Vous êtes sur la page 1sur 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A.R.

H DENGAN DIAGNOSA MEDIK


PNEMONIA + SINDROM DOWN DI RSUD dr. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANAJARMASIN

CI CT
I. Biodata
1. Identitas Klien
Nama/Nama panggilan : An. A.R.H
Tgl lahir/usia : 27-10-2015 (15 bulan)
Jenis kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : pasien belum bersekolah
Alamat : Jl. C. Riwut Km. 2F gg. Adat RT xx No. xx
Tgl masuk : 24 Januari 2017 jam 14.30 WITA
Tgl pengkajian : 25 Januari 2017
Diagnosa medik : Pnemonia + sindrom down

2. Identitas Orang tua


Nama Ayah : Tn. A.A
Usia : 31 tahun
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Alamat : Jl. C. Riwut Km. 2F gg. Adat RT xx No. xx

3. Identitas Saudara Kandung


STATUS
No NAMA USIA HUBUNGAN
KESEHATAN
1 An. A.H 33 bulan Kakak pasien Sehat

II. Riwayat Kesehatan


1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya dikarenakan sesak napas.
Pada saat pengkajian pasien tampak masih sesak, terpasang O2 1 L, orang tua
pasien juga mengatakan anaknya batuk. Terdapat sputum pada jalan napas.

1
2

2. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 5 tahun)


a. Prenatal care
Ibu pasien memeriksakan kehamilannya setiap 2 kali dalam 1 bulan di
bidan praktik dan dokter kandungan. Keluhan selama hamil yang
dirasakan oleh ibu adalah mual muntah pada siang hari diumur kehamilan
5 bulan. Saat hamil pasien melakukan pemeriksaan USG 2 bulan sekali,
selama hamil berat badan naik 10 kg. Ibu pasien juga melakukan
immunisasi pada masa kehamilan. Golongan darah ibu : O. Golongan
darah ayah: A.
b. intranatal care
1) Tempat melahirkan : rumah sakit
2) Jenis persalinan : SC (Section Ceasaria)
3) Penolong persalinan : dokter, perawat dan bidan
4) Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan setelah
melahirkan : tidak ada komplikasi
c. Post natal
1) Kondisi bayi : normal
APGAR : 7-8-9
BBL : 3300 gram, PB: 51 cm, LK: 32 cm.
2) Anak pada saat lahir langsung menangis dan tidak mengalami
gangguan seperti asfiksia atau BBLR.

Untuk semua Usia


Sebelumnya pasien pernah di rawat di rumah sakit 2 kali pada usia 1 minggu dan
3 bulan dikarenakan penyakit yang sama. Pasien tidak memiliki riwayat
kecelakaan. Pasien juga tidak mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa
anjuran dokter dan tidak menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya.
Perkembangan pasien jauh terlambat jika dibandingkan dengan saudaranya
dikarenakan oleh penyakit sindrom down yang dideritanya

III. Riwayat Kesehatan Keluarga


Orang tua pasien mengatakan keluarganya memiliki penyakit keturunan yaitu
asma. Keluarga yang menderita asma adalah kakek, ayah dan paman pasien.
3

Genogram Keterangan:
: laki-laki
A : perempuan
: meninggal

A A : tinggal
Serumah

15 : pasien
bln
A : asma

IV. Riwayat Immunisasi (imunisasi lengkap)


NO Jenis immunisasi Frekuensi
1. BCG 1x
2. DPT (I,II,III) 3x
3. Polio (I,II,III,IV) 4x
4. Campak 1x
5. Hepatitis 3x

V. Riwayat Tumbuh Kembang


1. Pertumbuhan Fisik
a. Berat badan : 6,2 kg
b. Tinggi badan : 76 cm
c. Waktu tumbuh gigi: gigi belum tumbuh

2. Perkembangan Tiap tahap


Usia anak saat
a. Berguling : 14 bulan
b. Duduk : masih belajar
c. Merangkak : belum bisa
d. Berdiri : belum bisa
e. Berjalan : belum bisa
f. Senyum kepada orang lain pertama kali : 2 bulan
4

VI. Riwayat Nutrisi


1. Pemberian ASI
Sejak lahir klien langsung mengkonsumsi ASI sampai usia 6 bulan dengan
frekuensi sekitar 8x / hari. Setelah usia lebih dari 6 tahun juga tetap diberikan
ASI tetapi sudah mulai diberikan susu formula dan bubur

