Vous êtes sur la page 1sur 20

1

LAPORAN TUTORIAL KLINIK

TAHAP 1 : PROBLEM
I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
IDENTITAS KLIEN
- Nama : Tn. H
- Usia / tanggal lahir : 50 tahun / 01-07-1966
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Alamat : Jl. Alalak Tengah RT 6 RW 2
Banjarmasin
- Suku / bangsa : Banjar / Indonesia
- Status pernikahan : Menikah
- Agama / keyakinan : Islam
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Swasta/ -
- Diagnosa medik : TB Milier
- No. medical record : 3337xx
- Tanggal masuk : 02 Desember 2016

IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB


- Nama : Ny. S
- Usia : 39 Tahun
- Jenis kelamin : Perempuan
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Ibu Rumah Tangga
- Hubungan dengan klien : Istri.

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Keluhan Utama
Klien mengatakan sesak nafas dan kadang-kadang batuk kering.

2. Riwayat Kesehatan Sekarang


Pada pukul 08.40 tanggal 02 Desember 2016 klien datang ke RSUD
Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dengan diagnosa medis TB
Milier dengan keluhan sesak nafas dan kadang-kadang batuk kering,
pernah batuk dengan bercak-bercak darah dan nyeri perut terutama
saat batuk, batuk biasanya terjadi pada malam hari yang terjadi secara
berangsur-angsur. Klien mengatakan tidak ada nafsu makan,
seminggu yang lalu saat di rumah Berat badan klien 41 kg, namun
sekarang saat sakit dan di rawat di rumah sakit Berat Badan klien
turun menjadi 38 kg. Klien terlihat lemas, kulit klien juga kering.
Klien juga mengkhawatirkan penyakitnya dan selalu bertanya kepada
perawat, kapan saya bisa pulang, klien bertanya hampir setiap hari,
dan klien smengatakan sudah mersa tidak nyaman berada di rumah
sakit. Klien menjalani perawatan diruang Jamrud (Ruang Paru),
sekarang adalah kali ke lima klien menjalani rawat inap di Rumah
Sakit. Saat dilakukan pengkajian didapatkan, TTV: TD
2

=120/80mmHg, N= 76x/mnt, S= 37,5C, RR= 42x/menit, BB=38 kg,


TB=154cm, dan didapatkan IMT= 16,03 (Underweight). Klien
terpasang infuse RL dengan 20tpm, biasanya klien diberikan cairan
Levofloxacin 150ml (1,5 botol) dan klien juga terkadang terpasang
nassal kanul dengan frekuensi oksigen sebesar 2 liter.

3. Riwayat kesehatan lalu


Sekitar tiga tahun yang lalu klien juga pernah dirawat di Rumah Sakit
dengan keluhan batuk yang tak sembuh-sembuh selama 3 bulan
disertai dengan batuk dengan bercak-bercak darah dan sesak nafas.
Klien pun akhirnya di diagnosa Tuberkulosis. Sejak saat itu sampai
sekarang klien sudah dirawat sebanyak 5 kali di ruang rawat inap dan
selalu berobat di poliklinik paru RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin.

4. Riwayat kesehatan keluarga


a. Ada penyakit keturunan? Klien tidak mempunyai penyakit
keturunan.
b. Ada anggota yang keluarga terkena penyakit? Kakak pasien
sebelumnya juga pernah mengalami penyakit yang sama
c. Genogram

Keterangan:

= laki-laki = pasien

= perempuan = meninggal

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum Klien
Saat pengkajian tanggal 18 Desember 2016 didapatkan.
Klien nampak lemah, terlihat sesak nafas dan kadang-kadang klien
batuk-batuk, Kesadaran Composmentis GCS 4,5,6 (4 (respon mata) :
3

membuka mata spontan, 5 (respon verbal) : orientasi baik, 6 (respon


motorik) : mengikuti perintah).
Tanda-tanda vital
- Suhu : 37,5C
- Nadi : 76 kali / menit
- Pernafasan : 42 kali / menit
- Tekanan darah : 120/80 mm/Hg
- BB : 38 kg
- TB : 154 cm

2. Kulit
Kulit klien terlihat kering, tugor kulit sekitar 11 detik baru kembali,
kulit terlihat seperti tidak terawat dan kusam, tidak ada lesi atau luka
dibagian kulit manapun, dan telah dilakukan tuberculin mantoux (tes
kulit) yaitu reaksi positif (area indurasi 10 mm atau lebih besar,
terjadi 48-72 jam setelah injeksi intra dermal antigen)
menunjukkan infeksi masa lalu dan adanya antibodi tetapi tidak
secara berarti menunjukkan penyakit aktif.

