Vous êtes sur la page 1sur 25

FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA

I. DATA PENGENALAN KELUARGA


A. Data Umum Keluarga
1. Nama KK : Tn. A
2. Umur : 44 tahun
3. Alamat : Ceplukan RT 03/16 Wonorejo, Gondangrejo
4. Pekerjaan kepala keluarga : Wirausaha
5. Pendidikan kepala keluarga : SMA
6. Komposisi keluarga :

Inisial Jenis Hub Status


No Umur Pendidikan Pekerjaan
Nama Kelamin dgn KK Imunisasi
1 Tn. A Laki-laki Ayah 44 th SMA Wirausaha
Ibu rumah
2 Ny. A Perempuan Ibu 38 th SMA
tangga
Anak
3 An . S Perempuan 14 th SMP Lengkap Siswa
pertama
Anak
4 An. Y Laki-laki 9 th SD Lengkap Siswa
kedua
Anak Belum Belum
5 An. L Laki- laki 3th -
ketiga sekolah Lengkap

B. Genogram

C. Tipe Bentuk Keluarga


1. Tipe Keluarga :
Tipe Keluarga Bpk. H adalah keluarga dengan Nuclear Family, dimana dalam
keluarga hanya ada ayah, ibu dan anak.
2. Masalah yang terjadi dengan tipe keluarga tersebut
Tidak ada.
D. Budaya
1. Suku Bangsa
Keluarga Tn.A adalah suku Jawa. Kebiasaan dalam keluarga apabila ada yang
sakit berobat ke klinik ataupun langsung membeli obat ke apotik.
2. Bahasa
Keluarga Tn. A setiap harinya menggunakan bahasa jawa.
3. Kebiasaan budaya
Keluarga Tn. A mengatakan bahwa apabila ada anggota keluarga yang sakit ,
semisal demam diberi gosokan bawang merah ataupun dengan kerokan.
4. Pantangan budaya
Tn. A mengatakan bahwa tidak ada pantangan budaya dalam keluarga.

E. Agama
1. Agama yang dianut oleh keluarga
Keluarga menganut agama Islam dan menjalankan kewajiban shalat 5 waktu,
semua aktivitas yang dilakukan tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama.
2. Persepsi anggota keluarga tentang agama serta kepercayaan
Keluarga Tn. A mengatakan bahwa keluarga percaya bahwa sholat dapat
memperlancar peredaran darah.

F. Status Sosial Ekonomi


1. Pendapatan keluarga
Pada keluarga ini yang mencari nafkah adalah kepala keluarga. Tn. A bekerja
sebagai pengusaha mebel, penghasilan dalam sebulan adalah... Tn.A mengatakan
penghasilannya sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari .
2. Pengeluaran keluarga
Listrik : 230.000
Makan : 1.100.000
3. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Tn. A mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan kesehariannya dihasilkan dari ia
bekerja sebagai pengusaha mebel. Dalam keluarga ini ia mempercayakan yang
mengatur pemenuhan kebutuhannya adalah istrinya.

4. Tabungan/ asuransi yang dimiliki oleh keluarga


Tn. A mengatakan bahwa ia mempunyai tabungan di koperasi BIM dan tidak
mempunyai asuransi.
G. Mobilitas Kelas Sosial
1. Tn.A mengatakan bahwa pernah mengalami perubahan kelas sosial kebawah.
2. Tn. A mengatakan bahwa perubahan sosial terjadi disaat usaha mebelnya dalam
kondisi sepi.
3. Keluarga mempunyai cara menyesuaikannya dengan cara istri membuat makanan
untuk dititipkan diwarung-warung.

II. TAHAP PERKEMBANGAN DAN RIWAYAT KELUARGA


A. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga dengan anak pra sekolah dengan tugas perkembangan keluarga :
menanamkan nilai dan norma agama, mengatur waktu bermain, bersosialisasi,
menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan. Ibu mengatakan jarak kelahiran
anaknya cukup atau sesuai sehingga mereka jarang berantem dan bisa bermain serta
perhatian yang diberikan cukup oleh kedua orang tua.

B. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


1. Tugas perkembangan yang belum terpenuhi
Dalam keluarga Tn.A tidak ada tugas perkembangan yang belum terpenuhi
2. Kendala
Dalam keluarga Tn. A tidak ada kendala
C. Riwayat Keluarga Inti
1. Proses pembentukan keluarga
Tn. A mengatakan bahwa dulu Ny.A dengan Tn. A menikah adalah pilihan
sendiri dan disetujui oleh orang tua.

2. Riwayat kesehatan pada keluarga inti


a. Riwayat penyakit keturunan
Tn. A mengatakan bahwa dalam silsilah keluarganya dan keluarga istrinya
tidak ada keturunan penyakit yang serius , misalnya hipertensi, DM, dll.
b. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga.
Tn.A mengatakan bahwa anak pertamanya pernah dirawat inap di Rumah
Sakit waktu berusia 7 tahun selma kurang lebih 7 hari.

