Vous êtes sur la page 1sur 9

ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT PADA PT.

BANK SULUT, TBK DI MANADO

Fabiola Brigitta Coragneta Tamon


Tineke M. Tumbel
Ventje Tatimu

This study is based on that bank is a business entity that collects funds from the public in
the form of savings and channel them back to the community in the form of loans. The general
activities of banks as a financial intermediary is basically memobalisasi funds from the public for
further distribution to individuals or institutions that need the funds in the form of loans or credit.
Credit is one part of capital formation carried out by financial institutions, in this case the banks
to the public in order to boost the performance of the business, so it can be used to improve the
productivity of the real sector which is done by people individually or in groups. The purpose of
this study was to determine how much the level of credit risk at PT. Bank of North Sulawesi,
Tbk in Manado. This research uses descriptive quantitative approach using financial ratio
analysis through NPL. Credit risk is known as non-productive loans for the banking sector. Bank
Indonesia classifies non prduktif credits in three categories: category substandard, doubtful and
loss. The level of the average NPL ratio of 0.17% in the period December 31, 2012 until 30
September 2013 period, the ratio is very good because it still remains far below the tolerance
level of NPLs is set by BI at 5% the amount of non-performing loans (NPL).

Keywords: Credit risk, bank

PENDAHULUAN
Perbankan merupakan lembaga dimanfaatkan untuk meningkatkan
keuangan yang memegang peranan penting produktivitas usaha sektor riil yang
dalam perekonomian suatu negara. Pada dilakukan oleh masyarakat secara individu
dasarnya bank merupakan badan usaha yang maupun kelompok.
menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya Dalam menjalankan fungsinya sebagai
kembali kepada masyarakat dalam bentuk lembaga intermediasi, bank mengoptimalkan
pinjaman. Kegiatan umum bank sebagai penyaluran kredit kepada para nasabah.
intermediary financial pada dasarnya adalah Namun kredit yang diberikan oleh bank
memobalisasi dana dari masyarakat untuk tidak menutup kemungkinan mengandung
selanjutnya disalurkan kepada perorangan risiko, sehingga dalam pelaksanaannya bank
atau lembaga yang membutuhkan dana harus memperhatikan asas-asas perkreditan
dalam bentuk pinjaman atau kredit. yang sehat serta memiliki fundamental yang
lebih kuat, agar pemberian kredit dapat
Kredit merupakan salah satu bagian dilaksanakan secara konsisten dan
pembentukan modal yang dilakukan oleh berdasarkan asas-asas perkreditan yang
lembaga keuangan, dalam hal ini pihak sehat. Dalam SK Direksi Indonesia No.
perbankan ke masyarakat dalam upaya 27/162/KEP/DIR tanggal 31 Maret 1995
mendorong kinerja usaha, sehingga dapat ditetapkan bahwa pedoman pemberian

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 1


kredit tersebut sekurang-kurangnya memuat teratur terutama bagi kredit yang
dan mengatur hal-hal pokok antara lain : dikategorikan bermasalah. Di satu sisi kredit
Prinsip kehati-hatian dalam perkreditan, merupakan bisnis utama bank, namun di sisi
organisasi dan manajemen perkreditan, lain kredit juga dapat menjadi penyebab
kebijakan persetujuan pemberian kredit, utama bangkrutnya bank.
dokumentasi pemberian kredit, pengawasan
kredit, penyelesaian kredit bermasalah. Analisis kredit atau penilaian kredit
Risiko dalam hal ini adalah potensi adalah suatu proses yang dimaksud untuk
terjadinya suatu peristiwa atau events yang menganalisis atau menilai suatu permohonan
dapat menimbulkan kerugian bank. kredit yang diajukan oleh calon debitur,
Sedangkan manajemen risiko adalah sehingga dapat memberikan keyakinan
serangkaian prosedur dan metodologi yang kepada pihak bank bahwa proyek yang akan
digunakan untuk mengidentifikasi, dibiayai dengan kredit bank cukup layak.
mengukur, memantau dan mengendalikan Dengan adanya analisis kredit ini dapat
risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank mencegah kemungkinan terjadinya default
Dahlan Siamat (2013:224). oleh calon debitur. Default dalam hal ini
merupakan kegagalan nasabah dalam
Salah satu indikasi yang terkadang memenuhi kewajibannya untuk melunasi
menjadi suatu masalah dalam perbankan kredit yang diterimanya (angsuran pokok)
adalah bahwa tidak hanya sekedar beserta bunga yang telah disepakati
menyalurkan kredit saja melainkan bersama. Berdasarkan uraian tersebut di
bagaimana kredit tersebut dapat kembali atas maka penulis tertarik untuk mengangkat
sesuai dengan jangka waktu dan imbalan judul : Analisis Tingkat Risiko Kredit
bunga yang telah disepakati kedua belah pada PT. Bank Sulut, Tbk di Manado.
pihak, karena hal itu yang menggolongkan
suatu bank dikatakan sehat apabila dalam Berdasarkan latar belakang yang telah
penyaluran dan pengembalian kredit, dikemukakan di atas, maka rumusan
keduanya dapat berjalan lancar dan terus masalah yang akan dibahas dalam penelitian
mengalami peningkatan baik dari segi ini adalah ; berapa besar tingkat risiko
kualitas maupun kuantitasnya. kredit pada PT. Bank Sulut, Tbk di Manado?

