Vous êtes sur la page 1sur 3

MOBILISASI DINI PASIEN KRITIS

DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) : Literature Review


Muhamat Nofiyanto1, Wiwi Mardiah2
1
Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung
2
Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung

Abstrak
Latar Belakang: Pasien kritis yang menjalani perawatan di ICU memiliki berbagai
kondisi yang menyebabkan pasien bed rest. Beberapa kondisi seperti: stabilisasi
hemodinamik, pemasangan alat monitoring maupun support kehidupan, post operasi dan
penurunan status kesadaran menjadi tantangan bagi perawat untuk melakukan asuhan
keperawatan salah satunya adalah mobilisasi pasien. Kompleksitas program terapi dan
pemantuan pasien kritis menekankan perawat agar fokus terhadap stabilisasi respirasi,
sirkulasi dan status fisiologis lainya untuk mempertahankan kehidupan pasien. Hal ini
menyebabkan mobilisasi terkadang terlewatkan oleh perawat. Kondisi imobilitas jika tidak
diperhatikan akan menambah masalah kesehatan, meningkatkan lama waktu rawat dan
biaya perawatan pasien. Langkah terapeutik yang dapat dilakukan sebagai upaya
pencegahan dan solusi untuk masalah imobilitas pasien kritis adalah dengan melakukan
mobilisasi dini.
Tujuan: Literatur ini bertujuan untuk mereview pelaksanaan mobilisasi dini di ICU serta
tinjauan aspek keamananya untuk pasien (patients safety).
Metode: Metode yang dilakukan dengan mencari artikel jurnal yang di publikasikan dari
tahun 2006-2013. Pencarian dengan menggunakan search engine CINAHL, MEDLINE
dan Pro Quest. Kata kunci yang dituliskan adalah: early ambulation, icu, early
mobilization, critical ill patients, dan early mobility. Google search engine juga digunakan
untuk melengkapi hasil. Artikel yang memenuhi kriteria diantaranya membahas mobilisasi
dini pasien kritis, rehabilitasi pasien kritis, dampak mobilisasi terhadap kondisi pasien
kritis dan mobilisasi pasien yang menggunakan ventilator diambil dan direview lebih
lanjut.
Hasil dan Pembahasan: Penulis menemukan 80 artikel jurnal dan hanya 22 artikel jurnal
yang memenuhi tujuan penulisan literatur. Program mobilisasi dini dilakukan melalui
beberapa fase. Secara umum fase tersebut adalah: pengaturan posisi, latihan terapeutik,
berpindah, pendidikan, berjalan, dan durasi serta frekuensi setiap sesi latihan. Mobilisasi
dini dilakukan segera setelah kondisi fisiologis pasien stabil. Indikator yang digunakan
adalah kondisi respirasi, neurologi dan kardiologi yang stabil. Penghentian program
latihan dapat dilakukan jika ditemukan tanda-tanda kegawatan dari indikator tersebut.
Setiap aktivitas program latihan mobilisasi berdampak pada perubahan status pasien
terutama hemodinamik, meliputi : takikardi, hipotensi, dan penurunan SvO2. Desaturasi
oksigen juga terjadi pada pasien selama aktivitas latihan. Pada pasien pos CABG,
mobilisasi meningkatkan heart rate dan menurunkan stroke volume index (SVI) namun hal
ini terjadi pada hari pertama pos operasi, mobilisasi selanjutnya tidak terjadi. Penghentian
program latihan akibat perburukan kondisi hanya terjadi pada sebagian kecil pasien dengan
ventilator asynchrony (4%). Perubahan status pasien selama mobilisasi pada umumnya
bersifat sementara dan dapat ditoleransi oleh pasien, sehingga mobilisasi dini aman
dilakukan pada pasien kritis. Terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar
mobilisasi dini pasien kritis aman dilakukan, yaitu: safety precautions, evaluasi status
pasien selama program latihan, perhatian khusus pasien dengan ventilasi mekanik dan
penghentian aktivitas jika terdapat tanda kegawatan.
Kesimpulan: Mobilisasi dini pasien kritis dilakukan secara progresif bertahap dengan
tetap memperhatikan standar keamanan dan pengkajian kondisi pasien yang ketat.
Mobilisasi dini pasien kritis bermanfaat untuk pasien dan aman untuk dilakukan.
Saran: Mobilisasi dini pasien kritis harus dijadikan standar praktik di ICU dan di susun
standard operational procedure (SOP). Perlu penelitian selanjutnya untuk menganalisa
faktor dominan penghambat pelaksanaan mobilisasi dini pasien kritis di ICU.

