Vous êtes sur la page 1sur 11

Tertulis nama keluarga dari Singapura yang mendanai 30% tempat itu, juga tertulis Johanes Tarigan sebagai konsultan konstruksi dan seniman amatir G.R Andreas, seorang Tamil lokal yang membuat ornamen dan gambar. Pada saat itu foto-foto peresmian Graha Maria tanggal 1 Oktober 2005 lalu, masih dipajang didepan pintu masuk. Didepan pintu masuk ada kolam dan air mancur, dilengkapi dengan patung yang menggambarkan peristiwa Yesus bertemu dengan perempuan samaria di sumur Yakub.

Dilantai satu terletak gerejanya yang unik karena dipenuhi berbagai lukisan dan ornamen yang sangat indah. Di pintu masuk ada patung rasul St. Petrus sebagai rasul segala bangsa dan St. Fransiskus Xaverius sebagai rasul bangsa Asia, ia adalah misionaris Jesuit pertama yang datang ke India. Begitu masuk, mata akan dimanjakan oleh pemandangan indah dari seluruh ornamen dan lukisan yang menutupi dinding sampai keatapnya. Pada ruangan tersebut terdapat balkon kecil disamping kiri-kanan, dari disitu bisa dilihat diorama jalan salib yang terbuat dari besi tetapi jika dari dalam maka gambarnya terlihat terbalik, dari balkon ini ada tangga kecil menuju ke menara.

Diluar gedung pada samping kanan ada taman mini, ini istilahnya saja taman tetapi sesungguhnya adalah semacam bangunan kecil sebagai peringatan untuk mengenang Giovanni Paolo 2 (seperti tertulis pada gerbang masuknya) itu adalah bahasa Italia untuk Johanes Paulus 2, Paus yang wafat tahun 2005 yang lalu. Ada lukisan kenangan tentang kunjungan Paus Johanes Paulus 2 di Sumatera Utara waktu dulu. Disamping taman mini ini ada kantor kecil, lalu disampingnya lagi ada kapel kecil berkubah kecil yang unik, didalamnya ada patung Annai Velangkanni yang cukup besar, ini dimaksudkan sebagai tempat doa khusus. Kapel ini diresmikan oleh uskup Medan Mgr. A.G.Pius Datubara OFM, tanggal 8 September 2001, mungkin pada saat dimulainya pembangunan graha. Pada pintu masuk dan dinding samping kapel ada lukisan kaca tentang 3 peristiwa mujizat dan penampakan Maria di Velangkanni, lengkap dengan ceritanya. Yang unik adalah ditempatkannya alkitab dikotak kaca didepan pintu masuk, bagian luar Alkitab tersebut hitam terkena asap kebakaran, ini adalah suatu keajaiban karena pada waktu kejadian, baik uang (untuk pembangunan graha) maupun Alkitabnya tetap utuh meskipun seisi rumah ludes terbakar. Dibelakang kapel ada taman bermain kecil untuk anak-anak yang cukup bagus.

Keajaiban Mata Air di Gereja Grha Maria Annai Velangkanni

Sebuah bangunan kuno di medan yang dijadikan tempat beribadah bagi umat katolik, sekaligus objek wisata adalah Gereja Grha Maria Annai Velangkani. Gereja ini terletak di Kecamatan Tuntungan, Kelurahan Tanjung Selamat, di Jalan Sakura III, dekat Perumahan Taman Sakura Indah. Dilihat sepintas, bangunan gereja ini tidak mirip dengan gereja, justru mirip dengan kuil yang ada di India. Ya, pantas saja. Karena memang pendiri gereja ini terinspirasi dari kuil di India. Orang yang membangun gereja ini adalah Pastor James Bharataputra. Selain bangunan ini dari luar nampak seperti kuil, di dalamnya pun ternyata terdapat relief-relief dan patung yang mirip dengan patung yang ada di kuil India.

Gereja Grha Maria Annai Velangkanni ini terbuka bagi siapapun, bahkan bagi para wisatawan yang hanya ingin melihat arsitek bangunan dan interior gereja. Lokasinya pun strategis, sehingga memudahkan akses transportasi. Dan yang lebih penting tidak ada biaya apapun di sini. Para wisatawan juga dapat mengambil foto di bagian manapun, termasuk di tempat sembahyang. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dihabiskan untuk pembangunan gereja ini mencapai empat miliar rupiah, wooow…. eits, tapi dana tersebut bukan dari Pastor James sendiri, dana tersebut berasal dari sumbangan-su mbangan para jemaat dan beberapa negara, termasuk Singapura dan India.

