Vous êtes sur la page 1sur 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu proses kehamilan terjadi harus ada beberapa faktor, yaitu ovum,
spermatozoa, konsepsi, nidasi dan plasentasi (jannah, 2012).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) di
hitung dari hari pertama haid terakhir.
Setiap wanita hamil memiliki beberapa periode masa kehamilan.
1. Trimester pertama terjadi mulai dari konsepsi sampai usia kehamilan
belum 14 minggu.
2. Trimester kedua terjadi pada usia kehamilan 14 minggu sambai kurang
dari 29 minggu.
3. Trimester ketiga terjadi dari bulan ketujuh sampai nulan kesepuluh (29-40
minggu). (Hutahaean,2013).

Ikatan antara orang tua dan janin berkembang pada trimester ketiga ini.
Perhatian ibu hamil biasanya mulai mengarah pada keselamatan dirinya juga
bayinya. Pada periode ini kemungkinan ibu mengalami rasa takut dan tidak
mampu mengendalikan diri selama proses persalinan. Selain itu ibu hamil juga
akan merasakan ketidaknyamanan fisik dan gerakan janin yang sering,
sehingga mengganggu istirahat ibu hamil pada trimester ketiga ini.
Selanjutnya peningkatan ukuran abdomen mempengaruhi kemampuan
melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga posisi yang nyaman akan sulit
didapatkan oleh ibu. Memasuki periode ini keluarga akan memiliki banyak
kebutuhan menjelang kelahiran bayi. Perawat berada pada posisi sentral dalam

1
membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan selama trimester ketiga
(Indriyani, 2013).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian kehamilan pada Trimester ketiga?
2. Bagaimana perubahan anatomi dan fisiologi pada kehamilan Trimester
ketiga?
3. Apa tanda subjektif dan objektif kehamilan pada trimester ketiga?
4. Bagaimana adaptasi pada kehamilan trimester ke tiga?
5. Bagaimana perubahan psikologis ibu dan ayah pada kehamilan trimester
ketiga?
6. Bagaimana reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester
ketiga?
7. Bagaimana pathway dan masalah keperawatan pada kehamilan trimester
ketiga ?
8. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester ketiga?
9. Apa keluhan-keluahan ibu trimester ketiga?
10. Apa saja komplikasi kehamilan trimester ketiga?
11. Bagaimana asuhan keperawatan pada kehamilan trimester ketiga?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Menjelaskan tentang kehamilan trimester ketiga serta bagaimana asuhan
keperawatannya.
1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan Khusus penulisan makalah ini adalah :


1. Untuk mengetahui pengertian kehamilan pada Trimester ketiga
2. Untuk mengetahui perubahan anatomi dan fisiologi pada kehamilan
Trimester ketiga
3. Untuk mengetahui tanda subjektif dan objektif kehamilan pada trimester
ketiga
4. Untuk mengetahui adaptasi pada kehamilan trimester ke tiga
5. Untuk mengetahui perubahan psikologis ibu dan ayah pada kehamilan
trimester ketiga
6. Untuk mengetahui reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan
trimester ketiga
2
7. Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester
ketiga
8. Untuk mengetahui pathway dan masalah keperawatan
9. Untuk mengetahui keluhan-keluahan ibu trimester ketiga
10. Untuk mengetahui saja komplikasi kehamilan trimester ketiga
11. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada kehamilan trimester ketiga

1.3.3 Manfaat Penulisan


1. Bagi Individu
Agar lebih memahami tinjauan pustaka dan konsep asuhan keperawatan
pada klien dengan kehamilan trimester ketiga
2. Bagi Masyarakat Umum
Agar masyarakat awam mengetahui bagaimana tinjauan pustaka dan
konsep asuhan keperawatan pada klien dengan kehamilan trimester ketiga
3. Bagi Dunia Pendidikan
Sebagai referensi bahan ajar dan dapat menambah ilmu pengetahuan
mengenai tinjauan pustaka dan konsep asuhan keperawatan pada klien
dengan kehamilan trimester ketiga.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

3
2. 1. DEFINISI
Trimester III adalah periode kehamilan tiga bulan terakhir atau
pada sepertiga masa kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan
periodr kehamilan dari bulan ketujuh sampai sepuluh bulan (29-40
minggu) (Hutahaean, 2013).
Trimester III disebut periode menunggu dan waspada sebab ibu
merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. ibu khawatir bayinya
akan lahir sewaktu waktu. Ini menyebabkan ibu mneingkatnkan
kewaspadaan akan timbulnya tanda dan gejala perslinan serta ketidak
normalan bayinya. rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali,
merasa dirinya aneh dan jelek, serta gangguan body image. Perubahan
body image dapat berdampak besar pada wanita dan pasangannya saat
kehamilan (Jannah, 2012).

2. 2. PERUBAHAN ANATOMIS DAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL


TRIMESTER III
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita,
khusunya pada alat genetalia eksterna dan interna serta pada payudara.
Dalam hal ini hormon somatomammotropin, estrogen, dan progesteron
mempunyai peranan penting. Perubahan yang terdapat pada ibu hamil
antara lain terdapat pada uterus, serviks uteri, vagina, dan vulva,
ovarium, payudara, serta semua sistem tubuh (Hutahacan, 2013).
1. Uterus
Pada usia gestasi 30 minggu, fundus uteri dapat di palpasi di bagian
tengah antara umbilikus dan sternum. Pada usia kehamilan 38 minggu,
uterus sejajar dengan sternum. Tuba uterian tampak agak terdorong ke
dalam di atas bagian tengah uterus. Frekuensi dan kekuatan kontraksi otot
segmen atas rahim semakin meningkat. Oleh karena itu, segmen bawah
uterus berkembang lebih cepat dan merengang secara radial, yang jika
terjadi bersamaan dengan pembukaan serviks dan pelunakan jaringan
dasar pelvis, akan menyebabkan presentasi j\anin memulai penurunannya
ke dalam pelvis bagian atas. Hal ini mengakibatkan berkurangnya tinggi
fundus yang disebut dengan lightening, yang mengurangi tekanan pada
4
bagian atas abdomen. Peningkatan berat uterus 1.000 gram dan
peningkatan ukuran uterus 30x22,5x20 cm.
2. Serviks Uteri
Serviks akan mengalami perlunakan atau pematangan secara bertahap
akibat bertambahnya aktivitas uterus selama kehamilan, dan akan
mengalami dilatasi sampai pada kehamilan trimester ketiga. Sebagian
dilatasi ostium eksterna dapat dideteksi secara klinis dari usia 24 minggu,
dan pada sepertiga primigravida, ostium internal akan terbuka pada
minggu ke-32. Enzim kolagenase dan prostaglandin berperan dalam
pematangan serviks.
3. Vagina dan Vulva
Pada kehamilan trimester tiga kadang terjadi peningkatan rabas vagina.
Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan
biasanya jernih. Pada awal kehamilan, cairan ini biasanya agak kental,
sedangkan pada saat mendekati persalinan cairan tersebut akan lebih cair.
4. Mammae
Pada ibu hamil trimester tiga, terkadang keluar rembesan cairan berwarna
kekuningan dari payudara ibu yang disebut dengan kolostrum. Hal ini
tidak berbahaya dan merupakan pertanda bahwa payudara sedang
menyiapkan ASI untuk menyusui bayi nantinya. Progesteron
menyebabkan puting menjadi lebih menonjol dan dapat digerakkan.
5. Kulit
Perubahan warna kulit menjadi gelap terjadi pada 90% ibu hamil.
Sebelumnya, terdapat anggapan bahwa hal ini terjadi karena peningkatan
hormon penstimulasi melanosit (melanosit stimulating hormone-MSH).
Namun demikian, estrogen dan progesteron juga dilaporkan memiliki
efek penstimulasi melanosit dan sekarang menjadi penyebab pigmentasi
kulit. Hiperpigmentasi terlihat lebih nyata pada wanita berkulit gelap dan
terlihat di area seperti areola, perineum, dan umbilikus juga di area yang
cenderung mengalami gesekan seperti aksila dan paha bagian dalam.
Linea alba berpigmen, yang sekarang disebut linea nigra terletak dari
os.pubis sampai ke atas umbilikus. Garis ini berada di atas garis tengah
otot rektus, tempat terkadang terjadi diastasis rekti abdominis.

