Vous êtes sur la page 1sur 2

ABSTRAK

Baterai adalah suatu sel elektrokimia yang mengubah dari energi kimia menjadi energi listrik.
Salah satu jenis baterai yang terus dikembangkan saat ini adalah baterai litium ion. Baterai
berbahan dasar LiFePO4 yang merupakan bahan katoda yang sangat menjanjikan karena murah,
aman, dan tidak beracun. Namun adanya kelemahan pada bahan katoda yaitu konduktivitasnya
rendah karena nilai kapasitansi yang rendah, lambatnya difusi dari ion litium yang melewati dua
bidang batas dari LiFePO4 yang sangat mempengaruhi kapabilitasnya. Untuk mengatasi hal
tersebut dibutuhkan pelapisan dengan polimer konduktif seperti polianilin (PANI). PANI
merupakan polimer konduktif yang mempunyai sifat listrik yang dikarenakan adanya konjugasi
dari ikatan rangkap satu dan rangkap dua secara bolak balik dengan bentuk struktur
makromolekul. Dalam hal ini konduktivitasnya bisa ditingkatkan dari 10-10 menjadi 10 S/cm
dengan doping asam. PANI digunakan karena sifat konduktivitas yang tinggi, stabil secara panas
dan kimia, mudah disintesis dan juga material yang murah. p-TSA digunakan sebagai doping
asam yang merupakan salah satu jenis surfaktan yang mempunyai gugus asam sulfat hidrofilik
dan gugus toluene hidropobik dalam strukturnya. p-TSA dijadikan asam pendoping karena
mempunyai struktur cincin benzene yang digunakan sebagai faktor dalam penigkatana
konduktivitas listrik dibandingkan surfaktan jenis lain yang mempunyai rantai hidrokarbon yang
panjang pada gugus hidrofobiknya. Proses pendopingan dilakukan pada variasi konsentrasi 0,25;
0,5 M; 0,75 M; 1 M; 1,25 M; 1,5 M. Proses polimerisasi interfasial anilin menggunakan
monomer anilin, ammonium peroksidisulfat sebagai inisiator dan asam klorida sebagai dopan
proton. Didapat PANI-emeraldine base. Pengubahan PANI-emeraldine base menjadi PANI
emeraldine salt dengan menggunakan polimerisasi NH4OH. Setelah itu dicampurkan dengan
LiFePO4 dan xanthan gum. Fungsi dari xanthan gum adalah sebagai pengikat antara PANI dan
LiFePO4. Xanthan gum mempunyai elektron bebas pada atom oksigen pada gugus karboksilat
dari xanthan gum itu sendiri. Dilakukan pada komposisi LiFePO4, PANI, dan xanthan gum
sebesar 80:10:10; 70:15:15; 60:20:20; dan 40:30:30 dalam total sepuluh gram. Setelah itu
dilakukan pengecekan dengan probe empat titik untuk mengetahui konduktivitas tertinggi.
Konduktivitas PANI dengan proses doping p-TSA didapat .. dengan konsentrasi p-TSA M.
Sementara itu, konduktivitas tertinggi untuk persentasi komposisi LiFePO4, PANI, dan xanthan
gum adalah

Kata kunci : LiFePO4, PANI, p-TSA, dan xanthan gum


ABSTRACT

Battery is a an electrochemical cells that convert from chemical energy to electrical energy. One
of the most promising battery is lithium ion battery from LiFePO4 material The advantages of
LiFePO4 cathode material are safety, reliable, economical price, safety, non-toxic, and high
capacity. Nevertheless, disadvantage of LiFePO4 cathode material are low capacity, slow
diffusion of lithium ion across the two phase boundary of LiFePO4 which decreasing of its rate
capability. Due to the problem, the presence of polyaniline (PANI) as conductive polymer can
overcome the problem of LiFePO4 material. The characteristics of PANI have high electricity
because of conjugation for single bond to double bond alternating within the macromolecular
architecture and its conductivity can be significantly improve from 10-10 to 10 S/cm by acid
doping. PANI are used because of high conductivity , thermal and chemical stability, ease to
synthesis, and economical price. . Para-toluenesulfonic acid (p-TSA) are used as dopant in this
experiment. p-TSA is a surfactant that has hydrophilic sulfonic acid group and hydrophobic
toluene group in its structure. p-TSA is often used as dopant of PANI due to a benzene ring in
its hydrophobic group. This benzene ring structure is considered as a factor why p-TSA
increasing the electric conductivity of PANI lesser than other dopan that have long hydrocarbon
chains as their hydrophobic groups. The doping process in concentration of 0,25 M; 0,75 M; 1.0
M; 1,25 M; and 1,5 M. Interfacial polymerization are used in this experiment to synthesis aniline
monomer became polyaniline. Interfacial polymerization using ammonium persulfate as insiator
and hydrochloric acid as dopant proton which produce PANI emeraldine base. NH4OH solution
are used to convert PANI emeraldine base to PANI emeraldine salt. After that, mix with
LiFePO4 and xanthan gum. Xanthan gum are used as binder between PANI and LiFePO4.
Xanthan gum have lone pair electrons at oxygen atoms in carboxylic groups of xanthan gum can
be effective in electrical conductivity. The composition of LiFePO4, PANI, and xanthan gum
mixture are 80:10:10; 70:15:15; 60:20:20; and 40:30:30 in amount of 10 gram. Four line probe
are used to know the highest conductivity from four mixtures. The high conductivity PANI with
p-TSA as dopant is.. Meanwhile, the highest conductivity for LiFePO4, PANI, and xanthan
gum percentage composition is .

Kata kunci : LiFePO4, PANI, p-TSA, and xanthan gum