Vous êtes sur la page 1sur 12

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DI SUSUN OLEH

IDA HERWATI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI ILMU PROFESI NERS

UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI

MALANG

2017
2
Asuhan Keperawatan Keluarga

A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Syaful Anwar
2. Usia : 28 tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Bangunan
5. Alamat : RT 9 RW 4 Dusun mangunrejo kelurahan sidomulyo
6. Komposisi Anggota Keluarga :

Jenis Hub dgn


No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
Kel KK
1. Bp. S L Suami 28 th SD Bangunan
2. Ibu. A P Istri 24 th SMP IRT
3. An. N L Anak I 4 th PAUD Belum bekerja

7. Genogram :

Nenek Kakek Nene


kakek .G th
Bp J 430th
45

M.2013
Bp S T
Ibu 28 Th 52 th
A
24
th

N
4 Mengalami
Kurang nutrisi
th
tT
H
8. Tipe keluarga :
Keluarga Bapak S merupakan keluarga inti memiliki satu orang istri (Ibu A) dan satu
orang anak yang terdiri dari anak N berumur 4 tahun.
3
9. Suku Bangsa
Bp. S dan Ibu A berasal dari suku Jawa. Bahasa yang digunakan sehari hari dalam
keluarga adalah bahasa Indonesia bercampur Jawa. Cara berpakaian, dekorasi, dalam
penataan. Rumah, tidak terpengaruh budaya tertentu.

10. Agama
Keyakinan agama yang dianut oleh keluarga Bp. S adalah agama Islam, Bp. S dan Ibu A
kurang taat dalam menjalankan ibadah. Sedangkan An. A sangat rajin mengikuti kegiatan
yang diadakan di mushola dekat rumahnya, seperti mengaji.

11. Status sosial ekonomi keluarga (penghasilan)


Penghasilan keluarga kurang dari satu juta. Bapak S sebagai pencari nafkah utama dalam
keluarga sehari-harinya bekerja jadi pekerja bangunan. Istri sebagai ibu rumah tangga dan
mengasuh anak. Rata rata perbulan untuk kebutuhan biaya hidup, keluarga
membelanjakan untuk komsumsi keperluan. Rumah tangga seperti belanja bulanan dan
harian, membiayai sekolah anak, dan biaya pemakaian listrik. Dengan penghasilan yang
kecil Ibu A. Harus mengelola seefisien mungkin agar bisa digunakan dalam sebulan.
Keperluan untuk dana kesehatan diperoleh dari penghasilan bekerja saja. Tidak ada
jaminan kesehatan khusus untuk kesehatan keluarga.

12. Aktifitas dAn. Aekreasi


Aktifitas keluarga sehari hari untuk Bp. S dimulai pada pagi hari berangkat bekerja sekitar
kurang lebih pada pukul 8 pagi dan pulang pada pukul 17.00. Ibu A. di rumah mengasuh
anak dan melakukan pekerjaan. rumah tangga. Setelah menyiapkan semua kebutuhan
anaknya, Ibu A mulai pagi melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan bersih,.
Aktifitas rekreasi khusus jarang dilakukan, aktifitas rekreasi yang dilakukan di rumah,
menonton televisi mendengarkan musik.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini:
Tahap perkembangan keluarga Bp. S saat ini sesuai dengan posisi anak pertama An. N
yang berumur 4 tahun, termasuk keluarga dengan tahap perkembangan anak usia pra
sekolah.

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


4
Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi secara optimal adalah memenuhi
kebutuhan kesehatan anggota keluarga. An. N yang susah makan. Dan menurut Ibu F,
pada saat cuci tangan keluarga kami tidak cuci tangan pake sabun khuus cuci tangan,

3. Riwayat keluarga inti


Bp. S dan Ibu A menikah sekitar 4 tahun yang lalu (2013). Kemudian mempunyai anak
yang benama N, dan Bapak M tinggal di dusun mangunrejo dengan istri dan anak serta
dengan ibu dan bapak mertua .

4. Riwayat keluarga sebelumnya


Keluarga Bp S berasal dari keluarga sederhana. Bapak S berprofesi sebagai pekerja
bangunan, untuk kebutuhan sehari-hari. Namun yang terpenting bagi keluarga Bp. S
adalah kebutuhan keluarganya. Sehingga Bp. S akan berusaha agar kebutuhan
keluarganya tercukupi. Ibu A selalu memastikan kebutuhan anaknya untuk sekolah hari
itu sudah siap semuanya, mulai dari sarapan hingga buku pelajaran yang harus dibawah.
Mengenai menu makan harian, Ibu A selalu menyediakan sayur dan membuat makanan
sehat dengan bentuk yang lucu untuk anaknya supaya mau makan. Hal ini mendorong
An. N untuk jarang jajan di luar rumah.

III. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah keluarga Bp S merupakan. rumah dengan luas 12 yang terdiri dari satu ruang
tamu, 4 kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi serta teras rumah. Rumah tempat
tinggal merupakan. rumah orang tua ibu A karna Ibu A anak tunggal.

Denah rumah :

Keterangan: A= ruang tamu


B= kamar tidur
C= kamar tidur
D= dapur
E= kamar kecil
S U
5

Secara keseluruhan. rumah tampak bersih tapi kuran rapi. Kondisi pencahayan sinar
matahari cukup pada semua ruangan. Kondisi jendela depan rumah jarang dibuka
terutama pada pagi hingga siang hari. Ventilasi udara untuk ruangan ada pada ruang
tamu, kamar tidur kamar dan dapur. Penerangan pada siang hari cukup dengan
menggunakan dari sinar matahari. Kamar keluarga di terangi dengan lampu, Kondisi
lingkungan rumah dekat dengan gang. Tidak terdapat tempat sampah di luar rumah,
karena sampah dikumpulkan kemudian dibakar atau ditimbun. Kebutuhan air bersih
diperoleh dari PAM.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas :


Tetangga keluarga Bp S Kebanyakan berasal dari suku jawa. Dalam berhubungan
dengan tetangga tidak ada masalah. Keluarga Bp S tidak memiliki jaringan ikatan
dengan satu suku yang khusus dalam bertetangga. Ibu A sering berkunjung ke tetangga
pada sore hari jika pekerjaannya telah selesai.

3. Mobilitas geografis keluarga


Keluarga Bp S tinggal di dusun mangunrejo dengan mertua sejak lebih kurang 4 tahun
yang lalu, yaitu sejak awal mereka menikah.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyakarat


Bp. S bersosialisasi dengan tetangga tapi jarang mengikuti kegiatan kegiatan sosial di
masyarakat karena kelelahan bekerja. Kegiatan masyarakat yang diikuti Bp S hanya
kegiatan. Pengajian di kompleks rumah yang. Ibu A berinteraksi dengan tetangga dalam
bentuk perbincangan, kegiatan pengajian pernah ikut serta. An. N sering bermain
dengan tetangganya yang seumuran dan. Rutin mengikuti mengaji di mushola dekat
rumahnya.

5. Sistem pendukung keluarga


Keluarga Bp. S berusaha mencukupi kebutuhannya sendiri, tetapi jika mengalami
kesulitan keuangan keluarga dibantu dengan mertuanya. Ibu A mengatakan apabila ada
permasalahan di dalam keluarga dikomunikasi dengan Bp. S dan orang tuanya yang
tinggal serumah dengan mereka saja dan menyelesaikan permsalahan yang dihadapi
6
secara bersamaan.

IV. Struktur Keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi dengan keluarga menurut keluarga cukup baik. Interaksi anak dengan
bapak banyak dilakukan pada malam hari sedangakan sama ibu lebih banyak
interaksinya, Jika ada permasalahan. An. N sangat hiperaktif sampe-sampe orang tua
susah kasih tahu. Komunikasi keseharian menggunakan bahasa Indonesia dan campuran
Jawa, bila ada masalah keduanya saling berdiskusi.

2. Struktur kekuatan keluarga


Pengambilan keputusan dalam keluarga menurut Ibu S lebih sering dilakukan oleh Bp.
S. Kondisi yang menuntut untuk diambil keputusan misalnya dalam menentukan terapi
pengobatan untuk anak.

3. Struktur peran keluarga


Peran formal:
Bp. S berperan sebagai kepala keluarga, pencari nafkah dan pengatur rumah tangga. Ibu
S berperan sebagai pengatur kebutuhan keluarga, pendidik, dan pelindung anak. An. N
berperan sebagai anak dan siswi. Anak N mengatakan dirinya sebagai siswi dia belajar
dengan baik dan di sekolah berusaha berteman baik dengan teman-temannya dan
menghormati para gurunya.
Peran informal:
Ibu S sebagai ibu rumah tangga.

4. Nilai dan Norma Budaya


Keluarga Bp. S menerapkan nilai-nilai Islam pada keluarga. Aturan di keluarga berlaku
berdasarkan nilai-nilai agama Islam meskipun tidak terlalu taat dan ketat.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Dalam keluarga Bapak S pengasuhan diperankan oleh kedua orang tua untuk
menyayangi, peduli, dan mengahrgai. Waktu terbesar diberikan oleh ibu A terhadap
pengasuhan anak. Hubungan kelekatan anak dengan orang tua baik.
7
2. Fungsi sosialisasi
Keluarga Bp S memperbolehkan anggota keluarga bergau dengan siapa saja, terutama
dengan teman-teman An. N di PAUD maupun di sekitar rumahnya. Bp. S tidak terlalu
banyak terlibat dalam kegiatan sosial yang ada di masyarakat. Sosialisasi untuk Ibu A
sebatas dilakukan dengan tetangga dekat untuk saling bertegur sapa dengan tetangga
yang berdekatan.