3. Kepala dan Leher


Rambut terlihat bersih, namun banyak terdapat uban, kulit kepala
tidak terdapat ketombe, keadaan umum kepala baik tidak ada bekas
memar atau lebam-lebam, tidak adanya kelainan pada kepala secara
umum. Pengkajian leher yaitu adanya pelebaran vena jugularis, tidak
terdapat peradangan pada kelenjar getah bening, pasien mengatakan
tenggorokan terasa kering, leher terlihat simetris, tidak terjadinya
pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe,
tidak ada keterbatasan gerak,dan kelainan lain.

4. Penglihatan dan Mata


Hasil pengkajian daerah mata adalah klien tidak mengalami kelainan
pada mata tidak ada katarak atau konjungtivitis serta fungsi sistem
penglihatan juga normal klien tidak miopi, keadaan mata secara
umum mata tidak mengalami peradangan , konjungtiva baik (tidak
anemis, tidak ada peradangan dan trauma) tidak adanya abnormalitas
pada mata/kelopak mata, hasil visus tidak ada masalah penglihatan,
daya akomodasi mata, tidak ada kelainan pada sclera seperti icterus,
vaskularisasi, lesi / benjolan, klien tidak memakai penggunaan alat
bantu penglihatan seperti kacamata, klien juga tidak ada
kelainan/gangguan saat melihat.

Inspeksi :
- Palpebra tidak edema, tidak ada radang, kelopak mata menutup
sempurna
- Pupil isokor kiri dan kanan
- Keadaan bulu mata tumbuh merata
4

Palpasi :
- Tidak ada nyeri tekan pada bulu mata
- Respon berkedip baik

5. Penciuman dan Hidung


Penciuman pasien tidak terlalu baik, hidung terlihat simetris, hidung
terdapat polip atau spculum, terdapat sedikit secret yang menempel
dilobang hidung, namun tidak terlihat darah yang menempel
tercampur pada secret tersebut.
Inspeksi :
- Posisi hidung simetris kiri dan kanan
- Tidak ada pernapasan cuping hidung
- Tidak ada polip atau secret dan radang
- Keadaan septum tidak bengkok
Palpasi :
- Tidak ada nyeri tekan di bagian hidung

6. Pendengaran dan Telinga


Dari data hasil pengkajian daerah telinga dan fungsi sistem
pendengaran, keadaan umum telinga terlihat simetris, tidak ada
gangguan saat mendengar, tidak menggunakan alat bantu
pendengaran, tidak adanya kelainan bentuk dan tidak ada gangguan
lainnya.
Inspeksi :
- Posisi telinga simetris antara kiri dan kanan
- Kanalis auditorius bersih, tidak ada serumen
- Tidak menggunakan alat bantu pendengaran
- Pendengaran baik
Palpasi :
- Tidak ada nyeri tekan

7. Mulut dan Gigi


Dari hasil pengkajian didapatkan pada mulut dan fungsi pencernaan
bagian atas terlihat bersih , keadaan umum mulut sedikit kering dan
gigi terlihat banyak yang rusak serta tidak lengkap, pasien mengeluh
kadang-kadang nyeri saat menelan, adanya peradangan pada mulut
(mukosa mulut terlihat kering, gusi berwarna sedikit pucat, faring
tidak diketahui apakah terdapat rdang atau banyak terdapat sputum
yg menempel), tidak adanya kelainan bentuk dan gangguan lainnya.