5
Pigmentasi wajah yang dialami oleh sedikitnya setengah dari semua ibu
hamil, disebut kloasma atau melasma atau topeng kehamilan. Melasma
disebabkan oleh deposisi melanin pada makrofag epidermal atau dermal.
Melanosis epidermal biasanya menghilang pada masa nifas, tetapi
melanosis dermal menetap hingga 10 tahun pada sepertiga ibu.
Oleh karena peningkatan ukuran maternal, peregangan terjadi pada
lapisan kolagen kulit, terutama payudara, abdomen, dan paha. Pada
beberapa wanita, area yang mengalami peregangan maksimum menjadi
lebih tipis dan tanpa ada tanda-tanda peregangan tersebut. Striae
gravidarum, terlihat sebagai garis merah yang berubah menjadi garis
putih yang berkilau keperakan sekitar 6 bulan setelah melahirkan.
6. Sistem kardiovaskuler
Kondisi tubuh dapat memiliki dampak besar pada tekanan darah. posisi
telentang dapat menurunkan curah jantung hingga 25%. Kompresi vena
cava inferior oleh uterus yang membesar selama trimester ketiag
mengakibatkan menurunnya aliran balik vena. Sirkulasi uteroplasenta
menerima proporsi curah jantung yang terbesar, dengan aliran darah
meningkat dari 1-2% pada trimester pertama hingga 17% pada kehamilan
cukup bulan. Hal ini diwujudkan dalam peningkatan aliran darah maternal
ke dasar plasenta kira-kira 500 ml/menit pada kehamilan cukup bulan.
Aliran darah ke dalam kapiler membran mukosa dan kulit juga mengalami
peningkatan, terutama pada tangan dan kaki. Hal ini membantu
menghilangkan kelebihan panas akibat peningkatan metabolisme dan
kerja kardiorespiratorius selama kehamilan. Vasodilatasi perifer yang
terkait merupakan penyebab mengapa ibu hamil merasa kepanasan dan
berekringat setiap saat. Volume plasma, yang berkaitan dengan
peningkatan volume darah, meingkat hingga 50% selama kehamilan .
peningkatan volume darah dan aliran darah selma kehamilan akan
menekan daerah panggul dan vena di kaki, yang mengakibatkan vena
menonjol yang disebut varises. Pada akhir kehamilan, kepala bayi juga

6
akan menekan vena daerah panggul yang akan memperburuk varises.
Munculnya varises pada saat hamil dipengaruhi adanya faktor keturunan.
7. Sistem Respirasi
Perubahan hormonal pada trimester tiga yang mempengaruhi aliran darah
ke paru-paru mengakibatkan banyak ibu hamil akan merasa susah
bernafas. Ini juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar
yang dapat menekan diafragma. Akibat pembesaran uterus, diafragma
terdorong ke atas sebanyak 4 cm, dan tulang iga juga bergeser ke atas.
Bentuk dada berubah karena tiap-tiap diameter anteroposterior dan
transversal bertambah sekitar 2 cm, mengakibatkan ekspansi lingkar dada
hingga 5-7 cm, iga bagian bawah melebar. Akibat terdorong diafragma ke
atas, kapasitas paru total menurun 5%, sehingga ibu hamil merasa susah
bernapas. Ekspansi rongga iga menyebabkan volume tidal meningkat 30-
40%. Peningkatan ini terjadi di awal kehamilan dan terus meningkat
hingga cukup bulan. Biasanya pada 2-3 minggu sebelum persalinan pada
ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega dan bernapas lebih
mudah, karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi di bawah
diafragma/tulang iga ibu setelah kepala bayi turun ke rongga panggul.

8. Sistem pencernaan
Pada kehamilan trimester tiga, lambung berada pada posisi vertikal dan
bukan pada posisi normalnya, yaitu horizontal. Kekuatan mekanisi ini
menyebabkan peningkatan tekanan intragastrik dan perubahan sudut
persambungan gastro-esofageal yang mengakibatkan terjadinay refluks
esofageal yang lebih besar. Penurunan drastis tonus dan motilitas lambung
dan usu ditambah relaksasi sfingter bawah esofagus merupakan
prediposisi terjadinya nyeri ulu hati, konstipasi, dan hemoroid. Hemoroid
cukup sering terjadi pada kehamilan. Sebagian besar hal ini terjadi akibat
konstipasi dan naiknya tekanan vena-vena dibawah uterus termasuk vena
hemoroidal. Hormon progesteron menimbulkan gerakan usus makin
berkurang (relaksasi otot-otot polos) sehingga makanan lebih lama di

7
dalam usus. Hal ini dapat menimbulkan konstipasi di mana hal ini
merupakan salah satu keluhan dari ibu hamil. Konstipasi juga dapat
terjadi karena kurangnya aktivitas/senam dan penurunan asupan cairan.
Selain itu, perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang
membesar dalam rongga perut yang mendesak organ-organ dalam perut
khususnya saluran pencernaan, usus besar, ke arah atas dan lateral.
Panasnya perut terjadi karena terjadinya aliran balik asam gastrik ke
dalam esofagus bagian bawah. Sekitar 80% ibu hamil mengalami nyeri
ulu hati selama kehamilan, biasanya pada trimester ketiga. Hal ini
dianggap sebagai akibat adanya sedikit peningkatan tekanan intragastrik
yang dikombinasikan dengan penurunan tonus sfingter bawah esofagus
sehingga asam lambung refluks ke dalam esofagus bagian bawah.
9. Sistem Perkemihan
Perubahan anatomis yang sangat besar terjaid pada sistem perkemihan
saat hamil yaitu pada ginjal dan ureter. Ginjal mengalami penambahan
berat dan panjang sebesar 1 cm, ureter juga mengalami dilatasi dan
memannjang. Pada akhir kehamilan, terjadi peningkatan frekuensi BAK
karena kepala janin mulai turun sehingga kandung kemih tertekan.
Perubahan struktur ginjal ini juga merupakan aktivitas hormonal (estrogen
dan progesteron), tekanan yang timbul akibat pembesaran uterus,
peningakatan volume darah. Refluks vesikoureterik (vesicoureteric reflux-
VUR) terjadi pada sedikitnya 3% ibu hamil saat atau mendekati cukup
bulan. Banyak faktor yang mempengaruhi fungsi ginjal pada kehamilan,
antara lain peningkatan volume plasma, peningkatan laju filtrasi
glomerulus (glomerular filtration rate _GFR) , peningkatan aliran plasma
ginjal, dan perubahan hormon, seperti hormon adrenokortikotropik
(adrenocorticotropic hormone _ACTH), ADH, aldosteron, kortisol,
hormon tiroid, dan HCG. Peningkatan aliran darah menyebabkan
peningakatn GFR sebanyak 50%, GFR akan kembali ke keadaan tidak
hamil saat kehamilan mendekati cukup bulan. Ketika memasuki trimester

8
ketiga, urea serum menurun dari kadar tidak hamil, yaitu 4,3 mmol/L,
menjadi 3,5; 3,3; dan 3,1 mmol/L secara berturut-turut.