D. Riwayat Keluarga Sebelumnya


1. Riwayat kesehatan pada keluarga.
A. Dari pihak suami
Keluarga Tn.A dari pihak suami ada yang menderita ISPA yaitu ibunya
B. Dari pihak istri
Keluarga Tn.A dari pihak istri tidak terdapat anggota keluarga yang
menderita ISPA.

2. Konflik antar keluarga pasangan


Tn.A mengatakan bahwa dalam suatu keluarga itu pasti ada masalah,
begitupun dengan keluarganya. Masalah itu muncul berupa cekcok tentang
pengaturan pengeluaran keuangan , namun masalah tersebut dapat diatasi dengan
cara beliau musyawarah dengan istrinya.
3. Hubungan antar keluarga
Tn. A mengatakan bahwa keluarganya berhubungan baik dengan masing-
masing orang tua nya. Bahkan Tn.A sering mengajak anak-anaknya beserta
istrinya berkunjung kerumah kakek nenek nya 2 minggu sekali.
Tn.A mengatakan bahwa keluarga dari istrinya mengadakan arisan keluarga yang
dilakukan dalam 1 bulan sekali.

4. DATA LINGKUNGAN
A. Karakteristik rumah
a. Status rumah
Rumah Tn.A merupakan hak milik pribadi.
b. Tipe rumah
Rumah yang ditempati keluarga Tn. A luasnya 15 x 10 m2. rumah terdiri atas 1
lantai dengan tipe permanent, lantai berkeramik, keadaan bersih.
Keluarga memiliki kamar mandi dan jamban sendiri.
c. Denah rumah
d. Jumlah jendela
Di rumah Tn.A terdapat 8 jendela , jendela itu nampak bersih karena setiap pagi
harinya selalu dibersihkan oleh istrinya. Jendela tersebut selalu dibuka setiap
harinya.
Hasil observasi jendela rumah, ventilasi dan pencahayaan
Ventilasi dan pencahayaan rumah baik,
e. Pemanfaatan ruangan
Sudah tertata dan dipakai sebagamana mestinya.
f. Peletakan perabotan rumah tangga
Istri Tn.A sudah menata perabotan sesuai dengan tempat dan kegunaanya, jadi
rumah nampak bersih dan rapi.
g. Jenis septic tank
Jenis bos dan jarak septic tank itu 7 meter dari rumah berada di belakang rumah

h. Sumber air minum yang digunakan


Keluarga menggunakan sumber air dari sumur. Dan jarak antara sumur dan
septic tank kurang lebih 10 meter. Keluarga membedakan antara sumber air yang
diminum dan yang untuk keperluan lainnya. Untuk diminum keluarga
menggunakan air minum isi ulang dan yang untuk mencuci, mandi, dan lain-lain
menggunakan air sumur.
Saat melakukan observasi keadaan air, air nampak bersih dan tidak berbau.
i. Keadaan umum sanitasi rumah
Tn. A mengatakan bahwa rumah selalu dibersihkan setiap pagi dan sore hari.
Semua anggota keluarga berperan dalam membersihkan rumah. Rumah nampak
bersih dan rapi.
j. Sistem pembuangan sampah
Pengelolaan pembuangan sampah dilakukan dengan membuat kubangan tempah
sampah dibelakang rumah, dan setelah itu sampahnya dibakar ditempat tersebut.
k. Perasaan terhadap rumah
Keluarga Tn. A merasa sudah nyaman dengan keadaan rumahnya, bagaimanapun
keadaan rumahnya keluarga merasa bangga karena didapat dengan hasil jerih
payahnya sendiri.
l. Bahaya keamanan
Keluarga mengatakan bahwa rumahnya sudah aman dan nyaman digunakan.
m. Pengetahuan keluarga mengenai masalah kesehatan yang berkaitan dengan
lingkungan
Menurut keluarga jika lingkungan disekitar rumah kotor dan kumuh, maka itu
akan menjadi sarang nyamuk bahkan penyakit. Itu menjadi pengaruh kesehatan
bagi keluarganya.
B. Karateristik lingkungan sekitar dan komunitas yang lebih besar
1. Karakter lingkungan fisik
Hubungan antar tetangga Tn.A baik, saling membantu, bila ada tetangga yang
membangun rumah dikerjakan saling gotong-royong.
2. Aturan/ kesepakatan penduduk setempat
Dalam masyarakat terdapat aturan berupa yang tidak mengikuti gotong royong
akan dikenai denda sebesar 50.000.
3. Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan
Suku bangsa pada masyarakat disekitar rumah Tn. A mayoritas adalah suku
jawa. Jika ada anggota keluarga yang sakit sebagian masyarkat lebih percaya
kepada dukun atau orang pintar dibandingkan pergi ke dokter.
4. Pendidikan dan pekerjaan
Mayoritas tetangga dan komunitas merupakan lulusan sekolah menengah atas
atau sederajat. Pekerjaan mayoritaS tetangga dan komunitas adalah wiraswasta.
5. Persepsi keluarga terhadap komunitas
Menurut Tn.A keluarga itu penyemangat dalam hidupnya untuk melakukan
segala urusannya. Sedangkan komunitas adalah tempat dimana kita dapat
bertukar pikiran satu sama lain.
6. Perkumpulan yang ada
Dalam masyarakat sekitar rumah Tn.Aterdapat agenda rutin arisan RT yang
dilakukan 2 minngu sekali. Dan keluarga Tn.A ikut serta dalam acara tersebut.
7. Peran keluarga dalam perkumpulan masyarakat
Keluarga Tn.A berperan sebagai anggota.
8. Persepsi keluarga mengenai perkumpulan di masyarakat
Keluarga Tn. A mengatakan bahwa perkumpulan dalam masyarakat tersebut
adalah kegiatan yang bermanfaat dan positif, karena bisa silaturahmi dengan
keluarga lainnya.
9. Pelayanan kesehatan dan pelayanan dasar yang terdapat di komunitas
Jenis pelayanan kesehatan yang ada di lingkungannya adalah puskesmas dan
rumah praktek dokter.
Ada beberapa sekolah di sekitar lingkungan dan mudah dijangkau, serta kondisi
sekolah memadahi.
Tidak ada fasilitas rekreasi di sekitar komunitas.

