Vous êtes sur la page 1sur 14

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA BAPAK K

I. Data umum
1. Nama KK : Bapak K
2. Umur : 27 tahun
3. Pendidikan : SLTP
4. Pekerjaan : Buruh
5. Alamat : Ngentak Rt.01/09 Sajen Trucuk Klaten
Komposisi Keluarga :

No Nama JK Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan


1 Ibu W P Istri 22 th SMP Buruh
2 An. M L Anak 3 th PAUD -

Genogram :

Keterangan :

: laki - laki : meninggal

: perempuan ................ : tinggal dalam 1 rumah

6. Tipe Keluarga
Merupaka keluarga inti/nuclear family yang terdiri dari suami, istri
dan anak kandung. Menurut ibu W tidak ada masalah kesehatan yang
berhubungan dengan tipe keluarga inti.

2
7. Suku bangsa
Bp. K dan Ibu W berasal dari suku Jawa. Bahasa yang digunakan
sehari-hari adalah Bahasa Jawa. Menurut ibu W, semua anggota keluarga
menyukai makanan manis dan gurih. Menurut Bp. K dan Ibu W budaya
mempengaruhi perilaku kesehatan keluarga.

8. Agama
Bapak K dan seluruh anggota keluarganya beragama Islam. Menurut
Bp. K dan Ibu W telah melaksanakan solat 5 waktu. Menurut Bapak K, dia
selalu mengajak anaknya ke mushola untuk sholat berjamaah. Ibu W dan
Bp. K mengikuti pengajian setiap malam rabu di mushola 2 kali tiap bulan
setelah sholat maghrib.

9. Status Sosial Ekonomi


Menurut Ibu W penghasilan suami sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari serta biaya sekolah anaknya . Pengelolaan keuangan
setiap harinya diatur oleh Ibu W. Pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan
dan biaya makan sehari-hari kurang lebih 30 ribu 50 ribu dan untuk
membeli susu anaknya 45 ribu.

10. Aktifitas Rekreasi Keluarga


Menurut Ibu W keluarganya belum pernah pergi rekreasi hanya
kadang kadang pergi ke rumah kakeknya. Ibu W mengatakan keluarganya
sering menonton TV bersama yang acaranya lucu seperti Upin dan Ipin
karena anaknya sangat menyukai acara tersebut.

II. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga


11. Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap perkembangan
keluarga dengan anak pra sekolah, dengan tugas perkembangan sebagai
berikut :
a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti kebutuhan tempat
tinggal, privasi dan rasa aman
b. Membantu anak untuk bersosialisasi

3
c. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara anak yang lain
juga harus terpenuhi
d. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun di luar
keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar)
e. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak
f. Pembagian tanggungjawab anggota keluarga
g. Kegiatan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang

12. Tahapa perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :


Ibu W merasa belum mampu menjadi seorang Ibu rumah tangga
yang baik, karena belum mampu merawat anaknya dengan baik. Menurut
Ibu W, An. M bandel dan kadang susah diatur. Apalagi An. M kalau setiap
menginginkan sesuatu misalnya minta dibelikan mainan harus segera
dipenuhi jika tidak ia akan selalu menagihnya.

13. Riwayat Keluarga Inti


Menurut Ibu W dulu ia menikah dengan Bp. K setelah pacaran
selama 6 bulan, sehingga ia merasa sudah memahami dengan baik perilaku
Bp. K. Pernikahan mereka saat itu direstui oleh kedua belah pihak keluarga.

14. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Menurut Ibu W orang tuanya dulu adalah seorang petanidi daerah
Klaten dan orang tua Bp. K adalah petani di daerah Trucuk. Ibu dari Ibu W
meninggal dunia karena kecelakaan sepeda onthel dengan sepeda motor.
Sekarang Bapak dari Ibu W bekerja sebagai buruh tukang dan dia juga
seorang perokok aktif. Sedangkan orang tua Bp. K, ayahnya meninggal
karena sakit stoke dan Ibunya sekarang masih hidup namun mempunyai
penyakit darah tinggi dan tidak menurun pada anak-anaknya.

