Vous êtes sur la page 1sur 13

HOME CARE

MAKALAH

oleh

KELOMPOK 18

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNVERSITAS JEMBER
2015
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DEPRESI

MAKALAH

diajukan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Home Care


dengan dosen: Ns. Latifa Aini S, M.Kep, Sp. Kom

oleh:

Auliya Hidayati NIM 122310101001


Indra Kurniawan NIM 122310101021
Rizky Bella M NIM 132310101043

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNVERSITAS JEMBER
2015
A. Kasus Klien Depresi
Perawat B melakukan kunjungan untuk melakukan pemeriksaan kepada
Tn. K (46 Tahun). Pasien mengatakan sudah 3 tahun yang lalu menderita stroke
yang awalnya dimulai dengan nyeri pada pinggang. Pasien menyadari sakit yang
dideritanya merupakan penyakit medis. Satu tahun kemudian pasien tidak bisa
berjalan. Awalnya pasien rajin berobat baik berobat ke medis maupun alternative.
Akan tetapi kira-kira 1 tahun ini pasien tidak mau berobat dikatakan karena
merasa putus asa, mengaku merasa bersalah karena sering merepotkan istrinya
dan menjadi beban bagi keluarganya.
Pasien juga menceritakan bulan Oktober 2013 terdapat masalah dengan
teman kerja pasien, dikatakan ada beberapa dari mereka tidak mau membantu
pasien dalam hal pengurusan kenaikan gaji padahal dulunya pasien sering
membantu mereka. Pasien juga mengatakan merasa tidak berguna karena tidak
dapat mengerjakan apa-apa, tidak dapat menjaga anak, dan tidak bisa bekerja
padahal pasien memiliki tanggungan terhadap 4 orang anak, 1 istri dan 1 adik
perempuannya yang masih kuliah. Tiga bulan yang lalu pasien mengatakan
mendapat serangan stroke lagi sampai pasien tidak dapat berbicara. Pasien
mengatakan saat 3 bulan yang lalu saya tiba-tiba tidak bisa berbicara, saat itu
saya sempat berfikir untuk mengkahiri hidup dan merasa tambah putus asa,
penyakit saya tidak sembuh-sembuh justru tambah parah. Saat mengatakan hal
tersebut tiba-tiba air mata pasien bercucuran dari matanya dan sesekali pasien
mengusap pipinya dengan menggunakan tangannya. Hal ini diperberat pula
karena sejak 6 bulan terakhir istri pasien mulai memarahi pasien dikarenakan
pasien tidak mau berobat dan berusaha untuk mencoba berjalan. Pasien
mengatakan tidak bisa berjalan, menulis bahkan berbicara sehingga membuat
pasien merasa kehilangan minat untuk melakukan aktifitas. Waktu pasien banyak
dihabiskan dirumah dan tidak melakukan apa-apa. Semenjak 3 bulan ini nafsu
makan pasien dikatakan menurun dan sering tebangun saat tengah malam dan
kadang sampai tidak bisa tidur lagi.
B. Pengkajian
1. Anamnesa
Nama : Tn. K
Umur : 46 tahun
Alamat : Tegal Besar RT 18/05 MJ I/340, Jember
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Pendidikan : SLTP
Pekerjaan : PNS
Tanggal periksa : 6 september 2015
Tanggal Pengkajian : 6 september 2015
2. Keluhan Utama
Tn. K merasa tidak berguna , hanya membebani keluarganya karena penyakit
yang dideritanya selama ini. Keadaan itu membuat Tn. K merasa depresi
akibat strokenya.
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Tn. K tidak dapat melakukan kegiatan sehari harinya secara mendari karena
anggota tubuhnya lumpuh, sehingga selalu membutuhkan bantuan
keluarganya. Hal ini semakin membuat Tn. K sedih karena merasa menjadi
orang yang tak berguna untuk keluarganya.
4. Riwayat Penyakit Dahulu
Tn. K menderita stroke sejak 3 tahun yang lalu. Riwayat penyakit kencing
manis, asma, jantung, kejang disangkal oleh pasien.
5. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga Tn. K tidak memiliki riwayat penyakit kronis, menular dan
keturunan.
6. Pengkajian 11 Pola Gordon
a. Pola Persepsi dan Penanganan Kesehatan
Tn. K tidak mau berobat sejak 6 bulan terakhir sebab Tn. K tidak mau
merepotkan keluarganya dengan biaya obat yang mahal. Sedangkan Tn.
K sudah tidak bekerja lagi.
b. Pola Nutrisi/Metabolisme
Semenjak 3 bulan ini napsu makan pasien menurun.
c. Pola Eliminasi
Akibat nafsu makan yang berkurang dan tidak banyak melakukan
aktifitas menyebabkan pola eliminasi buang air besar pasien mengalami
gangguan (konstipasi).
d. Pola Aktivitas
Tn. K mengatakan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas. Waktu
pasien banyak dihabiskan dirumah dan tidak melakukan apa apa.
e. Pola Istirahat Tidur
Tn. K mengatakan sering terbangun saat tengah malam dan kadang
kadang sampai tidak bisa tidur lagi.
f. Pola kognitif dan persepsi sensori
Tn. K menyadari bahwa sakit yang dideritanya merupakan sakit medis,
awalnya Tn. K rajin berobat baik berobat medis maupun alternative akan
tetapi satu tahun ini tidak mau berobat dikatakan karena merasa putus
asa.
g. Pola Peran Hubungan
Tn. K tidak merasa bersalah karena sering merepotkan istrinya dan
menjadi beban bagi keluarganaya. Pasien mengatakan merasa tidak
berguna karena tidak adapat mengerjakan apa apa, tidak dapat menjaga
anak, dan tidk bisa bekerja padahal pasien memiliki tanggungan terhadap
4 orang anak, seorang istri dan 1 orang adik perempuannya yang masih
kuliah.
h. Pola Seksualitas/Reproduksi
Tn. K memiliki 4 orang anak dan seorang istri, setelah pasien mengalami
stroke, istri dan anak-anaknya tetap memberikan kasih sayang dan
dukungan kepada pasien.
i. Pola Koping Toleransi Stress
Tn. K merasa sedih karena tidak kunjung sembuh dari sakitnya dan
sempat berfikir untuk mengakhiri hidupnya.
j. Pola Konsep diri
Tn. K merasa sedih karena tidak kunjung sembuh dari sakitnya dan
pasien merasa putus asa, tidak berguna karena penyakitnya.
k. Pola Keyakinan Nilai
Tn. K selalu berdoa semoga penyakitnya segera sembuh dan tidak lagi
menyusahkan keluarganya.