8. Dada, Pernafasan dan sirkulasi


Pemeriksaan
a. Inspeksi (melihat)
5

- Posisi hidung simetris kiri dan kanan, ada pernapasan


cuping hidung, terdapat polip atau secret dan radang, dan
keadaan septum tidak bengkok.
- Klien terlihat sesak nafas, terdapat pergerakan nafas yang
tertinggal dan suara nafas melemah
- Daerah dada simetris antara kiri dan kanan, retersi dinding
dada tidak mengembang sempurna.
- Bentuk dada klien terlihat barrel chest.
b. Palpasi (meraba)
- Saat dilakukan pemeriksaan Vokal Fremitus didapatkan
hasil bahwa 3 bagian paru-paru kiri dan kanan terasa
bergetar dan tidak mengembang sempurna.
+ +
+ +
+ +
- Terdapat nyeri tekan di bagian dada dan tidak teraba massa
atau pembengkakan pada bagian thorax.
c. Perkusi (mengetuk)
- Bunyi suara ketuk sonor
d. Auskultasi (mendengarkan)
- Bunyi paru pada auskultasi whizing dan mengi.di lobus
bagian anterior atas.
- Tidak terdengar suara ronchi basah
Warna ujung-ujung jari normal tidak ada tanda-tanda clubbing
finger, bibir kering, kelembapan kulit kurang, urine output, keluhan
pusing, pandangan kabur saat berubah posisi CRT>2 detik, keluhan
lainya seperti dada berdebar-debar, nyeri dada, dan sesak nafas.

9. Abdomen
Inspeksi :
- Tidak ada benjolan, tidak ada lesi / luka
- Pergerakan perut mengikuti pergerakan napas
- Warna kulit sama dengan sekitarnya
Palpasi :
- Ada nyeri tekan
- Tidak ada pembesaran hepar
Perkusi :
- Bunyi timpani pada abdomen
Auskultasi
- Bising usus bergemuruh keras (30 x/menit)
Dilihat dari hasil USG Abdomen didapat kesimpulan bahwa normal
dan tidak terdapat massa solid.
6

10. Genitalia dan Reproduksi


Klien berjenis kelamin laki-laki, sudah menikah tidak ada kelainan
reproduksi, tidak terdapat kesulitan dalam buang air besar dan buang
air kecil pasien tidak terpasang kateter.

11. Ekstrimitas atas bawah


Fungsi cerebral
- Status Mental : orientasi baik, daya ingat pasien jangka
panjang
Bahasa : Kualitas ucapan spontan
- Tingkat Kesadaran : Composmentis (15)
GCS = 4,5,6 (4 : Respon mata membuka mata spontan, 5:
respon verbal orientasi baik, 6 : respon motorik mengikuti
perintah)
Fungsi motorik (massa, tonus dari kekuatan otot)
Fungsi Motorik
Skala kekuatan otot klien 4444 4444 Ekstremitas klien tampak
lemah. 3333 3333
Ada sedikit nyeri dan keram dibagian tungkai bawah dan telapak kaki.
Struktur ekstremitas atas antara kiri dan kanan simetris, bagian bawah
ekstremitas antara kiri dan kanan simetris, tidak ada kelainan bentuk
tulang.
Sistem musculoskeletal
Inspeksi :
- Tidak ada atrofi dan hipertrofi otot.
- Tidak ada edema
Palpasi :
- Tidak terdapat kelemahan otot.
- Terdapat nyeri tekan di daerah ulu hati

D. KEBUTUHAN FISIK, PSKOLOGI, SOSIAL DAN SPRITUAL


1. Aktivitas dan istirahat tidur
Di Rumah :
Klien biasanya malas beraktivitas, setiap beraktivitas klien merasa
cepat sesak napas dan nyeri dada.
Di Rumah Sakit :
Klien sulit tidur dikarenakan batuk, biasanya pasien tidur jam 21.00
dan terbangun dimalam hari jam 02.00, kadang tidak dapat tidur lagi
dan tidak ada kegiatan yang dilakukan selama terbangun.

2. Personal Hygiene
Saat dirumah klien mengatakan mandi 1x sehari dibantu oleh
keluarga. Namun saat di RS klien mengatakan jarang mandi karena
terpasang infuS.
7

3. Nutrisi
Di Rumah :
sebelum dirawat di RS klien makan 2x /hari, sebelumnya klien tidak
ada makanan pantangan.Sebelum sakit yaitu sekitar 1 minggu yang
lalu BB klien 41 kg.
Di Rumah Sakit :
Klien mengeluh tidak nafsu makan, klien mendapat makanan 3x /hari
dengan porsi sedang. Pasien tidak mampu menghabiskan makanan
yang disediakan rumah sakit karena pasien masih merasa mual
apabila kebanyakan makan dan pasien hanya makan 2-3 suap.
BB : 38 kg
TB : 154 cm
IMT : 16,03 (Underweight)
Diet : NL 1500 Kcal + Protein 3 x 2 takar

4. Eleminasi
Di rumah pasien BAB 1 kali/ hari dan BAK 2-3 kali sehari dengan
waktu tidak tentu, warna urine kuning pekat, tidak ada nyeri saat
BAB ataupun BAK. Di rumah sakit klien mengatakan BAB 1 kali/
hari dengan konsistensi encer atau setengah padat, tidak ada keluhan
nyeri saat BAB dan BAK, jumlah masukan/ minum pasien 500 cc,
jumlah urine 450 cc dengan warna kuning pekat.