Kecenderungan kerugian yang timbul Tujuan penelitian ini adalah untuk


dalam usaha perkreditan akibat tingginya mengetahui berapa besar tingkat risiko
jumlah kredit macet disebabkan karena kredit pada PT. Bank Sulut, Tbk di Manado.
kurangnya perhatian bank secara serius
TINJAUAN PUSTAKA
setelah kredit tersebut berjalan. Faktor lain
yang cukup penting adalah sangat minimnya Pengertian Bank
analisis yang dilakukan bank pada saat Bank berasal dari bahasa Italia banco
terjadi perubahan siklus usaha. Dengan yang artinya bangku. Bangku inilah yang
adanya kegiatan pemberian kredit, bank dipergunakan oleh banker untuk melayani
dapat memperoleh pendapatan berupa bunga kegiatan operasionalnya kepada para
yang diterima dari debitur. Pemberian kredit nasabah. Istilah bangku secara resmi dan
merupakan kegiatan utama suatu bank yang popular menjadi bank.
mengandung risiko serta dapat berpengaruh
pada kesehatan dan kelangsungan bank, Agar pengertian bank menjadi jelas
sehingga dalam pengamanannya diperlukan penulis mengutip beberapa definisi atau
tindakan-tindakan yang tepat, tertib dan rumusan yang dikemukakan :