Pada dinding-dinding gereja, terdapat relief-relief yang menceritakan peristiwa penyaliban Yesus Kristus. Bangunan ini terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama adalah aula, tempat untuk beribadah, dan di tingkat kedua, terdapat patung Annai Velangkanni dan puteranya, yang didatangkan langsung dari India. Uniknya, tersedia juga komplek graha untuk menginap bagi pengunjung yang rumahnya

jauh. Penginapan ini gratis lhoo

..

ada juga tempat di dekat gereja yang disediakan untuk bermain

, anak-anak. Area parkirnya pun luas dan bersih, sehingga terkesan nyaman. Saat anda memasuki gereja ini, suasana tenang pun langsung terasa, sehingga anda dapat berdoa dengan hikmat.

Tidak sampai disitu, sebuah keajaiban terjadi beberapa hari setelah gereja itu didirikan. Tepat di bawah telapak kaki Bunda Maria, muncul sebuah mata air. Air ini dipercaya oleh masyarakat setempat dapat menyembuhkan penyakit. Anda penasaran dengan mata air ini? Jika anda sedang berjalan-jalan di kota Medan, mampirlah sejenak untuk melihat keajaiban ini. Jangan lupa mampir juga ke Masjid Raya Al Mashun dan Taman Sri Deli saat anda berkunjung ke Medan.

Pengunjung (peziarah iman) yang pertama kali melihat Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni akan takjub dan mengira gereja ini adalah kuil. Karena, dari bentuk fisiknya memang lebih menyerupai kuil tempat sembahyang umat Hindu daripada gereja tempat ibadah umat Kristiani.

Wisatawan domestik dan mancanegara umumnya tertarik untuk berkunjung karena ingin melihat dari dekat keindahan bangunan gereja sekaligus mencari penyembuhan dari sumur mata air ajaib yang keluar memancar tepat di bawah

telapak kaki “Bunda Maria.”

Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni dibangun tahun 2001 dan baru selesai 4 tahun kemudian, tahun 2005. Selain gereja induk yang besar, terdapat pula sebuah Kapel Maria untuk memanjatkan doa kepada Bunda Maria-Bunda Penyembuh (our lady of good health). Dalam kapel ada sebuah rosario (semacam tasbih) dan harum bunga semerbak aneka warna.

Kapel kecil tersebut dinamai Taman “St. Papa Giovani Paolo II” untuk mengenang Paus Yohannes Paulus II. Karena, satu-satunya Paus dari Vatikan yang pernah menginjakan kaki di Gereja Velangkanni adalah Almarhum Paus Paus Yohannes Paulus II.

Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni terbuka untuk umum dan banyak sekali orang yang datang dari berbagai penjuru. Baik yang berdoa atau pun sekedar foto-foto sembari membaca pesan-pesan isyarat tentang iman yang terukir di dinding-dinding gereja. Pada lantai 1 dan lantai 2 terdapat sebuah ruang doa. Di sini, pengunjung wajib mencopot alas kaki. Rata-rata pengunjung

menuliskan “surat permohonan” kepada Tuhan.

Menurut Pastor James Bharataputra, “Gereja Suci Graha Maria Annai

Velangkanni mengundang siapa saja peziarah iman yang mau datang ke rumah Tuhan. Banyak orang tanya, kenapa pastor bangun gereja ini, apakah telah terjadi semacam penampakan Bunda Maria. Tidak! Saya membangun ini bukan

karena mukjizat, melainkan supaya terjadi mukjizat di sini. Sedangkan Bunda Marianya saya datangkan dari devosi India bukan dari Eropa.”

Keindahan Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni tidak berhenti sampai di situ saja. Apabila pengunjung beruntung sampai menunggu malam tiba maka menyalalah 40 lampu yang mengitari gereja, warnanya sungguh cantik sekali. Selain itu, simbol-simbol warna bangunan gereja 7 warna memberi makna tersendiri.