C. Mobilitas Geografi Keluarga


Keluarga Tn.A tidak pernah berpindah rumah, dan sudah di tempati selama 16 tahun.

D. Asosiasi Transaksi Keluarga dengan Komunitas


Keluarga Tn.A menanggapi dengan baik kepada setiap kelompok atau organisasi yang
saling membantu.
Keluarga memandang komunitasnya secara baik dan sudah menganggap sebagai
keluarganya juga.

5. STRUKTUR KELUARGA
A. Pola Komunikasi Keluarga
Bahasa komunikasi yang digunakan dalam keluarga dan dengan masyarakat adalah
bahasa jawa dan Indonesia. Komunikasi antara keluarga lebih sering mulai sore hari
karena hampi semua anggota keluarga pulang kerja disore hari.
B. Struktur kekuasaan keluarga
Klien memberi nasehat kepada anak-anaknya bagaimana cara berperilaku yang
baik, sopan santun, tata karma, cara menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Untuk kekuasaan keluarga masih tetap berada pada Tn.A jika ada masalah
diselesaikan dengan baik oleh Tn.A dan istrinya beserta ketiga anaknya.
C. Struktur Peran
Peran dari masing-masing anggota keluarga baik (formal maupun informal)
No Inisial Anggota Keluarga Peran Formal
1 Tn. A Kepala Keluarga
2 Ny. A Ibu Rumah Tangga
3 An. S Anak pertama
4 An.Y Anak kedua
5 An. L Anak ketiga

No Inisial Anggota Keluarga Peran Informal


1 Tn. A Pencari nafkah
2 Ny. A Berjualan kue dititipkan
diwarung-warung.
3 An. S Siswa SMP
4 An. Y Siswi SD
5 An. L Belum sekolah

Dalam keluarga Tn. A tidak ada yang berperan ganda.

D. Nilai Keluarga
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.
Demikian pula dengan sehat dan sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada
obatnya, bila ada keluarga yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.

6. FUNGSI KELUARGA
A. Fungsi Afektif
1. Semua Anggota keluarga Tn. A saling menyayangi satu sama lain. Dan apabila
ada yang sakit mereka saling membantu Semua Anggota keluarga Tn. A saling
menyayangi satu sama lain. Dan apabila ada yang sakit mereka saling membantu
2. Setiap sore hari, jika semua kegiatan telah terselesaikan keluarga Tn.A selalu
menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama
3. Semua anggota keluarga sangat dekat antara satu dan yang lainnya.

B. Fungsi Sosialisasi
Hubungan antara anggota keluarga tampak baik dimana anaknya sering
menjenguk Ny. A sekeluarga. Tn. A menerapkan disiplin yang tinggi pada anaknya
baik disiplin waktu maupun disiplin dalam janji. Kluarga Tn. A mengikuti adat dan
norma yang ada di masyarakat.

C. Fungsi Perawatan Kesehatan


1. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga cukup mengetahui mengenai penyakit, apabila ada keluarga yang sakit
mencari tau tanda dan gejala yang menyebabkan sakit dan apabila tidak sehat
akan minum obat, mereka membiasakan cuci tangan sebelum makan, akan tetapi
kebersihan lingkungan disekitarnya tidak dijaga dengan baik, kecukupan gizi
dalam keluarga juga kurang terpenuhi dilihat dari makanan yang sering
dikonsusmsi tiap harinya dikarenakan ekonomi rendah (tidak memenuhi 4 sehat 5
sempurna).
2. Mengambil keputusan
a) Keluarga cukup mengerti tentang kesehatan pada anggota keluarganya
b) Anggota keluarga cukup peka terhadap anggota keluarga yang sakit. Namun,
terkadang masalah kesehatan tersebut dianggap sepele atau tidak begitu
diperhatikan secara lebih lanjut
c) Keluarga tetap berusaha agar penyakit yang diderita tidak kambuh dan selalu
mencari solusi jika keluarga sakit
d) Keluarga selalu menanggapi setiap masalah kesehatan secara positif
3. Merawat anggota keluarga yang sakit
a) keluarga sedikit mengerti mengenai hal-hal yang dapat menyebabkan

