Vous êtes sur la page 1sur 44

A.

PENGKAJIAN
1. Identitas
Meliputi nama pasien, umur, jenis kelamin, suku bangsa, pekerjaan, pendidikan,
alamat, tanggal MRS dan diagnosa medis. (Wantiyah,2010:hal 17)
2. Keluhan Utama
Pasien pjk biasanya merasakan nyeri dada dan dapat dilakukan dengan skala nyeri 0-
10, 0 tidak nyeri dan 10 nyeri palig tinggi. Pengakajian nyeri secara mendalam
menggunakan pendekatan PQRST, meliputi prepitasi dan penyembuh, kualitas dan
kuatitas, intensitas, durasi, lokasi,radiasi/penyebaran,onset.(Wantiyah,2010: hal 18).
3. Riwayat Kesehatan Lalu
Dalam hal ini yang perlu dikaji atau di tanyakan pada klien antara lainapakah klien
pernah menderita hipertensi atau diabetes millitus, infark miokard atau penyakit
jantung koroner itu sendiri sebelumnya. Serta ditanyakan apakah pernah MRS
sebelumnya. (Wantiyah,2010: hal 17)
4. Riwayat Kesehatan Sekarang
Dalam mengkaji hal ini menggunakan analisa systom PQRST. Untuk membantu
klien dalam mengutamakan masalah keluannya secara lengkap. Pada klien PJK
umumnya mengalami nyeri dada. (Wantiyah,2010: hal 18)
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Mengkaji pada keluarga, apakah didalam keluarga ada yang menderitapenyakit
jantung koroner. Riwayat penderita PJK umumnya mewarisi juga faktor-faktor
risiko lainnya, seperti abnormal kadar kolestrol, dan peningkatan tekanan darah.
(A.Fauzi Yahya 2010: hal 28)
6. Riwayat Psikososial
Pada klien PJK biasanya yang muncul pada klien dengan penyakit jantung koroner
adalah menyangkal, takut, cemas, dan marah, ketergantungan, depresi dan
penerimaan realistis. (Wantiyah,2010: hal 18)
7. Pola Aktivitas Dan Latihan
Hal ini perlu dilakukan pengkajian pada pasien dengan penyakit jantung koroner
untuk menilai kemampuan dan toleransi pasien dalam melakukan aktivitas. Pasien
penyakit jantung koroner mengalami penurunan kemampuan dalam melakukan
aktivitas sehari-hari.(Panthee & Kritpracha, 2011:hal 15)
8. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum
Keadaan umum klien mulai pada saat pertama kali bertemu dengan klien
dilanjutkan mengukur tanda-tand vital. Kesadaran klien juga diamati apakah
kompos mentis, apatis, samnolen, delirium, semi koma atau koma. Keadaan
sakit juga diamati apakah sedang, berat, ringan atau tampak tidak sakit.
b. Tanda-tanda vital
Kesadaran compos mentis, penampilan tampak obesitas, tekanan darah 180/110
mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 20 kali/menit, suhu 36,2 C.
(Gordon, 2015: hal 22)
c. Pemeriksaan fisik persistem
1) Sistem persyarafan, meliputi kesadaran, ukuran pupil, pergerakan seluruh
ekstermitas dan kemampuan menanggapi respon verbal maupun non verbal.
(Aziza, 2010: hal 13)
2) Sistem penglihatan, pada klien PJK mata mengalami pandangan
kabur.(Gordon, 2015: hal 22)
3) Sistem pendengaran, pada klien PJK pada sistem pendengaran telinga ,
tidak mengalami gangguan. (Gordon, 2015:hal 22)
4) Sistem abdomen, bersih, datar dan tidak ada pembesaran hati. (Gordon,
2015:hal 22)
5) Sistem respirasi, pengkajian dilakukan untuk mengetahui secara dinit tanda
dan gejala tidak adekuatnya ventilasi dan oksigenasi. Pengkajian meliputi
persentase fraksi oksigen, volume tidal, frekuensi pernapasan dan modus
yang digunakan untuk bernapas. Pastikan posisi ETT tepat pada tempatnya,
pemeriksaan analisa gas darah dan elektrolit untuk mendeteksi hipoksemia.
(Aziza, 2010: hal 13)
6) Sistem kardiovaskuler, pengkajian dengan tekhnik inspeksi, auskultrasi,
palpasi, dan perkusi perawat melakukan pengukuran tekanan darah; suhu;
denyut jantung dan iramanya; pulsasi prifer; dan tempratur kulit.
Auskultrasi bunyi jantung dapat menghasilkan bunyi gallop S3 sebagai
indikasi gagal jantung atau adanya bunyi gallop S4 tanda hipertensi sebagai
komplikasi. Peningkatan irama napas merupakan salah satu tanda cemas
atau takut (Wantiyah,2010: hal 18)
7) Sistem gastrointestinal, pengkajian pada gastrointestinal meliputi
auskultrasi bising usus, palpasi abdomen (nyeri, distensi). (Aziza,2010: hal
13)
8) Sistem muskuluskeletal, pada klien PJK adanya kelemahan dan kelelahan
otot sehinggah timbul ketidak mampuan melakukan aktifitas yang
diharapkan atau aktifitas yang biasanya dilakukan. (Aziza,2010: hal 13)
9) Sistem endokrin, biasanya terdapat peningkatan kadar gula darah.
(Aziza,2010: hal 13)
10) Sistem Integumen, pada klien PJK akral terasa hangat, turgor baik.
(Gordon, 2015:hal 22)
11) Sistem perkemihan, kaji ada tidaknya pembengkakan dan nyeri pada daerah
pinggang, observasi dan palpasi pada daerah abdomen bawah untuk
mengetahui adanya retensi urine dan kaji tentang jenis cairan yang keluar .
(Aziza,2010: hal 13)
9. Pemeriksaan Diagnostik