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 2


1. Menurut O. P. Simorangkir (1985:92), tagihan yang dapat dipersamakan dengan
bahwa : Bank merupakan salah satu badan itu, berdasarkan persetujuan atau
usaha lembaga keuangan yang bertujuan kesepakatan pinjam meminjam antara bank
memberikan kredit dan jasa-jasa. Adapun dengan pihak lain yang mewajibkan pihak
pemberian kredit itu dilakukan dengan jalan peminjam melunasi utangnya setelah jangka
memperedarkan alat-alat pembayaran bank waktu tertentu dengan pemberian bunga.
berupa uang giral.
(Firdaus dan Ariyanti, 2009:2) Kredit
2. Menurut buku kelembagaan perbankan adalah suatu reputasi yang dimiliki
oleh Dr. Thomas Suyanto dkk, bahwa seseorang yang memungkinkan ia bisa
pengertian bank dapat dilihat pada tiga sisi memperoleh uang, barang-barang atau
yaitu, bank sebagai penerima kredit (bank as tenaga kerja, dengan jalan menukarnya
loan recipients), bank sebagai pemberi kredit dengan suatu perjanjian untuk membayarnya
(bank as a creditor) dan terakhir bank disuatu waktu yang akan datang.
sebagai pemberi kredit bagi masyarakat
(bank as a lender for the community) Pengertian Risiko
melalui sumber yang berasal dari modal
Bank sebagai institusi yang memiliki
sendiri, simpanan/tabungan masyarakat
izin untuk melakukan banyak aktivitas,
maupun melalui penciptaan uang bank (bank
memiliki peluang yang sangat luas dalam
money creation).
memperoleh pendapatan (income/return).
3. Berdasarkan UU No. 14/1967 pada Dalam menjalankan aktivitas, untuk
pasal 1 tentang pokok-pokok perbankan memperoleh pendapatan perbankan selalu
bahwa pengertian bank adalah lembaga dihadapkan pada risiko. Risiko bank dapat
keuangan yang usaha pokoknya memberikan menjadi risiko sistematis (systematics risk)
kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas artinya mempengaruhi secara makro
pembayaran dan peredaran uang. ekonomi suatu negara bahkan beberapa
negara lainnya. Risiko lainnya adalah risiko
Pengertian Kredit tidak sistematis yaitu merupakan risiko yang
dapat dihilangkan karena hanya terjadi di
Secara umum dikatakan bahwa kredit dalam suatu bank saja dan tidak merambat
adalah kepercayaan. Dalam bahasa Latin ke bank lain.
disebut credere. Artinya kepercayaan
pihak bank (kreditur) kepada nasabah Pada dasarnya risiko melekat pada
(debitur), dimana bank percaya nasabah seluruh aktivias bank. Seluruh aktivias bank,
pasti akan mengembalikan pinjamannya produk, dan layanan terkait dengan uang.
sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Dapat Sifat dasar uang adalah anonim, siapapun
diartikan pula bahwa debitur memperoleh bisa memilikinya, dan sangat mudah untuk
kepercayaan dari bank untuk memperoleh berpindah tangan bahkan hilang. Oleh
dana dan untuk menggunakan dana tersebut karena itu, seluruh aktivitas bank mulai dari
sebagaimana mestinya serta mampu untuk penyerapan dana hingga penyaluran dana
mengembalikan sesuai dengan perjanjian dalam bentuk kredit sangat rentan terhadap
yang telah disepakati oleh kedua belah hilangnya uang. Semakin besar keuntungan
pihak. yang diharapkan dari suatu usaha, semakin
besar risiko yang dihadapinya, dan
Menurut Undang-undang pokok sebaliknya semakin kecil keuntungan yang
perbankan nomor 10 tahun 1998 disebutkan diharapkan maka kecil pula risiko yang
bahwa : kredit adalah penyediaan uang atau dihadapinnya.
JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 3
Risiko adalah ancaman atau 3. Oleh karena manajemen pinjaman
kemungkinan suatu tindakan atau kejadian merupakan hal yang paling penting dan
yang menimbulkan dampak yang jarak waktu konsumsi merupakan fungsi
berlawanan dengan tujuan yang ingin penampilan bank, maka operasi perkreditan
dicapai. Dengan kata lain risiko merupakan perlu dimonitor untuk menghindari
kemungkinan menderita kerugian karena operating risk (dalam hal ini kerugian terkait
hilangnya sebagian atau seluruh modal. dengan administrasi perkreditan).
Risiko sendiri ditimbulkan karena adanya
ketidakpastian. Kita tidak akan melihat masa 4. Akhirnya bank-bank yang memiliki
depan tanpa ketidakpastian, sebab bila masa kebijaksanaan yang baik dan dengan
depan itu bisa dilihat secara pasti maka kejujuran para pegawainya, maka bank tidak
risiko tidak akan ada. perlu khawatir terhadap fraud risk dalam
portofolio pinjaman.
Analisis Risko Kredit
Penilaian kelayakan kredit dalam
Risiko Portofolio pinjaman bank manajemen yang sudah umum dikenal