C. Diagnosa Keperawatan
No. Data Masalah Keperawatan
1. DO: Harga diri rendah
1. Tn. K terlihat hanya berdiam diri dan sesekali kronis
memaksa berjalan tanpa latihan
DS:
1. Tn. K mengaku merasa bersalah karena sering
merepotkan istrinya dan menjadi beban bagi
keluarganya.
2. Tn. K juga mengatakan merasa tidak berguna
karena tidak dapat mengerjakan apa-apa, tidak
dapat menjaga anak, dan tidak bisa bekerja
padahal pasien memiliki tanggungan terhadap 4
orang anak, 1 istri dan 1 adik perempuannya yang
masih kuliah.
2. DO: Keputusasaan
1. Tn. K terlihat sedih
2. Tn. K menangis jika ditanyakan mengenai
keadaannya
DS:
1. Tn. K tidak mau berobat dikatakan karena merasa
putus asa
2. Tn. K mengatakan saat 3 bulan yang lalu saya
tiba-tiba tidak bisa berbicara, saat itu saya sempat
berfikir untuk mengkahiri hidup dan merasa
tambah putus asa, penyakit saya tidak sembuh-
sembuh justru tambah parah.
3. Tn. K mengatakan tidak bisa berjalan, menulis
bahkan berbicara sehingga membuat pasien
merasa kehilangan minat untuk melakukan
aktifitas.