ECG menunjukan: adanya elevasi yang merupakan tanda dari iskemi,


gelombang T inversi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri, dan
gelombang Q yang mencerminkan adanya nekrosis.
Enzym dan Isoenzym Pada Jantung: CPK-MB meningkat dalam 4-12 jam, dan
mencapai puncak pada 24 jam. Peningkatan SGOT dalam 6-12 jam dan
mencapai puncak pada 36 jam.
Elektrolit: ketidakseimbangan yang memungkinkan terjadinya penurunan
konduksi jantung dan kontraktilitas jantung seperti hipo atau hiperkalemia.
Whole Blood Cell: leukositosis mungkin timbul pada keesokan hari setelah
serangan.
Analisa Gas Darah: Menunjukan terjadinya hipoksia atau proses penyakit paru
yang kronis atau akut.
Kolesterol atau Trigliseid: mungkin mengalami peningkatan yang
mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis.
Chest X-Ray: mungkin normal atau adanya cardiomegali, CHF, atau aneurisma
ventrikiler.
Echocardiogram: Mungkin harus di lakukan guna menggambarkan fungsi atau
kapasitas masing-masing ruang pada jantung.
Exercise Stress Test: Menunjukan kemampuan jantung beradaptasi terhadap
suatu stress/ aktivitas.
10. Penatalaksaan
Penatalaksanaan Menurut, Hermawatirisa,2014: hal 12
Hindari makanan kandungan kolesterol yang tinggi
Kolesterol jahat LDL di kenal sebgai penyebab utana terjadinya proses
aterosklerosis, yaitu proses pengerasan dinding pembuluh darah, terutama di
jantung, otak, ginjal, dan mata.
Konsumsi makanan yang berserat tinggi
Hindari mengonsumsi alcohol.
Merubah gaya hidup, memberhentikan kebiasaan merokok
Olahraga dapat meningkatkan kadar HDL kolesterol dan memperbaiki kolateral
koroner sehingga PJK dapat dikurangi, olahraga bermanfaat
Memperbaiki fungsi paru dan pemberian O2 ke miokard
Menurunkan berat badan sehingga lemak lemak tubuh yang berlebih berkurang
bersama-sama dengan menurunnya LDL kolesterol
Menurunkan tekanan darah
Meningkatkan kesegaran jasmani
Tujuan dan Kriteria
No. Diagnosa Tindakan/Intervensi Rasional
Hasil
Mandiri
1. Gangguan nyeri Tujuan : Setelah Anjurkan pasien untuk nyeri dan penurunan
akut berhubungan dilakukan tindakan memberitahu perawat curah jantung dapat
dengan laporan keperawatan selama dengan cepat bila terjadi merangsang sistem
nyeri dengan proses keperawatan nyeri dada saraf simpatis untuk
berbagai frekuensi, diharapkan pelaporan mengeluarkan
durasi, dan episode angiina menurun sejumlah besar
intensitas ditandai dalam frekuensi, durasi, nonepinefrin, yang
dengan perilaku dan beratnya serta meningkatkan
distraksi ( gangguan nyeri akut agregasi trombosit
menangis, gelisah, berkurang/hilang dan mengeluarkan
merintih) tromboxane A2. Ini
Kriteria Hasil : Nyeri vasokonstriktor
berkurang/Hilang poten yang
menyebabkan
spasme arteri
koroner yang dapat
mencetus,
mengkomplikasi
dan/atau
memperlama
serangan angina
memanjang. Nyeri
tak bisa ditahan
menyebabkan
respons vasovagal,
menurunkan TD dan
frekuensi jantung.

Kaji dan catat respons Memberikan


pasien/efek obat. informasi tentang
kemajuan penyakit.
Alat dalam evaluasi
keefektifan
intervensi dan dapat
menunjukkan
kebutuhan
perubahan program
pengobatan.

Identifikasi terjadinya Membantu


pencetus, bila ada: membedakan nyeri
frekuensi, durasi, intensitas, dada dini dan alat
dan lokasi nyeri. evaluasi
kemungkinan
kemajuan menjadi
angina tidak stabil
(angina stabil
biasanya berakhir 3-
5 menit sementara
angina tidak stabil
lebih lama dan dapat
berakhir lebih dari
45 menit).

Observasi gejala yang Penurunan curah


berhubungan, contoh jantung (yang terjadi
dispnea, mual/muntah, selama periode
pusing, palpitasi, keinginan iskemia miokard)
berkemih. merangsang sistem
saraf
simpatis/parasimpati
s, menyebabkan
berbagai rasa
sakit/sensasi di mana
pasien tidak dapat
mengidentifikasi
apakah berhubungan
dengan episode
angina.

Evaluasi laporan nyeri pada Nyeri jantung dapat


rahang, leher, bahu, tangan, menyebar, contoh
atau lengan (khususnya nyeri sering lebih ke
pada sisi kiri). permukaan
dipersarafi oleh
tingkat tingkat saraf
spinal yang sama.

Letakkan pasien pada Menurunkan


istirahat total selama kebutuhan oksigen
episode angina. miokard untuk
meminimalkan risiko
cedera
jaringan/nekrosis.

Tinggikan kepala tempat Memudahkan


tidur bila pasien nafas pertukaran gas untuk
pendek. menurunkan
hipoksia dan nafas
pendek berulang.

Pantau kecepatan/irama Pasien angina tidak


jantung. stabil mengalami
peningkatan
distritme yang
mengancam hidup
secara akut, yang
terjadi pada respons
terhadap iskemia
dan/atau stres.

Pantau tanda vital tiap 5 TD dapat meningkat


menit selama serangan secara dini
angina. sehubungan dengan
rangsangan simpatis,
kemudian turun bila
curah jantung
dipengaruhi.
Takikardi juga
terjadi pada respons
terhadap rangsangan
simpatis dan dapat
berlanjut sebagai
kompensasi bila
curah hujan turun.

Tinggal dengan pasien yang Cemas


mengalami nyeri atau mengeluarkan
tampak cemas. katekolamin yang
meningkatkan kerja
miokard dan dapat
memanjangkang
nyeri iskemia.
Adanya perawat
dapat menurunkan
rasa takut dan
ketidakberdayaan.

Pertahankan tenang, Stres mental/emosi


lingkungan nyaman, batasi meningkatkan kerja
pengunjung bila perlu. miokard.

Berikan makanan lembut. Menurunkan kerja


Biarkan pasien istirahat miokard sehubungan
selama 1 jam setelah dengan kerja
makan. pencernaan,
menurunkan risiko
serangan angina.

Kolaborasi

Berikan oksigen tambahan Meningkatkan


sesuai indikasi. sediaan oksigen
untuk kebutuhan
miokard/mencegah
iskemia.