III. Lingkungan
15. Karakteristik Rumah
Rumah yang saat ini ditempati merupakan milik sendiri, berupa
rumah permanen terdiri dari pekarangan depan, pekarangan samping untuk
menjemur dan ada kandang ayam di belakang rumah. Terdapat 2 kamar
4
tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang keluarga, 1 ruang tamu, teras, serta dapur.
Rumah tampak bersih dan barang-barang diletakkan pada tempatnya,
lingkungan rumah tampak bersih. Pekarangan depan ditanami bunga-bunga
pada pot-pot kecil serta pohon jambu air dan pepaya yang di tanam di
pekarangan samping. Menurut Ibu W kandang ayam disapu sekali dalam
seminggu namu untuk tempat minum ayam selalu digantitiap pagi dan sore.
Pagi hingga sore hari jendela depan tidak pernah dibuka hanya pintu depan
yang di buka. Namun cahaya masih bisa masuk lewat genteng kaca, jendela
dapur dan jendela kamar sehingga keadaan dalam rumah cukup terang.
Pembuangan sampah dilakukan di pekarangan belakang dengan dibakar.
Para tetangga pun juga melakukan hal yang sama bahkan terkadang
membuang sampah di sungai di belakang rumah. Atau hanya dibiarkan
tergeletak di kebun tersebut dan malah sampah tersebut di kais-kais oleh
ayam dan hewan lainnya.

Berikut denah rumah :


Keterangan :
10 1. Kamar tidur 1
2. Kamar tidur 2
9 7 5 3. Ruang tamu
6 4. Ruang keluarga
2 4 5. Dapur
6. Kamar mandi
1
7. Gudang
3
8. Pekarangan
8 depan
9. Pekarangan
samping
10. Pekarangan
belakang

16. Karakteristik Tetangga Dan Komunitas RW


Lingkungan tetangga sebagian besar terdiri dari suku Jawa. Ibu W
keluar rumah jika membeli sayur di tukang sayur keliling atau di warung.
5
Ibu W dan Bapak K aktif mengikuti pengajian di mushola yang ada di
lingkungan RW, Ibu W rajin mengikuti kegiatan PKK RW. Ibu W
mengatakan menetap di daerah Ngentak Sajen sudah 5 tahun sehingga Ibu
W mengenal tetangganya dengan sangat baik. Sifat gotong-royong masih
sangat kental di lingkungannya, sehingga para warganya selalu saling
tolong-menolong satu sama lain. Lingkungan disekitar rumah bapak K
tampak bersih. Tetangga depan bapak K sebagai penganyam keset. Di dekat
rumah terdapat warung kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari.
Sarana kesehatan di dekat tempat tinggal adalah puskesmas, rumah
sakit seta dokter praktik. Untuk puskesmas yang paling dekat hanya
membutuhkan waktu 15 - 20 menit dengan menggunakan sepeda motor.
Untuk rumah sakit membutuhkan waktu 40 menit dengan sepeda motor.
Untuk akses jalan pun sudah sangat baik. Keluarga bapak K jarang sekali
melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Hanya jika merasa tidak enak
badan baru periksa k dokter.

17. Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga bapak K sudah lama tinggal di dukuh Ngentak dan tidak
berencana untuk pindah. Keluarga bapak K tidak mempunyai sepeda motor
sehingga transportasi yang sering digunakan adalah sepeda onthel.

18. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat


Perkumpulan yang diikuti keluarga adalah pengajian, perkumpulan
rutin dan karang taruna. Bapak K dan Ibu W kadang berkumpul dengan
tetangga saat sore hari untuk berbincang-bincang sesama ibu - ibu.Karena
saat pagi sampai siang hari, di hari-hari biasa, para warga pergi bekerja atau
ada di dalam rumah sehingga suasana sekitar sangat sepi. Selain itu juga
ada yag menunggu anaknya yang sekolah. Sore hari pun sama, hanya
terkadang ramai jika banyak anak kecil bermain keluar atau para tetangga
berada di luar rumah. Bapak K jugamasih aktif dalam kegiatan karang
taruna.

6
19. System Pendukung Keluarga
Ibu W mengatakan bahwa antara anggota keluarga saling
menyayangi satu sama lain keluarga ibu W memiliki fasilitas kesehatan
MCK, tempat tidur, sumber air bersih, dan sepeda sebagai sarana
transportasi, sedangkan fasilitas sosialnya berupa mengikuti perkumpulan
ibu-ibu di lingkungan RT.

IV. Struktur Keluarga


20. Pola Komunikasi Keluarga
Bapak K berangkat kerja sekitar pukul 08.00 WIB dan pulang
pukul 17.00 WIB pada hari Minggu libur. Setiap pagi Ibu W memasak
sarapan kemudian mempersiapkan anaknya untuk pergi sekolah dan
mengantarnya. Ibu W menunggui anaknya sekolah dari jam 07.30 10.00
WIB. Sepulang dari menunggu anaknya, Ibu W memenuhi kebutuhan
anaknya kemudian bekerja menganyam keset di rumah sambil menonton
TV. Anaknya pergi bermain dengan teman-temannya. Menurut Ibu W
seluruh anggota keluarga akan bertemu setelah jam 17.00 WIB. Saat
maghrib tiba bapak K mengajak anaknya untuk holat di mushola, selesai
sholat dan mengaji Ibu W dan Bapak K mengajak anaknya untuk belajar
agar terbiasa hingga dewasa nanti.

21. Struktur Kekuatan Keluarga


Menurut Bapak K, keluarganya telah melakukan komunikasi yang
baik karena setiap masalah dibicarakan bersama dan memutuskan
pemecahan masalah bersama. Bapak K mengatakan sebisa mungkin untuk
mnghindari pertengkran dalam berdiskusi. Untuk masalah kesehatan, Ibu W
akan segara membelikan obat di warung atau apotek saat ada anggota
keluarga yang sakit, dan jika tidak segera sembuh maka akan dibawa ke
dokter untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Jika anaknya yang sakit
maka Ibu W akan memberikan perawatan sesuai pengalaman sebelumnya.

22. Struktur Peran


Menurut bapak K, perannya selain menjadi kepala keluarga dan
pencari nafkah, beliau juga ikut membantu mengerjakan beberapa pekerjaan
7
rumah seperti menyapu dan mencuci pakaian saat hari libur ataupun saat
Ibu W sedang tidak di rumah atau sakit.
Menurut Ibu W, perannya selain menjadi ibu rumah tangga ibu W
juga berkewajiban untuk mengurus kebutuhan anak dan memberikan
pengajaran yang akan membantu proses tumbuh kembangnya.

23. Nilai/Norma Keluarga


Niali-nilai yang dianut oleh keluarga adalaha nilai-nilai agama Islam
dan budaya Jawa yang masih sering dilaksanakn di masyarakata sekitar.
Untuk nilai Islamnya tentu taat dalam melakukan ibadah solat 5 waktu serta
untuk budaya Jawa sendiri, yang muda menghormati yang tua.

V. Fungsi Keluarga
24. Fungsi Afektif
Bila salah satu anggota keluarga ada yang sakit maka anggota
lainnya juga ikut merasa sedih. Menurut Ibu W, dia akan segera
memberikan perawatan utama seperti pengalaman yang sebelumnya. Ibu W
mengatakan sering menceritakan dongen untuk anaknya sebagai pengantar
tidur. setelah itu baru berbicara dengan suaminya sebaliknya juga begitu.