D. Intervensi Keperawatan
No. Diagnosa Keperawatan Intervensi
1. Harga diri rendah kronis 1. Beri penguatan atas kekuatan diri yang
berhubungan dengan diidentifikasi oleh pasien
penyakit kronis (stroke) 2. Bantu pasien mengidentifikasi respon positif
dari orang lain
3. Fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang dapat
meningkatkan harga diri
2. Keputusasaan berhubungan 1. Kaji kemungkinan bunuh diri
dengan stress jangka 2. Gali bersama pasien faktor yang berkonstribusi
panjang terhadap perasaan keputusasaan
3. Beri penguatan positif terhadap perilaku yang
menunjukkan inisiatif, seperti kontak mata,
membuka diri, penurunan jumlah waktu tidur,
perawatan diri, peningkatan nafsu makan

E. Implementasi Keperawatan
No
Tgl/Waktu Implementasi
Dx
1. 1. Memberi penguatan atas kekuatan diri yang diidentifikasi oleh
pasien
2. Memantau pasien mengidentifikasi respon positif dari orang
lain
3. Memfaasilitasi lingkungan dan aktivitas yang dapat
meningkatkan harga diri

2. 1. Mengkaji kemungkinan bunuh diri


2. Menggali bersama pasien faktor yang berkonstribusi terhadap
perasaan keputusasaan
3. Memberi penguatan positif terhadap perilaku yang
menunjukkan inisiatif, seperti kontak mata, membuka diri,
penurunan jumlah waktu tidur, perawatan diri, peningkatan
nafsu makan

F. Evaluasi
No
Tgl /Jam Catatan Perkembangan Paraf
Dx
1. S: Tn. K tetap merasa bersalah karena sering merepotkan
istriny, menjadi beban bagi keluarganya dan tidak berguna.
O: Tn. K terlihat memaksa berjalan tanpa mau latihan terlebih
dahulu
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
2. S: Tn. K mengatakan tetap tidak mau berobat dikatakan
karena merasa putus asa. Pasien mengatakan tidak bisa
berjalan, menulis bahkan berbicara sehingga membuat pasien
merasa kehilangan minat untuk melakukan aktifitas.
O: Tn. K masih tampak sedih.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
DAFTAR PUSTAKA

Wilkinson, Judith M. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan : Diagnosis


