Vous êtes sur la page 1sur 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah yang
berjudul PRAMUKA SIAGA.
Penulisan makalah ini pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah
ini, khususnya kepada Dosen dan merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata
kuliah Pramuka di Universitas Iskandar Muda Banda Aceh. Dalam penulisan makalah ini
penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen dan
Kakak pembimbing kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab
itu, kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan guna lebih sempurnanya
makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi
pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.

Sigli, 2017
Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i

DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 2

2.1 Siaga ............................................................................................ 3

BAB III PENUTUP ...................................................................................... 9

3.1 Kesimpulan ................................................................................. 9

3.2 Saran ............................................................................................ 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal

yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia.

Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki

arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang

meliputi;Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka

Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan

Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf

Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka. Sedangkan

yang dimaksud Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar

lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan

menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam

terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang

sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti

luhur.Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan

dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan

bangsa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu pramuka siaga
2. Pramuka penggalang
3. Pramuka penengak
4. Sandi dalam pramuka
5. PBB dalam pramuka
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mngetahui pramuka siaga
2. Mengetahui pramuka penggalang
3. Mengetahui pramuka penegak
4. Mengetahui sand dalam pramuka
5. Mengetahui cara baris berbaris dalam pramuka

1
BAB II

PEMBAHASAN

Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10
tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa
perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya
untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908
sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.
Pramuka Siaga atau siaga pramuka adalah sebutan bagi Anggota Pramuka
yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan
kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat
Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya
Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa
Indonesia.
Pada usia tersebut anak-anak memiliki sifat unik yang sangat beraneka
macam yang pada dasarnya merupakan pribadi-pribadi aktif dan tidak pernah
diam. Sifat uniknya merupakan kepolosan seorang anak yang belum tahu resiko
dan belum dapat diserahi tugas dan tanggung jawab secara penuh. Sifat yang
cukup menonjol adalah keingintahuan yang sangat tinggi, senang berdendang,
menari dan menyanyi, agak manja, suka meniru, senang mengadu, dan sangat
suka dipuji.
Kehidupan siaga masih berkisar di seputar keluarga yang ada ayah dan
ibu. Keluarga merupakan pusat aktivitasnya. Atas dasar hal tersebut pembinaan
pramuka siaga dikiaskan sebagai keluarga bahagiadi mana terdapat ayah, ibu
dan paman serta bibi. Wadah pembinaan pembinaan ini disebut Perindukan
Siaga yang mengkiaskan bahwa anak seusia siaga masih menginduk pada ayah
dan bunda (keluarga). Hal ini diperjelas dengan formasi bentuk barisan berupa
lingkaran pada upacara pembukaan dan penutupan latihan Siaga.
Formasi barisan pada upacara pembukaan dan penutupan latihan Siaga
adalah berupa lingkaran di mana Pembina berdiri di tengah-tengah lingkaran di
belakang bendera. Hal ini memberi makna bahwa di dalam Siaga, porsi terbesar
adalah ing ngarsa sung tulodo, atau di depan memberi contoh, sedangkan
porsi ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani porsinya lebih kecil.
Simbol bentuk upacara ini juga mengkiaskan bahwa norma dan tata-nilai bagi
Siaga mengikuti cermin kepribadian Pembina-nya.

2
Kode Kehormatan
Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada dua yaitu:
1. Satya (janji Pramuka Siaga)
2. Dwi Darma (ketentuan moral Pramuka Siaga)

Dwi Satya
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia,
dan mengikuti tata krama keluarga.
2. Setiap hari berbuat kebajikan

Dwi Darma
1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya.
2. Siaga berani dan tidak putus asa.

Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang
Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang
anggota Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral
ini, dia belum bisa disebut Pramuka Siaga seutuhnya.

