Vous êtes sur la page 1sur 6

Alur Produksi Pembuatan Sediaan Emulsi

Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terispersi dalam
cairan lain dalam bentuk tetesan kecil (Syamsuni, 2006)
Menurut Syamsuni (2006) komponen emulsi dapat digolongkan menjadi dua
macam, yaitu
1. Komponen dasar yaitu bahan pembentuk emulsi yang harus terdapat di dalam
emulsi, terdiri atas :
a. Fase dispersi : zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil di dalam
zat cair lainnya.
b. Fase pendispersi : zat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai bahan
dasar ( bahan pendukung ) emulsi tersebut.
c. Emulgator : bagian dari emulsi yang berfungsi untuk menstabilkan
emulsi.
2. Komponen Tambahan yaitu bahan tambahan yang sering ditambahkan ke
dalam emulsi untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Misalnya : pewarna,
pengaroma, perasa, dan pengawet
Produksi adalah semua kegiatan pembuatan mulai dari penerimaan bahan awal,
pengolahan sampai dengan menghasilkan obat jadi. Kegiatan produksi
inidilakukan diarea tertutup dan tidak berhubungan langsung dengan bagian
gudangataupun perkantoran.
Tugas dari bagian produksi PT kimia Farma (Persero) Tbk. Plant Medan:
1. Melaksanakan pembuatan obat sesuai dengan surat perintah kerja(SPK) dari
bagian PPPI, mulai dari permintaan bahan baku ke gudang,penimbangan,
pengolahan, pengemasan, sampai pengiriman obat jadi ke gudang obat jadi sesuai
dengan prosedur tertulis yang telahditetapkan (Protap).
2. Melaksanakan dokumentasi atas semua tindakan yang dilakukanselama proses
pengolahan dan pengemasan dengan berpedoman padaprotap.
Sebelum dimulainya kegiatan produksi, petugas yang terlibat dalam kegiatan
produksi ataupun yang memasuki area produksi harus memakai pakaian
bersih,masker, penutup kepala, dan mendesinfeksi tangan dengan desinfektan
yangtersedia sebelum memakai sarung tangan .
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai kegiatan produksi:
1. Ruang produksi harus tetap terjaga kebersihan, dimana kegiatanpembersihan
dilakukan tiap pagi sebelum dimulai kegiatan produksidan sore hari sesudah
selesai kegiatan produksi.
2. Temperatur dan kelembaban tiap ruangan produksi diatur sedemikan rupa
menggunakan Air Handling Unit (AHU) yaitu AC sentral.
3. Peralatan yang digunakan harus dipastikan selalu dalam keadaan bersih sebelum
dan sesudah dilakukan kegiatan produksi.
4. Ruangan Produksi harus mendapat penerangan dan pertukaran udara yang cukup
agar kegiatan produksi berjalan lancar.
Produksi dilaksanakan setelah adanya SPK dari bagian PPPI ke bagianproduksi,
dan dilakukan produksi sesuai dengan protap yang telah ditetapkan
sertamendokumentasi setiap tindakan yang dilakukan selama produksi.
Jalur Produksi
Setelah adanya perintah produksi dari PPPI, bagian produksi untuk meminta bahan
baku ke bagian gudang dengan surat perintah pengeluaran bahan baku dan bahan
pengemas, petugas gudang melakukan penimbangan atau penyerahan bahan sesuai
dengan yang ditulis pada SPPBB/SPPBK tersebut. Selama produksi berlangsung,
dibuat laporan proses produksi berlangsung, mulai dari penimbangan bahan sampai
pengemasan yang bertujuan untuk dokumentasi. Sehingga bila terjadi kekeliruan
ataupun kesalahan padaproses produksi, dapat segera diketahui pada proses dimana
keselahan tersebut terjadi dan diambil tindakan untuk mengatasi permasalahan
tersebut.
Laporan proses produksi membuat sediaan, No batch, besar batch, tahapan proses,
operator, tanggal, jam, hasil, pengawasan yang berguna untuk mengetahui berapa
lama waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu batch sediaan.Laporan
proses produksi ini diisi oleh petugas yang melakukan suatu tahapan proses
produksi dan diketahui oleh supervisor produksi.
Selama proses produksi berlangsung dilakukan pengawasan dalam proses
(InProcess Control/IPC). IPC yang dilakukan ada 2 macam , yaitu:
1. Dilakukan oleh pihak produksi, yaitu setiap 15 menit sekali dilakukan
pemeriksaan keseragaman bobot.
2. Dilakukan oleh pihak pengawasan mutu, antara lain: uji kekerasan,waktu
hancur, disolusi, friabilitas, keseragaman bobot dan kadar zatberkhasiat.Obat yang
telah selesai di produksi akan dilakukan pengemasan primerdibagian produksi
yang selanjutnya diserahkan kebagian pengemasan melaluipass box untuk
dilakukan pengemasan sekunder sampai dihasilkan obat jadi. Obatjadi yang telah
selesai dikemas, ditimbang dan dicatat selanjutnya dibuat permohonan periksa
kebagian pengawasan mutu untuk dilakukan finished packanalysis. Obat jadi yang
lulus pemeriksaan selanjutnya diserahkan ke gudangpenyimpanan obat jadi.

Kegiatan produksi di PT. Glaxo Wellcome Indonesia secara umum dibagi dalam
dua tahap, yaitu processing, IPC dan pengemasan (pengemasan primer dan
pengemasan sekunder). Selain itu, dilakukan juga proses repacking untuk produk
produk impor seperti vaksin dan sediaan injeksi. Secara umum aktivitas yang
terdapat di bagian produksi antara lain
. produk liquid : dispensing,mixing, filling, dan pengemasan sekunder.
ALUR PRODUKSI
1. Penimbangan dan pencampuran (planetary mixer)

2. Pengisian (filling machine)

3. Penutupan botol (capping)


4. Labelling

5. Contoh sediaan jadi