Berikan antiangina sesuai


indikasi:
Nitrogliserin: sublingual Nitrogliserin
(nitrostat, bukal atau tablet mempunyai standar
oral, sprei sublingual) untuk pengobatan
dan mencegah nyeri
angina selama lebih
dari 100 tahun. Kini
masih digunakan
terapi antiangina
cornerstone. Efek
cepat vasodilator
berakhir 10-30 menit
dan dapat digunakan
secara profilaksis
untuk mencegah
serangan angina.
Catatan: Dapat
meningkatkan
angina vasospastik.

Lanjutkan tablet, kaplet, Menurunkan


salep transmukosal, tablet frekuensi dan
kunyah (kerja panjang) beratnya serangan
contoh Nitro-Dur, dengan
Transdermnitro, isosorbid menghasilkan
(isordil, Sorbitrate). vasodilatasi
panjang/kontinu.
Dapat menyebabkan
sakit kepala, pusing,
sakit kepala karena
sinar, gejala yang
biasanya cepat
hilang. Bila sakit
kepala tidak dapat
ditoleransi ubah
dosis atau hentikan
obat bila perlu.

Penyekat beta, contoh Menurunkan angina


atenolol (Ternormin), dengan menurunkan
nadolol (Corgard), kerja jantung (rujuk
metroprolol (Lopressor), pada DK: Curah
propanolol (Inderal). Jantung, Menurun,
di bawah ini)

Analgesik, contoh Biasanya analgesik


asetaminofen (Tylenol). ampuh untuk
menghilangkan sakit
kepala yang
disebabkan oleh
dilatasi pembuluh
serebral pada
respons terhadap
nitrat.

Morfin sulfat Analgesik narkotik


poten yang telah
banyak memberi
efek
menguntungkan,
contoh menyebabkan
vasodilatasi perifer
dan menurunkan
kerja miokard;
mempunyai efek
sedatif untuk
menghasilkan
relaksasi;
menghentikan aliran
katekolamin
vasokonstriksi dan
selanjutnya efektif
menghilangkan nyeri
dada berat. MS
diberikan IV untuk
kerja cepat dan
karena penurunan
curah jantung
mempengaruhi
absorpsi jaringan
perifer.

Atau perubahan seri EKG Iskemia selama


serangan angina
dapat menyebabkan
depresi segmen ST
atau peninggian dan
inversi gelombang T.
Seri gambaran
perubahan iskemia
yang hilang bila
pasien bebas nyeri
dan juga dasar yang
membandingkan
pola perubahan
selanjutnya.
Tujuan dan Kriteria
No. Diagnosa Tindakan/Intervensi Rasional
Hasil

2. Menurunnya Curah Tujuan : Setelah Mandiri Takikardi dapat terjadi


Jantung dilakukan tindakan Pantau tanda vital, contoh karena nyeri, cemas,
berhubungan keperawatan selama frekuensi jantung, TD hipoksemia, dan
dengan gangguan proses keperawatan menurunnnya curah
pada diharapkan adanya jantung. Perubahan
frekuensi/irama penurunan dispnea, juga terjadi pada TD
dan konduksi angina dan disritmia yg (hipertensi atau
elektrikal ditandai menunjukan peningkatan hipotensi) karena
dengan dispnea, toleransi aktivitas respons jantung.
menurunnya nadi
perifer dan kulit Kriteria Hasil :
dingin Penurunan dispnea,
angina dan disritmia

Evaluasi status mental, Menurunnya perfusi


catat terjadunya bingung, otak dapat
disorientasi. menghasilkan
perubahan sensorium.
Catat warna kulit dan Sirkulasi perifer
adanya/ulaitas nadi. menurun bila curah
jantung turun,
membuat kulit pucat
atau warna abu-abu
(tergantung tingkat
hipoksia) dan
menurunnya kekuatan
nadi perifer.
Auskultasi bunyi napas S3, S4 atau krekels
dan bunyi jantung. terjadi dengan
Dengarkan murmur. dekompensasi jantung
atau beberapa obat
(khusunya penyakit
beta) . terjadinya
murmur dapat
menunjukan katup
karena nyeri dada,
contoh stenosis aorta,
stenosis mitral, atau
ruptur otot papilar

