Vous êtes sur la page 1sur 3

ANALISA JURNAL

1. Judul jurnal
Kematian Akibat Overdosis Insulin: Analisis Perbandingan Rasio Kadar Insulin dan C
Peptide pada darah Kelinci (Oryctolagus Cuniculus)
3. Penulis Jurnal
Denny Mathius Truly D, Dasril, Djumadi Achmad
4. Latar belakang masalah
C-Peptide adalah suatu senyawa peptida yang bersama insulin merupakan produk dari
pemecahan proinsulin di sel beta pulau Langerhans pankreas yang keduanya siap untuk
disekresikan bersamaan melalui membran sel. Pada kasus kematian akibat overdosis insulin,
korban akan mengalami keadaan hipoglikemia sebelum meninggal,dan menjadi pertanyaan
apakah kematian korban akibat kelebihan insulin karena suatu penyakit yang diderita
sebelumnya atau ada indikasi pembunuhan dengan menggunakan insulin sintetik. Penelitian
ini merupakan suatu penelitian Eksperimental dengan menggunakan 15 ekor kelinci putih
spesies Oryctolagus cuniculus (5 kelompok kontrol, 5 kelompok hipoglikemi dan 5 kelompok
overdosis) dengan metode pemeriksaan ELISA. Dilakukan di Animal lab FK UNHAS dan
laboratorium penelitian RSP UNHAS, Makassar periode Januari 2013 sampai Februari
2013. Hasil penelitian terdapat rasio kadar insulin dan C-peptide pada serum darah kelinci
normal didapatkan nilai rata-rata 0,5340, sedangkan pada kelompok hipoglikemia nilai rata-
rata yang didapatkan 9,3060, sementara dari hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0.002 (p <
0,005). Pada kelompok kelinci yang mati akibat overdosis setelah pemberian insulin sintetik,
nilai rasio rata-rata pada kelompok ini adalah 12,9340 dan pada uji statistik diperoleh
hasil nilai p = 0,042 (p < 0,05). Pada kelompok kelinci yang mengalami hipoglikemia
dibandingkan dengan kelinci yang mati akibat overdosis dimana tidak terdapat perbedaan
yang signifikan antara nilai rasio keduanya. Nilai p = 0,513, p > 0,05. Pemeriksaan ini dapat
menjadi dasar pembuktian secara ilmiah kasus-kasus kematian akibat overdosis Insulin.
Diperlukan penelitian lanjut dengan sampel yang lebih besar.
5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres pada pasien yang menjalani
terapi hemodialisa dan untuk mengetahui koping yang digunakan pada pasien hemodialisa,
serta untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan strategi koping pada pasien yang
menjalani terapi hemodialisa

6. Metodelogi penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi.
Hubungan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu antara tingkat stres dan stretegi koping pada
pasien yang menjalani terapi hemodialisa.dan pendekatan yang peneliti pilih yaitu cross-
sectional dimana data hanya diambil pada satu satu waktu. Populasi yang diambil pada
penelitian ini adalah pasien yang menjalani terapi hemodialisa diruangan hemodialisa RSUD
Arifin Achmad Pekanbaru dengan jumlah tiap bulan sebanyak 83 orang. Teknik sampling
yang digunakan peneliti adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan
pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-
sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya menurut Notoadmodjo (2005), dengan
jumlah minimal 30 responden.
7. Hasil penelitian
Setelah dilakukan penelitian tentang hubungan tingkat stres dengan strategi koping
mahasiswa pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Arifin Ahmad diketahui
bahwa tingkat stres pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Arifin Ahmad
berada dalam kategori ringan sebanyak 9 orang (81,8%) menggunakan strategi koping yang
adaptif, dan 2 orang (18,2%) menggunakan strategi koping yang maladaptif, sedangkan
kategori berat sebanyak 6 orang (31,6%) menggunakan strategi koping yang adaptif, dan 13
orang (68,4%) menggunakan strategi koping yang Dari uji statistic Chi-Square, diperoleh p
0,023 < alpha 0,05. Diperoleh kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat
stres dan strategi koping pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Dari hasil yang
didapatkan pada penelitian ini, Sehingga dapat dianalisa oleh peneliti, bahwa semakin adaptif
koping seseorang maka semakin ringan tingkat stres yang dimilikinya, dan begitu juga
sebaliknya maladaptif.
8. Kelemahan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu :
1) Penelitian hanya tidak menjelaskan lama waktu penelitian yang dilakukan
2) Desain penelitian hanya menggunakan cross sectional yaitu data hanya diambil pada satu satu
waktu.
3) Sampel penelitian hanya 30 orang sehingga kemungkinan bias masih besar

9. Kelebihan penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu :


1) Dapat menggambarkan secara jelas tingkatan stres yang dialami pasien hemodialisa
2) Menggunakan teknik proposif sampling yaitu sampel yang diambil berdasarkan kententuan
peneliti sehingga dapat menghemat biaya penelitian

10. Manfaat penelitian yang di dapat pada jurnal ini bagi kesehatan, yaitu :
1) Dapat menjadi sumber rujukan sebagai upaya promotif dan preventif terhadap terjadinya
stres pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa.
2) Bagi rumah sakit dapat rujukan untuk pengelolan majemen stres pada pasien hemodialisa
3) Dapat menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya

4) Bagi perawat memberikan litiratur dalam pemberian asuhan pada pasien hemodialisa yang
mengalmi stres akibat penyakitnya.