5. Seksualitas
Saat menderita penyakit klien menjadi lemas dan lekas lemah,
sehingga mempengaruhi kebutuhan seksualnya.

6. Psikososial
Hubungan pasien dengan keluarga, tetangga dan masyarakat terjalin
baik, namun saat berada di RS merasa terbatas dalam melakukan
aktifitas karena terpasangnya infus berbeda dengan lingkungan
tempat klien tinggal, Klien juga mengkhawatirkan penyakitnya dan
selalu bertanya kepada perawat, kapan saya bisa pulang, klien
bertanya hampir setiap hari, dan klien smengatakan sudah mersa
tidak nyaman berada di rumah sakit diruangan klien ditemptkan di
kamar Infeksius, sehingga tidak banyak teman satu kamarnya, klien
dan keluarga beranggapan kondisi yang dialami sekarang akan
sembuh dengan mengikuti saran dan anjuran oleh dokter.

7. Spiritual
Pasien beragama islam, saat berada dirumah sakit pasien tidak dapat
sholat karena terpasang infus dan merasa lemas, pasien dan keluarga
hanya dapat berdoa agar dapat sembuh dari penyakit yang diderita
sekarang.
8

E. DATA FOKUS
Diagnosa 1 : Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
obstruksi jalan napas (karena terdapat sekret yang kental dan lengket)
DS :
- Klien mengatakan sesak nafas dan kadang-kadang batuk kering.
- Klien juga mengatakan kadang-kadang mersakan nyeri dada
- Klien juga mengatakan pernah mengalami batuk yang disertai
sputum dan darah.
DO :
Tanda-tanda vital
- Suhu : 37,5C
- Nadi : 76 kali / menit
- Pernafasan : 42 kali / menit
- Tekanan darah : 120/80 mm/Hg
Pemeriksaan
e. Inspeksi (melihat)
- Posisi hidung simetris kiri dan kanan, ada pernapasan
cuping hidung, terdapat polip atau secret dan radang, dan
keadaan septum tidak bengkok.
- Klien terlihat sesak nafas, terdapat pergerakan nafas yang
tertinggal dan suara nafas melemah
- Daerah dada simetris antara kiri dan kanan, retersi dinding
dada tidak mengembang sempurna.
- Bentuk dada klien terlihat barrel chest.
f. Palpasi (meraba)
- Saat dilakukan pemeriksaan Vokal Fremitus didapatkan
hasil bahwa 3 bagian paru-paru kiri dan kanan terasa
bergetar dan tidak mengembang sempurna.
+ +
+ +
+ +
- Terdapat nyeri tekan di bagian dada dan tidak teraba massa
atau pembengkakan pada bagian thorax.
g. Perkusi (mengetuk)
- Bunyi suara ketuk sonor
h. Auskultasi (mendengarkan)
- Bunyi paru pada saat di auskultasi whizing dan mengi.di
lobus bagian anterior atas.
9

Diagnosa 2 : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
Di Rumah :
DS :
- Klien mengatakan sebelum dirawat di RS klien makan 2x /hari,
sebelumnya klien tidak ada makanan pantangan.
DO :
- Sebelum sakit yaitu sekitar 1 minggu yang lalu BB klien 41 kg.
Di Rumah Sakit :
DS :
- Klien mengeluh tidak nafsu makan
- Klien mendapat makanan 3x /hari dengan porsi sedang.
- Klien tidak mampu menghabiskan makanan yang disediakan
rumah sakit karena pasien masih merasa mual apabila
kebanyakan makan dan pasien hanya makan 2-3 suap.
DO :
- BB : 38 kg
- TB : 154 cm
- IMT : 16,03 (Underweight)
- Diet : NL 1500 Kcal + Protein 3 x 2 takar

Diagnosa 3 : Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang


penyakitnya.
DS :
- Klien juga mengkhawatirkan penyakitnya
- Klien selalu bertanya kepada perawat, kapan saya bisa pulang,
klien bertanya hampir setiap hari.
- Klien mengatakan sudah merasa tidak nyaman berada di rumah
sakit.
DO :
- Diruangan klien ditempatkan di kamar Infeksius, sehingga tidak
banyak teman satu kamarnya, klien dan keluarga beranggapan
kondisi yang dialami sekarang akan sembuh dengan mengikuti
saran dan anjuran oleh dokter.