kekambuhan dan yang perlu dilakukan untuk mencegah kekambuhan


b) jika anggota keluarga ada yang sakit dan sekiranya perlu penanganan tenaga

kesehatan, maka keluarga akan mempercayakan perawatan dan penyembuhan

pada tenaga kesehatan. Namun bila sakitnya masih tergolong ringan, keluarga

cukup menganjurkan istirahat, pemenuhan kebutuhan dan konsumsi obat

antiseptic, generic, dll dari apotek atau warung kepada anggota keluarga yang

sakit.
c) Untuk berjaga-jaga, keluarga hanya menyediakan obat-obatan yang sering

dikonsumsi dan cocok bagi masing-masing anggota keluarga. Apabila penyakit

yang diderita dirasa parah, keluarga langsung membawa ke tenaga kesehatan.


d) Keluarga memberikan perhatian, kasih saying dan support agar dapat

membantu proses penyembuhan.


4. Memelihara/ memodifikasi lingkungan
a) Anggota kelurga mengerti potensi yang ada pada setiap anggota kelurga dan
mengerti tentang sumber-sumber kelurga yang dimiliki
b) Keluarga kurang mengerti dan menyadari tentang pentingnnya hygien sanitasi
untuk menciptakan rumah yang sehat. Terbukti jendela rumah jarang dibuka..
c) Keluarga menyadari bahwa dengan menciptakan lingkungan yang bersih
dapat mencegah penyebaran berbagai jenis penyakit. Terbukti dari lingkungan
sekitar banyak terdapat tumpukan sampah, tidak terdapat juga empat sampah
5. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan
Menurut Ny. A mengatakan jika anggota keluarganya ada yang sakit, mereka
langsung berobat ke dokter. Selain fasilitas kesehatan seperti puskesmas/klinik
yang tidak jauh juga jarak rumah sakit tidak jauh.

7. STRESS DAN KOPING KELUARGA


A. Stressor
1. Stressor jangka pendek
Tn. A mengatakan bahwa An. L sering mengalami demam , batuk, dan flu.
2. Stressor jangka panjang
Tn. A mengatakan bahwa ia khawatir terhadap anaknya.

B. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor dan situasi


Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Puskesmas atau
petugas kesehatan.

C. Strategi koping yang digunakan


Keluarga Tn. A selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada.

8. PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (UNIVERSAL SELF CARE


REQUISITIES)
A. Udara

1. Tn. A mengatakan bahwa bernafas dengan normal, kecuali anak nya terakhir
mengalami sesak nafas.
2. Anggota keluarga tidak ada yang menggunakan alat bantu nafas
3. Tn. A mengatakan bahwa An.L saat bernafas seringkali menggunakan otot
pernafasan.
4. Tn. A mengatakan bahwa An. L sering mengalami sesak nafas.
5. Keadaan luas rumah sudah cukup untuk anggota keluarga.
B. Air
1. Anggota keluarga mengonsumi air isi ulang
2. Per angota keluarga kurang lebih minum 1 liter per hari
1. Anthropometri
Inisial Anggota
Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi
Keluarga
Tn. A 58 kg 154 cm Normal
Ny. A 56 kg 150 cm Normal
An. S 31 kg 137 cm Normal
An. Y 21 kg 120 cm Normal
An. L 14 kg 90 cm Normal

2. Biochemical
-

3. Clinical Sign
Clinical Sign
Inisial Anggota
Rambut mudah
Keluarga Bibir kering Pucat
rontok
Tn. A Tidak Tidak Tidak
Ny. A Tidak Tidak Tidak
An. S Tidak Tidak Tidak
An. Y Tidak Tidak Tidak
An. L Tidak Tidak Tidak
4. Diet
Inisial Diet
Anggota Pola Porsi Jenis Kemandirian Keluhan
Keluarga makan makan makanan
3x Nasi, Tidak
1 porsi Makan
sehari sayur, ada
Tn. A sendiri
lauk,buah

3x Nasi, Tidak
1 porsi Makan
sehari sayur, ada
Ny. A sendiri
lauk,buah

3x Nasi, Tidak
1 porsi Makan
sehari sayur, ada
An. S sendiri
lauk,buah

An. Y 3x 1 porsi Nasi, Makan Tidak


sehari sayur, sendiri ada
lauk,buah,
susu

Susah
Nasi,
makan
sayur,
Masih dan
An. L lauk,buah,
disuapin ibu lebih
susu
suka
susu

C. Eliminasi
1. Eliminasi BAK
Inisial Eliminasi BAK
Anggota Pola Warna Frekuensi Jumlah Keluhan
Keluarga eliminasi
1500-
Kuning Tidak
Tn. A Normal 6-8x/hari 2000
pucat ada
cc/hari
1500-
Kuning Tidak
Ny. A Normal 6-8x/hari 2000
pucat ad
cc/hari
1500-
Kuning Tidak
An. S Normal 6-8x/hari 2000
pucat ad
cc/hari
Kuning 5-6x
Normal 200cc Tidak
jernih sehari
An. Y sekali ada