25. Fungsi Sosialisasi


Bapak K mengatakan bahwa hubungan keluarga dan lingkungannya
sangat baik dan tidak terdapat masalah. Bapak K dan Ibu W aktif mengikuti
kegiatan di lingkungan RW misalnya gotong royong setiap minggu selain
itu si ibu menjadi pengurus posyandu, PKK, aktif mengikuti senam setiap
seminggu sekali yang diadakan di lingkungan RW, aktif sesekali mengikuti
kegiatan di kelurahan maupun kecamatan.

26. Fungsi Perawatan Keluarga


Ibu W mengatakan bahwa keluarganya alhamdulillah dalam
keadaan sehat dan tidak pernah terkena penyakit yang berbahaya. Hanya
sebatas flu atau pun batuk.
Ibu W mengatakan bahwa bapak K suka minum teh manis setiap
pagi dan setelah pulang bekerja. Dalam sehari bapak K bisa meminum
8
teh manis 2-4 gelas. Dalam memasak ibu W sudah tetap berusaha untuk
mengurangi penggunaan gula yang berlebih serta garam di masakannya.
Namun Ibu W belum bisa mengurangi penggunaan MSG dalam
masakannya. Sejauh ini sehat dan tidak memiliki penyakit atau pun riwayat
penyakit yang berbahaya.
Ibu W mengatakan An. M sering demam dan batuk. Apabila demam
biasanya dikompres dan bila kondisi panas tidak turun maka Ibu W
memeriksakan anaknya ke puskesmas. Ibu W mengatakan An. M sangat
bersemangat makan jika tidak sedang batuk atau flu, jika An. M sedang flu
atau batuk nafsu makannya kadang menjadi berkurang. Ibu W mengatakan
An. M suka jajan makanan ringan (coklat, roti, es krim, permen dan lain-
lain). Saat dilakukan pengkajian An. M sedang mengalami flu dan batuk.
Ibu W mengatakan anaknya terkena flu sejak 3 hari yang lalu. Kondisi An.
M sedang mengalami ISPA, disebabkan karena sering membeli jajanan
seperti es krim, coklat, permen dan juga perubahan cuaca.

VI. Stress dan Koping Keluarga


27. Stress Jangka Pendek Dan Jangka Panjang Keluarga
a. Stress Jangka Pendek
Bp. K dan Ibu W khawatir dengan masalah kesehatan anaknya yang
rentan terkena flu dan batuk apabila anaknya memakan makanan yang
dapat merangsang terjadinya ISPA, seperti : es, makanan yang manis-
manis, dan juga pengaruh cuaca.
b. Stress Jangka Panjang
Bp. K dan Ibu W mengatakan tidak ada masalah yang begitu berarti
untuk masa yang akan datang. Bp. K dan Ibu W ingin anaknya kelak
menyelesaikan sekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak serta
dapat bekerja dan membantu perekonomian keluarga.

28. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Situasi Stressor


Ibu W mengatakan tidak tahu cara mengobati anak yang terserang
ISPA di rumah dan cara meningkatkan nafsu makan anaknya dengan cara
membujuk anaknya supaya mau makan seperti makan sambil jalan-jalan

9
keliling komplek dan berusaha mencari makanan pengganti tapi tetap saja
anaknya hanya makan sedikit.

29. Strategi Koping yang Digunakan


Ibu W mengatakan jika ada masalah akan didiskusikan dengan
bapak K terlebih dahulu. Selain itu jika anaknya terserang sakit Ibu W
langsung memeriksakan anaknya ke puskesmas dan mendiskusikan dengan
keluarga besarnya.

30. Strategi Adaptasi Disfungsional


Keluarga Bp. A mengatakan bila ada masalah dalam keluarga akan
dibicarakan bersama dan dicari cara pemecahannya.

