Vous êtes sur la page 1sur 1

PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI
Menurut American College of Rheumatology, gout adalah suatu penyakit dan potensi
ketidakmampuan akibat radang sendi yang sudah dikenal sejak lama, gejalanya biasanya
terdiri dari episodik berat dari nyeri infalamasi satu sendi.1
Penyakit artritis gout adalah salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering
ditemukan, ditandai dengan penumpukan kristal monosodium urat di dalam ataupun di sekitar
persendian. Monosodium urat ini berasal dari metabolisme purin. Hal penting yang
mempengaruhi penumpukan kristal adalah hiperurisemia dan saturasi jaringan tubuh terhadap
urat. Apabila kadar asam urat di dalam darah terus meningkat dan melebihi batas ambang
saturasi jaringan tubuh, penyakit artritis gout ini akan memiliki manifestasi berupa
penumpukan kristal monosodium urat secara mikroskopis maupun makroskopis berupa tophi
(Mandel, 2008).1
Dua etiologi yang menyebabkan keadaan hiperurisemia adalah ekskresi asam urat
menurun (90% pasien) atau sintesis asam urat meningkat (10% pasien). Keadaan ekskresi
asam urat yang menurun terdapat pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal, penyakit
jantung, terapi obat-obatan seperti diuretik, dan penurunan fungsi ginjal karena usia.
Sedangkan keadaan sintetis asam urat meningkat terdapat pada pasien-pasien dengan
predisposisi genetik, diet tinggi purin, dan konsumsi alkohol.1

1.2 LATAR BELAKANG


Gout Arthtritis sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit
tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut "penyakit para raja" karena
penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang
enak-enak. Penyakit asam urat erat kaitannya dengan pola makan. Salah satu cara
penyembuhan tentu dengan mengontrol asupan makanan. Jika pola makan tidak dirubah,
kadar asam urat dalam darah yang berlebihan akan