2.3 TANDA SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF KEHAMILAN TRIMESTER III

Menurut (Hutahaean, 2013) pada kehamilan trimester III terdapat tanda


subjektif dan objektif yaitu :

A. Tanda Subjektif
1. 29-33 minggu
a. Fatigue
b. Ansietas tentang masa depan
c. Mimpi buruk
d. Penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik
2. 34-38 minggu
a. Sakit punggung, perubahan gaya berjalan
b. Ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan
c. Perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen
3. Sebelum kelahiran
a. Lightening atau tanda dini dimulainya persalinan
b. Sakit perut bagian bawah
B. Tanda Objektif
1. 29-33 minggu
a. Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus
hernia (hernia bagian atas lambung dengan gejala ringan), dan
muntahan asam perut ke dalam esofagus
b. Kontraksi braxton-hicks (kontraksi tidka teratur rahim dna tanpa
nyeri sepanjang kehamilan sehingga dapat membantu sirkulasi
darah dalam plasenta) mungkin terjadi.
c. Fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid.
2. 34-38 minggu
Menurut Dickason (1997) pada minggu-minggu ini terjadi perubahan
seperti peningkatan sesak napas dan tanda tekanan lain (heartburn,
merasa penuh setelah makan, konstipasi, vena varikos, edema, dan
hemoroid)
a. Hearthburn (pirosis, nyeri dada)
Pirosis merupakan perasaan nyeri di dada , karena masuknya isi
lambung ke dalam esofagus bagian bawah. Keluhan sering

9
ditemukan dalam kehamilan, terutama dalam posisi tengkurap atau
menelan suatu makanan tertentu atau obat.
b. Konstipasi
Konstipasi sering terjadi dan disebabkan oleh penurunan motilitas
usus sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap
cairan. Demikian pula usus dapat saling berdesakan akibat tekanan
dari uterus yang membesar
c. Vena varikosa (varicose veins)
Vena varikosa (varicose veins) mengakibatkan lemahnay dinding
vena atau cacatnya fungsi katup. Sirkulasi yang buruk di
ekstremitas bawah merupakan prediposisi wanita terkena vena
varikosa di kaki dan paha juga lamanya berdiri atau duduk.
Penatalaksanaan dengan metode pembedahan dan injeksi tidak
dianjurkan selama kehamilan
d. Edema kaki
Sebagian besar wanita menunjukkan edema pada kaki di akhir
kehamilan, karena peningkatan kesulitan pengembalian darah vena
dari ekstremitas bawah. Lamanya duduk dan udara yang panas
meningkatkan terjadinya edema. Edema kaki menjadi perhatian
ketika disertai hipertensi atau proteinuria.
e. Hemoroid (wasir)
f. Hemoroid dapat menonjol keluar anus. Hemoroid yang kecil
kadang tidak menimbulkan keluhan, sednag yang besar sering
menimbulkan keluhan bahkan dapat menimbulkan komplikasi
hebat, yaitu rasa nyeri , serta perdarahan pada saat buang air, serta
ada sesuatu yang keluar dari anus. Sebelum kelahiran fundus ada di
bawah diafragma sampai kepala janin masuk ke dalam rongga
panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan.

2.4 ADAPTASI KEHAMILAN TRIMESTER III


Tugas terakhir di minggu terakhir kehamilan adalah pengakhiran
kehamilan dan untuk malahirkan janinnya. Ibu dan ayah harus
mempersiapkan fase letting go dari kehamilan dan semua penyatuan
perasaan kreatifitas serta proses perpisahan dengan janin.
10
Seorang ibu yag sedang hamil harus memelihara dirinya sendiri
sehingga dia dapat merawat janinnya. Seorang ayah juga merasa
kebutuhannya meningkat terutama kebutuhan akan seseorang yang dapat
dipercaya untuk merawat bayinya kelak, karena ibu yang sedang
mengandung lebih abnyak introspektif denagn kemajuan kehamilannya.
Ekspresi yangbisa ditunjukan pasa trimester ke tiga antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Kesehatan janin ( pertanyaan tentang kecacatan janin, tanda kesehatan
janin, bagaimana pengaruh kelahiran pada janin, serta efek obat dan
anastesi.
2. Biaya kelahiran janin ( rumah sakit dan pengeluaran alat )
3. Proses persalinan dan kelahiran ( nyeri, ketakutan, dan salah paham)
4. Keluarga ( bagaimana penerimaan anak yang lain dengan kehadiran
janin ) (Hutahaean, 2013).
2.5 PERUBAHAN PSIKOLOGIS IBU DAN AYAH PADA TRIMESTER
KETIGA
A. Perubahan Psikologis pada ibu
Kehamilan merupakan suatu kondisi perubahan citra tubuh dan peran
dalam anggota keluarga. Ibu hamil biasanya menunjukkan respon psikologis
dan emosional yang sama selama kehamilan(Hutahacan, 2013).
1. Ambivalen
Pada awalnya, ada rencana kehamilan, kemudian terjadi hal yang
mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalen ini berhubunagn
dengan pemilihan waktu yang salah, kekhawatiran tentang modifikasi
kebutuhan hubungan yang ada atau rencana karier; ketakutan tentang
peran baru; dan ketakutan tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran.
2. Penerimaan (acceptance)
Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Rendahnya
penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakannya
kehamilan dan bukti ketakutan serta konflik. Pada trimester ketiga
menggabungkan perasaan bangga dengan takut mengenai kelahiran
anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih
berarti.
Selama trimester akhir, ketidak nyamanan fisik kembali meingkat dan
istirahat yang adekuat menjadi keharusan. Wanita membuat persiapan
11
akhir untuk janin dan mungkin menggunakan waktu yang lama untuk
mempertimbangkan nama anaknya.
3. Introversion
Intovet atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain merupakan
peristiwa yang biasa dalam kehamilan. Ibu mungkin menjadi kurang
tertarik dengan aktivitas terdahulunya dan lebih berkonsentrasi dengan
kebutuha untuk istirahat dan waktu untuk sendiri.
4. Perasaan buaian (mood swing)
Selama kehamilan, ibu memiliki karakteristik ingin dimanja dengan
suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan
karakteristik perilaku kehamilan. Dengan mengetahui hal itu, tentunya
menjadi mudah baginya untuk bersikap lebih efektif, di samping itu
akan menjadi sumber stress selama kehamilan.
5. Perubahan gambaran tubuh (change in body image)
Kehamilan menimbulkan perubahan bentuk ibu dalam waktu yang
singkat, ibu menyadari bahwa mereka memerlukan lebih banyak ruang
sebagai kemajuan kehamilan.
B. Perubahan psikologis pada ayah
Harapan ayah menunjukan persamaan perasaan dan konflik dengan
ibu yang mengandung kehamilan akan ditegaskan. Pada trimester ke
tiga, perhatian dan ketakutan semakin berulang. Biasanya para suami
merasa takut melukai janin saat melakukan hubungan seksual. Suami
juga mulai takut dan membayangkan tentang apa yang terjadi dengan
psangannya dan janinnya yang belum lahir selama persalinan dan
kelahirannya.