VII. Pemeriksaan Fisik (Head to Toe)

Pemeriksaan Bp. K Ibu W An. M


Tanda tanda TD = 140/ 80 mmHg TD = 120/ 90 mmHg TD = -
vital N = 80 x/menit N = 80 x/menit N = 80 x/menit
R = 23 x/menit R = 23 x/menit R = 24 x/menit
S = 360C S = 36,50C S = 360C
BB, TB, PJ BB = 68 kg BB = 56 kg BB = 12 kg
PJ = 170 cm, kondisi PJ = 160 cm, kondisi PJ = 105 cm,
normal normal kondisi normal
Kepala Rambut lebat, hitam, Rambut lebat, hitam, Tidak ada benjolan,
ikal, bersih dan tidak ikal, , bersih dan kulit kepala bersih
ada benjolan tidak ada benjolan

Mata Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak


anemis, sclera tidak anemis, sclera tidak anemis, sclera tidak
ikterik, penglihatan ikterik, penglihatan ikterik, penglihatan
baik baik baik
Hidung Tidak ada sekret, Tidak ada sekret, Terdapat sekret,
tidak ada kelainan tidak ada kelainan bunyi nafas ronkhi
penciuman penciuman

10
Mulut Mukosa lembab, Mukosa lembab, Mukosa lembab,
kesulitan menelen (-) kesulitan menelen (-) kesulitan menelen
(-)
Leher Tidak ada benjolan, Tidak ada benjolan, Tidak ada benjolan,
tidak ada tidak ada tidak ada
pembesaran kelenjar pembesaran kelenjar pembesaran
linfe linfe kelenjar linfe
Dada Bunyi jantung dan Bunyi jantung dan Bunyi jantung dan
paru normal paru normal paru normal
Abdomen Tidak ada nyeri Tidak ada nyeri Tidak ada nyeri
tekan, tidak ada tekan, tidak ada tekan, tidak ada
keluhan keluhan keluhan

Tangan Tidak ada Tidak ada Tidak ada


pembengkakan, pembengkakan, pembengkakan,
turgor baik. turgor baik. turgor baik. LLA =
10 cm
Kaki Tidak ada Tidak ada Tidak ada
pembengkakan, pembengkakan, pembengkakan,
turgor baik turgor baik turgor baik

VIII. Harapan Keluarga


Harapan keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi adalah agar
masalah tersebut dapat di atasi dan keluarga dapat melakukan aktivitas sehari-
hari tanpa gangguan kesehatan. Harapan keluarga terhadap kunjungan perawat
keluarga adalah perawat keluarga dapat memberikan solusi yang tepat terhadap
masalah yang dihadapi keluarga dan membantu keluarga mengatasi masalah
tersebut. Selain itu dengan adanya kunjungan rumah tersebut keluarga berharap
dapat menambah pengetahuan mereka tentang kesehatan.

11
IX. Analisa Data dan Diagnosa Keperawatan Keluarga

Data Penunjang Diagnosa Keperawatan


Data Subjektif : Bersihan jalan nafas
tidak efektif pada
Ibu W mengatakan bahwa An. M sering keluarga bapak K
mengalami flu dan batuk. terutama pada An. M
Ibu W mengatakan An. M terkena flu dan berhubungan dengan
batuk sejak 3 hari yang lalu. ketidakmampuan
Ibu W mengatakan bahwa An. M sering flu keluarga merawat
dan batuk, kering pada siang hari. anggota keluarga dengan
Ibu W mengatakan kalau An. M flu / batuk, masalah ISPA.
dibawa berobat ke Puskesmas terdekat.