Kuning 5-6x
Normal 200cc Tidak
jernih sehari
An. L sekali ada

2. Eliminasi BAB
Inisial Eliminasi BAB
Anggota Pola Konsistensi Frekuensi Warna Keluhan
Keluarga eliminasi
Lunak Kuning Tidak
Tn. A Normal 1-2x/hari
berbentuk kecoklatan ada
Lunak Kuning Tidak
Ny. A Normal 1-2x/hari
berbentuk kecoklatan ada
Normal Kuning Tidak
Lunak
An. S 1-2x/hari kecoklatan ada
berbentuk
Lunak Kuning Tidak
An. Y Normal 1-2x/hari
berbentuk kecoklatan ada
Lunak Kuning Tidak
An. L Normal 1-2x/hari
berbentuk kecoklatan ada
D. Aktivitas dan istirahat
Inisial Aktivitas Istirahat
Anggota Tingkat Penggunaan Jumlah Kebiasaan Gangguan
Keluarga Kemandirian* alat bantu jam sebelum tidur
tidur tidur
Merokok
Mandiri Tidak ada 6-8 jam Menonton Tidak ada
Tn. A
Tv

Menonton
Mandiri Tidak ada 6-8 jam Tidak ada
Ny. A Tv

Menonton
An. S
Mandiri Tidak ada 6-8 jam Tidak ada
Tv

Menonton
Mandiri Tidak ada 6-8 jam Tidak ada
An. Y Tv

Bantuan orang Tidak ada 10-12 Minum


An. L Ada
tua/parsial jam susu

9. Pengkajian tumbuh kembang keluarga


Tahap Tumbuh
Inisial Anggota Keluarga Masalah
Kembang
Tn. A Tidak ada Tidak ada
Ny. A Tidak ada Tidak ada
An. S Tidak ada Tidak ada
An. Y Tidak ada Tidak ada
Tumbuh kembang An. L
sangat pesat diumur 15
An. L bulan sudah bisa berlatih Tidak ada
jalan dan berbicara
walaupun belum lancar.

10. Pemeriksaan Fisik


Pemeriksa
Tn. A Ny. A An. S An. Y An. L
an Fisik
Tanda
Tanda 120/80 120/80mmH 120/80mmH 114/70 108/70
Vital mmHg g g 36,50C 36,50C
Tekanan 360C 360C 360C 90x/menit 100x/menit
Darah 80x/menit 80x/menit 80x/menit 30x/menit 30x/menit
Suhu
Nadi 24x/menit 24x/menit 24x/menit
RR
Tampak Tampak Tampak Tampak Tampak
baik, GCS= baik, GCS= baik, GCS= baik, GCS= baik, GCS=
15, 15, 15, 15, 15,
Keluhan E4M6V5, E4M6V5, E4M6V5, E4M6V5, E4M6V5,
Umum kesadaran
kesadaran kesadaran kesadaran kesadaran
composmen composmen composmen composmen composment
tis tis tis tis is

Mesochepha Mesochepha Mesochepha Mesochepha Mesochepha


l, simetris, l, simetris, l, simetris, l, simetris, l, simetris,
Kepala tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
benjolan benjolan benjolan benjolan benjolan
atau lesi atau lesi atau lesi atau lesi atau lesi
Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
Leher
kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar
tyroid tyroid tyroid tyroid tyroid
Bunyi Bunyi Bunyi Bunyi Bunyi
Dada jantung dan jantung dan jantung dan jantung dan jantung dan
paru normal paru normal paru normal paru normal paru normal
Terlihat Terlihat Terlihat Terlihat Terlihat
Punggung
simetris simetris simetris simetris simetris
Pada Pada Pada adanya Pada Pada
pemeriksaan pemeriksaan pembesaran pemeriksaan pemeriksaan
abdomen abdomen hepar, abdomen abdomen
tidak tidak pergerakan tidak tidak
didapatkan didapatkan Pada didapatkan didapatkan
Perut adanya adanya pemeriksaan adanya adanya
pembesaran pembesaran abdomen pembesaran pembesaran
hepar, hepar, tidak hepar, hepar,
pergerakan pergerakan didapatkan pergerakan pergerakan
peristaltik peristaltik peristaltik peristaltik peristaltik
usus baik. usus baik. usus baik. usus baik. usus baik.
Ekstremita Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
s anggota anggota anggota anggota anggota
gerak gerak gerak gerak gerak
lengkap, lengkap, lengkap, lengkap, lengkap,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
luka, bekas luka, bekas luka, bekas luka, bekas luka, bekas
jahitan, tidak jahitan, tidak jahitan, tidak jahitan, tidak jahitan, tidak
ada kelainan ada kelainan ada kelainan ada kelainan ada kelainan
pada jari pada jari pada jari pada jari pada jari
tangan dan tangan dan tangan dan tangan dan tangan dan
kaki. kaki. kaki. kaki. kaki.