2. Pemberian susu formula


a. Alasan pemberian : ibu klien mengatakan susu formula diberikan setelah
pasien berusia lebih dari 6 bulan.
b. Jumlah pemberian : 1 gelas / hari
c. Cara pemberian : menggunakan sendok

Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia Jenis Nutrisi Frekuensi Pemberian
< 6 bulan ASI Eksklusif 8x / hari
Saat ini ASI + Susu Formula + ASI : 7-8 x/hari
bubur Susu Formula : 1 gelas/hari
Bubur : 2-3x/hari

VII. Riwayat Psikososial


Anak tinggal bersama orang tua di rumah. Lingkungan tempat tinggal berada di
dalam gang. Rumah klien dekat dengan jalan, tempat bermain dirumah dan depan
rumah. Di rumah klien tidur bersama orang tua klien. Rumah tidak ada tangga.
Hubungan antar anggota keluarga baik. Klien diasuh oleh pengasuh dan orang
tuanya sendiri.

VIII. Riwayat Spiritual


Support sistem dalam keluarga baik, keluarga sangat mendukung dan
memberikan semangat kepada orang tua klien untuk bersabar dalam menghadapi
cobaan. Orang tua mengtakan selalu mendoakan atas kesembuhan anaknya, ayah
pasien tampak selalu pergi ke mushalla jika datang waktu shalat.
5

IX. Reaksi Hospitalisasi


1. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
Orang tua pasien membawa anaknya ke RS karena sesak napas. Dokter telah
menceritakan tentang kondisi anak. Perasaan orang tua merasa sedih saat ini.
Di RS pasien dijaga oleh orang tuanya.

2. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap


Anak sekarang baru berusia 15 bulan jadi belum mengerti kenapa harus
dirawat inap.

3. Pengalaman keluarga mengenai sakit termasuk perawatan dan pengobatan


sebelumnya
keluarga mengatakan sudah pernah membawa anaknya berobat ke Rumah
Sakit dan memahami bahwa anaknya perlu pengobatan.

4. Pengalaman dan persepsi anak mengenai sakit termasuk perawatan dan


pengobatan sebelumnya
Anak sekarang baru berusia 15 bulan jadi belum mengerti tentang sakit dan
pengobatannya.

X. Aktivitas sehari-hari
1. Nutrisi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Selera makan Klien makan 2-3x / hari .diet susu
dan menghabiskan porsi
makanannya

2. Cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Jenis minuman ASI dan susu formula Diet susu
Frekuensi minum 7-8 x / hari 8x50 cc
Pasien terpasang infuse D5
Kebutuhan cairan Tidak ada
Ns dengan 20 tpm
Cara pemenuhan Lewat mulut Lewat NGT dan mulut
6

3. Eliminasi (BAB&BAK)
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Tempat pembuangan Toilet Toilet
Frekuensi (waktu) BAB 1x / hari BAB:1 x semenjak masuk RS
BAK 4-5x / hari BAK: 3-4 x / hari
Konsistensi Sedikit padat padat
Kesulitan Tidak ada Sedikit keras
Obat pencahar Tidak ada Tidak ada

4. Istirahat tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Jam tidur
a. Siang 2-3 kali 2-3 kali
b. Malam Kurang lebih 6-7 jam Kurang lebih 6-7 jam
Pola tidur Teratur Teratur
Kebiasaan sebelum Minum susu Minum susu
tidur
Kesulitan tidur Tidak ada Tidak ada

5. Olah Raga
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Program olah raga Tidak ada Tidak ada
Jenis dan frekuensi Tidak ada Tidak ada
Kondisi setelah olah Tidak ada Tidak ada
raga

6. Personal Hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Mandi Mandi didampingi oleh ibu
a. Cara pasien di kamar mandi Diseka dengan tissue basah
b. Frekuensi 2x / hari 2x/hari
c. Alat mandi Sabun, shampoo dan air Tissue basah
dalam bak mandi
7

Cuci rambut
a. Frekuensi 1x / hari Tidak ada
b. Cara Menggunakan shampoo Tidak ada
Gunting kuku
a. Frekuensi 1x / minggu 1x / minggu
b. Cara Dipotong dengan potongan Dipotong dengan potongan
kuku kuku

Gosok gigi
a. Frekuensi Tidak, karena gigi pasien Tidak, karena gigi pasien
b. Cara belum tumbuh belum tumbuh.

7. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Kegiatan sehari-hari Bermain dengan Berbaring dan bermain di
keluarga di rumah tempat tidur

Pengaturan jadwal harian Jadwal harian diatur Tidak ada


oleh orang tua pasien
Penggunaan alat bantu Aktivitas dibantu oleh Sebagian besar aktivitas
aktifitas keluarga pasien dan dibantu oleh orang tua
pengasuh. pasien

8. Rekreasi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Waktu luang Untuk bermain Anak tampak hanya
menghabiskan waktunya
ditempat tidur
Waktu senggang keluarga Bermain di rumah Anak tampak hanya
menghabiskan waktunya
ditempat tidur
Kegiatan hari libur Tidak ada Tidak ada kegiatan
kegiatan khusus khusus
8

XI. Pemeriksaan Fisik


1. Keadaan umum : lemas
2. Kesadaran : compos mentis
3. Tanda tanda vital
Denyut nadi : 121x / menit Suhu : 360C Pernapasan : 50 x/ menit
Berat Badan : 6,2 kg
Tinggi Badan : 76 cm

4. Kepala
a. Inspeksi
Keadaan rambut & Hygiene kepala
1) Warna rambut : hitam
2) Penyebaran : berdistribusi normal
3) Mudah rontok : tidak
4) Kebersihan rambut : bersih
b. Palpasi
1) Benjolan : ada / tidak ada : tidak ada
2) Nyeri tekan : ada / tidak ada : tidak ada
3) Tekstur rambut : kasar/halus : halus

5. Muka
a. Inspeksi
1) Simetris / tidak : simetris
2) Bentuk wajah : mongoloid
3) Gerakan abnormal : pasien selalu mengerakan lidahnya
4) Ekspresi wajah : datar
b. Palpasi
Nyeri tekan / tidak : tidak ada nyeri tekan

6. Mata
a. Inspeksi
1) Pelpebra : tidak edeme
tidak radang
2) Sclera : tidak ikterus
3) Conjungtiva : tidak radang dan tidak anemis
9

4) Posisi mata : simetris


5) Gerakan bola mata : normal
6) Penutupan kelopak mata : normal
7) Keadaan bulu mata : normal
8) Penglihatan : normal

7. Hidung & Sinus


Inspeksi
Posisi hidung : normal
Bentuk hidung : normal
Keadaan septum : normal
Secret / cairan : tidak ada sekret atau cairan yang keluar dari hidung

8. Telinga
Inspeksi
Posisi telinga : normal
Ukuran / bentuk telinga : normal
Lubang telinga : bersih
Pemakaian alat bantu : tidak ada

9. Mulut
a. Gigi
1) Keadaan gigi : belum tumbuh
2) Karang gigi : tidak ada
3) Pemakaian gigi palsu : tidak ada
b. Gusi
Merah / radang / tidak : tidak ada radang
c. Lidah
Kotor / tidak : tidak kotor
d. Bibir
1) Cianosis / pucat / tidak : tidak
2) Basah / kering / pecah : lembab
3) Mulut berbau / tidak : tidak
10

10. Tenggorokan
a. Nyeri tekan : tidak ada
b. Nyeri menelan : tidak ada

11. Leher
a. Inspeksi
Kelenjar thyroid : tidak membesar
b. Palpasi
Kelenjar thyroid : tidak mengalami pembesaran
Kaku kuduk / tidak : tidak
Kelenjar limfe : tidak membesar

12. Thorax dan pernapasan


Bentuk dada : berrel chest
Irama pernafasan : cepat dan dangkal
Pengembangan di waktu bernapas : dangkal
Suara nafas : vesikuler
Suara tambahan : tidak ada

13. Jantung
Suara jantung S1 S2 reguler. CRT < 2 detik, akral hangat. kecepatan denyut
apical 121 x/menit, irama reguler dan nadi teraba kuat.

14. Abdomen
a. Inspeksi
1) Membuncit : tidak
2) Ada luka / tida : tidak ada luka
b. Palpasi
1) Hepar : tidak ada pembesaran
2) Nyeri tekan : tida ada nyeri tekan

15. Genitalia dan Anus : tidak ada gangguan


16. Ekstremitas
a. Ekstremitas atas
1) Motorik
11

Pergerakan kanan / kiri : normal


2) Sensori
Rasa raba : ya
b. Ekstremitas bawah
1) Motorik
Pergerakan kanan / kiri : normal
2) Refleks
Babinsky kanan / kiri : normal
3) Sensori
Rasa raba : normal

17. Status Neurologi


Indra penghidu dan pendengaran tidak terdapat gangguan. Pergerakan bola
mata maupun kelopak mata tidak mengalami gangguan. Refleks menela
pasien baik. Pasien dapat menggerakan kepala kekiri maupun kekanan.