Mempertahankan tirah Menurunkan


baring pada posisi nyaman konsumsi
selama episode akut. oksigen/kebutuhan
menurunkan kerja
miokard da risiko
dekompensasi.
Berikan periode istrahat Penghematan energi,
adekuat. Bantu menurunkankerja
dalam/melakukan aktivitas jantung.
perawatan diri, sesuai
indikasi.
Tekan pentingnya Manuver Valsalva
menghindari menyebabkan
regangan/angkat berat, rangsang vagal,
khususnya selama menurunkan frekuensi
defekasi. jantung (bradikardi)
yang dikuti takikardi,
kedunya mungkin
mengganggu curah
jantung.
Dorong pelaporan cepat Intervensi sesuai
adanya nyeri untuk upaya waktu menurunkan
pengobatan sesuai konsumsi oksigen
indikasi. kerja jantung dn
mencegah/meminimal
kan komplikasi
jantung.
Pantau dan cata Efek yang diinginkan
efek/kerugian respons untuk menurukan
obat, catat TD, frekuensi kenutuhan oksigen
jantung dan yrama miokard dengan
(khususnya bila menrunkan stres
memberikan kombinasi ventrikuer. Dengan
antagonis kalsium, beta kandunagn inotropik
bloker, dan nitras) . negatif dapat
menurunkan perfusi
terhadap iskemik
miokardium.
Kombinasi dan
penyekat beta dapat
memberi efek
terkumpul curah
jantung.
Kaji tanda-tanda dan Angian hanya gejala
gejala-gejala GJK. patologis yang
disebsbkan olrh
iskemia miokard.
Penyakit yang
mempengaruhi fungsi
jantung menjadi
dekompensasi.
Kolaborasi Meningkatkan sediaan
Berikan oksigen tambahan oksigen untuk
sesuai kebutuhan. kebutuhn untuk
memperbaki
kontraktilitas,
menurunkan iskemik
dan kadar asam laktat.
Berikan obat sesuai Meskipun berbeda
indikasi : pada bentuk kerjanya,
Penyekat saluran kalsium, penyekat saluran
contoh ditiazem kalsium berperan
(cardizem); nifedipin penting dakam
(procardia); verapamil mencegah dan
(calan). menghlangkan
iskemia pencetus
spasme artei koroner
dan menurunkan
tahanan vaskuler,
sehingga menurunkan
TD dan kerja jantung.
Penyakit beta, contoh Obat ini menurunkan
atenolol (tenormin); kerja jantung dengan
nadolol (corgard); menurunkan frekuensi
propanolol (inderal); jantung dan TD
esmolal (brebivbloc). sistolik. Catatan :
kelebihan dosis
meghasilkan
dekompensasi
jantung.
Diskusikan tujuan dan Tes stres memberikan
siapkan untuk menetapkan informasi tentang
tes dan laterisasi jantung ventrikel sehat/kuat,
bila diindiksikan. yang berguna pada
penentuan tingkat
ativitas yang tepat.
Angiografi mungkin
siapkan untuk intervensi diidentifikasi untuk
pembedahan (PTCA, mengidentifikasi area
penggantian katup CABG) obstruksi /kerusakan
sesuai indikasi arteri koroner yang
memrlukan intervensi
bedah .
PTCA menjadi
siapkan untuk pindah ke prosedur umum pada
unit perawatan kritis bila 15 tahun terakhir.
kondisi memerlukannya PTCA meningkatkan
aliran darah krorner
dengan kompensasi
lesi arterosklerosis
dan dilatasi lumen
pembuluh pada arteri
koroner tersumbat.
Prosedur ini lebih
disukai dari bedah
jantung invasuf
(CABG) . CABG
dianjurkan bila
konfirmasi tes iskemia
miokard sebagai
akibat penyakit arteri
koroner yetutama kiri
atau enyakit pembuluh
tiga simtomatik.
Nyeri dada
dini/memanjang
dengan penurunan
curah jantung
menunjukan
terjadinya komplikasi
yang memerlukan
intervesi terus
menerus/darurat.
No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria
Tindakan / Intervensi Rasional
Hasil
Mandiri
3. Ansietas Tujuan : Setelah - Jelaskan tujuan tes dan - Menurunkan
berhubungan dilakukan tindakan prosedur, contoh tes cemas dan takut
dengan ancaman keperawatan selama stres terhadap diagnosa
terhadap atau proses keperawatan - Tingkatkan ekspresi dan proses
perubahan status diharapkan ansietas perasaan dan takut, diagnosis
kesehatan ditandai menurun sampai tingkat contoh menolak, - Perasaan tidak
dengan yang dapat diatasi depresi, dan marah. diekspresikan
mengekspresikan Biarkan pasien/orang dapat
masalah berkenan Kriteria terdekat mengetahui ini menimbulkan
dengan perubahan Hasil : sebagai reaksi normal. kekacauan internal
hidup peningkatan ansietas Catat pernyataan dan efek gambar
ketidakberdayaan menurun masalah, contoh diri. Pernyataan
dan takut mati serangan jantung tak masalah
sebagai kenyataan. dapat dielakan. menurunkan
tegangan,
- Dorong keluarga dan mengklarifikasi
teman untuk tigkat koping, dan
menganggap pasien memudahkan
seperti sebelumnya. pemahaman
- Beritahu pasien perasaan.
program medis yang - Meyakinkan
telah dibuat untuk pasien bahwa
menurunkan/membatas peran dalam
i serangan akan datang keluarga tidak
dan meningkatkan berubah.
stabilitas jantung - Mendorong pasien
untuk mengontrol
tes gejala, contoh :
ada angina dengan
tingkat aktivitas
tertentu. Untuk
menigkatkan
kepercayaanpada
program medis dan
mengintegrasikan
kemampuan dalam
persepsi diri.
Kolaborasi
- - - - Berikan sedatif, - Mungki diperlukan
tranquilizer sesuai untuk membantu
indikasi pasien rileks santai
secara fisik
mampu untuk
membuat strategi
kondisi yang
adekuat.
Tujuan dan Kriteria
No. Diagnosa Tindakan/Intervensi Rasional
Hasil
Mandiri
4. Kurang Tujuan : Setelah - Kaji ulang patofisiologi - Pasien dengan
Pengetahuan dilakukan tindakan kondisi. Tekankan angina
mengenai kondisi, keperawatan selama perlunya mencegah membutuhkan
kebutuhan proses keperawatan serangan angina belajar mengapa
pengobatan diharapkan pasien hal itu terjadi dan
berhubungan berpartisipasi dalam apakah dapat
dengan kesalahan proses belajar - Mendorong untuk dikontrol. Ini
interpretasi menghindari adalah fokus
ditandai dengan Kriteria Hasil : pasien faktor/situasional yang menejemen
pernyataan masalah menyatakan pemahaman sebagai pencetus terapeutik supaya
dan tidak akurat kondisi/proses penyakit episode angina, contoh menurunkan infark
dalam mengkuti dan pengobatan dan stres emosional, kerja miokard.
intruksi melakukan perubahan fisik, gerakan terlalu - Dapat menurunkan
pola hidup banyak/berat, terpajan insiden/beratnya
pada suhu lingkungan episode iskemik.
ekstrem.
- Membantu
pasien/orang terdekat
untuk mengidentifikasi - Langkah penting
sumber fisik dan stres pembatasan/
emosi dan diskusikan mencegah
cara yang dapat mereka serangan angina
hindari. - Pengetahuan
- Kaji pentingnya kontrol faktor risiko
berat badan, penting
menghentikan memberikan
merokok, perubahan pasien kesempatan
diet dan olahraga. untuk membuat
- Dorong pasien untuk perubahan
mengikuti program kebutuhan.
yang ditentukan ; - Takut terhadap
mencegah untuk pencetus serangan
menghindari kelelahan. dapat
menyebabkan
- Mendiskusikan dampak pasien
penyakit sesuai pola menghindari
hidup yang diinginkan partisipasi pada
dan aktivitas, termasuk aktivitas yang
kerja, menyetir, telah dibuat untuk
aktivitas seksual dan meningkatkan
hobi. Memberikan perbaikan.
informasi, privasi atau - Pasien enggan
konsultasi sesuai melakukan
indikasi. aktivitas biasanya
- Menunjukkan pasien karena takut
untuk memantau nadi serangan
sendiri selama angina/kematian.
aktivitas, jadwal/ Pasien harus
aktivitas sederhana, menggunakan
hindari regang. nitrogliserin secara
profilaktik
- Mendiskusikan langkah sebelum
yang diambil bila beraktivitas.
terjadi serangan angina. - Membiarkan
Contoh menghentikan pasien untuk
aktivitas, pemberian mengidentifikasi
obat bila perlu aktivitas yang
penggunaan teknik dapat dimodifikasi
relaksasi. untuk menghindari
- Kaji ulang obat yang stres jantung dan
diresepkan untuk tetap dibawah
mengontrol/mencegah ambang angina
serangan angina. - Menyiapkan
pasien pada
kejadian untuk
- Tekankan pentingnya menghilangkan
mengecek dengan takut yang
dokter kapan mungkin tidak
menggunakan obat- tahu apa yang
obatan yang dijual harus dilakukan
bebas. bila terjadi
serangan.