ANALISA DATA

No Data Dx Masalah
1 Data subjektif : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
- Tn. A mengatakan anaknya pada An. L ( 3 th ) di keluarga Tn A
sering sesak nafas berhubungan dengan KMK merawat
- Ny. A mengatakan anaknya anggota keluarga yang sedang sakit
batuk dan pilek khususnya An. L ( 3 th ) dengan ISPA
- Ny. A mengatakan bila anaknya
demam dikompres
Data objektif :
- kesadaran kompos mentis
- keadaan umum baik
- terdapat secret pada An.L
- N : 100 x/ mnt
- R : 30x/ mnt
2 Data subjektif : Resiko terjadinya penyakit ISPA pada
- Ny. A mengatakan anaknya
An. L ( 3 thn ) dikeluarga Tn. A
sering batuk akibat debu dari
berhubungan dengan Ketidakefektifan
kayu
pemeliharaan kesehatan pada An. P ( 3
- Ny. A mengatakan tidak terlalu
thn ).
mengerti dalam memberikan
perawatan pada anaknya apabila
sakit
Data objektif :
- Tn.A mempunyai usaha mebel
sehingga banyak debu dari kayu
- Tiap kamar mempunyai jendela
tetapi tidak dibuka sehingga
siang hari ruangan tampak gelap
- An. L tampak mengeluarkan
ingus dari hidung

Diagnosa keperawatan dan scoring


Diagnosa keperawatan yang muncul antara lain :
1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas pada An. L ( 3 th ) di keluarga Tn. A berhubungan
dengan KMK merawat anggota keluarga yang sedang sakit khususnya An. L (3
th)dengan ISPA.
No Kriteria Score Pembenaran
1. Sifat masalah 3/3 x 1 Demam pilek dirasakan dengan tanda dan gejala
aktual yang sesuai dengan penyakit ISPA, belum
dilakukan tindakan apapun jika tidak ditangani
akan berlanjut keinfeksi saluran nafas bawah.
2. Kemungkinan 2/2 x 2 Ny. A mau tau tentang demam pilek, tapi masih
masalah untuk terlihat ragu ragu. Dilihat dari jarak fasilitas
diubah : kesehatan tidak terlalu jauh.
mudah
3. Potensial masalah 2/3 x 1 Masalah masih bias dicegah agar tidak berlanjut
untuk dicegah : mengingat ISPA merupakan penyakit yang
cukup mudah untuk dicegah. Tetapi Ny. A masih ragu
ragu dalam merawat anaknya.
4. Menonjolnya x1 Masalah ISPA pada An. L dirasakan betul oleh
masalah : keluarga tetapi keluerga tidak ingin masalah
tidak tersebut segera diatasi.
segera
diatasi
Total 41/6

2. Resiko terjadinya penyakit ISPA pada An. L ( 3 thn ) dikeluarga Tn. A berhubungan
dengan Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada An. P ( 3 thn ).

No Kriteria Score Bobot


1. Sifat masalah : resiko tinggi 2/3 x 1 1
2. Kemungkinan masalah untuk x 2 2
diubah : cukup
3. Potensial masalah untuk dicegah 3/3 x 1 1
: tinggi
4. Menonjolnya masalah : masalh x 1 1
dirasakan tapi tidak segera
ditangani.

Prioritas diagnosa keperawatan


1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas pada An. L ( 3 th ) di keluarga Tn. A berhubungan
dengan KMK merawat anggota keluarga yang sedang sakit khususnya An. L ( 3 th )
dengan ISPA..
2. Resiko terjadinya penyakit ISPA pada An. L ( 3 thn ) dikeluarga Tn. A berhubungan
dengan Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada An. P ( 3 thn ).

INTERVENSI

Diagnosa TUJUAN EVALUASI


TUM TUK KRITE STANDAR
Keperawata INTERVENSI
RIA
n
Tidak Selama 3 1. Selama 1 x 60 Respon ISPA adalah 1.1.1 Diskusikan
efektifnya kali menit , verbal Iinfeksi saluran bersama keluarga,
bersihan kunjungan kunjungan pernafasan akut pengertian ISPA
jalan nafas rumah, keluarga yang ditandai dengan
pada An. L ( kebersihan mampu dengan demam menggunakan
3 th ) di jalan nafas mengenal dan pilek. lembar balik
keluarga Tn efektif pada masalah ISPA 1.1.2 Tanyakan
A An. L (3 th). pada anggota kembali pada
berhubunga keluarga keluarga tentang
n dengan pengertian ISPA
KMK Dengan cara : 1.1.3 Berikan
merawat 1.1 pujian atas jawaban
anggota Menyebutkan yang tepat
keluarga pengertian ISPA
yang sedang
sakit
khususnya
An L ( 3 th )
dengan
ISPA.