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hasil pemeriksaan Laboratorium:
Senin 19 Desember 2016
Darah Rutin Hasil Nilai Normal
Hb 13,4 gr / dl 12-18 gr / dl
Leukosit 12.600 / mm3 4.000-10.000 / mm3
Trombosit 215.000 / mm3 100.000-400.000 / mm3
Hematokrit - 36-55 %
LED 42 mm / hg 42 mm / hg
GOT 200 u/l 10-37 u/l
GPT 284 u/l 12-40 u/l
Billirubin Total 5,8 mg/dl Up to 1,00 mg/dl
10

Billirubin Direct 1,9 mg/dl Up to 0,25 mg/dl


Billirubin Indirect 3,9 mg/dl Up to 0,75 mg/dl

Hitung Jenis/ Hasil Nilai Normal


Diffcount
Basofil - 0-1%
Eosinofil - 1-4%
Staf / Batang - 2-6%
Segmen - 35 - 80 %
Limfosit - 15 - 50 %
Monosit - 28%

2. Radiologi
Foto Thorax
Sabtu 17 Desember 2016
11

3. USG
USG Abdomen
Senin 19 Desember 2016

G. TERAPI FARMAKOLOGI (OBAT-OBATAN)


Injeksi IV Methylprednisolone 500 mg
Injeksi IV Ranitidine 1 amp
Injeksi IV Ceptriaxon 1 amp
Infus Levofloxacin 150ml (1,5 botol)
Infus RL 20tpm

H. THERAPY SAAT INI


Cara
Nama Golongan
Komposisi Indikasi/kontraindikasi Dosis pemberia
Obat Obat
n
Methyl Methylpre NSAID 1) Indikasi : nyeri sedang 500 Via IV
prednis dnisolone hingga berat mg/hari setiap 6
olone 2) Methyl dikontra jam
indikasikan untuk
pasien dengan riwayat
gagal ginjal, riwayat
atau sedang menderita
ulcerasi peptic, angka
trombosit yang rendah.
Untuk menghindari
12

terjadinya perdarahan
lambung, maka
pemberian ketorolac
tromethamine hanya
selama 5 hari saja.
Levoflo Levofloxa Antibiotik Indikasi: 150ml IV
xacin cin Mengobati infeksi (1,5
bakteri seperti botol)
pneumonia, sinusitis,
infeksi kulit, jaringan
lunak dan infeksi prostat.
Kontraindikasi
:Hipersensitif terhadap
Levofloxacin
Alergi obat
Ceptria Ceptriaxo Obat resep 1) Indikasi : pengobatan IV
xon n infeksi saluran nafas
bagian bawah, otitis
media bakteri akut,
infeksi kulit dan
struktur kulit, infeksi
tulang dan sendi,
infeksi intrabdominal,
infeksi saluran urin,
penyakit inflamasi
pelvic, gonorrhea,
bakteri septicemia dan
meningitis
2) Kontraindikasi
:Hipersensitif terhadap
Ceftriaxone atau
sefalosporin lainnya.
Ranitidi Ranitidin Mylanta Hipersensitivitas IV
n terhadap pasien dengan
kolostomi, obstruksi
usus, fecal impaction,
mengatasi peradangan
pada lambung.
13