2.6 REAKSI KOGNITIF DAN EMOSIONAL IBU PADA KEHAMILAN


TRIMESTER KETIGA
Adapun reaksi kognitif dan emosional ibu pada kehamilan trimester
ketiga adalah sebagai berikut (Hutahacan, 2013) :
1. Pemulihan ketidaknyamanan fisik
Perasaan fatigue, beban yang berat, sleepness, serta perasaan kekakuan
pada tubuhnya.
2. Pengembangan ukuran psychosocial

12
Kebanyakan perubahan gambaran diri terjaid pada trimester tiga,
perasaan kejanggalan, dan kekakuan dengan perubahan fisiknya.
3. Peningkatan perhatian pada dirinya sendiri
4. Peningkatan perhatian
a. Ketakutan pada diri untuk mendapatkan kesehatan dan
performance selama persalinan
b. Ketakutan pada kesehatan janin
c. Pemikiran penerimaan peran sebagai seorang ibu
d. Membayangkan situasi sebagai orang tua
e. Obsesi persalinan dan kelahiran, keinginan kehamilan yang
berlebihan
f. Peningkatan nesting behavior

2.7 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN PADA


TRIMESTER KETIGA
1. Minggu ke-29
Kelenjar adrenalin janin mulai menghasilkan hormon seperti androgen
dan estrogen. Hormon ini akan menstimulasi hormon prolaktin di
dalam tubuh ibu untuk menghasilkan kolostrum (air susu yang
pertama kali keluar saat menyusui). Postur janin sebagai seorang
manusia sudah semakin sempurna, berat badannya 1.100-1.200 gram
dengan panjang 37-39 cm. Sensitivitas dari janin semakin jelas, janin
sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau.
Selain itu, otak janin sudah bisa mengendalikan napas dan mengatur
suhu badan dari janin. Kelahiran prematur harus diwaspadai karena
pada umumnya di minggu ini semakin berkurang perkembangan fisik
maupun mental janin. Bila dilahirkan, ia mampu bernapas walaupun
dengan susah payah. Bayipun tetap bisa menangis, kemampuan janin
bertahan untuk hidup masih tipis karena perkembangan paru-parunya
belum sempurna. Namun dengan perawatan yang baik dna
terkoordinasi dnegan ahli yang terkait, kemungkinan hidup bayi
prematurpun sudah cukup besar.

2. Minggu ke-30

13
Lemak dan berat badan janin terus bertambah sehingga bobot janin
sekarang sekitar 1,500 gram dan panjangnya 39 cm. Puncak uterus
(fundus uteri) berada sekitar 10 cm diatas umbilikus, membesarnya
uterus membuat ibu semakin merasa tidak nyaman, terutama pada
panggul dan perut. Oleh karena ia semakin besar, gerakannya semakin
terasa. Bila perut ibu di raba, gerakan tersebut sudah mulai terasa.
Mulai denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-
liuk yang meninmbulkan nyeri. Aktifnya gerakan ini tidak mustahil
akan membentuk simpul-simpul pada tali pusat. Bila sampai
membentuk simpul mati tentu sangan membahayakan karena suplai
gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat.
Selain gerakan yang mulai terasa, amat indah janin juga sudah mulai
bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain. Janin sudah mulai belajar
untuk membuka dan menutup matanya. Jika ibu menyorotkan senter
ke perut dan menggerak-gerakannya, maka mata janin sudah bisa
mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar. Kini si kecilpun
sudah mulai memproduksi air mata. Pada minggu ini cairan ketuban
(amniotic fluid) mengalami pengurangan.

3. Minggu ke-31
Pada minggu ini panjang janin sekitar 41-43 cm dnegan berat sekitar
1.550-1.560 gram. Plasenta masih memberikan nutrisi yang
dibutuhkan janin. Aliran darah di plasentamemungkinkan janin
menghasilkan urine. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di
dalam air ketuban. Perkembanagn fisik janin sudah mulai melambat
pada fase ini, hanya berat badan janinlah yang akan bertambah. Selain
itu lapisan lemak akan semakin bertambah di bawah jaringan kulitnya.
Tulang pada tubuh janin sudah mulai mengeras, berkembang, dan
mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, serta
fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini
perkembangan otaknyalah yang berkembang sangat pesat dengan

14
menghasilkan bermiliar sel. Apabila diperdengarkan musik, janin akan
bergerak.
Pada minggu ini ibu perlu mewaspadai munculnya gejala nyeri
dibawah tulang iga sebelah kanan,sakit kepala maupun penglihatan
yang berkunang-kunang. Terutama bila disertai peningkatan tekanan
darah yang mencapai lebih dari 130mmHg. Gangguan aliran darah ke
tungkai bawah yang membuat kaki menjadi bengkak bisa menjadi
pertanda terjadinya pre-eklamsia gravidarum. Itulah sebabnya
pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada setiap kunjungan ke
bidan/dokter.

4. Minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan
bulu mata, alis, dan rambut di kepala janin yang semakin jelas.
Lanugo yang menutupi tubuh janin mulai rontok tetapi sebagian masih
ada di bahu dna punggung saat di lahirkan, kulit janin semakin merah,
kelopak matanya juga telah terbuka dan sistem pendengaran telah
terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si
kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak
dan panjang. Janin sudah mulai bermimpi. Dengan berat 1.800 gram
dan panjang 43 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim
sudah lebih baik apabila janin di lahirkan pada minggu ini.
Bagi ibu mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin
diperketat/lebih intensif dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali.
Umumnya hemodilusi atau pengenceran darah mengalami puncaknya
pada minggu ini. Ibu hamil dengan kelainan jantung, hipertensi, dan
preeklamsia, harus lebih berhati-hati. Hal tersebut dikarenakan dengan
jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantungpun meningkat.
Pada ibu hamil yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah,
memungkinkan semakin besar pula peluang terjadi penyempitan
pembuluh darah. Gangguan seperti di atas tidak hanya berbahay pada
ibu, tetapi juga si bayi, hingga biasanya di pertimbangkan untuk
15
dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, misalnya tekanan
darah yang terus meningkat.