1.2 Respon Menyebutkan 2 1.2.1 Diskusikan


Menyebutkan verbal dari 4 penyebab bersama keluarga,
penyebab ISPA ISPA penyebaba ISPA
- Tertular dengan menggunakan
penderita batuk lembar balik
- Belum imunisasi 12.2 Motivasi
lengkap keluarga untuk
- kurang gizi menyebutkan kembali
- lingkungan penyebab ISPA
tempat tinggal 1.2.3 Beri
yang kurang reinforcemen positif
sehat atas usaha yang
dilakukan keluarga

1.3 Respon - Menyebutkan 1.3.1 Dorong


Mengidentifikas verbal penyebab ISPA keluarga untuk
i penyebab pada anak mengidentifikasi
ISPA penyebab ISPA pada
anak
1.3.2 Beri
reinforcemen positif
atas kemampuan
keluarga
mengidentifikasi
penyebab ISPA pada
anak
1.4 Respon Menyebutkan 3 1.4.1 Diskusikan
Menyebutkan verbal dari 5 tanda dengan keluarga
tanda tanda ISPA tentang tanda tanda
ISPA - Batuk ISPA
- Pilek 1.4.2 Motifasi
- Nafas cepat keluarga untuk
- Demam menyebutkan kembali
- umur 1 5 th : tanda tanda ISPA
40x atau lebih 1.4.3 Beri
per menit reinforcemen positif
- Nafas sesak / atas usaha yang
tarikan dinding dilakukan keluarga
dada
1.5 Respon Menyebutkan 3 1.5.1 Dorong
Menyebutkan 3 verbal dari 5 keluarga untuk
5 pencegahan pencegahan menyebutkan
ISPA ISPA : pencegahan ISPA
- Jauhkan anak 1.5.2 Berika
dari penderita reinforcemen positif
batuk atas kemampuan
- Imunisasi keluarga cara
lengkap mencegah ISPA
- Berikan
makanan
bergizi tiap hari
- Jagalah
kebersihan
tubuh, makanan
serta
lingkungan
1.6 Respon Kondisi An R 1.6.1 Bantu
Mengidentifikas verbal mengalami keluarga
i masalah ISPA ISPA membandingkan apa
yang terjadi yang telah dijelaskan
pada anggota dengan kondisi An R
keluarga 1.6.2 Motifasi
keluarga untuk
mengidentifikasi
masalah yang timbul
pada anggota
keluarga An. R
1.6.3 Bersama
keluarga
menyimpulkan
masalah yang
dihadapi oleh anggota
keluarga
1.6.4 Beri
reinforcemen positif
atas usaha yang
dilakukan keluarga
2. Selama 1 x Respon Menyebutkan 1 2.1.1 Jelaskan pada
60 menit verbal dari 2 Akibat keluarga akibat lanjut
kunjungan, Lanjut DARI apabila ISPA telah
keluarga ispa yang tidak diobati dengan
mampu diobati : menggunakan lembar
mengambil - Gangguan balik
keputusan untuk pertumbuhan 2.1.2 Motifasi
merawat dan keluarga untuk
anggota perkembangan menyebutkan kembali
keluarga yang - Bronchitis akibat lanjut dari
menderita ISPA ISPA yang tidak di
obati
Dengan cara : 2.1.3 Beri
2.1 Menyebutkan reinforcement positif
akibat lanjut atas jawaban keluarga
tidak diobatinya yang tepat
ISPA