TAHAP 2 : HYPOTESIS
ANALISA DATA
Senin 19 Desember 2016
No Data Fokus Etiologi Problem
1. DS : Obstruksi jalan Ketidak
- Klien mengatakan sesak nafas dan nafas (karena efektifan
kadang-kadang batuk kering. terdapat sekret bersihan
- Klien juga mengatakan kadang- yang kental dan jalan
lengket) napas
kadang mersakan nyeri dada
- Klien juga mengatakan pernah
mengalami batuk yang disertai
sputum dan darah.
DO :
Tanda-tanda vital
Suhu : 37,5C
Nadi : 76 kali / menit
Pernafasan : 42 kali / menit
TD : 120/80 mm/Hg
Inspeksi (melihat)
- Klien terlihat sesak nafas,
terdapat pergerakan nafas yang
tertinggal dan suara nafas
melemah
- Daerah dada simetris antara kiri
dan kanan, retersi dinding dada
tidak mengembang sempurna.
- Bentuk dada klien terlihat
barrel chest.
- Klien terkadang menggunakan
alat bantu nafas
Palpasi (meraba)
- Saat dilakukan pemeriksaan
Tautil Fremitus didapatkan hasil
bahwa 3 bagian paru-paru kiri
dan kanan terasa bergetar dan
tidak mengembang sempurna.
- Terdapat nyeri tekan di bagian
dada dan tidak teraba massa atau
pembengkakan pada thorax.
Perkusi (mengetuk)
- Bunyi suara ketuk sonor (redup)
Auskultasi (mendengarkan)
- Bunyi paru pada auskultasi
whizing dan mengi.di lobus
bagian anterior atas.
14

2. Di Rumah : Penurunan berat Nutrisi


DS : badan dengan kurang
- Klien mengatakan sebelum dirawat asupan makanan dari
di RS klien makan 2x /hari, adekuat kebutuhan
tubuh
sebelumnya klien tidak ada makanan
pantangan.
DO :
- Sebelum sakit yaitu sekitar 1 minggu
yang lalu BB klien 41 kg.
Di Rumah Sakit :
DS :
- Klien mengeluh tidak nafsu makan
- Klien mendapat makanan 3x /hari
dengan porsi sedang.
- Klien tidak mampu menghabiskan
makanan yang disediakan rumah
sakit karena pasien masih merasa
mual apabila kebanyakan makan dan
pasien hanya makan 2-3 suap.
DO :
- BB : 38 kg
- TB : 154 cm
- IMT : 16,03 (Underweight)
- Diet : NL 1500 Kcal + Protein 3 x 2
takar
3. DS : Kurang Cemas
- Klien juga mengkhawatirkan pengetahuan
penyakitnya tentang
- Klien selalu bertanya kepada penyakitnya
perawat, kapan saya bisa pulang,
klien bertanya hampir setiap hari.
- Klien mengatakan sudah merasa
tidak nyaman berada di rumah sakit.
DO :
- Diruangan klien ditempatkan di
kamar Infeksius, sehingga tidak
banyak teman satu kamarnya, klien
dan keluarga beranggapan kondisi
yang dialami sekarang akan sembuh
dengan mengikuti saran dan anjuran
oleh dokter.
-
15

TAHAP 3 : MECHANISM
Prioritas Masalah :
1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan pola napas abnormal
(karena terdapat sekret yang kental dan lengket)
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
3. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang penyakitnya

