Vous êtes sur la page 1sur 9

Pola-pola fungsi kesehatan

1) pola persepsi dan tata leksana hidup sehat


karena kurangnya pengetahuan klien tentang ketuban pecah dini, dan cara pencegahan, penanganan, dan perawatan serta kurangnya mrnjaga
kebersihan tubuhnya akan menimbulkan masalah dalam perawatan dirinya
2) Pola Nutrisi dan Metabolisme
Pada klien nifas biasanaya terjadi peningkatan nafsu makan karena dari keinginan untuk menyusui bayinya.
3) Pola aktifitas
Pada pasien pos partum klien dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, terbatas pada aktifitas ringan, tidak membutuhkan tenaga banyak,
cepat lelah, pada klien nifas didapatkan keterbatasan aktivitas karena mengalami kelemahan dan nyeri.
4) Pola eleminasi
Pada pasien pos partum sering terjadi adanya perasaan sering /susah kencing selama masa nifas yang ditimbulkan karena terjadinya odema dari
trigono, yang menimbulkan inveksi dari uretra sehingga sering terjadi konstipasi karena penderita takut untuk melakukan BAB.
5) Istirahat dan tidur
Pada klien nifas terjadi perubagan pada pola istirahat dan tidur karena adanya kehadiran sang bayi dan nyeri epis setelah persalinan
6) Pola hubungan dan peran
Peran klien dalam keluarga meliputi hubungan klien dengan keluarga dan orang lain.
7) Pola penagulangan sters
Biasanya klien sering melamun dan merasa cemas
8) Pola sensori dan kognitif
Pola sensori klien merasakan nyeri pada prineum akibat luka janhitan dan nyeri perut akibat involusi uteri, pada pola kognitif klien nifas
primipara terjadi kurangnya pengetahuan merawat bayinya
9) Pola persepsi dan konsep diri
Biasanya terjadi kecemasan terhadap keadaan kehamilanya, lebih-lebih menjelang persalinan dampak psikologis klien terjadi perubahan konsep
diri antara lain dan body image dan ideal diri
10) Pola reproduksi dan sosial
Terjadi disfungsi seksual yaitu perubahan dalam hubungan seksual atau fungsi dari seksual yang tidak adekuat karena adanya proses persalinan
dan nifas.
e. Pemeriksaan fisik
1) Kepala
Bagaimana bentuk kepala, kebersihan kepala, kadang-kadang terdapat adanya cloasma gravidarum, dan apakah ada benjolan
2) Leher
Kadang-kadang ditemukan adanya penbesaran kelenjar tioroid, karena adanya proses menerang yang salah
3) Mata
Terkadang adanya pembengkakan paka kelopak mata, konjungtiva, dan kadang-kadang keadaan selaput mata pucat (anemia) karena proses
persalinan yang mengalami perdarahan, sklera kunuing
4) Telinga
Biasanya bentuk telingga simetris atau tidak, bagaimana kebersihanya, adakah cairan yang keluar dari telinga.
5) Hidung
Adanya polip atau tidak dan apabila pada post partum kadang-kadang ditemukan pernapasan cuping hidung
6) Dada
Terdapat adanya pembesaran payu dara, adanya hiper pigmentasi areola mamae dan papila mamae
7) Pada klien nifas abdomen kendor kadang-kadang striae masih terasa nyeri. Fundus uteri 3 jari dibawa pusat.
8) Genitaliua
Pengeluaran darah campur lendir, pengeluaran air ketuban, bila terdapat pengeluaran mekomium yaitu feses yang dibentuk anak dalam
kandungan menandakan adanya kelainan letak anak.
9) Anus
Kadang-kadang pada klien nifas ada luka pada anus karena ruptur
10) Ekstermitas
Pemeriksaan odema untuk mrlihat kelainan-kelainan karena membesarnya uterus, karenan preeklamsia atau karena penyakit jantung atau ginjal.
11) Tanda-tanda vital
Apabila terjadi perdarahan pada pos partum tekanan darah turun, nadi cepat, pernafasan meningkat, suhu tubuh turun.
2. Diagnosa Keperawatan Dengan SC
Diagnosa yang mungkin muncul:
1. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menyusui yang bernar.
2. Nyeri akut berhubungan dengan injury fisik jalan lahir.
3. Defisit pengetahuan berhubungan dengan tidak mengenal atau familiar dengan sumber informasi tentang cara perawatan bayi.
4. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelelahan sehabis bersalin
5. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi

3. Rencana Keperawatan

RENCANA KEPERAWATAN
DIANGOSA
NO KEPERAWATAN DAN
KOLABORASI
TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NIC)