dapat dipandang dari risiko-risiko sebagai adalah ; Character (good cirizen), Capacity
berikut: credit risk, investment risk, liquidity (cash flow), Capital, Collateral (security),
risk, operating risk, dan fraud risk. Risiko- Condition (economic).Permasalahan bagi
risiko tersebut merupakan enam risiko yang para banker terhadap 5C tersebut adalah
ditemukan Vojta yang dihadapi oleh bank- bagaimana agar hal tersebut dapat
bank komersil. Dalam suatu situasi yang dikuantifikasikan untuk memperoleh
ekstrim dari kegagalan bank kombinasi, keputusan yang berarti dan konsisten.
credit risk dan fraud risk merupakan hal Prosedur tersebut sebagai credit analysis.
yang fatal. Dalam keadaan normal, hal yang Hal itu dimaksudkan untuk menentukan
paling penting dalam portofolio pinjaman risiko kredit debitur.
adalah credit risk yang berkaitan dengan
kerugian yang muncul dari buruknya Analisis kredit akan menentukan apakah
portofolio pinjaman bank. pinjaman akan diberikan atau tidak dan juga
akan menentukan dalam penentuan harga
Ada empat risiko lainnya yang berhubungan kredit, sehingga para banker harus
dengan keseluruhan risiko portofolio mencoba untuk memisahkan harga kredit
pinjaman bank adalah : atas dasar risiko kredit.
1. Investmen risk terutama terkait dengan Dalam risk returnpada debitur yang
financial assets yang berpendapatan tetap, memiliki posisi keuangan yang lemah oleh
sepanjang bank menghindari pemusatan karena itu mempunyai risiko kredit yang
pada asset tersebut, maka investman risk tinggi seharusnya membayar risiko kredit
dalam portofolio pinjaman akan cenderung yang lebih besar dan juga sebaliknya bagi
kecil. mereka yang mempunyai posisi keuangan
yang kuat. Guna memberikan arti yang lebih
2. Oleh karena biasanya bank tidak baik untuk maksud analisis kredit, maka
menggunakan portofolio pinjaman untuk istilah verbal strong versus weak
menghimpun likuiditas, maka liquidity risk mengenai posisi keuangan dan juga terhadap
tidak begitu menjadi pertimbanagan yang istilah high versus low atas risiko kredit
penting dalam portofolio pinjaman. perlu kiranya untuk dikuantifikasikan.
Untuk mencapai tujuan ini, setiap unsur 5C
dianalisis dalam kerangka potensi-potensi
JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 4
yang melekat padanya yang dapat Credit Risk = x
dikuantifikasikan.
100%
METODE PENELITIAN
Dengan menggunakan rasio ini maka
Jenis Penelitian akan dapat mengukur tingkat risiko kredit
pada bank.
Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif yang bersifat kuantitatif. HASIL PENELITIAN DAN
Penelitian ini merupakan analisis tingkat PEMBAHASAN
risiko bank dengan menggunakan rasio
Dalam penelitian ini metode yang
keuangan yang berkaitan dengan usaha
digunakan adalah metode kuantitatif dengan
perbankan.
menggunakan analisa Credit Risk Ratio.
Teknik Pengumpulan Data Credit risk adalah suatu risiko kredit yang
timbul akibat dari ketidak-mampuan debitur
Dalam penelitian ini, teknik untuk memenuhi kewajibannya terhadap
pengumpulan data adalah teknik bank. Risiko kredit ini dikenal dengan istilah
dokumentasi yaitu berupa data kredit bank kredit non produktif bagi dunia perbankan.
serta data dari laporan keuangan berupa Bank Indonesia mengklasifikasikan kredit
neraca dan laporan laba/rugi. non prduktif ini dalam tiga kategori yaitu :
kategori kurang lancar, diragukan dan
Jenis Data dan Sumber Data macet.
Jenis data yang digunakan dalam Risiko kredit ini (Credit Risk)
penelitian ini adalah kuantitatif, data yang ditunjukkan dengan besaran Non Performing
penulis kumpulkan dalam bentuk angka- Loan (NPL) yang merupakan persentase dari
angka absolute dari data kredit bank dan jumlah kredit yang bermasalah terhadap
laporan keuangan. total kredit yang disalurkan atau diberikan
Dalam penelitian ini data diperoleh Bank.
dari pihak bank, yang berupa data kredit Dalam hitungan Non Performing Loan
bank (kredit kurang lancar, diragukan dan (NPL) ini, semakin kecil rationya, maka
kredit macet),serta data laporan keuangan kerugian yang dihadapi Bank semakin kecil.
(neraca dan laporan laba/rugi). Begitu sebaliknya, semakin besar rationya,
kerugian yang dihadapi Bank semakin besar.
Jenis Data dan Sumber Data
Adapun rumus (Formula) untuk menghitung
Teknik analisis yang penulis gunakan Non Performing Loan (NPL) adalah sebagai
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : berikut :