5. Minggu ke-33
Janin telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya.
Otak janin semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak janin
sudah mulai bisa berkoordinasi, antara lain janin sudah bisa mengisap
jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang janin
sudah semakin mengeras tetapi otot-otot janin belum benar-benar
bersatu. Janin sudah bisa mengambil napas dalam-dalam walaupun
napasnya masih didalam air. Apabila janinnya laki-laki maka testis
sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan janin
1.800-1.900 gram, dengan panjang badan sekitar 43-45 cm.
Pada minggu ini ibu harus mewaspadai terjadinya solusio plasenta
atau plasenta lepas dari dinding uterus. Plasenta yang terlepas ini bisa
sebagian atau seluruhnya. Hal tersbeut dapat berujung dengan
kematian baik ibu maupun janin. (terjadi syok hipovolemik akibat
kehilangan darah dalam jumlah besar). Sampai saat ini penyebab
pastinya belum diketahui, namun diduga akibat trauma misalnya
kecelakaan/benturan yang sangat keras, tali pusat yang pendek,
hipertensi, keabnormalan uterus, maupun kekurangan asam folat. Ibu
perokok dan peminum alkohol diprediksi lebih berpeluang mengalami
masalh ini. Perlu mewaspadai juga apakah kandungan air ketuban
pecah/bocor.
6. Minggu ke-34
Janin berada di pintu rahim. Janin sudah dapat membuka dan menutup
mata apabila mengantuk dan tidur, janin juga sudah mulai
mengedipkan matanya. Tubuh ibu hamil sedang mengirimkan antibodi
melalui darah yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan
proses ini akan tetap terus berlangsung sampai ibu menyusui . berat
badan janin 2.000-2.010 gram, dengan panjang badan sekitar 45-46
cm.

16
Idealnya, di minggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi kesehatan
janin secara umum. Pemeriksaan USG bisa dimanfaatkan, terutama
evaluasi terhadap otak, jantung, dan organ lain, pemeriksaan lainnya
yang biasa dilakukan adalah tes non-stres dan profil biofisik. Dalam
profil biofisik yang dievaluasi adalah pernapasan, gerakan tubuh, dan
tonus dengan menilai gerakan lengan dan atau tungkai, denyut
jantung, dan banyaknya cairan ketuban. Bila nilainya rendah
disarankan untuk segera melakukan persalinan. Pemeriksaan biofisik
biasnaay dilakukan bila diduga bayi terhambat dalam pertumbuhannya
(intrauterin growth restriction-IUGR), bayi tidak banyak bergerak, ibu
dengan diabetes, serta kehamilan risiko tinggi ataupun kehamilan
lewat waktu.

7. Minggu ke-35
Sejak minggu ini fungsi paru-paru janin umunya sudah matang. Ini
sangat penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan life
viability atau kemampuan bayi untuk bertahan hidup. Kematangan
fungsi paru-paru ini sendiri bisa diketahui lewat pengambilan cairan
amnion untuk menilai lesitin spingomyelin atau selaput tipis yang
menyelubungi paru-paru janin. Selain kematangan fungsi paru,
kematangan lainnya juga terjadi pada fungsi pendengaran.
Pendengaran janin sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari
tubuh janin sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya.
Lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada
tubuhnya. Janin sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi
uterus ibu. Apabila janin berkelamin laki-laki maka di bulan ini
testisnya telah sempurna. Berat badan janin 2.300-2.350 gram, dengan
panjang badan sekitar 45-47 cm.

8. Minggu ke-36
Berat badan janin 2.400-2.450 gram, dengan panjang badan 47-48 cm.
Kulit janin sudah semakin halus. Lapisan lemak sudah mulai mengisi

17
bagian lengan dan betis dari janin. Ginjal juga sudah bekerja dengan
baik dan livernyapun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru
janin sudah bekerja dengan sempurna bahkan sudah siap dilahirkan.
Tes kematangan paru di minggu ini perlu dilakukan bila muncul
keragu-raguan akan taksiran usia kehamilan. Terutama pada pasien
yang tidak ingat kapan menstruasi terakhir dan bagaimana pola/siklus
menstruasinya, ataupun pada janin yang besar namun tidak sesuai
dengan pertumbuhan usia janin yang sebenarnya.
Mulai minggu ini pemeriksaan ruitn dilakukan seminggu sekali.
Tujuannya untuk meminimalisasi risiko-risiko yang mungkin muncul,
mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan (maternal
mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan
preeklamsia. Sementara dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang
bisa di cegah melalui pemeriksaan antenatal care (ANC) yang baik
hanya preeklamsia, yaitu dengan pemantauan tekanan darah dan
kenaikan berat badan yang tidak lazim. Sementara itu kasus-kasus
perdarahan dan infeksi bisa saja terjadi meskipun ANC-nya baik.

9. Minggu ke-37
Berat badan janin di minggu ini 2.700-2.800 gram, dengan panjang
48-49 cm. Kepala janin sudah turun ke ruang pelvis dengan posisi siap
lahir walaupun sebagian kecil di antaranya dengan posisi sungsang.
Bentuk janin semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu.
Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5 cm. Kuku
terbentuk dengan sempurna. Janin sudah bisa melihat adanya cahaya
di luar rahim. Janin pada saat ini sedang belajar untuk mengenal
aktivitas harian, selain itu janin juga sedang belajar untuk melakukan
pernapasan walaupun pernapasannya masih dilakukan di dalam air.
Pada usia ini janin sudah bisa dikatakan aterm atau siap lahir karena
seluruh fungsi organ-orhan tubuhnya sudah matang untuk bekerja
sendiri. Pada minggu ini biasanya dilakukan pula pemeriksaan dalam

18
untuk mengevaluasi kondisi kepala bayi serta perlunakan jalan lahir
untuk mengetahui apakah sudah mencapai pembukaan.

10. Minggu ke-38


Proses pembentukan telah berakhir dan janin siap dilahirkan. Pada
minggu ini panjang badan bisa mencapai 50 cm, dengan berat badan
sekitar 3.100 gram. Rasa cemas yang sangat mendebarkan karena
menantikan kelahiran bisa membuat ibu mengalami puncak gangguan
emosional. Namun tetap tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obat
golongan antidepresan karena dianggap tidak aman. Apalagi semua
obat antidepresan akan melewati plasenta yang tentunya akan
berpengaruh pada janin. Sebaiknya ibu hanya melakukan relaksasi
dengan melatih pernapasan sebagi bekal menjelang persalinan.
Walaupun waktu kelahiran samapi usia kehamilan 40 minggu, namun
bayi rata-rata akan lahir diusia kehamilan 38 minggu.

11. Minggu ke-39


Pada minggu ini panjang badan bisa mencapai 51 cm, dengan berat
badan janin mencapai berat sekitar 3.250 gram. Di minggu ini pula
dokter yang menangani biasanya sudah menjaga agar kehamilan
jangan sampai postmature atau lewat waktu. Bila terjadi hal demikian,
plasenta tidak mampu lagi menjalani fungsinya untuk menyerap suplai
makanan dari ibu ke janin, hingga bisa terjadi kekurangan gizi. Hal ini
yang mengakibatkan bayi postmature umumnya berkulit
kering/keriput atau malah mengelupas. Sementara kapan persisnya
plasenta mengalami penurunan fungsi sampai saat ini sama sekali
tidak bisa diprediksi. Penuruna fungsi plasenta bisa diketahui
berdasarkan evaluasi terhadap fungsi dinamik janin, aliran darah,
napas, dan gerak bayi, serta denyut jantungnya lewat pemeriksaan
kardiotokografi (cardiotocography-CTG), USG maupun doppler. Dari
hasil evaluasi tersebut akan dinilai apakah memungkinkan dan
memang saatnya untuk memberi induksi persalinan.