XI. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan (0 6 Tahun )


Tingkat perkembangan pasien tidak sesuai dengan tingkat tumbuh kembang dan
terdapat permasalahan tumbuh kembang pada pasien.

XII. Rencana tindakan Operasi


Klien tidak ada rencana untuk dilakukan operasi.

XIII. Test Diagnostik


Tanggal: 16 Januari 2017
Para Result Ref Range
WBC 10,0 4,0-10,0
Lymph# 1,7 x 0.8-4,0
Mid# 0.9 x 0,1-0,9
Gran# 7,4 x 2.0-7,0
Lymph % 17,1 % 20,0-40,0
Mid % 8,5 % 3,0-9,0
Gran % 74,4 % 50,0-70,0
HBG 11,7 a/dl 12,0-16,0
RBC 4,06 x 3.50-5,50
12

HCT 36,4 % 37,0-50,0


MCV 89,7 FL 82,0-95,0
MCH 28,8 Pa 27,0-31,0
MCHC 32,1 a/dl 32.0-36,0
RDW-CV 14,1 % 11,5-15,0
RDW-CD 48,6 FL 35,0-56,0
PLT 350 x 150,0-450,0
MPD 7,6 FL 7,0-11,0
PDW 15,3 15,0-17,0
PCT 0,266 % 0,108-0,282
13

XIV. Therapy saat ini (tulis dengan rinci)


Cara
Nama Obat Komposisi Golongan Obat Indikasi/Kontaindikasi Dosis
Pemberian
D5 Ns Per 1000 mL mengandung glucose 55 Obat resep dokter (K) Indikasi: Injeksi iv 3 mL/ Intravena
gram, NaCl 2,25 gram Untuk mengatasi dehidrasi, menambah kalori, dan KgBB/ jam atau 70
mengembalikan keseimbangan elektrolit. tetes/70 KgBB /
menit. Maksimal
Kontraindikasi:
:1500 mL/ 70KgBB
Hipernatremia, asidosis, hipokalemia, diabetes
/ hari.
melitus.
dexametasone Setiap ml mengandung dexamehasone Anti imflamasi dan Indikasi: 3x2,5mg Intravena
sodium phosphate 5 mg antialergi Anti imflamasi dan antialergi dosis kuat.

Kontraindikasi:
Hipersensitifitas dexamethason
Penderita infeksi jamur sistemik
Pasien dengan herpes simpleks pada mata, TB aktif,
peptic ulcer aktif atau psikosis
Ampicilin Setiap 5 ml mengandung ampisilina Antibiotic golongan Indikasi: 3x200 mg Intravena
trihidrat 125 mg beta Mengobati infeksi akibat bakteri yang peka
terhadap ampisilin, sperti : infeksi saluran napas.
Pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh
enterococcus seperti endocarditis dan meningitis
14

Pengobatan penyakit gonorrhea, infeksi kulit dan


jaringan lunak, infeksi saluran kemih dan infeksi
salmonella dan shigela.

Kontra indikasi :
Pasien hipersinsitifitas ampicilin dan antibiotic beta
aktum lainnya seperti penisilin dan cephalosporin.
Ceftriaxon Tiap vial Ceftriaxon mengandung antibiotik Indikasi : 2x250 mg intravena
Ceftriaxon sodium 1 g Mengobati dan mencegah infeksi yang disebabkan
oleh bakteri

Kontra Indikasi
Hipersinsitif terhadap ceftriaxon atau sefalosporin
lainnya.
Ventolin Salbutamol 2,5 mg/2,5 ml NaCl Agonis Indikasi : +2 cc NS nebulizer
adrenorereseptor Mengobati bronkospasme dan penyakit paru (3x/hari)
beta-2 obstruktif kronik (PPOK)
Mengobati hiperkalemia akut
Pengobatan kejang bronkus pada pasien yang
memiliki penyakit jantung dan darah tinggi
Kontra indikasi
Hipersinsitif terhadap salbutamo atau obat agonis
adrenorereseptor beta-2 lainnya
15

XV. ANALISIS DATA


NO Tanggal/Jam Data Fokus Etiologi Problem
1 25-01-2017 Data subjektif : Penyakit paru Ketidakefektifan
Orang tua pasien juga mengatakan obstrukti bersihan jalan
anaknya batuk kronis napas (00031)