Syarat Kecakapan Siaga


Syarat kecakapan siaga dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Syarat kecakapan umum siaga
2. Syarat kecakapan khusus siaga

Syarat Kecakapan Umum Siaga


SKU Siaga adalah syarat kecakapan minimal yang wajib dimiliki oleh Siaga
untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum yang merupakan alat pendidikan
sebagai perangsang dan pendorong untuk memperoleh kecakapan yang berguna
bagi kehidupannya.
Tingkat pengadopsian nilai-nilai kepramukaan dan keterampilan dilakukan
melalui pendadaran Syarat Kecakapan Khusus (SKU).

Ada 4 jenjang kenaikan tingkat kecakapan umum bagi Pramuka Siaga yakni:
Siaga Mula

3
Siaga Bantu

Siaga Tata

4
Siaga Garuda

Syarat Kecakapan Khusus Siaga


Selain kecakapan umum Siaga dipersilahkan untuk mengambil kecakapan khusus
yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Secara umum Syarat Kecakapan Khusus
ada tingkatan yakni tingkat:
1. Purwa
2. Madya
3. Utama

Tanda Kecakapan
1. Tanda Kecakapan Umum
Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Siaga dapat dikenakan pada lengan
baju sebelah kiri dibawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur
(ini juga diambil dari kebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat
seseorang).

2. Tanda Kecakapan Khusus


Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi
dengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat
dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di
sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah sebanyak 5 buah.

5
Metode Kesiagaan
Dikreasi untuk membekali para pembina siaga. Tentunya seorang pembina,
teristiwa untuk adik- adik usia Siaga diperlukan kemampuan khusus, disamping
memahami psikologi anak, setidaknya harus tahu bahwa tingkat anak-anak itu
sangat menyukai permainan.

Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung setiap 4 Barung dihimpun
dalam sebuah Perindukan. Barung diberi nama dengan warna semisal, Barung
Merah, barung Hijau dll. Sebuah Barung beranggotakan paling banyak 10 orang
Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (Pinrung) yang
dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan
memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama
yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan
dipimpin oleh Sulung itu tadi. Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Yanda dan
Pembina Siaga Pramuka putri dipanggil Bunda. Pembantu Pembina Pramuka
Siaga putra dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina Pramuka putri dipanggil
Bucik.
Bentuk barisan dalam Upacara Siaga adalah lingkaran dengan Pembina berada di
tengah lingkaran. Ini mengandung filosofi bahwa cara pandang Pramuka Siaga
yang masih terfokus pada satu titik. Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah
Pesta Siaga yang berupa Perkemahan satu hari tanpa menginap.

Pesta Siaga
Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga
diselenggarakan dalam dan/atau gabungan dari bentuk:
1. Permainan Bersama adalah kegiatan keterampilan kepramukaan untuk
golongan Pramuka Siaga, seperti menyusun puzzle, mencari jejak, permainan
kim dan sejenisnya.
2. Pameran Siaga adalah kegiatan yang memamerkan hasil karya Pramuka
Siaga.
3. Pasar Siaga (Bazar) adalah simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh
Pramuka Siaga sebagai pedagang, sedangkan pembelinya masyarakat umum.
4. Darmawisata adalah kegiatan wisata ke tempat tertentu yang pada akhir
kegiatan Pramuka Siaga harus menceritakan pengalamannya, dalam bentuk
lisan maupun tulisan.

6
5. Pentas Seni Budaya,adalah kegiatan yang menampilkan kreasi seni budaya
para Pramuka Siaga.
6. Karnaval adalah kegiatan pawai yang menampilkan hasil kreatifitas
Pramuka Siaga.
7. Perkemahan Satu Hari (Persari) adalah perkemahan bagi Pramuka Siaga
yang dilaksanakan pada siang hari.

Tujuan dan makna kesiagaan dan tanggap darurat adalah untuk


memastikan bahwa organisasi dapat melakukan tindakan yang efektif dalam
situasi darurat, dan meminimisasi dampak lingkungan yang ditimbulkan saat dan
setelah keadaan darurat tersebut terjadi.