Kata Kunci: Mobilisasi dini, Pasien kritis, ICU.

Referensi:

Garstad, K., Stenseth, R., & Sellevold, O.F.M. (2007). Post-operative myocardial
dysfunction does not affect the physiological response to early mobilization after
coronary artery bypass grafting. Acta Anaesthesiologica Scandinavica, 49, 1241-47.
http://web.ebscohost.com/ehost/viewarticle?
data=dGJyMPPp44rp2%2fdV0%2bnjisfk5Ie45PFJtqq1T7Gk63nn5Kx95uXxjL6trUm
1pbBIr6ieSa6wr024p7Q4v8OkjPDX7Ivf2fKB7eTnfLujr0ivrLFRsKquSKTi34bls
%2bOGpNrgVevk5j7y1%2bVVv8Skeeyzr06vqrRMs6%2bkfu3o63nys
%2bSN6uLyffbq&hid=12. Diakses tanggal 10 Januari 2013 pukul 11.00 WIB.

Perme, C., & Chandrashekar, R. (2009). Early mobility and walking program for patients
in intensive care units: creating a standard of care. American Journal of Critical Care,
18, (3), 21221. http://web.ebscohost.com/ehost/viewarticle?
data=dGJyMPPp44rp2%2fdV0%2bnjisfk5Ie45PFJtqq1T7Gk63nn5Kx95uXxjL6trUm
1pbBIr6ieSa6wr024p7Q4v8OkjPDX7Ivf2fKB7eTnfLujr0ivrLFRsKquSKTi34bls
%2bOGpNrgVevk5j7y1%2bVVv8Skeeyzr1GwqbJJrqakfu3o63nys
%2bSN6uLyffbq&hid=12. Diakses tanggal 12 Februari 2013 pukul 15.00 WIB.

Schweickert, W.D., Pohlman, M.C., Pohlman, A.S., Nigos, C., & Pawlik, A.J., et all.
(2009). Early physical and occupational therapy in mechanically ventilated, critically
ill patients: a randomised controlled trial. 373, 187482.
http://web.ebscohost.com/ehost/viewarticle?
data=dGJyMPPp44rp2%2fdV0%2bnjisfk5Ie45PFJtqq1T7Gk63nn5Kx95uXxjL6trUm
1pbBIr6ieSa6wr024p7Q4v8OkjPDX7Ivf2fKB7eTnfLujr0ivrLFRsKquSKTi34bls
%2bOGpNrgVevk5j7y1%2bVVv8Skeeyzr1GyqrRLsKqkfu3o63nys
%2bSN6uLyffbq&hid=12. Diakses tanggal 30 Juni 2012 pukul 19.00 WIB.

Truong, A.D., Fan, E., Brower, R.G., & Needham, D.M. (2009). Bench-to-bedside review:
mobilizing patients in the intensive care unit-from pathophysiology to clinical trials.
Critical Care, 13(216), 1-8, http://web.ebscohost.com/ehost/viewarticle?
data=dGJyMPPp44rp2%2fdV0%2bnjisfk5Ie45PFJtqq1T7Gk63nn5Kx95uXxjL6trUm
1pbBIr6ieSa6wr024p7Q4v8OkjPDX7Ivf2fKB7eTnfLujr0ivrLFRsKquSKTi34bls
%2bOGpNrgVevk5j7y1%2bVVv8Skeeyzr1G0rLJJtKykfu3o63nys
%2bSN6uLyffbq&hid=12 . Diakses tanggal 30 Juni 2012 pukul 21.00 WIB.

Vollman, K.M. (2010). Introduction to progressive mobility. Critical Care Nurse, 30(2), 3
4, http://web.ebscohost.com/ehost/viewarticle?
data=dGJyMPPp44rp2%2fdV0%2bnjisfk5Ie45PFJtqq1T7Gk63nn5Kx95uXxjL6trUm
1pbBIr6ieSa6wr024p7Q4v8OkjPDX7Ivf2fKB7eTnfLujr0ivrLFRsKquSKTi34bls
%2bOGpNrgVevk5j7y1%2bVVv8SkeeyzsEixrK5Msqmkfu3o63nys
%2bSN6uLyffbq&hid=12. Diakses tanggal 12 Januari 2013 pukul 10.00 WIB.