19
12. Minggu ke-40
Pada minggu ini panjang janin mencapai kisaran 52 cm dan berat
badan sekitar 3.300 gram. Janin sudah benar-benar cukup bulan dan
siap dilahirkan. Jika laki-laki, testsinya sudah turun ke skrotum,
sedangkan pada wanita, labia mayora (bibir kemalaun bagian luar)
sudah berkembang baik dan menutupi bila labia minora (bibir
kemaluan bagian dalam). Bial dihitung dengan seksama, pada akhir
proses pertumbuhan embrio menjadi seorang manusia, beratnya
mencapai sekitar 8 juta kali lebih besar dibanding berat sel telur yang
membentuknya (Hutahaean, 2013)

2.8 PATHWAY
konsepsi

Nidasi

kehamilan
Khawatir
terhadap
Kehamilan trimester
proses
ketiga
persalinan

Tertekannya Uterus Pembesara


ansietas
kandund tertekan n uterus
kemih oleh .
Mempeng Mempengaruhi Diafragma
Kapasitas
uterus yang Abdomen
aruhi perubahan terdorong ke
kandung 20 membesar
sirkulasi organ maternal atas
kemih
berkurang cairan
Halangan Pergeseran
berhubungan tulang iga
Sering a seksual
Edema pada
berkemih kaki
pada malam Perubahan
hari ketidaknyamnan Perubahan vol. paru
pola seksual
Gangguan
eliminasi Gangguan pola
2.9 MASALAH KEPERAWATAN Ketidakefekti
tidur
2.9.1 Gangguan eliminasi urin fan pola
2.9.2 Ganguan pola tidur napas
2.9.3 Perubahan pola seksual
2.9.4 Ketidakefektifan pola napas
2.9.5 Ketidaknyamanan
2.9.6 Ansietas

2.10 KELUHAN-KELUHAN IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA


1. Hemoroid, dapat bertambah besar ketika kehamilan karena adanya
kongesti darah dalam rongga panggul, penanganan yang dilakukan
untuk mengatasi keluhan trimester ke tiga tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Hindari konstipasi
b. Beri rendaman dingin pada anus
c. Bersihkan anus dengan hati hati saat defekasi
d. Usahakan BAB yang teratur
e. Ajarkan bu untuk tidur dengan posisi Knee Chest 15 menit per
hari
f. Konsul kedokter sebelum menggunakan obat hemoroid

2. Sering buang air kecil, disebabkan karena janin yang sudah membesar
menekan kandung kemih ibu. Akibatnya kapasitas kandung kemih jadi
terbatas sehingga ibu sering BAK. penanganan yang dilakukan untuk
mengatasi keluhan trimester ke tiga tersebut adalah sebagai berikut :
a. Ibu hamil disarankan tidak minum saat 2-3 jam sebelum tidur
b. Kosongkan kandung kemih sesaat sebelum tidur.
3. Pegal-pegal, disebabkan karena ibu hamil kekurangan kalsium atau
karena ketegangan otot. Penyebab lainnya yaitu ibu hamil kurang

21
banyak gerak atau olahraga, penanganan yang dilakukan untuk
mengatasi keluhan trimester ke tiga tersebut adalah sebagai berikut :
a. Ibu hamil sebaiknya menyempatkan waktu untuk berolahraga
b. Ibu hamil sebaiknya menjaga sikap tubuh sehari hari,
memperbaiki cara duduk, berdiri dan bergerak
c. Ibu diwajibkan mengonsumsi susu dan makanan yang kaya
kalsium
4. Kram dan nyeri kaki, menjelang akhir kehamilan ibu akan sering
mengalami kekakuan dan pembengkakan pada kaki yang
menimbulkan rasa nyeri seperti ditusuk tusuk jarum dan tidak
merasakan apa apa, penanganan yang dilakukan untuk mengatasi
keluhan trimester ke tiga tersebut adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan asupan kalsium
b. Meningkatkan asupan air putih
c. Melakukan seman ringan
d. Ibu sebaiknya istirahat yang cukup.
5. Gangguan pernapasan, disebabkan karena pembesaran uterus, rahim
membesar dan mendesak diafragma keatas sehingga ekspansi
diafragma terbatas. penanganan yang dilakukan untuk mengatasi
keluhan trimester ke tiga tersebut adalah sebagai berikut :
a. Latihan nafas melalui senam hamil
b. Tidur dengan bantal yang tinggi
c. Makan tidak terlalu banyak
d. Hentikan merokok
e. Konsultasi ke dokter bila ada kelainan asma dan lain lain.
6. Edema, dikarenakan ibu menanggung beban tambahan yang akan
memperlambat aliran darah pada pembuluh darah vena, penanganan
yang dilakukan untuk mengatasi keluhan trimester ke tiga tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan periode istirahat dan berbaring pada posisi miring
kiri
b. Meninggikan kaki bila duduk serta memakai stoking
c. Meningkatkan asupan protein
d. Menurunkan asupan karbohidrat
7. Perubahan libido, disebabkan karena ibu mengalami gangguan
pencernaan, rasa letih yang berlebihan, rasa takut, aktifitas seksual
dipandang sebagai ancaman nyeri waktu koitus, penanganan yang
22
dilakukan untuk mengatasi keluhan trimester ke tiga tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Menjelaskan dan memberikan dukungan pada ibu dan suami
b. Menjelaskan pada ibu dan suaminya untuk mengurangi frekuensi
melakukan hubungan seksual
c. Menjelaskan pada keluarga perlunya pendekatan dengan
memberikan kasih sayang pada istri untuk mengalihkan
rangsangan seksual secara fisik menjadi kontak psikis (Hutahaean,
2013).

2.11 KOMPLIKASI KEHAMILAN TRIMESTER KETIGA


1. Persalinan prematuritas
Persalinan prematuritas (prematur) adalah persalinan yang terjadi di
antara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang
dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas merupakan masalah besar karena
berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang dari 36 mingg, dengan
demikian alat-alat vital belum sempurna. Hal-hal yang dapat
menyebabkan persalinan prematuritas adalah sebagai berikut :
a. Hamil dengan perdarahan atau kehamilan ganda
b. Kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia dan eklamsia)
c. Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu, seperti hipertensi,
penyakit ginjal, penyakit jantung, atau keadaan gizi yang rendah
disertai kurang darah, serta lapisan dalam lahir yang kurang subur
karena jarak hamil terlalu pendek.

2. Kehamilan ganda (kembar)


Beberapa pengaruh yang merugikan bagi ibu yang mengalami hamil
ganda
a. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu
Pengaruh hamil ganda terhadap ibu adalah ibu harus memerlukan
gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai
cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih
hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil
(hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan
dijumpai kesulitan.
b. Pengaruh hamil ganda terhadap janin
23
Pengaruh hamil ganda terhadap janin adalah dapat terjadi
persalinan prematuritas, janin dengan anemia, BBLR, dan
pelepasan plasenta sebelum waktunya setelah persalinan anak
pertama dapat terjadi yang membahayakan janin kedua.

