Antikoagulan heparin)

Stabilitas Suhu
- 7 hari pada 2 8 C (suhu kulkas)
- 48 jam pada 18 30 C (suhu kamar)

ANALITIK

Prinsip : Dengan bantuan enzim uricase, asam urat akan diubah menjadi allantoin,
CO2 dan H2O2. H2O2 yang terbentuk dengan bantuan enzim peroksidase
bereaksi dengan kromogen amino-antipirin dan diklorohidarioksibenzen-
sulfonat membentuk kompleks warna pink. Intensitas warna yang
terbentuk sebanding dengan konsentrasi asam urat dalam sampel dan
dibaca pada panjang gelombang 546 nm.

Cara Kerja :

Blanko Standar CS Sampel


Standar - 25L - -
CS - - 25L -
Serum - - - 25L
Reagen kerja 1000L 1000L 1000L 1000L
Campur sampai homogen. Inkubasi selama 5 menit pada suhu 370C . Baca absorban
standar dan sampel terhadap blanko pada panjang gelombang 546 nm. Warna stabil
sampai 30 menit.

PASCA ANALITIK

Interpretasi hasil
Nilai normal : Perempuan = 2,4 5,7 mg/dL

Laki-laki = 3,4 7 mg/dL

Pelaporan hasil
Komunikasikan hasil bila terdapat masalah

G. Pencegahan Asam Urat


Untuk mencegah penyakit asam urat dilakukan beberapa hal seperti berikut :
1. Banyak mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk,
strawberry, dan pepaya
2. Buah dan sayur yang bisa juga mengobati asam urat seperti buah naga, sawi putih,
belimbing sayur, sawi hijau, tomat, dan jahe
3. Konsumsi makanan yang kaya potasium seperti pisang, yoghurt, dan kentang
4. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks melimpah seperti
roti, ubi, singkong, dan nasi
5. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat
badan
6. Menghindari atau mengurangi makanan dengan kadar purin tinggi
7. Lakukan pola hidup yang baik dengan menyeimbangkan masa aktif dan istirahat
8. Olahraga rutin minimal 3 kali dalam seminggu
9. Minum air putih minimal 8 gelas sehari atau 2L air mineral
DAFTAR PUSTAKA

http://googleweblight.com/?lite_url=http://labkesehatan.blogspot.com/2010/03/asam-urat-
serum.html?m

http://noberanagbio.blogspot.com/2012/12/identifikasi-asam-urat-dan-diabetes.html

Kurniati, Nining, dkk. 2017. Buku Penuntun Praktikum Kimia Klinik I. Tangerang : Poltekkes
Kemenkes Banten.

Rochani, Henny. 2015. My Last Journey. Bandung : Analis Kesehatan Poltekkes Bandung