- Angina adalah
kondisi rumit yang
sering memerlukan
penggunaan
banyak obat untuk
menurunkan kerja
jantung,
memperbaiki
sirkulasi koroner,
dan mengontrol
terjadinya
serangan.
- Obat yang dijual
bebas mempunyai
potensi
penyimpangan
Mandiri
- - - - Diskusikan ASA - Mungkin diberikan
sesuai indikasi secara profilaksis harian
untuk menurunkan
agregasi trombosit dan
- Kaji ulang gejala memperbaiki sirkulasi
yang dilaporkan koroner
pada dokter, - Pengetahuan tentang
contoh apa yang akan terjadi
peningkatan dapat menghindari
frekuensi/lamanya masalah yag tak perlu
serangan, terjadi untuk alasan
perubahan yang tidak penting atau
respons pada obat menunda tindakan
terhadap gejala penting
- Diskusikan - Angina adalah gejala
pentingnya penyakit arteri koroner
mengikuti progresif yang harus
perjanjian dipantau dan
memerlukan keputusan
program pengobatan.
Tujuan dan Kriteria
No Diagnosa Tindakan/Intervensi Rasional
Hasil
Nyeri akut Tujuan : Setelah Mandiri
berhubungan dilakukan tindakan
dengan iskemia keperawatan selama Panta/catat Variasi penampilan dan
jaringan sekunder proses keperawatan karakteristik nyeri, perilaku pasien karena
terhadap sumbatan diharapkan nyeri dada catat laporan verbal, nyeri sebagai temuan
arteri koroner pasien hilang/terkontrol petunjuk nonverbal, pengkajian. Kebanyakan
ditandai dengan dan respons pasien dengan akut tampak
keluhan nyeri dada Kriteria Hasil : hemodinamik (contoh, sakit, distraksi, dan
dan wajah Menunjukan penurunan meringis, menangis, berfokus pada nyeri
meringis tegangan, rileks dan nyeri gelisah, berkeringat, riwayat verbal dan
dada hilang mencengkeram dada, penyelidikan lebih dalam
napas cepat, terhadap faktor pencetus
TD/frekuensi jantung harus ditunda sampai nyeri
berubah) hilang. Pernapasan
mungkin meningkat
sebagai akibat nyeri dan
berhubungan dengan
cemas, sementara
hilangnya stres
menimbulkan tekolamin
akan meningkatkan
Ambil gambaran kecepatan jantung
lengkap terhadap
nyeri dari pasien Nyeri sebagai pengalaman
termasuk lokasi, subjektif. Bantu pasien
intensitas (0-10); untuk menilai nyeri
lamanya; kualitas dengan
(dangkal/menyebar) membandingkannya
dan penyebaran. dengan pengalaman yang
lain.
Mandiri
Riwayat angina
sebelumnya, nyeri IM. Dapat membandingkan
Diskusikan riwayat nyeri yang ada dari pola
keluarga sebelumnya, sesuai dengan
identifikasi komplikasi
seperti meluasnya infark,
emboli paru, atau
Pasien untuk perikarditis.
melaporkan nyeri
dnegan segera. Penundaan pelaporan nyeri
menghambat peredaan
nyeri/memerlukan
peningkatan dosis obat.
Selain itu, nyeri berat
dapat menyebabkan syok
dengan merangsang sistem
Lingkungan yang saraf simpatis,
tenang, aktivitas mengakibatkan kerusakan
perlahan, dan nyaman lanjut dan menganggu
(contoh sprei yang diagnostik dan hilangnya
kering/tak terlipat). nyeri.
Pendekatan pasien
dengan tenang dan Menurunkan rangsang
rasa percaya. eksternal dimana ansietas
dan regangan jantung serta
Melakukan teknik keterbatasan kemampuan
relaksasi, napas koping dan keputusan
dalam/perilaku terhadap situasi saat ini.
distraksi, visualisasi,
bimbingan imajinasi. Membantu dalam
penurunan
Periksa tanda vital persepsi/respons nyeri.
sebelum dan sesudah Memberikan kontrol
nikrotik. situasi, meningkatkan
perilaku positif.

Hipotensi/depresi
pernapasan dapat terjadi
Kolaborasi sebagai akibat pemberian
narkotik. Masalah ini dpat
Oksigen tambahan meningkatkan kerusakan
dengan kanula nasal. miokardia pada adanya
kegagalan ventrikel.

Obat sesuai indikasi,


contoh : nitrogliserin Meningkatkan jumlah
(Nitro-Bid, Nitrostat) oksigen yang da untuk
pemakaian miokardia dan
juga mengurangi
ketidaknyamanan
sehubungan dengan
iskemia jaringan.