Meski Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni sangat populer di mata dunia dan sudah pernah diliput oleh sebuah stasiun tv di Amerika dan bolak-balik dikunjungi tokoh penting termasuk satu di antaranya adalah Almarhum Paus Vatikan, Paus Yohannes Paulus II.

Tetapi, sangat sedikit orang yang mengetahui letak persisnya, padahal lokasinya mudah sekali dijangkau dan dilewati oleh banyak kendaraan umum dari berbagai jurusan. Alamat lengkapnya di Taman Sakura Indah, Jl. Sakura III No. 10

Tanjung Selamat (dekat Pajak Melati dan Penangkaran Buaya-Asam Kumbang Medan.

Plang petunjuk arah ke Graha Maria Annai Velangkanni. /Dok. SeMedan.com

Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni di dunia hanya ada dua. Satu di India, satu lagi di Kota Medan. Karena itu, segera agendakan waktu untuk mengunjungi gereja ini, sendiri maupun bersama keluarga atau membawa tamu- tamu dari luar sama berkesannya.

Kini, Gereja Suci Graha Maria Annai Velangkanni telah menjadi ikon Kota Medan dan termasuk yang direkomendasikan para pelancong (traveler) khususnya yang tertarik dengan wisata religi ziarah iman.

Banyaknya tempat-tempat ibadah dari semua agama yang ada di Kota Medan menandakan Kota Medan adalah potret ideal, cermin keberagaman antar agama yang dapat hidup secara berdampingan tanpa ada permusuhan apalagi tumpah darah atas nama Tuhan.

Pastur James Barathaputra, SJ

Pastur James Barathaputra, SJ

Keunikan Graha Maria Annai Velangkanni adalah bangunannya yang mirip kuil India dengan warna-warna cerah. Bangunan Graha Maria Annai Velangkanni yang mengadopsi arsitektur Indo-Moghul ini mulai dibangun pada tahun 2001. Penggagasnya adalah Pastur James Barathaputra, SJ. Beliau adalah seorang pastur Yesuit dari India yang melayani di Indonesia sejak lebih dari 40 tahun yang lalu. Annai artinya Bunda. Sedangkan Velangkanni (Vailankanni) adalah sebuah desa di Tamil Nadu, India. Pada abad ke-17, Bunda Maria menampakkan diri kepada beberapa anak di Velangkanni. Kini Velangkanni di India dikenal sebagai Lourdes di Timur. Nah, Graha Maria Annai Velangkanni yang dibangun di Medan ini didekasikan untuk Maria Bunda Penyembuh (Our Lady of Good Health) atauAnnai Velangkanni.

Air Suci di Bawah kaki Patung Annai Velangkanni

Air Suci di Bawah kaki Patung Annai Velangkanni

Setelah dibangun selama empat tahun, pada tanggal 1 Oktober 2005, Graha Maria Annai Velangkanni pun diresmikan oleh Wagub Provinsi Sumatra Utara

Dr Rudolf Pardede dan Uskup Agung Medan Mgr A G Pius Datubara OFMCap. Sungguh sebuah mimpi yang jadi kenyataan dan juga suatu keajaiban bahwa Graha Maria Annai Velangkanni ini dapat selesai dibangun. Tidak ada penyokong dana tetap, tidak ada profesional kontraktor, juga tidak ada seniman profesional. Graha Maria Annai Velangkanni dibangun oleh tangan-tangan amatir dan mengandalkan dana dari donatur. Suatu proyek yang tidak masuk logika manusia. Namun, penyertaan Tuhan sungguh nyata dalam pembangunan Graha Maria Annai Velangkanni ini. Biaya pembangunan yang mencapai 4 milyar, sebanyak 60%-nya terpenuhi dari donasi.

Graha Maria Annai Velangkanni bukan hanya sekedar menonjolkan keindahan arsitektur dan reliefnya dengan warna-warna cerah. Namun keseluruhan bangunan Annai Velangkanni berkisah tentang Karya Keselamatan Allah yang dituangkan dalam simbol-simbol dan gambar- gambar yang ada.