NANDA, Intervensi NIC, Kriteria Hasil NOC. Jakarta : EGC
1. Dari kasus diatas Tn. K mengalami depresi?
a. episode depresi berat tanpa gejala psikotik
b. episode depresi ringan tanpa gejala psikotik
c. episode depresi sedang tanpa gejala psikotik
d. episode depresi berat dengan gejala psikotik
e. episode depresi ringan dengan gejala psikotik
2. Tn. K mengalami depresi selama 2 minggu karena merasakan kondisinya
yang terus sakit dan tak kunjung sembuh, tetapi tn. K masih mampu
menghadapi kesulitan dan melakukan berbagai aktivitas. Dari kasus tsb,
Tn. K termasuk dalam depresi?
a. Depresi ringan
b. Depresi sedang
c. Depresi berat
d. Depresi awal
e. Depresi akhir
3. Seorang perempuan berusia 18 tahun, melahirkan bayi yang sehat minggu
lalu di RS Bersalin dan pulang ke rumahnya setelah 2 hari melahirkan. Ibu
baik-baik saja selama beberapa hari pertama, tetapi kemudian menjadi
mudah menangis, tidak sabar bila bayinya agak sulit menyusu, khawatir ia
bukan seorang ibu yang baik, ia merasa suaminya tidak lagi mencintainya.
Apa yang sedang dialami oleh ibu ini?
a. Postpartum blues
b. Perubahan emosi
c. Psikosa postpartum
d. Depresi postpartum
e. Reaksi neurotis-obsesif
Tuan A adalah seorang bapak berusia pertengahan 30-an. Ia datang
berkonsultasi ke psikiater atas anjuran dari salah seorang rekannya. Tuan A
menceritakan bahwa ia sudah merasa sedih berkepanjangan selama 1 bulan
terakhir, ternyata ia baru saja di PHK dari pekerjaannya. berat badan yang nyata
sekitar 3-4 kg karena hilangnya nafsu makan. Tuan A bercerita bahwa perasaan
sedihnya bertambah parah semenjak dua minggu terakhir, ia menjadi mudah
menangis tanpa sebab-sebab yang jelas dan ia merasa pesimis dengan masa
depannya serta keluarganya. Akhir-akhir ini, ia berpikir bahwa hidupnya tidak
berharga dan lebih baik ia mati saja.Rasa sedihnya menjadi bertambah parah
karena Tuan A mulai kebingungan akan pembiayaan hidupnya sehari-hari
beserta keluarganya.
4. Dari kasus diatas tuan A telah mengalami...
a. Psikopat
b.Depresi
c. Hilang ingatan
d. Acuh
e. Bersedih
5. Melihat keadaan Tn. A yang syok, tidak percaya, mengingkari kenyataan
dll, tn. A telah melalui...
a. fase pengingkaran
b. fase denial
c. fase marah
d. fase depresi
e. fase hilang
6. Untuk keadaan tn. A menunjukkan rasa marah yang meningkat dengan
diproyeksikan kepada dirinya sendiri, sehingga timbul respon fisik
berupa kegelisahan, sulit untuk tidur, serta mudah menangis tanpa
sebab. tn A telah melalui...
a. fase pengingkaran
b. fase denial
c. fase marah
d. fase depresi
e. fase hilang
7. Saat dimana awalnya ia tidak mau bicara, tidak nyambung diajak
berbicara, menyatakan putus asa (pesimis), perasaan tidak berharga,
adanya pemikiran lebih baik mati saja keinginan bunuh diri, tidak
pernah lagi mencoba mencari pekerjaan baru, menarik diri dari
masyarakat. Dari keadaan tersebut tn. A sudah asuk dala fase..
a. fase pengingkaran
b. fase denial
c. fase maran.
d. fase depresi
e. fase hilang
8. Nn. M 33 tahun mengalami sebuah keterpurukan ditinggal oleh
tunangannya, segala sesuatu sudah dipersipakan olehnya untuk pernikahan
di minggu depan, tetapi tunangannya malah meninggalkannya ke luar
kota. Nn. M hancur, selama hampir tiga minggu nn. M hanya melamun
saja, nafsu makan tidak ada, hanya menangis saja, berat badan menurun
drastis. Dari kasus diatas Nn. M mengalami depresi?
a. Depresi ringan
b. Depresi sedang
c. Depresi berat
d. Depresi awal
e. Depresi akhir
9. Ny. T yang tinggal di sebuah desa, mempunyai 5 orang anak. Empat
anaknya sekarang sudah menikah dan tinggal di kota. Sedangkan anak
yang terakhir tinggal bersama orang tuanya di desa. Sehari-hari nenek ini
bekerja di sebuah tempat pembuatan tepung. Sampai suatu ketika, nenek
ini mengalami kecelakaan saat di bonceng oleh cucunya ke tempat kerja
dan pinggangnya patah. Sejak saat itu, sang nenek tidak bisa beraktivitas
seperti biasa, dan harus berada di tempat tidur untuk memulihkan
kondisinya. Segala keperluan sang nenek telah diberikan oleh anaknya,
mulai dari makan, minum, buang air, dan mandi. Namun ia tidak bisa terus
menemani ibuna karena sibuk bekerja. Setelah kondisinya mulai membaik,
sang nenek ingin bekerja kembali namun tidak diizinkan oleh anaknya.
Segala aktivitas sang nenek dibatasi oleh anaknya dan si nenek tidak
diizinkan keluar rumah. Hal itu membuat si nenek sering murung dan
kondisinya malah kembali memburuk.
Hal apa yang menyebabkan nenek tersebut menjadi depresi?
a. Karena, Ny. T yang dulunya terus beraktivitas ( bekerja ), kini
hanya duduk dan dipaksa untuk tidak beraktivitas
b. Karena, Ny.T merasa kecil hati
c. Karena Ny.T sudah capek hidup
d. Karena Ny.T ingin disayang oleh anggota keluarganya, tetapi tidak ada
yang memperdulikannya
e. Karena, Ny.T ingin merasakan disayang
10. Ny. G 39 tahun mengalami depresi sejak 1 bulan yang lalu karena anaknya
meninggal hanyut di sungai, beliau sering sekali bicara labat, tidak terlalu
bisa menangkap komunikas verbal, komunikasi non verbalnya meningkat.
Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa Ny. G mengalami depresi?
a. Sedang
b. Ringan
c. Sedang-berat
d. Berat
e. Ringan-berat