Pathway
M Tuberkulosis
(Udara tercemar) BERSIHAN JALAN
NAPAS TIDAK
EFEKTIF

Terhirup lewat Masuk ke paru-paru


saluran pernafasan Sekret sukar di
keluarkan

Batuk dan sesak Alveoli


Produksi sekret
napas
berlebih

Proses peradangan

Infeksi primer pada


alveoli

TB Primer

Hematogen

Bakterimia

Peritonium Penyakit yang tak


kunjung sembuh

Asam lambung Mual, muntah, dan


meningkat anoreksia Ketidak tahuan
tentang penyakit

GANGGUAN NUTRISI
KURANG DARI Pasien
KEBUTUHAN TUBUH gelisah ingin
pulang

CEMAS
16

TAHAP 4 : MORE INFO


Diagnosa 1 : Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
obstruksi jalan napas (karena terdapat sekret yang kental dan lengket)
DS :
- Klien mengatakan sesak nafas dan kadang-kadang batuk kering.
- Klien juga mengatakan kadang-kadang mersakan nyeri dada
- Klien juga mengatakan pernah mengalami batuk yang disertai
sputum dan darah.
DO :
Tanda-tanda vital
- Suhu : 37,5C
- Nadi : 76 kali / menit
- Pernafasan : 42 kali / menit
- Tekanan darah : 120/80 mm/Hg
Pemeriksaan
i. Inspeksi (melihat)
- Posisi hidung simetris kiri dan kanan, ada pernapasan
cuping hidung, terdapat polip atau secret dan radang, dan
keadaan septum tidak bengkok.
- Klien terlihat sesak nafas, terdapat pergerakan nafas yang
tertinggal dan suara nafas melemah
- Daerah dada simetris antara kiri dan kanan, retersi dinding
dada tidak mengembang sempurna.
- Bentuk dada klien terlihat barrel chest.
j. Palpasi (meraba)
- Saat dilakukan pemeriksaan Vokal Fremitus didapatkan
hasil bahwa 3 bagian paru-paru kiri dan kanan terasa
bergetar dan tidak mengembang sempurna.
+ +
+ +
+ +
- Terdapat nyeri tekan di bagian dada dan tidak teraba massa
atau pembengkakan pada bagian thorax.
k. Perkusi (mengetuk)
- Bunyi suara ketuk sonor
l. Auskultasi (mendengarkan)
- Bunyi paru pada saat di auskultasi whizing dan mengi.di
lobus bagian anterior atas.
17

Diagnosa 2 : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
Di Rumah :
DS :
- Klien mengatakan sebelum dirawat di RS klien makan 2x /hari,
sebelumnya klien tidak ada makanan pantangan.
DO :
- Sebelum sakit yaitu sekitar 1 minggu yang lalu BB klien 41 kg.
Di Rumah Sakit :
DS :
- Klien mengeluh tidak nafsu makan
- Klien mendapat makanan 3x /hari dengan porsi sedang.
- Klien tidak mampu menghabiskan makanan yang disediakan
rumah sakit karena pasien masih merasa mual apabila
kebanyakan makan dan pasien hanya makan 2-3 suap.
DO :
- BB : 38 kg
- TB : 154 cm
- IMT : 16,03 (Underweight)
- Diet : NL 1500 Kcal + Protein 3 x 2 takar

Diagnosa 3 : Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang


penyakitnya.
DS :
- Klien juga mengkhawatirkan penyakitnya
- Klien selalu bertanya kepada perawat, kapan saya bisa pulang,
klien bertanya hampir setiap hari.
- Klien mengatakan sudah merasa tidak nyaman berada di rumah
sakit.
DO :
- Diruangan klien ditempatkan di kamar Infeksius, sehingga tidak
banyak teman satu kamarnya, klien dan keluarga beranggapan
kondisi yang dialami sekarang akan sembuh dengan mengikuti
saran dan anjuran oleh dokter.

TAHAP 5 : DONT KNOW


Pertanyaan
1. Mengapa seseorang menjadi penderita penyakit TB Millier ?
Jawab : Karena sebelumnya pasien menderita TB Paru biasa, namun
karena perawatan yang kurang baik dan dicurigai putus obat, maka
penyakit TB yang diderita pasien semakin parah dan bakteri Tuberkolosis
menyebar ke hampir seluruh bagian paru.
2. Sebutkan apa saja sebenarnya tanda dan gejala TB Paru ?
Jawab : Tanda dan gejala dari penyakit TB Paru yang paling umum
adalah Demam, Batuk, Sesak nafas, Nyeri dada dan Malaise
18

3. Apakah TB Millier bisa disembuhkan ?


Jawab : Bisa saja. Namun harus memakan waktu yang sangat lama,
dengan ketentuan pasien dirawat secara khusus dan pasien jangan sampai
putus obat

TAHAP 6 : LEARNING ISSUE


1. Menurut Price & Wilson (2005), menyatakan bahwa Penyakit TB juga
dapat menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah. Organisme
atau lobus dari kelenjar betah bening akan mencapai aliran darah dalam
jumlah kecil, yang kadang-kadang dapat menimbulkan lesi pada berbagai
organ lain. Jenis penyebaran ini dikenal sebagai penyebaran limfo
hematogen yang biasanya sembuh sendiri, penyebaran ini terjadi apabila
fokus nekrotik merusak pembuluh darah sehingga banyak organisme masuk
ke dalam sistem vaskuler dan tersebar ke organ-organ tubuh.

2. Menurut Suzanne C. Smeltzer & Brenda G. Bare, (2002), menyatakan


bahwa Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksius, yang terutama
menyerang parenkim paru Tuberkulosis dapat juga ditularkan ke bagian
tubuh lainnya, termasuk meningens, ginjal, tulang, dan nodus limfe.