Yesus dan Perempuan Samaria di Sumur Yakub

Yesus dan Perempuan Samaria di Sumur Yakub

Bangunan utama Graha Maria Annai Velangkanni terdiri dua tingkat. Lantai dasar adalah Aula St. Anna yang sering menjadi tempat pertemuan yang dapat digunakan oleh semua orang dari suku dan agama mana pun. Lantai dasar ini menjadi simbol bumi tempat kita berpijak. Sedangkan lantai atasnya digunakan sebagai tempat ibadah. Untuk naik ke atas, kita dapat berjalan di dua jalur ramps yang terletak di sisi kiri dan kanan bangunan. Pada ramps tersebut terdapat relief Kisah Penciptaan dari Kitab Kejadian. Dua ramps ini menjadi simbol tangan Bunda Maria yang memeluk umat manusia dengan penuh kasih. Tiga kubah pada Gereja Annai Velangkanni menjadi simbol Trinitas dalam agama Katolik. Menara gereja yang terdiri dari tujuh jenjang melambangkan surga yang berada di langit ketujuh. Adapun tujuh adalah simbol angka sempurna. Di sepanjang dua jalur ramps tersebut terdapat 40 buah lampu. 40

lampu ini melambangkan perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di gurun pasir sebelum mencapai Tanah Perjanjian.

Jika Anda perhatikan, maka ada dua buah pohon pisang di bagian depan Graha. Nah, bahkan pohon pisang itu pun melambangkan sesuatu. Dalam tradisi India, pohon pisang melambangkanunending life atau hidup kekal. Dalam pernikahan, India Tamil menggunakan pohon pisang hidup sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran bagi pasangan pengantin.

lampu ini melambangkan perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di gurun pasir sebelum mencapai Tanah Perjanjian.

Langit-langit Annai Velangkanni

Bagian dalam bangunan Annai Velangkanni pun tak kalah indahnya. Oh, ya pengunjung harus melepaskan alas kakinya saat akan memasuki bagian dalam Gereja. Pada langit-langit Gereja terdapat gambar enam sakramen dalam ajaran Gereja Katolik, yaitu: Permandian, Krisma, Pengampunan Dosa, Perkawinan, Imamat dan Pengurapan Orang Sakit. Sakramen ketujuh, yaitu

Sakramen Ekaristi yang menjadi puncak iman Katolik ditempatkan di pusat Gereja, yaitu di Altar. Pada jendela-jendela gereja terlukis Kisah Sengsara Yesus. Di dalam gereja terdapat 12 tiang penyangga yang melambangkan 12 rasul Kristus dan 12 suku Israel.

Altar Annai Velangkanni

Di Altar, kita dapat melihat lukisan Perjamuan Terakhir. Uniknya, Yesus dan murid-murid-Nya duduk secara lesehan. Di sebelah kiri ada patung Bunda Maria menggendong Kanak-Kanak Yesus. Sementara di sebelah kanan, terdapat Patung Yesus. Yesusnya mirip orang India, lho! Bunda Marianya pun mengenakan sari. Patung-patung orang kudus lainnya pun berwajah seperti orang India. Memang pada awalnya, Graha Maria Annai Velangkanni ini diperuntukkan bagi warga keturunan India Tamil yang tinggal di Sumatra.

Kapel

Kapel

Di samping bangunan utama, terdapat bangunan Kapel kecil. Sebuah keajaiban terjadi setelah beberapa hari Graha Maria Annai Velangkanni diresmikan. Dari bawah kaki patung kaki Bunda Maria yang terdapat di kapel kecil ini tiba-tiba muncul mata air. Airnya jernih dan tidak mengandung zat-zat berbahaya sehingga dapat langsung dikonsumsi tanpa dimasak. Air ini boleh diambil oleh setiap orang dan banyak yang mempercayai bahwa air ini dapat menyembuhkan. Benar atau tidaknya, itu tergantung iman masing-

masing

Biar anak-anak datang kepada-Ku

Biar anak-anak datang kepada-Ku

Graha Maria Annai Velangkanni adalah suatu tempat yang terbuka bagi siapa pun yang mencari Tuhan. Tidak peduli siapa engkau, dari suku mana, dan

apa agamamu… kamu boleh datang ke sini. Dan semoga Anda yang datang

ke tempat ini, bukan hanya dapat menikmati keindahan dan keunikan

bangunannya, namun juga memperoleh suatu pengalaman spiritual. Graha Maria Annai Velangkanni buka setiap hari. Alamatnya di: Taman Sakura Indah, Jl Sakura III No 10, Tanju

ng Selamat, Medan.