1. Untuk mengetahui tingkat risiko yang


terjadi dilakukan analisis kredit atau
penilaian kredit terhadap kredit
Dimana :
bermasalah atau problem loan
diantaranya kredit kurang lancar, 1. Bad-debts adalah jumlah kredit non
diragukan dan kredit macet. performing Loan
2. Adapun perhitungan rasio yang
digunakan yaitu :

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 5


2. Total Loans adalah jumlah kredit yang Perhitungan persentase dari masing-
diberikan masing kategori kolektibilitas kredit
terhadap total kredit yang disalurkan adalah
Penyajian data hasil penelitian sebagai berikut :
a. Kategori Kurang lancar :
Dari catatan financial atas laporan
keuangan PT. Bank Sulut, Tbk periode 31
Desember 2012 dan periode 30 September
2013, dalam hal kredit yang disalurkan
terdapat permasalahan dalam
pengembaliannya. b. Kategori Diragukan :

Dalam permasalahan ini disebut Non


Performing Loan (NPL). Dari data rincian
Non Performing Loan (NPL) PT. Bank
Sulut, Tbk per 31 Desember 2012 adalah
c. Kategori Macet :
sebagai berikut :
a. Total kredit yang diberikan
Rp. 4.693.789.000.000.
b. Kurang Lancar
Rp. 3.661.000.000 Dari rincian data kredit Non
c. Diragukan Performing Loan PT. Bank Sulut, Tbk per
Rp. 1.525.000.000 31 Desember 2012 dalam Tabel 4.2.1 diatas
d. Macet memperlihatkan hal-hal sebagai berikut :
Rp 916.000.000
Persentase pengembalian kredit dalam
kategori kurang lancar sebesar 0,076% dari
total jumlah kredit yang disalurkan.
Total Net Non Performing Loan Sedangkan kategori yang diragukan
pengembaliannya sebesar 0,032%. Untuk
Rp. 6.102.000.000.000
kategori kredit yang macet pengembaliannya
Dari data tersebut diatas, maka sebesar 0,022, sehingga total jumlah kredit
perhitungan Non Performing Loan adalah : Non Performing Loan (NPL) PT Bank
Sulut, Tbk per 31 Desember 2012 berjumlah
sebesar 0,076 0,032 0,022 = 0,135. Hal
ini menunjukkan bahwa tingkat rediko
kredit tersebut (0,13%) berada jauh resiko
kredit yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
Sebagaimana dengan data tersebut (BI) sebesar 5%. Ini berarti manajemen PT.
diatas, maka dapat dihitung presentase dari Bank Sulut, Tbk dalam menangani
masing-masing ketegori kolektibilitas kredit perkreditannya ,dapat dikatakan sangat baik.
non produksi terhadap kredit yang
disalurkan PT. Bank Sulut, Tbk per 31 Untuk perhitungan Credit Risk PT.
Desember 2012. Bank Sulut, Tbk pada per 30 September
2013 diperoleh pada catatan serta laporan
PT. Bank Sulut, Tbk per 31 Desember 2012

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 6


dan per 30 September 2013 yang adalah Persentase masalah kredit yang dalam
sebagai berikut : kategori kurang lancar sebesar 0,096% dari
total kredit yang disalurkan. Sedangkan
A. Total kredit yang diberikan dalam kategori kredit yang diragukan
Rp. 5.497.048.000.000 pengembaliannya sebesar 0,064%.
B. Kurang lancar Sedangkan dalam kategori macet
Rp. 5.308.000.000 pengembaliannya sebesar 0,05%. Sehingga
C. Diragukan total kredit yang bermasalah atau net NPL
Rp. 3.539.000.000 PT. Bank Sulut, Tbk per 30 September 2013
D. Macet berjumlah sebesar 0,21%.
Rp. 2.950.000.000
NPL ini (0,21%) menunjukan bawa
Dari data tersebut diatas, maka pengelolaan kredit oleh manajemen PT.
perhitungan Non Performing Loan adalah : Bank Sulut, Tbk per 30 September 2013
dapat dikategorikan sangat baik karena
tingkat ratio resiko kredit NPL yang di alami
yaitu sebesar 0,21% masih sangat jauh di
bawah tingkat toleransi NPL yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) yaitu
Perhitungan presentase dari masing-
sebesar 5%.
masing kategori kolektifitas kredit non Dari data rincian kredit Non
Performing Loan PT. Bank Sulut Tbk, per
produksi terhadap total kredit yang 31 Desember 2012 dan per 30 September
2013 pada tabel diatas, maka dapat di
disebutkan adalah sebagai berikut : sampaikan hal-hal sebagai berikut :
a. Total jumlah kredit yang diberikan
a. Kategori kurang lancar sejak 31 Desember 2012 sampai
periode 30 September 2013 ada
kenaikan sebasar Rp.
803.259.000.000 atau kenaikan
presentasinya sebesar 17,1%.
b. Kategori diragukan b. Jumlah kolektifitas kategori kurang
lancar dalam periode 31 Desember
2012 sampai periode 30 September
2013, terdapat kenaikan sebesar
Rp.1.647.000.000 atau kenaikan
c. Kategori macet presentasinya sebesar 45% dan
jumlah kolektibilitas kategori
kredit yang di ragukan naik sebesar
Rp.2.104.000.000 atau kenaikan
presentasinya sebesar 132%.
Dari data rincian kredit Non Sedangkan kolektibilitas kategori
Performing Loan (NPL) PT. Bank Sulut, kredit yang macet naik sebesar
Tbk per 30 September 2013 diatas maka Rp.2.034.000.000 atau kenaikan
dapat dilihat hal-hal sebagai berikut : presentasinya sebesar 222%.