Data objektif
Pada saat pengkajian pasien tampak
masih sesak, terpasang O2 1 L
Napas cepat dan dangkal
Terdapat sputum pada jalan napas
Pernapasan : 50 x/menit

2 25-01-2017 Factor risiko : Risiko disfungsi


Agen farmaseutikal (pemakaian motilitas
antibiotic) gastrointestinal
Perubahan pola makan (00197)
Gaya hidup kurang gerak (Anak
tampak hanya menghabiskan
waktunya ditempat tidur)

XVI. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d penyakit paru obstrukti kronis
2. Risiko disfungsi motilitas gastrointestinal
16

XVII. PERENCANAAN KEPERAWATAN


No Diagnosa
NO Diagnosa Nursing Outcome Nursing Intervention Rasional
Keperawatan
1 00031 Ketidakefektifan Setelah dilakukan 1. Stabilisasi dan membuka jalan napas 1. dengan membuka jalan napas dapat mengurangi
bersihan jalan tindakan keperawatan sesak yang diderita dan dapat mempertahankan
napas b/d selama 3x24 jam keadekuatan jalan napas.
penyakit paru kepatenan jalan napas 2. Manajenen jalan napas 2. manajemen jalan napas merupakan salah satu
obstrukti kronis, dapat diperahankan, intervensi untuk mempertahankan keadekuatan
yang ditandai Kriteria Hasil : bersihan jalan napas.
dengan, Pasien tidak sesak 3. Peningkatan (manajemen) batuk 3. manajemen batuk dapat dilakukan untuk
DS : saat bernapas b. Administrasi (pemberian) obat : mengurangi sputum yang ada pada jalan napas.
Orang tua pasien Tidak terjadi inhalasi
juga mengatakan perubahan pola c. Terapi oksigen
anaknya batuk napas d. Pengaturan posisi
Tidak ada sputum 4. Monitor pernapasan 4. monitor pernapasan perlu dilakukan untuk
DO : pada jalan napas memantau kemungkinan terjadinya sesak.
Pada saat Pernapasan 24-40
pengkajian x/menit
pasien
tampak
masih sesak,
terpasang O2
17

1L
Napas cepat
dan dangkal
Terdapat
sputum pada
jalan napas
Pernapasan :
50 x/menit

2 00197 Risiko disfungsi Setelah dilakukan 1. Manajemen nutrisi 1. Pemberian nutrisi yang tepat dapat mencegah
motilitas tindakan keperawatan masalah pada sistem gastrointestinal
gastrointestinal, selama 3x24 jam fungsi 2. Terapi nutrisi 2. Pemberian nutrisi yang tepat dapat mencegah
dengan factor gastrointestinal baik, masalah pada sistem gastrointestinal
risiko : dengan criteria hasil : 3. Monitor nutrisi 3. Pemberian nutrisi yang tepat dapat mencegah
Agen ada hasil eleminasi usus. masalah pada sistem gastrointestinal
farmaseutikal 4. Identifikasi risiko 4. Indentifikasi dini merupakan salah satu cara
(pemakaian mencegah masalah yang mungkin muncul
antibiotic) 5. Pengajaran : proses penyakit 5. Dengan mengetahui proses penyakit orang tua
Perubahan tidak terkejut dengan kondisi anaknya.
pola makan
Gaya hidup
kurang gerak
(Anak tampak
18

hanya
menghabiskan
waktunya
ditempat
tidur)

XVIII. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DAN EVALUASI (CATATAN PERKEMBANGAN)


Hari /Tanggal: rabu /25 Januari 2017
Jam Nomor
NO Tindakan Daignosa Tindakan Evaluasi (SOAP) Paraf
(WITA) NANDA
1 09.00 00031 1. Memantau status O2 pasien dengan mengukur SPO2 Rabu, 25 Januari 2015 (jam 14.00)
mengunakan Oxymeter S : orang tua pasien mengatakan anaknya masih
10.00 SPO2 : 89% batuk
11.50 2. Memberikan terapi O2 1 L (nasal kanul) O : 1. Pasien tampak sesak saat bernapas
12.00 3. Menagatur posisi pasien senyaman mungkin 2. Napas cepat dan dangkal
13.00 4. Memberikan nubulizer (V + 2 cc NS, 3x/hari) 3. Ada sputum pada jalan napas
5. Pemberian obat dexsametason (3 x 2,5 mg). 4. Pernapasan 50 x/menit
A : masalah, Ketidakefektifan bersihan jalan napas
19

b/d penyakit paru obstrukti kronis


P : lanjutkan intervensi
1. Stabilisasi dan membuka jalan napas
2. Manajenen jalan napas
3. Peningkatan (manajemen) batuk
4. Monitor pernapasan