3. Fungsi perawatan kesehatan


a. Definisi dan pengetahuan tentang sehat- sakit
Kurang nutrisi (kurang gizi) pada An N
Menurut Ibu A, seseorang yang kurang gizi akan terkena gizi buruk ataupun mal
nutrisi jika tidak dijaga pola makan dan kesehatannya. Tetapi Ibu A tidak tahu
bagaimana cara membujuk anaknya supaya mau makan. Yang Ibu A tahu, beliau
berusaha memasakkan keluarganya sayur supaya sehat dan memasakan anaknya
makanan yang sehat dan berbentuk lucu supaya mau makan. Ibu S juga
mengatakan jarang mengawasi jajanan yang dibeli oleh anaknya tetapi kalo An N
jajan di rumah ibu mengawasi jajannya.
Tidak cuci tangan pakai sabun (PHBS) pada keluarga
Ibu A mengatakan bahwa keluarganya jarang cuci tangan pakai sabun dan cuman
cuci pake sabun deterjen maupun sabun cuci piring.

b. Status kesehatan keluarga


Kurang nutrisi (kurang gizi) pada An N
Menurut keluarga kondisi An. N terlihat sehat. Tetapi Ibu A sangat khawatir An. N
terkena Gizi buruk karena jarang makan

Tidak cuci tangan pakai sabun (PHBS) pada keluarga


Ibu A mengatakan cuci tangan tidak pakai sabun tidak tahu bahwa ada sabun
khusus untuk cuci tangan, jadi sekeluarga di rumah kalo cuci tangan tidak pake
sabun khusus tangan tapi cuci pakai deterjen dan sabun cuci piring

c. Praktik diit keluarga


Bp. S makan 3x sehari, Ibu F makan 3x sehari, An. S tidak menentu pola makannya.
Terkadang An. N tidak pernah makan mulai pagi sampai sore dalam sehari, dimakan
8
cuman makanan ringan, karena setiap siang dan sore hari An. N selalu minta uang
jajan. Keluarga Bp. S makan setiap hari dengan komposisi nasi, lauk, sayur (2-4 kali
per minggu), buah (belum tentu tiap minggu konsumsi buah).
Menu makan sehari- hari semuanya diatur oleh Ibu A. Keluarga memakan apa yang
sudah disediakan oleh Ibu A. Cara mengolah sayur biasanya Ibu A memotong sayur
dulu baru dicuci.

d. Kebiasaan tidur
Kebiasaan tidur anggota keluarga:
Bp. S tidur jam 22.00- 04.30, tidak pernah tidur siang.
Ibu A tidur jam 22.00- 05.00, tidak pernah tidur siang, sesekali tidur siang sebentar.
An. N tidur jam 21.00- 06.00, jarang tidur siang

e. Aktivitas fisik dan Rekreasi


Keluarga Bp. S jarang berolah raga, untuk aktivitas fisik biasanya Ibu A
menggantinya dengan melakukan kegiatan rumah tangga. Bp S sibuk bekerja, jika
libur dimanfaatkan untuk istirahat. Sedangkan An. N jarang olahraga cuman di
PAUD kalo ada MP penjaskes.
f. Praktik penggunaan obat dan merokok
Jika sakit, keluarga Bp. S biasanya membeli obat yang dijual bebas di warung atau
apotek, biasanya yang dibeli adalah obat penurun panas, obat batuk, masuk angin,
dan obat flu. Vitamin dan pergi berobat di bidan desa maupun perawat desa Bp. S
merokok dalam sehari 2-3 batang tapi tidak tentu.

g. Peran keluarga dalam praktik perawatan diri


Kurang nutrisi pada An N
Selama ini Ibu A yang bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan
kesehatan keluarganya. Namun ketika sudah ada anggota keluarga yang sakit,
Bp. S dan Ibu A saling bekerja sama untuk merawat, meskipun yang utama tetap
pada Ibu A.
Tidak cuci tangan pakai sabun pada keluarga
Keluarga Bp S selama ini berusaha cuci tangan tidak pakai sabun walaupun pake
sabun deterjen dan sabun cuci piring.

h. Intevensi pencegahan secara medis


9
Keluarga Bp. S tidak melakukan intevensi pencegahan secara medis untuk mengatasi
masalah kesehatan yang mereka alami.
i. Terapi komplementer dan alternatif
Keluarga Bp. S belum pernah menjalani terapi alternatif dan komplementer.
j. Perasaan dan persepsi terhadap pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan yang ada di lingkungan sekitar dirasa keluarga cukup
memuaskan.
k. Sumber pembayaran
Keluarga Bp. S tidak memiliki asuransi kesehatan.