Penyekat-, contoh Nitrat berguna untuk


atenolol (Tenormin); kontrol nyeri dengan efek
pindolol, propanolol vasodilatsi koroner, yang
(Inderal) meningkatkan aliran darah
koroner dan perfusi
miokardia. Efek
vasodilatasi perifer
menurunkan volume darah
kembali ke jantung
(preload) sehingga
menurunkan kerja otot
jantung dan kebutuhan
Analgesik, contoh oksigen.
morfin, meperidin
(Damerol). Agen penting kedua untuk
mengontrol nyeri melalui
efek hambatan rangsang
simpatis, dengan begitu
menurunkan FJ, TD
sistolik, dan kebutuhan
oksigen miokard. Dapat
diberikan sendiri atau
dengan nitrat. Catatan:
Penyekat Penyekat- mungkin
salurankalsium, dikontraindikasikan bila
contoh verapamil kontraktilitas miokardia
(Calan) sangat terganggu, karena
inotropik negatif dapat
lebih menurunkan
kontraktilitas

Meskipun morfin IV
Kolaborasi adalah pilihan, suntikan
narkotik lain dapat dipakai
Angioplasti PTCA pada fase akut/nyeri dada
juga disebut berulang yang tak hilang
angioplasti balon. dengan nitrogliserin untuk
menurunkan nyeri hebat,
memberikan sedasi, dan
mengurangi kerja miokard.
Hindari suntikan IM dapat
menganggu indikator
diagnostik CPK dan tidka
diabsorpsi baik oleh
jaringan kurang perfusi.

Efek vasodilatasi dapat


meningkatkan aliran darah
koroner, sirkulasi kolateral
dan menurunkan preload
dan kebutuhan oksigen
miokardia. Beberapa
diantaranya mempunyai
properti antidistritmia.

Prosedur ini untuk


membuka sebagian
hambatan arteri koroner
sebelum terhambat secara
total. Mekanisme
tampaknya merupakan
kombinasiregangan
pembuluh dan tekanan
plak.
Tujuan dan Kriteria
Diagnosa Intervensi Rasional
Hasil
Intoleran Aktivitas Tujuan : Setelah Mandiri
berhubungan dilakukan tindakan Cata/dokumentasi Kecenderungan
dengan ketidak keperawatan selama frekuensi jantung, menentukan respons
seimbangan antara proses keperawatan irama, dan perubahan pasien terhadap aktivitas
suplai oksigen diharapkan pasien dapat TD sebelum, selama, dan dapat
miokard dan mendemonstrasikan sesudah aktivitas mengindikasikan
kebutuhan dan peningkatan toleransi sesuai indikasi. penurunan tingkat
adanya iskemia aktivitas yang dapat Hubungan dengan aktivita/kembali tirah
jaringan miokard diukur dengan frekuensi laporan nyeri baring, perubahan program
ditandai drngan jantung/irama dan TD dada/napas pendek. obat, penggunaan sigen
terjadinya dalam batas normal (Rujuk pada DK: tambahan.
disritmia, gangguan Curah jantung
frekuensi jantung Kriteria Hasil : Tidak menurun, risiko tinggi
dan TD dalam adanya angina dalam terhadap, hal. 91) Menurunkan kerja
aktivitas dan waktu selama pemberian miokardia/konsums
angina karena kerja obat dan normalnya Tingkatkan i oksigen,
frekuensi jantung dan TD istirahat menurunkan risiko
dalam aktivitas. (tempat komplikasi
tidur/kursi). (contoh, perluasan
Batasi aktivitas IM)
pada dasar
nyeri/respons
hemodinamik. Pembicaraan yang
Berikan panjang sangat
aktivitas mempengaruhi
senggang yang namun periode
tidak berat. kunjungan yang
tenang bersifat
Batasi terapeutik.
pengunjung
dan/atau Aktivitas yang
kunjungan memerlukan
oleh pasien. menahan napas
dapat
mengakibatkan
bradikardi
Anjurkan menurunkan curah
pasien jantung, dan
menghindari takikardi
peningkatan peningkatan TD.
tekanan
abdomen, Aktivitas yang
contoh maju memberikan
mengejan saat kontrol jantung
defekasi. meningkatkan
regangan dan
mencegah aktivitas
berlebihan.
Jelaskan pola
peningkatan
bertahap dari
tingkat
aktivitas, Palpitasi, nadi tak
contoh bangun teratur, adanya
dari kursi bila dispnea dapat
tak ada nyeri, mengindikasikan
ambulansi dan kebutuhan
istirahat perubahan program
selama 1 jam olahraga atau obat.
setelah makan

Mandiri
Memberikan
Periksa ulang dukungan/pengawa
tanda/gejala san tambahan
yang berlanjut dan
menunjukkan partisipasi
tidak toleran prosespenyembuha
terhadap n dan
aktivitas atau kesejahteraan.
memerlukan
pelaporan pada
perawat/dokter
.

Kolaborasi

Program
rehabilitasi
jantung.
Tujuan dan Kriteria
No Diagnosa Tindakan/Intervensi Rasional
Hasil
Ansietas Tujuan : Setelah Mandiri
berhubungan dilakukan tindakan Identifikasi dan Koping terhadap nyeri dan
dengan ancaman keperawatan selama ketahui persepsi trauma emosi IM sulit.
kehilangan/kematia proses keperawatan pasien terhadap Pasien dapat takut mati
n ditandai dengan diharapkan pasien dapat situasi. Dorong dan/atau cemas tentang
perilaku takut dan mengetahui penyebab, mengekspresikan dan lingkungan. Cemas
keluhan faktor yang jangan perasaan berkelanjutan (sehubungan
somatik/rangsang mempengaruhi dan marah, kehilangan, dengan masalah tentang
simpatis mengenal perasaannya takut, dll dampak serangan jantung
pada pola hidup
Kriteria Hasil : dapat selanjutnya, masih tak
menyatakan penurunan teratasi, dan efek penyakit
ansietas pada keluarga) mungkin
terjadi dalam berbagai
derajat selama beberapa
waktu dan dapat
dimanifestasikan oleh
Mandiri gejala depresi.

Catat adanya
kegelisahan, menolak,
dan/atau menyangkal
(afek tak tepat atau Penelitian terhadap
menolak mengkuti frekuensi hidup antara
program medis). individu tipe A/tipe B dan
dampak penolakan telah
berarti dua. Namun,
penelitian menunjukkan
beberapa hubungan antara
Mempertahankan gaya derajat/ekspresi marah
percaya (tanpa atau gelisah dan
keyakinan yang salah) peningkatan risiko IM.