2.2 Memutuskan Respon Keluarga 2.1.4 Diskusikan


untuk merawat verbal memutuskan kembali dengan
An. R dengan untuk merawat keluarga tentang
masalah ISPA anggota keinginan keluarga
keluarga dengan untuk merawat
ISPA anggota keluarga
dengan ISPA
2.1.5 Beri
reinforcemen positif
atas keputusan
keluarga untuk
merawat anggota
keluarga dengan ISPA
3. Setelah 1 x 60 Respon Menyebutkan 3 3.13 Diskusikan
menitkunjungan verbal dari 5 dengan keluarga
, keluarga pencegahan tentang pencegahan
mampu ISPA : ISPA
merawat - Jauhkan anak 3.1.2 Motifasi
anggota dari penderita keluarga untu
keluarga dengan batuk menyebutkan
ISPA - Imunisasi pencegahan ISPA
lengkap 3.1.3 Beri
Dengan cara : - Berikan reinforcemen positif
3.1 Menyebutkan makanan atas usaha yang
cara perawatan bergizi tiap hari dilakukan keluarga
ISPA di rumah - Jagalah
kebersihan
tubuh, makanan
serta
lingkungan
- Jika hidung
tersumbat karna
pilek, bersihkan
lubang hidung
dengan sapu
tangan bersih
- Selama anak
dirawat
dirumah, beri
minum lebih
banyak dari
biasanya
- Jangan pakai
selimut atau
pakaian tebal
selama badan
anak masih
panas
- Awasi tanda
penyakit
bertambah
parah, anak
tidak mau
minum, nafas
sesak dan cepat
3.2 Melakukan Psikomo Keluarga dapat 3.2.1 Demonstrasikan
kompres dingin tor mendemonstrasikepada keluarga cara
kan cara melakukan kompres
melakukan dingin
kompres dingin3.2.2 Berikan
kesempatan kepada
keluarga untuk
mebncoba melakukan
kompres dingin
3.2.3 Beri
reinforcemen positif
atas usaha keluarga
3.2.4 Pastikan
keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan
3.3 Psikomo Keluarga dapat 3.3.1 Demonstrasikan
Membersihkan tor mendemonstrasi kepada keluarga cara
hidung yang kan dan membersihkan
tersumbat karna membersihkan hidung yang
pilek hidung yang tersumbat
tersumbat karna 3.3.2 Beri
pilek kesempatan keluarga
untuk mencoba
membersihkan
hidung yang
tersumbat karena
pilek
3.3.3 Beri
reinforcemen positif
atas usaha
Keluarga
3.3.4 Pastikan
keluarga akan
melakukan tindakan
yang diajarkan jika
diperlukan
4. Setelah 1 x 60 Respon Menyebutkan 2 4.1.1 Jelaskan
menit verbal dari 3 cara lingkungan yang
kunjungan memodifikasi dapat mencegah ISPA
keluarga lingkungan 4.1.2 Motifasi
mampu untuk mencegah keluarga untuk
memodiofikasi ISPA mengulangi
lingkungan penjelasan yang
yang dapat diberikan
mencegah ISPA 4.1.3 Beri
reinforcemen positif
4.1 atas jawaban keluarga
Menyebutkan
cara cara
memodifikasi
lingkungan
4..2 Melakukan Respon Pada kunjungan 4.1.4 Obserfasi
modifikasi efektif, tidak terencana lingkungan rumah
lingkungan respon keluarga pada kunjungan
yang tepat bagi psikomo melakukan terencana
anak tor tindakan 4.1.5 Diskusikan
modifikasi dengan keluarga hal
lingkungan positif yang sudah
dilakukan keluarga
4.1.6 Berikan
reinforcemen positif
atas upaya yang
dilakukan keluarga
5. Setelah 1 x 60 Respon Manfaat 5.1.1 Informasikan
menit Verbal kunjungan ke mengenai pengobatan
kunjungan fasilitas dan pendidikan
keluarga kesehatan : kesehatan , yang
mampu - Mendapatkan dapat diperoleh
memanfaatkan pelayanan keluarga di klinik
pelayanan kesehatan atau balai pengobatan
kesehatan pengobatan 5.1.2 Motifasi
ISPA keluarga untuk
Dengan cara - Mendapatkan menyebutkan kembali
5 .1 pendidikan hasil diskusi
Menyebutkan kesehatan 5.1.3 Beri
kembali tentang ISPA reinforcemen positif
manfaat atas hasil yang
kunjungan ke dicapai
fasilitas
kesehatan

Setelah
dilakukan
intervensi
selama 1x 45
menit
pertemuan
diharapkan
keluarga
mampu :

1. RV Fasilitas 5.1.1 sebutkan kepada


memanfaatkan kesehatan yang keluarga beberapa
pelayanan dapat digunakan fasilitas kesehatan
kesehatan : : yang dapat digunakan
5.1 pelayanan - rumah sakit / 5.1.2 diskusikan
kesehatan yang puskesmas bersama keluarga
dapat - perawat berbagai sarana
dimanfaatkan keluarga pelayanan kesehatan
Praktek doter/ yang tersedia yang
bidan dapat digunakan
fasilitas Jelaskan akan
yankes yang pentingnya fasilitas
daspat pelayanan kesehatan
dikunjungi pada tersebut
jam kerja selain Dorong keluarga
praktek dokter / untuk mengunjungi
bidanh pada fasilitas pelayanan
sore hari kesehatan
fasilitas
kesehatan yang
mudah
dijangkau akan
mengurangi
biaya dan
kemudahan
dalam
trasportasi
biaya yang 5.2.1 dukung
diperlukan keluarga untuk
sesuai dengan memutuskan tindakan
yankes yang 5.2.2 evaluasi adanya
digunakan penurunan sakit
setelah menggunakan
fasilitas pelayanan
dukungan kesehatan
kepada keluarga 5.2.3 beri
untuk reinforcement positif
menggunakan
yankes dapat 5.3.1 jelaskan kepada
5.2 memberikan RV mendorong keluarga manfaat
dukungan keluarga pelayanan kesehatan
kepada keluarga menguragi / 5.3.2 dorong keluarga
untuk mengatasi sakit unutk
menggunakan ISPA mengungkapkan
pelayanan persepsinya
kesehatan 5.3.3 minta keluarga
menunjukan kartu
berobat
5.3.4 beri
reinforcem
Pada kunjungan ent positif.
yang tidak
direncanakan
5.3 keluarga
memanfaatkan mampu
fasilitas Afektif menunjukan
pelayanan kartu berobat
kesehatan atau obat
obatan yang
diresepkan dari
fasilitas
pelayanan
kesehatan
ASUHAN KEPERAWATAN
Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Manajemen Keperawatan

Disusun oleh:

1. Fajar Danu S.P S15015


2. Febriana Efsi I S15016
3. Fitria Dwi P S15017
4. Galih Mufti Ryanis S15018
5. Hesti Lestari S15019
6. Ika Ayu M S15020

PROGRAM SARJANA STUDI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2017