VI. Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor
Stressor jangka panjang Saat ini penghasilan Bp. M hanya cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari- hari.
Stressor jangka pendek yang dirasakan keluarga adalah jika An. N badan kurus
dan tetap tidak ingin makan nasi karena takutnya akan kena gizi buruk atau mal
nutrisi
2. Koping
Menghadapi kebutuhan akan rumah, keluarga terus berdoa kepada Allah agar
diberikan rejeki lebih.
3. Adaptasi
Keluarga beradaptasi dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan dengan
cara berhemat dan menghindari konsumsi barang-barang yang tidak diperlukan.

VII. Harapan keluarga


Harapan keluarga terhadap pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang
ada saat ini biayanya murah dengan kualitas prima. Keluarga juga berharap bahwa
tenaga kesehatan yang ada memberikan pelayanan secara maksimal dan ramah
kepada masyarakat.

VIII. Pemeriksaan fisik


PEMERIKSAAN
Ibu A An. N Bp. S
FISIK
Tanda vital
Suhu
Nadi 85 x/m 100 x/m 80x/m
RR 20x/m 20x/m 26x/m
10
PEMERIKSAAN
Ibu A An. N Bp. S
FISIK
TD 120/70 mmHg - 100/80 mmHg
TB 157 cm cm 159cm
BB 46 11.8 kg 49
Fisik
Kepala Rambut hitam, Rambut hitam Rambut hitam,
distribusi merata, coklat, distribusi distribusi merata,
tidak ada keluhan merata, tidak ada tidak ada keluhan
keluhan
Mata Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak
ikterik ikterik ikterik
Telinga Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada
seruma, tidak ada seruma, tidak ada seruma, tidak ada
keluhan keluhan keluhan
Hidung Tidak ada sinusitis Tidak ada sinusitis Tidak ada sinusitis
Mulut dan gigi Bersih, tidak ada Bersih, gigi hitam Bersih, tidak ada
gigi berlubang sebagian, ada gigi gigi berlubang
berlubang.
Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar tiroid kelenjar tiroid kelenjar tiroid
Dada/ thorax Tidak ada retraksi Tidak ada retraksi Tidak ada retraksi
dinding dada dinding dada dinding dada
Abdomen Pembesaran perut, Pembesaran perut, Pembesaran perut,
tidak ada keluhan, tidak ada keluhan, tidak ada keluhan,
Nyeri tekan pada Nyeri tekan pada Nyeri tekan pada
ulu hati, tidak ulu hati, tidak ulu hati, tidak
kembung kembung kembung
Ekstremitas Kapiler refill <2 dtk Kapiler refill <2 dtk Kapiler refill <2 dtk
Kulit Tidak ada ruam Tidak ada ruam Tidak ada ruam
kemerahan kemerahan kemerahan

B. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


No. Data Fokus Problem Etiologi
1. DS: Ketidakseimbangan
Ibu A mengatakan An N jarang makan, dari nutrisi kurang dari
pagi sampe sore makan jajana di kios saja kebutuhan tubuh
Menurut Ibu A, uang jajan An. N sering
diminta dan digunakan untuk membeli jajan
sembarangan, seperti minuman gelas, jajanan
chiki.
Ibu A mengatakan mengawasi jenis jajanan
yang dibeli An. N
Menurut Ibu A, aktifitas An. N lebih banyak di
dalam rumah, seperti bermain dan aktifitas di
luar ruamh seperti mengaji.
Ibu A mengatakan berat badan An N 11,8 kg
Ibu A mengatakan sangat khawatir dengan
badan kurus An N dan yang susah untuk
makan
11
DO:
Tubuh An N Tamapak kurus
Berdasarkan hasil obsevasi, An. N hampir
selalu tampak makan jajanan yang dibelinya
di kios
Berdasarkan observasi An N cuman mau
minum susu fomula dan makanan kesukaan
nasi goreng, kalo bukan nasi goreng tidak mau
makan.
2. DS: Perilaku kesehatan
Ibu A mengatakan cuci tangan tidak pake cenderung beresiko
sabun khusus cuci tangan . malahan pake
deterjen
Ibu A mengatakan kurang tahu bahwa ada
sabun khusus cuci tangan
DO:
Berdasarkan hasil observasi, keluarga Bp S
cuci tangan tidak pakai sabun walaupun sekali
kali pake sabun cuci piring, sinline
Kondisi rumah keluarga Bp. S bersih tapi
tidak tertata rapi karna ada anak kecil
Kandang ayam terlihat kotor

Diagnosa keperawatan

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


2. Perilaku kesehatan cenderung beresiko
12