Pasien dan orang terdekat


dapat dipengaruhi oleh
cemas ketidaktenangan
Kaji tanda verbal/non anggota tim kesehatan.
verbal kecemasan dan Penjelasan yang jujur
tinggal dengan pasien. dapat menghilangkan
Lakukan tindakan bila kecemasan.
pasien menunjukkan
perilaku merusak.
Pasien mungkin tidak
menunjukkan masalah
secara langsung, tetapi
kata-kata/tindakan dapat
Terima tetapi jangan menunjukkan rasa agitasi,
diberi penguatan marah, dan gelisah.
terhadap penggunaan Intervensi dapat membantu
penolakan. Hindari pasien meningkatkan
konfrontasi. kontrol terhadap
perilakunya sendiri.

Menyangkal dapat
menguntungkan dalam
menurunkan cemas tetapi
Orientasikan dapat menunda
pasien/orang terdekat penerimaan terhadap
terhadap prosedur kenyataan situasi saat itu.
rutin dan aktivitas Konfrontasi dapat
yang diharapkan. meningkatkan rasa marah
Tingkatkan partisipasi dan meningkatkan
bila mungkin. penggunaan penyangkalan,
menurunkan kerja sama,
dan kemungkinan
Jawab semua memperlambat
pertanyaan secara penyembuhan.
nyata. Berikan
informasi konsisten; Perkiraan dan informasi
ulangi sesuai indikasi. dapat menurunkan
kecemasan pasien.

Informasi yang tepat


Dorong pasien/orang tentang situasi
terdekat untuk menurunkan hubungan
mengkomunikasikan yang asing antara perawat-
dengan seseorang, pasien, dan membantu
berbagi pertanyaan pasien/orang terdekat
dan masalah. untuk menerima situasi
secara nyata. Perhatian
yang dperlukan mungkin
Berikan periode sedikit.
istirahat/waktu tidur
tidak terputus,
lingkungan tenang,
dengan tipe kontrol Berbagi informasi
pasien, jumlah membentuk
rangsang eksternal. dukungan/kenyamanan
dapat menghilangkan
tegangan terhadap
Dukung kenormalan kekhawatiran yang tidak
proses kehilangan, diekspresikan.
melibatkan waktu
yang perlu untuk Penyimpanan energi dan
penyelesaian. meningkatkan kemampuan
koping.

Berikan privasi untuk


pasien dan orang
terdekat. Dapat memberikan
keyakinan bahwa perasaan
merupakan respons normal
Dorong kemandirian, terhadap situasi/perubahan
perawatan sendiri, dan yang diterima.
pembuatan keputusan
dalam rencana
pengobatan. Memungkinkan waktu
untuk mengekspresikan
perasaan menghilangkan
cemas, dan perilaku
Dorong keputusan adaptasi.
tentang harapan
setelah pulang. Peningkatan kemandirian
dari staf meningkatkan
kepercayaan diri dan
menurunkan rasa gagal
pemindahan dari unit
Kolaborasi koroner/pulang dari rumah
sakit.
Memberikan
anticemas/hipnotik
sesuai indikasi contoh, Membantu pasien/orang
flurazepam ( terdekat untuk
Dalmane); lorezepam mengidentifikasi tujuan
(Ativan) nyata, juga menurunkan
risiko kegagalan
menghadapi kenyataan
adanya keterbatasan
kondisi/penyembuhan.

Meningkatkan
relaksasi/istirahat dan
menurunkan rasa cemas.
Tujuan dan Kriteria
Diagnosa Intervensi Rasional
Hasil
Risiko tinggi Tujuan : Setelah Mandiri
terhadap penurunan dilakukan tindakan Auskultasi TD. Hipotensi dapat terjadi
curah jantung keperawatan selama Bandingkan kedua sehubungan
berhubungan proses keperawatan tangan dengan posisi dengandisfungsi ventrikel,
dengan perubahan diharapkan tidur, duduk, dan hipoperfusi miokardia dan
frekuensi mempertahankan berdiri bila bisa. rangsangvagal. Namun,
stabilitas hemodinamik hipertensi juga fenomena
Kriteria Hasil : pasien umum, kemungkinan
melaporkan penurunan berhubungan dengan
episode dispnea dan nyeri, cemas, pengeluaran
angina katekolamin, dan/atau
masalah vaskuler
sebelumnya. Hipotensi
ortostatik (postural)
mungkin berhubungan
Evaluasi kualitas dengan komplikasi infark,
dan kesamaan contoh GJK.
nadi sesuai
indikasi.

Penurunan curah jantung


mengakibatkan
menurunnya
kelemahan/kekuatan nadi.
Catat terjadinya S3, Ketidakteraturan diduga
S4. distritmia yang
memerlukan evaluasi
lanjut/pantau.
S3 biasanya dihubungkan
dengan GJK tetapi juga
terlihat pada adanya gagal
Adanya mitral (regurgitasi) dan
murmur/gesek kelebihan kerja ventrikel
an. kiri yang disertai infark
berat. S4 mungkin
berhubungan dengan
iskemia miokardia,
kekakuan ventrikel, dan
hipertensi pulmonal atau
sistemik.

Auskultasi bunyi Menunjukkan gangguan


napas. aliran darah normal dalam
jantung, contoh katup tak
baik, kerusakan septum,
atau vibrasi otot
papilar/korda tendinea
Pantau frekuensi (komplikasi IM). Adanya
jantung dan irama. gesekan dengan infark
Catat disritmia juga berhubungan dengan
melalui telemetri. inflamasi, contoh efusi
perikardial dan
perikarditis.

Krekels menunjukkan
kongesti paru mungkin
terjadi karena penurunan
fungsi miokardia.
Catat respons terhadap
aktivitas dan Frekuensi dan irama
peningkatan istirahat jantung berespons
dengan tepat. terhadap obat dan aktivitas
sesuai dengan terjadinya
Berikan pispot komplikasi/disritmia
disamping tempat (khususnya kontraksi
tidur bila tak mampu ventrikel prematur atau
ke kamar mandi. blok jantung berlanjut),
yang mempengaruhi
fungsi jantung atau
Berikan makanan meningkatkan kerusakan
kecil/mudah iskemik. Denyutan/
dikunyah. Batasi fibrilasi akut atau kronis
asupan kafein, contoh mungkin terlihat pada
kopi, coklat, cola. arteri koroner atau
keterlibatan katup dan
mungkin atau tidak
mungkin merupakan
Sediakan alat/obat kondisi patologi.
darurat
Kelebihan latihan
meningkatkan konsumsi/
kebutuhan oksigen dan
mempengaruhi fungsi
miokardia.
Mengupayakan
Kolaborasi penggunaan bedpan dapat
Berikan oksigen melelahkan dan secara
tambahan, sesuai fisiologis penuh stress,
indikasi juga meningkatkan
kebutuhan oksigen dan
kerja jantung.
Pertahankan cara Makan besar dapat
masuk IV/ heparin-lok meningkatkan kerja
sesuai indikasi miokardia dan
menyebabkan rangsang
Kaji ulang seri EKG vagal mengakibatkan
bradikardia/ denyut
ektopik. Kafein adalah
perangsang langsung pada
Kaji foto dada jantung yang dapat
meningkatkan frekuensi
Pantau data jantung.
laboratorium: contoh Sumbatan koroner tiba-
enzim jantung, GDA, tiba, disritmia letal,
elektrolit. perluasan infark, atau
nyeri adalah situasi yang
dapat mencetuskan henti
jantung, memerlukan
terapi penyelamatan hidup
Berikan obat segera/ memindahkan ke
antidisritmia sesuai unit perawatan kritis.
indikasi