2 09.30 000197 1. Mengidentifikasi adanya sumber-sumber agensi yang dapat Rabu, 25 Januari 2015 (jam 14.00)
menimbulkan masalah, seperti : pemakaian antibiotic, S : data subjektif tidak ada
perubahan pola makan, dan gaya hidup kurang gerak O : 1. Pemakaian antibiotic
10.30 2. Menentukan jumlah dan tipe nutrisi yang dibutuhkan 2. Perubahan pola makan
dibutuhkan oleh pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi 3. Gaya hidup kurang gerak (Anak tampak
pasien dengan berkolaborasi bersama ahli gizi sesuai hanya menghabiskan waktunya ditempat
kebutuhan tidur)
11.00 3. Memberikan nutrisi yang dibutuhkan sesuai batas diet yang A : masalah, Risiko disfungsi motilitas
dianjurkan (susu 50 cc/3jam melalui OGT) gastrointestinal
12.00 4. Memonitor instruksi diet yang sesuai untuk memenuhi P : lanjutkan Intervensi
kebutuhan pasien (diet susu 8x50cc dalam sehari). 1. Manajemen nutrisi
2. Monitor nutrisi

Kamis, 26 Januari 2017


1 17.25 00031 1. Menagatur posisi pasien senyaman mungkin Kamis, 26 Januari 2017 (20.45 WITA)
17.30 2. Memberikan nubulizer (V + 2 cc NS, 3x/hari) S : orang tua pasien mengatakan anaknya masih
17.55 3. Memantau status O2 pasien dengan mengukur SPO2 batuk
20

mengunakan Oxymeter O : 1. sesak berkurang, pasien tidak memakai O2 lagi.


SPO2 : 90% 4. Masih ada sputum pada jalan napas
18.00 4. Memantau tanda-tanda vital pasien 5. Pernapasan : 44 x/menit
P : 44 x/menit A : masalah teratasi sebagian
N : 120 x/menit P : lanjutkan intervensi
T : 36,5oC 1. Stabilisasi dan membuka jalan napas
21.00 3. Pemberian obat dexsametason (3 x 2,5 mg). 2. Manajenen jalan napas
3. Peningkatan (manajemen) batuk
4. Monitor pernapasan

2 00197 1. Memberikan nutrisi yang dibutuhkan sesuai batas diet yang Kamis, 26 Januari 2017 (20.45 WITA)
dianjurkan (susu 50 cc/3jam melalui OGT) S : tidak ada data subjektif
2. Memonitor instruksi diet yang sesuai untuk memenuhi O : ada hasil eliminasi usus (Pasien BAB 1x pada
kebutuhan pasien (diet susu 8x50cc dalam sehari). jam 5 sore, feses lembek dan tidak ada kesulitan
3. Memonitor turgor kulit dan mobilitas pasien (turgor kulit saat BAB).
lembab, mobilitas pasien minimal) A : masalah teratasi
4. Memonitor adanya mual muntah (tidak ada mual muntah) P : intervensi dihentikan.

Jumat, 27 Januari 2017- Sabtu 28 Januari 2017


1 27-01-2017 00031 Sabtu, 28 Januari 2017 (07.00 WITA
21.00 5. Pemberian obat dexsametason (3 x 2,5 mg). S : orang tua pasien mengatakan batuk anaknya
28-01-2017 sudah berkurang
05.00 6. Pemberian obat dexsametason (3 x 2,5 mg). O : 1. pasien tidak sesak lagi
05.40 2. Sputum pada jalan napas berkurang
21

05.45 7. Menagatur posisi pasien senyaman mungkin 3. Pernapasan 30 x/menit


05.55 8. Memberikan nubulizer (V + 2 cc NS, 3x/hari) A : masalah teratasi sebagian
9. Memantau status O2 pasien dengan mengukur SPO2 P : lanjutkan intervensi
mengunakan Oxymeter 1. Stabilisasi dan membuka jalan napas
06.00 SPO2 : 96% 2. Manajenen jalan napas
10. Memantau tanda-tanda vital pasien 3. Peningkatan (manajemen) batuk
P : 30 x/menit 4. Monitor pernapasan
N : 121 x/menit
T : 36,5oC