3. Kehamilan dengan perdarahan


Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan
ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang dapat
membahayakan dan berhubungan dengan trimester ketiga adalah
karena plasenta previa, solusio plasenta, pecahnya vasa previa, serta
pecahnya sinus marginalis.
a. Solusio plasenta
Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat
implantasinya yang normal (uterus) sebelum janin dilahirkan.
Definisi ini berlaku dengan masa gestasi di atas 22 minggu atau
berat janin di atas 500 gram. Istilah solusio plasenta juga dikenal
dengan istilah abrupsio plasenta atau separasi prematur plasenta.
Plasenta dapat terlepas seluruhnya yang disebut solusio plasenta
totalis atau terlepas sebagian yang disebut solusio plasenta
parsialis atau terlepas hanya pada sebagian kecil di sisi (pinggir)
plasenta yang sering disebut ruptur sinus marginalis. Pelepasan
sebagian atau seluruh plasenta dapat menyebabkna perdarahan,
baik ibu maupun janin. Kejadian ini merupakan peristiwa yang
serius dan menjadi penyebab kematian prenatal (15%). Lima puluh
persen (50%) kematian ini disebabkan oleh kelahiran prematur dan
sebagian besar dari sisa jumlah tersebut karena hipoksia
intrauterin. Terlepasnya plasenta sebelum waktunya menyebabkan
timbunan darah antara plasenta dan dinding rahim yang dapat
memimbulkan gangguan terhadap ibu maupun janin.
b. Plasenta previa
Plasenta previa adalah keadaan ketika plasenta berimplantasi pada
tempat yang tidak normal, yaitu segmen bawah uterus sehingga
menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Implantasi
24
yang normal ialah pada dinding depan atau belakang uterus di
daerah fundus uteri. Klasifikasi plasenta previa didasarkan atar
terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada
waktu tertentu.
c. Perdarahan
Vasa previa adalah menyilangnya pembuluh darah plasenta yang
berasal dari insersio velamentosa pada kanalis servikalis. Insersi
velamentosa adalah insersi tali pusat pada selaput janin. Insersi
velamentosa sering terjadi pada kehamilan ganda. Pada insersi
velamentosa, tali pusat di hubungkan dengan plasenta oleh selaput
janin. Kelainan ini merupakan kelainan insersi funikulus
umbilikalis dan bukan merupakan kelainan perkembangan
plasenta. Oleh karena pembuluh darahnya berinsersi pada
membran, maka pembuluh darahnya berjalan antara funikulus
umbilikalis dan plasenta melewati membran. Bila pembuluh darah
tersebut berjalan di daerah ostium uteri internum, maka disebut
vasa previa.
Penegakan diagnosis vasa previa agak sukar dilakukan dan
memerlukan pengalaman, disamping jumlahnya tidak terlalu
banyak. Bila ditemukan pada pembukaan dalam, maka tindakan
satu-satunya adalah merujuk ibu ke rumah sakit untuk persalinan
dengan primer seksio sesaria. Vasa previa ini sangat berbahaya
karena pada saat ketuban pecah (ruptur amnion), vasa previa dapat
terkoyak dan menimbulkan perdarahan yang berasal dari janin.
Gejalanya ialah perdarahan segera setelah ketuban pecah dan
karena perdarahan ini berasal dari bayi maka dengan cepat keadaan
jantung bayi menjadi buruk.
d. Pecahnya sinus marginalis
Pecahnya sinus marginalis merupakan perdarahan yang sebagian
besar baru diketahui pada saat persalinan. Perdarahan terjadi tanpa
nyeri dan menjelang pembukaan lengkap. Oleh karena perdarahan

25
terjadi pada saat pembukaan mendekati lengkap, amka bahaya
untuk ibu dan janinnya tidak terlalu besar.

4. Kehamilan dengan ketuban pecah dini


Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan membuka
peluang terjadinya infeksi langsung pada janin. Selain itu, gerak janin
makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil kemungkinan terjadi
deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan
ketuban pecah dini apalagi belum cukup bulan harus segera datang ke
rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.

5. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim


Penyebab kematian janin dalam rahim adalah sebagai berikut :
a. Kehamilan diatas usia kehamilan 36 minggu pada ibu dengan
diabetes melitus
b. Terjadinya lilitan tali pusat yang mematikan
c. Terjadinya simpul tali pusat. (menghambat suplai oksigen dan
nutrisi pada janin serta membatasi gerakan janin)
d. Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
e. Kehamilan denga n perdarahan
f. Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari

6. Kehamilan lewat waktu persalinan (Senotinus)


Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu adalah sebagai
berikut:
a. Janin tampak tua dan keriput. Merupakan tanda-tanda janin lewat
waktu persalinan, karena janin yang kekurangan nutrisi dan
oksigen akan mengalami pengrusakan diri sendiri dengan
metabolisme jaringan lemak bawah kulit
b. Air ketuban makin kental, sehingga dapat menimbulkan gangguan
pernapasan saat kelahirannya karena lebih sulit dibersihkan
c. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam
rahim
d. Janin menjadi lebih besar, karena plasenta yang cukup baik tumbuh
kembangnya sehingga dapat memberikan nutrisi cukup pada janin
e. Risiko tinggi untuk persalinan dengan seksio sesaria karena janin
yang semakin besar
26
f. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan
persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan
sampai dengan seksio sesarea.

7. Kehamilan dengan preeklamsia dan eklamsia


Gejala klinis preeklamsia ringan adalah sebagai berikut:
a. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30
mmHguntuk sistolik dan 15 mmHg untuk diastolik dengan interval
pengukuran selama 6 jam
b. Terdapat pengeluaran protein dalam urine 0,3 g/liter atau kualitatif
+1 atau +2
c. Edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya)
d. Kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu

Gejala preeklamsia berat (kelanjutan preeklamsia ringan) adalah


sebagai berikut(Manuaba, 1999):
a. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
b. Pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 g/24 jam
c. Terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc/24 jam
d. Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas
e. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri di
bagian daerah perut atas) (Hutahaean, 2013).

27
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian

1. Identitas Pasien:

Nama, umur, jenis kelamin, status pernikahan, agama, pendidikan,


pekerjaan, suku/bangsa , alamat.

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama : klien mengatakan merasa tidak nyaman, merasa
cemas, sesak nafas, sering berkemih, pola tidur terganggu dan edema dan
kram pada kaki.
b. Riwayat penyakit sekarang : klien mengatakan merasa tidak
nyaman, merasa cemas, sesak nafas, terdapat hemoroid dan varises, pegal-
pegal, perasaan panas pada perut, sering berkemih, pola tidur terganggu,
perubahan libido, edema dan kram pada kaki.

c. Riwayat Kesehatan Dahulu :Tanyakan kepada pasien apakah


pernah menderita penyakit menular seksual, tanyakan kehamilan ke berapa
serta jarak kehamilan.
d. Riwayat Penyakit keluarga : Tanyakan apakah ada keluarga yang
menderita penyakit menular seksual, apakah keluarga.

3.2 Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan umum : composmentis

2. TTV : TD: Meningkat (>120/80 mmHg)

3. RR : Menurun ( <18 x/menit)

4. N : Meningkat ( >100x/ menit)


28
5. S : Meningkat (>370C)

3.3 Pemeriksaan ROS

1. Sistem pernapasan

Dipsnea, akibat diafragma tertekan keatas, iga mengalami ekspansi


selanjutnya konsumsi oksigen meningkat.

2. Sistem kardiovaskuler

Denyut jantung meningkat, curah jantung meningkat, serta volume


darah meningkat.

3. Sistem persyarafan

Kram, akibat jaringan saraf tertekan sehingga tangan dan kaki tidak
merasakan apa-apa (kebas).

4. Sistem gastrointestinal

Mulut dan gusi hiperemis, gusi sensitif, kapasitas gaster menurun,


motilitas menurun, dan absorbsi nutrisi dan air meningkat.