Meningkatkan jumlah
Bantu pemasangan/ sediaan oksigen untuk
mempertahankan pacu kebutuhan miokard,
jantung bila menurunkan iskemia dan
digunakan. disritmia lanjut.
Jalur yang paten penting
untuk pemberian obat
darurat pada adanya
disritmia atau nyeri dada.
Memberikan informasi
sehubungan dengan
kemajuan/ perbaikan
infark, status fungsi
ventrikel, keseimbangan
elektrolit dan efek terapi
obat.
Dapat menunjukkan
edema paru sehubungan
dengan fungsi ventrikel.
Enzim memantau
perbaikan/ perluasan
infark. Ada hipoksia
menunjukkan kebutuhan
tambahan oksigen.
Keseimbangan elektrolit,
contoh
hipokalemia/hiperkalemia
sangat besar berpengaruh
irama jantung /
kontraktilitas.
Disritmia biasanya pada
secara simtomatis kecuali
untuk PVC, dimana sering
mengancam secara
profilaksis.
Pemacu mungkin tindakan
dukungan sementara
selama fase akut/
penyembuhan atau
mungkin diperlukan
secara permanen bila
infark sangat berat
merusak sistem.
Tujuan Dan Kriteria
No Diagnosa Tindakan/ Intervensi Rasional
Hasil
Resiko tinggi Tujuan : Setelah Mandiri
terhadap perubahan dilakukan tindakan selidiki perubahan Perfusi serebral secara
perfusi jaringan keperawatan selama tiba-tiba atau langsung sehubungan
berhubungan proses keperawatan gangguan mental dengan curah jantung dan
dengan penurunan diharapkan dapat kontinu. Cemas, juga dipengaruhi oleh
aliran darah mendemontrasikan bingung, letargi, elektrolit/ variasi asam-
perfusi adekuat secara pingsan basa, hiposia, atau emboli
individual sistemik.
Lihat pucat, sianosis, Vasokontiksi sistemik
Kriteria Hasil : perfusi belang, kulit diakibatkan oleh
adekuat secara individual dingin/lembab. Catat penurunan curah jantung
kekuatan nadi perifer. mungkin dibuktikan oleh
penurunan perfusi kulit
dan penurunan nadi.
Kaji tanda Homan Indikator trombosis vena
(nyeri pada betis dalam.
dengan posisi
dorsofleksi), eritema, Menurunkan statis vena,
edema. meningkatkan aliran balik
Dorong latihan kaki vena dan menrunkan risiko
aktif/pasif, hindari tromboflebitis. Namun
latihan isometrik. latihan isometrik dapat
sangat mempengaruhi
curah jantung dengan
meningkatkan kerja
miokardia dan konsumsi
Anjurkan pasien oksigen.
dalam melakukan/ Membatasi stasis vena,
melepas kaus kaki memperbaiki aliran balik
antiembolik bila vena dan menurunkan
digunakan. risiko tromboflebitis pada
pasien yang terbatas
aktivitasnya.
Pantau pernapasan, Pompa jantung gagal dapat
catat kerja pernapasan. mencetuskan distress
pernapasan. Namun
dispnea tiba-tiba/ berlanjut
menunjukkan komplikasi
Kaji fungsi tromboemboli paru.
gastrointestinal, catat Penurunan aliran darah ke
anoreksia, bising usus, mesenteri dapat
mual/muntah, distensi mengakibatkan disfungsi
abdomen, konstipasi. ganstrointestinal, contoh
kehilangan peristaltik.
Masalah pitensial/ aktual
karena penggunaan
Pantau pemasukan analgesik, penurunan
dan catat perubahan aktivitas, dan perubahan
haluaran urine. Catat diet.
berat jenis sesuai Penurunan pemasukan/
indikasi. mual terus menerus dapat
mengakibatkan penurunan
volume sirkulasi, yang
berdampak negatif pada
perfusi dan fungsi organ.
Kolaborasi Berat jenis mengukur
Pantau data status hidrasi dan fungsi
laboratorium, contoh ginjal.
GDA, BUN, kreatinin,
elektrolit
Beri obat sesuai
indikasi, mis: Indikator perfusi/ fungsi
Heparin/ natrium organ.
warfarin (Coumadin):
Dosis rendah heparin
mungkin diberikan secara
profikaksis pada pasien
risiko tinggi dapat (contoh,
fibrasi atrial, kegemukan,
aneurisma ventrikel atau
Simetidin ( Tagamet); riwayat tromboflebitis)
ranitidin (Zantac); untuk menurunkan risiko
antasida tromboflebitis atau
pembentukan trombus
Siapkan untuk/ mural. Coumadin obat
membantu pemberian pilihan untuk terapi
agen trombolitik, t- antikoagulan jangka
PA, streptokinase; panjang/pasca pulang.
memindahkan ke unit Menurunkan atau
kritis, dan tindakan menetralkan asam
lain sesuai indikasi. lambung, khususnya
adanya penurunan
sirkulasi mukosa.
Pada terjadinya perluasan
infark, atau IM baru, terapi
trombolitik adalah
pengobatan pilihan (bila
diawali dalam jam) untuk
memecahkan bekuan (bila
ini disebabkan oleh IM)
dan memperbaiki perfusi
miokardium.