Vous êtes sur la page 1sur 2

PROSEDUR

ASMA
No. Dokumen :
No. Revisi :
STANDAR Pembuat :
PROSEDUR Tanggal Terbit :
OPERASIONAL Unit Pemeriksa :
Halaman :

PUSKESMAS DARMA dr. Andri Sentanu


NIP.197907162010
Tanda tangan kepala Puskesmas : 011012

1. Pengertian Asma adalah mengi berulang dan/atau batuk persisten dengan karakteristik timbul
secara episodik, cenderung pada malam/dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas
fisik, serta mempunyai riwayat asma atau atopi lain dalam keluarga atau penderita
sendiri
Serangan asma adalah episode perburukan yang progresif dari gejala-gejala batuk,
sesak napas, mengi, rasa dada tertekan atau berbagai kombinasi dari gejala tersebut.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menangani sesak nafas pada penderita
asma, sehingga serangan tidak bertambah berat

3. Kebijakan Semua pelayanan keperawatan dapat melakukan sesuai dengan Standar Operasional
Prosedur (SOP).
4. Referensi

5. Alat dan Bahan

6. Langkah - Langkah 1. Pasien diposisikan setengah duduk.


2. Oksigenasi dengan nasal canul 2 - 4 ltr / mnt.
3. Nebulasi dengan Ventolin ( Salbutamol ) dengan dosis pemberian yaitu 0,05 - 0,1 mg /
kgBB / 1 nebule + 2cc NaCl 0,9%.
4. Pasien dinebulasi selama 10 15 menit, apabila kondisi pasien belum membaik bisa
diberikan 2x dengan selang waktu 20 menit.
5. Apabila belum membaik, diberikan nebul flexotid (kortosteroid) dosis 0,01mg/kgBB/x
dengan selang waktu 20 menit.
6. Apabila pasien IGD, setelah nebulasi gejala hilang atau ringan, pasien boleh rawat
jalan, tetapi kalau gejala tidak hilang atau memburuk, pasien dirawat inapkan, sesuai
prosedur yang telah ditetapkan.
7. Pada asma berat diberikan :
a. Apabila belum mendapatkan aminophilin sebelumnya, diberikan aminophilin
intravena dengan dosis 0,7 0,9 mg/kb/jam atau 5 - 6 mg/kgbb dilarutkan dalam
Dextrose atau garam fisiologis sebanyak 20 ml diberikan dalam 8 jam.
b. Jika pasien telah mendapatkan aminophilin ( kurang dari 8 jam ) dosis diberikan
separuhnya.
c. Selanjutnya diberikan Aminophilin dosis rumatan 0,5 1 mg/kgbb/jam.
d. Obat steroid inj ( kalmethason inj ) dengan dosis 1 mg/kgbb/hr dalam 3x
pemberian.
e. Rongten thoraks.
8. Apabila ada komplikasi yang perlu perawatan intensif atau ada tanda-tanda ancaman
gagal nafas pasien dirawat di PICU/NICU.

7. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
8. Unit terkait 1. Poli / IGD
2. Bangsal perawatan
3. Dokter / perawat jaga
4. Dokter spesialis anak

9. Dokumen terkait
10. Rekaman/ Histori
perubahan

NO YANG DIRUBAH ISI PERUBAHAN TANGGAL DIBERLAKUKAN