5. Sistem urinaria

Frekuensi miksi meingkat, filtrasi glomerulus meningkat, dan


konsentrasi albumin meningkat.

6. Sistem muskoloskeletal

Ibu kemungkinan mengalami lordosis.

7. Sistem endokrin

29
Kelenjar pitutari, prolaktin, oksitosin, dan tiroid meningkat.

8. Sistem integumen

Pigmentasi meningkat, aktivitas kelenjar keringat meningkat, rambut


menipis, dan kuku cepat patah serta mudah tumbuh.

3.4 Pola Fungsional Gordon


1. Pola nutrisi dan metabolisme
Biasanya pasien mengalami penurunan nafsu makan karena anoreksia.
2. Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat
Adakah kebiasaan penggunaan obat-obatan, alkohol, dan kebiasaan
olahraga.
3. Pola sensorik dan kognitif
Ada tidaknya gangguan sensorik nyeri, pendengaran serta penglihatan,
kemampuan berfikir, orientasi terhadap orang tua, waktu, dan tempat.
4. Pola eliminasi
a. Eliminasi Alvi : biasanya pasien akan mengalami konstipasi
b. Eliminasi Urine : biasanya pasien sering berkemih pada malam
hari
5. Pola aktivitas dan latihan
Aktivitas klien biasanya terganggu karena merasakan pegal- pegal
akibat klien kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot.
6. Pola tidur dan istirahat
Pola istirahat tidur biasanya terganggu akibat nokturia yang
menyebabkan klien sering terbangun dimalam hari.
7. Pola persepsi dan konsep diri
Biasanya akan terjadi kecemasan dan ketakutan terhadap proses
persalainan yang akn dihadapinya.
8. Pola hubungan dan peran
Biasanya Peran dan hubungan pasien dengan keluarga akan terjadi
perubahan.
9. Pola reproduksi seksual
Biasanya system reproduksi seksual akan terganggu akibat perubahan
hasrat seksual, ketidaknyamanan atau merasa takut.
10. Pola penaggulangan stress
Biasanya pasien sering melamun dan merasa cemas akan proses
persalinanya.
11. Pola tata nilai dan kepercayaan
30
Dalam hal beribadah biasanya akan terganggu
3.5 Diagnosa Keperawatan
(NANDA Internasional, 2012)
1. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh
hormonal.
2. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan nokturia
3. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan struktur tubuh

3.6 Rencana Keperawatan

No TUJUAN & KH INTERVENSI RASIONAL

1 Setelah dilakukan Kaji Data dasar


tindakan keperawatan ketidaknyaman terbaru untuk
selama 1x 24 jam an ibu dan merencanakan
dengan tujuan ibu metode untuk perawatan
merasa nyaman. Intervensi
mengatasinya
KH : Berikan multipel
Klien
kompres biasanya
mengetahui
hangat pada membantu untuk
penyebab
daerah menghilangkan
ketidak
punggung, ketidaknyamana
nyamanan
berikan n
Klien
sentuhan
mengetahui
terapeutik atau
cara
Menurunkan
stimulasi saraf
meminimalkan
ketidaknyamana
elektrikal
ketidak
n berkenaan
transkutan
nyamanan
dengan
Melakukan dengan tepat
Anjurkan ibu perubahan kadar
aktivitas
untuk kalsium/
keperawatan
meluruskan ketidakseimbang
diri dengan
kaki dan an kalsium-
tepat untuk
mengangkat fosfor atau
mengurangi

31
ketidaknyaman telapak kaki karena tekanan
an bagian dalam dari pembesaran
Melaporkan keposisi uterus pada saraf
ketidaknyaman dorsofleksi yang menyuplai
an dapat ekstermitas
diminimalkan bawah
Penambahan
Berikan
produk susu bila
suplemen
intoleransi dapat
kalsium
menjadi masalah
dengan tepat

Setelah dilakukan Kaji Membantu ibu


tindakan keperawatan pengetahuan memahami
selama 1x 24 jam ibu tentang alasan fisiologis
dengan tujuan ibu perubahan dari frekuensi
mengerti tentang perkemihan berkemih dan
perubahan pola sehubungan nokturia.
eliminasi urine dengan Pembesaran
KH:
trimester uterus trimester
Mengetahui
ketiga ketiga
penyebab
Berikan Mempertahanka
peningkatan
informasi n tingkat cairan
proses
mengenai dan perfusiginjal
berkemih
perlunya adekuat, yang
Mengidentifik
masukan mengurangi
asi cara-cara
cairan 6-8 natrium diet
untuk
gelas/hari untuk
mencegah
mempertahanka
statis urinarius
Anjurkan ibu n status isotonik
dan atau
Meningkatkan
untuk
edema jaringan
perfusi ginjal
melakukan
32
Mengungkapk posisi miring
an pemahaman saat tidur
Dapat
Tes urine
tentang kondisi
mengidentifikasi
midstream
spasme
untuk
glomerulus atau
memeriksa
penurunan
albumin
perfusi ginjal
berkenaan
dengan
hipertensi akibat
kehamilan

3 Setelah dilakukan Kaji Penurunan


tindakan keperawatan seksualitas, minat pada
selama 1x 24 jam cari perubahan aktivitas/koitus
dengan tujuan pasien pada trimester seksual sering
dapat memahami pertama dan terjadi pada
perubahan pola kedua trimester ketiga,
seksual karena
KH:
perubahan,ketid
Mengetahui penyebab
Berikan aknyamanan
penurunan pola
informasi fisiologis
seksual
Mendiskusikan tentang Kebutuhan

masalah yang metode- seksual dapat

berhubungan dengan metode dipenuhi melalui

isu-isu seksual pada alternatif untuk mastrubasi,

trimester ketiga mencapai kemesraan,


Mengekspresikan kepuasan membelai, dan
penerimaan terhadap seksual dalam sebagainya bila
pasangan pemenuhan secara
Mengekspresikan
kebutuhan bersamaan
33
kepuasan bersama keintiman/ked diinginkan atau
dengan hubungan ekatan dapat diterima
Ajarkan cara
seksual
Pembesaran
koitus selain
abdomen ibu
dari posisi pria
memerlukan
diiiatas
perubahan posisi
untuk
Anjurkan
kenyamanan dan
pasangan
keamanan
untuk
Komunikasi
berdiskusi
antar pasangan
tentang
adalah penting
perasaan dan
untuk
masalah yang
pemecahan
berhubungan
masalah yang
dengan
konstruktif
perubahan pola
seksual

34
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Trimester III adalah periode kehamilan tiga bulan terakhir atau pada
sepertiga masa kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan periodr
kehamilan dari bulan ketujuh sampai sepuluh bulan (29-40 minggu). . Ibu
hamil biasanya menunjukkan respon psikologis dan emosional yang sama
selama kehamilan.
Kelihan kelihan yang dapat muncul pada kehamilan trimester ketiga
adalah hemoroid, sering berkemih, pegal-pegal, kram dan nyeri pada kaki,
sesak nafas, edema dan perubahan libido.
Masalah keperawatannyang mungkin muncul adalah perubahan pola
seksual, ganguan eliminasi urin, ketidakefektifan pola napas,
ketidaknyamanan, gangguan pola tidur dan ansietas.
4.2 SARAN

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saran maupun kritik yang bersifat membangun sangat kami
harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini, dengan demikian
penulisan makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis atau pihak lain yang
membutuhkannya.

35
36