1. Menyusui tidak efektif Setelah diberikan tindakan keperawatan Health Education:


berhubungan selama 3x24 jam klien menunjukkan Berikan informasi mengenai :
dengan kurangnya respon breast feeding adekuat dengan o Fisiologi menyusui
pengetahuan ibu tentang indikator: o Keuntungan menyusui
cara menyusui yang benar klien mengungkapkan puas dengan o Perawatan payudara
kebutuhan untuk menyusui o Kebutuhan diit khusus
klien mampu mendemonstrasikan o Faktor-faktor yang menghambat proses menyusui
perawatan payudara Demonstrasikan breast care dan pantau kemampuan klien untuk
melakukan secara teratur
Ajarkan cara mengeluarkan ASI dengan benar, cara menyimpan,
cara transportasi sehingga bisa diterima oleh bayi
Berikan dukungan dan semangat pada ibu untuk melaksanakan
pemberian Asi eksklusif
Berikan penjelasan tentang tanda dan gejala bendungan payudara,
infeksi payudara
Anjurkan keluarga untuk memfasilitasi dan mendukung klien dalam
pemberian ASI
Diskusikan tentang sumber-sumber yang dapat
memberikan informasi/memberikan pelayanan KIA
2. Nyeri akut b.d agen injuri Setelah dilakukan asuhan keperawatan Pain Management
fisik (luka insisi operasi) selama 3x24 jam diharapkan nteri Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
berkurang dengan indicator: karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Pain Level, Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Pain control, Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui
Comfort level pengalaman nyeri pasien
Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri
nyeri, mampu menggunakan tehnik Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau
nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang
mencari bantuan) ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau
Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan
menggunakan manajemen nyeri dukungan
Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas,
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu
frekuensi dan tanda nyeri) ruangan, pencahayaan dan kebisingan
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri
Kurangi faktor presipitasi nyeri
berkurang Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi
Tanda vital dalam rentang normal dan inter personal)
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
Ajarkan tentang teknik non farmakologi
Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri
tidak berhasil
Monitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri
Analgesic Administration
Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat nyeri sebelum
pemberian obat
Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan frekuensi
Cek riwayat alergi
Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
Tentukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri
Tentukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal
Pilih rute pemberian secara IV, IM untuk pengobatan nyeri secara
teratur
Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik
pertama kali
Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat
Evaluasi efektivitas analgesik, tanda dan gejala (efek samping)
-
3. Kurang pengetahuan Setelah dilakukan asuhan keperawatan Teaching : Disease Process
tentang perawatan ibu selama 3x24 jam diharapkan pengetahuan Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses
nifas dan perawatan post klien meningkat dengan indicator: penyakit yang spesifik
operasi b/d kurangnya Kowlwdge : disease process Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini
sumber informasi Kowledge : health Behavior berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang
Pasien dan keluarga menyatakan tepat.
pemahaman tentang penyakit, kondisi, Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit,
prognosis dan program pengobatan dengan cara yang tepat
Pasien dan keluarga mampu melaksanakan Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
prosedur yang dijelaskan secara benar Identifikasi kemungkinan penyebab, dengna cara yang tepat
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang
kembali apa yang dijelaskan perawat/tim tepat
kesehatan lainnya. Hindari jaminan yang kosong
Sediakan bagi keluarga atau SO informasi tentang kemajuan pasien
dengan cara yang tepat
Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk
mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses
pengontrolan penyakit
Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second
opinion dengan cara yang tepat atau diindikasikan
Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang
tepat
Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal, dengan cara
yang tepat
Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan
pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat
4. Defisit perawatan diri b.d. Setelah dilakukan asuhan keperawatan Self Care assistane : ADLs
Kelelahan. selama 3x24 jam ADLs Monitor kemempuan klien untuk perawatan diri yang mandiri.
klien
meningkat dengan indicator: Monitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu untuk kebersihan diri,
Self care : Activity of Daily Living berpakaian, berhias, toileting dan makan.
(ADLs) Sediakan bantuan sampai klien mampu secara utuh untuk
Klien terbebas dari bau badan melakukan self-care.
Menyatakan kenyamanan terhadap Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang normal
kemampuan untuk melakukan ADLs sesuai kemampuan yang dimiliki.
Dapat melakukan ADLS dengan bantuan Dorong untuk melakukan secara mandiri, tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu melakukannya.
Ajarkan klien/ keluarga untuk mendorong kemandirian, untuk
memberikan bantuan hanya jika pasien tidak mampu untuk
melakukannya.
Berikan aktivitas rutin sehari- hari sesuai kemampuan.
Pertimbangkan usia klien jika mendorong pelaksanaan aktivitas
sehari-hari.
5. Risiko infeksi b.d Setelah dilakuakan asuhan keperawatan Infection Control (Kontrol infeksi)
tindakan invasif, paparan selama 3x24 jam diharapkan resiko Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain
lingkungan patogen infeksi terkontrol dengan indicator: Pertahankan teknik isolasi
Immune Status Batasi pengunjung bila perlu
Knowledge : Infection control Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat
Risk control berkunjung dan setelah berkunjung meninggalkan pasien
Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci tangan
Mendeskripsikan proses Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan kperawtan
penularan
penyakit, factor yang mempengaruhi Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung
penularan serta penatalaksanaannya, Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat
Menunjukkan kemampuan Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai dengan
untuk
mencegah timbulnya infeksi petunjuk umum
Jumlah leukosit dalam batas normal Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung
Menunjukkan perilaku hidup sehat kencing
Tingktkan intake nutrisi
Berikan terapi antibiotik bila perlu
Infection Protection (Proteksi Terhadap Infeksi)
Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
Monitor hitung granulosit, WBC
Monitor kerentanan terhadap infeksi
Batasi pengunjung
Saring pengunjung terhadap penyakit menular
Partahankan teknik aspesis pada pasien yang beresiko
Pertahankan teknik isolasi k/p
Berikan perawatan kuliat pada area epidema
Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas,
drainase
Ispeksi kondisi luka / insisi bedah
Dorong masukkan nutrisi yang cukup
Dorong masukan cairan
Dorong istirahat
Instruksikan pasien untuk minum antibiotik sesuai resep
Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
Ajarkan cara menghindari infeksi
Laporkan kecurigaan infeksi
Laporkan kultur positif