Vous êtes sur la page 1sur 6

DASAR-DASAR TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

ASAM PALMITAT

Disusun oleh:
Nurjanatin Aulia (151710101040)

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
ASAM PALMITAT

A. Pengertian Asam Palmitat


Asam palmitat adalah asam lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon
(CH3(CH2)14COOH). Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna
putih. Titik lebur asam palmitat yaitu 63,1 C. Asam palmitat adalah produk awal
dalam proses biosintesis asam. Asam palmitat juga bisa disebut dengan asam
heksadekanoat.

B. Sumber Asam Palmitat


Tumbuh-tumbuhan dari famili Palmaceae, seperti kelapa (Cocos nucifera)
dan kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan sumber utama asam lemak ini.
Minyak kelapa bahkan mengandung hampir semuanya palmitat (92%). Minyak
sawit mengandung sekitar 50% palmitat. Produk hewani juga banyak mengandung
asam lemak ini (dari mentega, keju, susu, dan juga daging). Pada bidang industri,
asam palmitat banyak dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari
segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting namun memiliki daya
antioksidasi yang rendah. Produk hewani juga banyak mengandung asam lemak ini
(dari mentega, keju, susu, dan juga daging).

C. Rumus Asam Palmitat


Rumus empiris : (CHO)n
Rumus molekul : C16H32O2
Rumus struktur :
D. Sifat Asam Palmitat
Sifat kimia : Asam palmitat tidak larut dalam air yang merupakan
produk awal dalam proses biosintesis asam lemak. Dari asam
palmitat, pemanjangan atau penggandaan ikatan berlangsung
lebih lanjut. Dalam industri, asam palmitat banyak
dimanfaatkan dalam bidang kosmetika dan pewarnaan. Dari
segi gizi, asam palmitat merupakan sumber kalori penting
namun memiliki daya antioksidasi yang rendah.
Sifat fisika : Asam palmitat pada suhu ruang berwujud Kristal padat.
Dengan masa molar 256.42 g/mol. Memiliki densitas 0.853
g/cm3 pada 62C. Titik lebur 63.1C. Titik didih 352-352C
dan atau 215C pada 15mmHg.

E. Oksidasi Asam Palmitat


Keterangan:
Tahap 1
Asam palmitat (mengandung 16 atom C) dioksidasi dalam 7 siklus
menjadi 8 residu acetyl dalam bentuk acetyl-CoA.
7 siklus ini didapatkan dari jumlah atom karbon asam palmitat yangmana
pada setiap siklusnya akan turun 2 atom C yaitu dari atom karbon 16 ke 14,
atom karbon 14 ke 12, atom karbon 12 ke 10 dan seterusnya hingga
membentuk 7 siklus.
Selanjutnya 8 acetyl-CoA didapatkan dari atom karbon asam palmitat yaitu
16 yang dibagi dengan 2. Jumlah 2 tersebut didapatkan dari jumlah turunnya
atom karbon pada setiap siklus.

Tahap 2:
Setiap acetyl-CoA dioksidasi menghasilkan 2 CO2 dan 8 elektron dalam
siklus TCA.
Sehingga dihasilkan 16 CO2 dan 64 elektron pada 7 siklus oksidasi asam
palmitat.

Tahap 3:
Elektron yang dihasilkan dari tahap 1 & 2 masuk ke rantai respirasi
mitokondria dengan menghasilkan energi untuk sintesis ATP dengan
forforilasi oksidatif.

Jadi dengan 7 siklus -oksidasi dihasilkan energi sebesar:


7 FADH2 = 7 x 2 ATP = 14 ATP
7 NADH = 7 x 3 ATP = 21 ATP
8 Acetyl-CoA = 8 x 12 ATP = 96 ATP
Jumlah ATP = =131 ATP
Reaksi katabolismenya:
C15H33COOH + 23 O2 16 CO2 + 16 H2O
131 ADP + 131 Pi 131 ATP + 131 H2O
C15H33COOH + 23 O2 + 131 ADP + 131 Pi 16 CO2 + 147 H2O + 119 ATP

Karena pada proses aktivasi dibutuhkan 1 ATP dengan reaksi:


ATP + 2 H2O AMP + 2 Pi, maka reaksi katabolismenya menjadi:
C15H33COOH + 23 O2 + 131 ADP + 129 Pi 16 CO2 + 145 H2O + 130 ATP +
AMP
DAFTAR PUSTAKA

Nelson, D.L and Cox, M.M. (2005). Lehninger Principles of Biochemistry Fourth
Edition. USA : University of Wisconsin Press.