3. Menurut Wiwid, (2005), menyatakan bahwa penyakit tuberculosis biasanya


menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mycobacterium
Tubercolosis yang dilepaskan pada saat penderita batuk. Selain manusia,
satwa juga dapat terinfeksi dan menularkan penyakit tuberkulosis kepada
manusia melalui kotorannya .

TAHAP 7 : PROBLEM SOLVING


1. Price & Wilson benar dengan pernyataannya tentang TB juga dapat
menyebar melalui getah bening atau pembuluh darah. Karena TB adalah
bakteri yang bisa menginfeksi organ manapun.
2. Suzanne C. Smeltzer & Brenda G. Bare juga benar dengan pernyataannya
Bukan cuman melalui paru, namun TB juga menyerang ektra paru seperti
ditularkan ke bagian tubuh lainnya, termasuk meningens, ginjal, tulang, dan
nodus limfe.
3. Wiwid (2005) menyatakan bahwa menyatakan bahwa penyakit tuberculosis
biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri
Mycobacterium Tubercolosis yang dilepaskan pada saat penderita batuk.
Selain manusia, satwa juga dapat terinfeksi dan menularkan penyakit
tuberkulosis kepada manusia melalui kotorannya. Itu benar karena bakteri
TB berukuran 0,05 micron sangat kecil. Sehingga mudah tercemar atau
terbawa oleh udara.
19

INTERVENSI KEPERAWATAN
No Diagnosa Diagnosa
No NOC NIC Rasional
Keperawatan Keperawatan
1 00037 Ketidakefektifan Setelah di lakukan 1. Kaji frekuensi 1. Memfasilitasi
pola napas tindakan dan pola kepatenan
berhubungan keperawatan pernafasan jalan napas
dengan pola selama 1 x 24 jam klien 2. Mengumpulk
napas abnormal di harapkan klien 2. Pemantauan an dan
(karena terdapat menyatakan pola refleks batuk menganalisa
sekret yang napas kembali 3. Penyuluhan data klien
kental dan normal dan jalan mengenai untuk
lengket) napas bersih penatalaksana memastikan
an mandiri kepatenan
seperti jalan nafas.
meminum air 3. Mengajarkan
hangat klien
4. Membimbing mengeluarka
pasien untuk n sekret yang
melakukan menempel
nafas dalam pada jalan
dan batuk nafas.
efektif. 4. Agar klien
5. Mengatur dapat
posisi klien memahami
untuk tindakan
mempertahank dengan benar
an kepatenan 5. Agar klien
jalan nafas bisa tenng
6. Kalaborasi 6. Agar pasien
dengan tim tidak putus
medis tentang obat
pemberian 7. Agar pasien
inhalasi dan bisa
nebulizer mengatasi
7. Kalaborasi masalahnya
denngan tim sendiri.
medis dalam
pemberian
oksigen.
20

2 00002 Ketidakseimban Setelah di lakukan 1. Pantau 1. Mengetahui


gan nutrisi tindakan kandungan kebutuhan
kurang dari keperawatan nutrisi dan kalori pasien
kebutuhan tubuh selama 1x 24 jam kalori pada setiap
berhubungan di harapkan rasa catatan asupan harinya.
dengan mual dapat 2. Tentukan 2. Agar pasien
penurunan berat teratasi motivasi bersemangat
badan dengan pasien untuk dalam
asupan makanan mengubah menghabiska
adekuat kebiasan n makanan
makan 3. Menenangka
3. Anjurkan n peristaltik
istirahat dan
sebelum meningkatka
makan. n energi
4. Ajarkan klien untuk makan.
atau keluarga 4. Agar pasien
klien tentang mengetahui
makanan yang maknan yang
bergizi dan bergizi dan
tidak mahal. murah

3 00146 Cemas Setelah dilakukan Ciptakan Membuat


berhubungan tindakan hubungan saling hubungan
dengan keperawatan percaya terapiutik,
ketidaktahuan selama 1 x 24 jam membantu
pasien tentang diharapkan pasien klien menerima
penyakitnya dapat perasaan dan
mendiskusikan menurunkan
permasalahan ancietas yang
yang dihadapinya tidak perlu
tentang
ketidaktahuan