Darurat adalah segala kejadian abnormal yang berpotensi mengakibatkan


penyimpangan terhadap peraturan lingkungan dan mempunyai potensi nyata
membahayakan lingkungan. Keadaan darurat merupakan suatu kejadian yang
tidak pernah diharapkan terjadi, tidak pernah diketahui kapan akan terjadi, dan
bilamana terjadi akan mengakibatkan gangguan/kerusakan/kerugian terhadap
manusia dan atau lingkungan dan atau perusahaan.

Sebaik apapun kesiagaan organisasi, selalu saja ada suatu kejadian yang
berada di luar pengendalian, seperti bencana alam atau sabotase. Oleh karena itu
dibutuhkan suatu penilaian sistematik terhadap resiko dari semua potensi keadaan
darurat yang mungkin terjadi, dan menyusun rencana kesiagaan dan tanggap
darurat untuk memastikan bahwa organisasi memiliki kesiagaan yang memadai
dalam menghadapi suatu insiden atau keadaan yang tidak diharapkan.

Kesiagaan dan tindakan yang efektif dapat mengurangi kecelakaan,


mencegah atau mengurangi dampak lingkungan, melindungi karyawan dan
masyarakat, mengurangi hilangnya aset, dan mengurangi waktu henti produksi.

Program kesiagaan dan tanggap darurat yang efektif sebaiknya mencakup:


Penilaian potensi kecelakaan dan keadaan darurat;
Pencegahan insiden dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya;
Prosedur / rencana mengatasi insiden;
Pengujian periodik prosedur/rencana kedaruratan; dan
Mengatasi dampak yang berkaitan dengan insiden.

7
Cara terbaik menghindari keadaan darurat adalah dengan meminimisasi
peluang terjadinya kejadian abnormal yang berdampak ekstrim, disamping
menyediakan sumberdaya yang memadai untuk mengatasinya.
Organisasi sebaiknya memiliki rencana dan prosedur untuk mencegah dan
melakukan tindakan dalam keadaan darurat. Prosedur operasi tersebut sebaiknya
mempertimbangkan: (a) lepasnya emisi udara ke atmosfir, (b) buangan limbah ke
tanah dan air, (c) dampak terhadap lingkungan dan ekosistem akibat keadaan
darurat.

Rencana keadaan darurat sebaiknya memuat hal-hal berikut ini:


a. Jasa dan personil yang bertanggungjawab untuk setiap kejadian darurat;
b. Tindakan aksi untuk keadaan darurat yang berbeda-beda;
c. Data dan informasi tentang bahan-bahan berbahaya;
d. Langkah yang harus dilakukan bila terjadi kecelakaan;
e. Rencana pelatihan darurat dan uji coba (drill test).

8
BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi
pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah
perjuangan bangsaIndonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan
Kepramukaan di Indonesia.
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna
menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam
berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan
bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega atau para pemuda usia antara 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap
Satuan Karya memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada
subbidang ilmu tertentu. Setiap Krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus untuk
memperoleh Tanda Kecakapan KhususKelompok Kesatuan Karyaan yang dapat
diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di Saka tersebut.
Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang
disebut Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka disingkat Pertisaka yang
dilaksanakan oleh tiap-tiap saka, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara
bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut Perkemahan Antar Satuan Karya
Pramuka disingkat Peransaka. Kegiatan Peransaka antara lain melakukan transfer
bidang keilmuan masing-masing Satuan Karya.
Pada dasarnya Satuan Karya hanya diatur di tingkat nasional oleh Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka, namun ternyata ada Satuan Karya yang dibentuk
berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah yang bersangkutan.
3.1. Saran
Saran yang dapat diambil dari pembahasan ini adalah :
1. Selalu mengamalkan kepramukaan dikeluarga, sekolah, dan masyarakat
mengingat pentingnya Pramuka demi menbangun karakter bangsa.
2. Seharusnya untuk Pemerintah lebih memperhatikan lagi dan mensuport
adanya pramuka.
3. Pengajar atau guru harus giat memperluas pengetahuan tentang
Pramuka serta meciptakan suasana yang tidak membosankan dalam
proses mengajar.