Vous êtes sur la page 1sur 2

BAB 1

PENDAHULUAN

Diabetes melitus (DM) dapat diartikan dengan peningkatan konsentrasi


kadar gula darah yang disertai ketidaknormalan metabolisme karbohidrat, protein,
lemak serta adanya komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Peningkatan
kadar gula darah ini dipengaruhi oleh kerja insulin secara absolut maupun relatif.

Data dari Studi Global menunjukan bahwa jumlah penderita Diabetes


Mellitus pada tahun 2011 telah mencapai 366 juta orang. Jika tidak ada tindakan
yang dilakukam, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta pada
tahun 2030. Diabetes Mellitus telah menjadi penyebab dari 4,6 juta kematian.

World Health Organisation (WHO) mengingatkan prevalensi penderita


diabetes di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan drastis dari 8,4 juta orang
pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita di 2030 nanti. Lonjakan penderita itu
bisa terjadi jika negara kita tidak serius dalam upaya pencegahan, penaganan dan
kepatuhan dalam pengobatan penyakit. Pada tahun 2006, terdapat lebih dari 50
juta orang yang menderita DM di Asia Tenggara. Dan setengah dari angka
tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk negara Indonesia. Angka
kejadian DM di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia yaitu 8,4
juta jiwa.

Penderita DM di RSUD Kota Semarang berdasarkan data dari instalasi


Rekam Medik pada tahun 2011 terdapat 663 jiwa yang menderita DM, 613 jiwa
diantaranya mengalami komplikasi tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut
akan meningkat di tahun mendatang. Jumlah populasi yang meningkat tersebut
berkaitan dengan hal faktor genetika, life style, urbanisasi yang merubah pola
hidup tradisional ke pola hidup modern, prevalensi obesitas meningkat, dan
kegiatan fisik kurang. Jumlah penderita semakin meningkat dan banyak dampak
negatif yang ditimbulkan. Distribusi penyakit ini juga menyebar pada semua
tingkatan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi rendah sampai tinggi, pada
setiap ras, golongan etnis, dan daerah geografis. Gejala DM yang bervariasi yang
dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga penderita tidak menyadari akan
adanya perubahan seperti minum yang lebih banyak, buang air kecil lebih sering
ataupun berat badan yang menurun, gejala tersebut berlangsung lama tanpa
memperhatikan diet, olah raga, pengobatan sampai orang tersebut memeriksakan
kadar gula darahnya.