Data Objektif :

BB : 12 kg, TB : 105 cm
Bunyi nafas ronchi
Terdapat secret pada hidung

Data Subjektif : Gangguan pemenuhan


kebutuhan nutrisi pada
Ibu W mengatakan kalau An. M sedang flu keluarga bapak K
atau batuk nafsu makannya kadang menjadi terutama pada An. M
berkurang berhubungan dengan
Ibu W mengatakan An. M suka jajan ketidakmampuan
makanan ringan (coklat, roti, es krim, keluarga merawat
permen dan lain-lain) anggota keluarga dengan
Ibu W mengatakan jika tidak sedang batuk masalah gizi kurang.
atau flu An. M sangat bersemangat kalau
makan

Data Objektif :

Anak berumur 3 tahun

12
BB : 12 kg, TB : 105 cm, LILA : 10 cm
Anak makan nasi + lauk, habis porsi jika
sedang flu atau batuk

X. PRIORITAS MASALAH BERDASARKAN SKORING

Bersihan jalan nafas tidak efektif pada keluarga bapak K terutama pada An. M
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan masalah ISPA.

No. Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran


1. Sifat Masalah : 3/3 x 1 1 Masalah bersifat aktual dan
sangat mengganggu An. M
Aktual
setiap hari dalam melakukan
aktivitas walaupun dapat
hilang pada siang harinya.
2. Kemungkinan x2 1 Sering makan ice krim dan
Dapat Diubah : makanan yang manis seperti
coklat dll, sering terjadi pada
Sebagian
anak-anak. Keluarga
merasakan masalah ini belum
ditindaklanjuti. Perawat
Komunitas dapat memberikan
cara memodifikasi lingkungan
sehingga tingkat kekambuhan
alergi menjadi minimal.
3. Potensial Masalah 2/3 x 1 2/3 Sering makan makanan yang
Untuk Dicegah : manis dan dingin yang dialami
An. M dapat diatasi dengan
Cukup
menghindari makanan seperti
ice krim dan menggantinya
dengan buah-buahan.
4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Walaupun keluarga belum

13
Masalah : mencoba menindaklanjutinya,
masalah ini harus diatasi jika
Masalah berat harus
tidak bisa mengganggu
segera ditangani
aktivitas dan bermain An. M
begitu juga kesehatan An. M.
Total : 3 2/3

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga bapak
K terutama pada An.M b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan masalah gizi kurang.

No. Kriteria Perhiungan Skor Pembenaran


1. Sifat masalah: 3/3 x1 1 Berat badan dibawah normal
Aktual BB: 12 kg, TB: 105 cm. An.
M terlihat banyak bermain.
Disimpulkan: An. M
mengalami gizi kurang.
2. Kemungkinan x2 1 Ibu W mengetahui anaknya
masalah untuk mengalami gizi kurang dan
dirubah: sudah mencoba memberikan
Sebagian makanan yang banyak, namun
An. M hanya menghabiskan
beberapa suap nasi saja, dan
lebih suka jajan diluar.
Puskesmas ada dan jaraknya
cukup dekat dengan rumah
keluarga Ibu W. Keluarga
selalu membawa An. M ke
puskesmas bila sakit.
3. Potensi pencegahan 2/3 x 1 2/3 Ibu W mengetahui anaknya
masalah: mengalami gizi kurang dan
Cukup tidak nafsu makan. Tindakan
yang dilakukan Ibu W yaitu

14
dengan memberikan makanan
kesukaan anaknya.
4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Ibu W mengatakan ada
masalah: masalah gizi kurang pada An.
Masalah dirasakan M, sudah mencoba
berat, harus segera memberikan makanan yang
ditangani banyak namun An. M tidak
selalu habis makannya, dan
An. M mau makan bila ada
makanan kesukaannya. Ibu W
juga mengatakan karena
adanya faktor ekonomi yang
kurang. Menurut keluarga,
masalah harus ditangani
dengan memberikan makanan
yang bergizi dan seimbang
kepada anaknya.
TOTAL : 3 2/3

XI. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA BERDASARKAN


SKORING
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif pada keluarga bapak K terutama pada An.
M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan masalah ISPA.
2. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada keluarga bapak K terutama
pada An. M b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan masalah gizi kurang.

15

Vous aimerez peut-être aussi