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 7


Kenaikan factor kolektifitas management PT. Bank Sulut, Tbk
kategori kredit yang kurang lancar, dalam pengelolaan dan penyaluran
diragukan dan macet ini kredit masih sangat baik karena nilai
menyebabkan jumlah kredit non besaran NPL dari masing masing
performing naik sebesar periode masih sangat rendah dari batas
Rp.5.695.000.000 atau presentasi toleransi NPL yang di tetapkan oleh
kenaikannya sebesar 80,3 % Bank Indonesia (BI) yakni 5%, begitu
sehingga NPL dari 0,13% pada juga dengan besaran NPL rata-rata
periode 31 Desember 2012 yang hanya sebesar 0,17% yang masih
meningkat menjadi 0,21% pada jauh di bawah batas toleransi yang
periode 30 September 2013. Dari telah ditetapkan oleh Bank Indonesia
data rincian kredit NPL periode 31 (BI).
Desember 2012 sampai per 30 c. Secara keseluruhan pengelolaan
September 2013 sebagai berikut : perkreditan PT. Bank Sulut, Tbk dapat
0,13 % + 0,21 % = 0,34 % dikategorikan sangat baik.
Rata-rata NPL =
Saran
Tingkat ratio rata-rata NPL sebesar
0,17% dalam kurun waktu periode Berdasarkan kesimpulan yang
31 Desember 2012 sampai periode diperoleh, maka penulis mengajukan
30 September 2013, sangat baik beberapa saran sebagai berikut :
rationya karena masih tetap berada
jauh di bawah tingkat toleransi a. Untuk dapat mempertahankan kegiatan
NPL yang di tetapkan oleh BI yaitu perkreditan yang sehat pada PT. Bank
sebesar 5%. Sulut Tbk, maka terhadap kredit yang
pada kategori lancar agar tetap
diusahakan lancar dengan melakukan
monitoring yang ketat, dan
PENUTUP melaksanakan transaksi ulang terhadap
jaminan secara periodic, serta
Kesimpulan
membina dan mempertahankan
Berdasarkan hasil pembahasan dalam
hubungan yang harmonis dengan
penelitian ini maka penulis dapat
nasabah.
menyimpulkan sebagai berikut :
b. Bank harus lebih mendalami
a. Kredit Non Performing Loan (NPL) sektor usaha produktif yang benar-
pada PT. Bank Sulut, Tbk selama benar feasible sesuai dengan situasi
kurun waktu periode 31 Desember dan keadaan ekonomi saat ini, agar
2012 sampai periode 30 September dalam pembiayaannya resiko kredit
2013 mengalami kenaikan yaitu dari (credit risk) dapat di eliminir.
0,13% menjadi sebesar 0,21% pada c. Untuk mengatasi tingkat risiko
periode 30 September 2013. kredit pada PT. Bank Sulut Tbk,
b. Besaran NPL pada periode 31 dalam menyalurkan kredit pada
Desember 2012 sebesar 0,13% debitur agar benar-benar
maupun pada periode 30 September memperhatikan dan melaksanakan
2013 sebesar 0,21% masih tergolong faktor-faktor serta metode analisis
sangat rendah, yang artinya dalam pemberian kredit yakni

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 8


kemauan, keandalan dan Rose S, Peter, 1993. Commercial Bank
kemampuan debitur yang memuat Management, Richard Irwin
unsur 5P dan 7P sehingga tingkat
risiko dapat di tekan atau sedapat Undang-Undang No. 14 Tahun 1967,
mungkin di minimalisir. Tentang Pokok-Pokok Perbankan

DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1992,


Tentang Perbankan, Sekertariat
Firdaus dan Ariyanti, 2009, Manajemen Kabinet RI Jakarta, 1992
Perkreditan Bank Umum (Teori
Masalah, Kebijakan dan Aplikasi Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998,
Lengkap dengan Analisis Kredit), Tentang Perbankan, Sekertariat
Penerbit Alfabeta Bandung. Kabinet RI Jakarta, 1998

Hasibuan Malayu, 2006, Dasar-Dasar http://husaeri-priatna.blogspot.


Perbankan, Cetakan Kelima, Penerbit com/2012/08/tentangperbankan.html
Bumi Aksara Jakarta. ?m http://skripsi ilmiah. blogspot.
com/2012/07/ analisis-tingkat-risiko-
Kasmir, 2008, Analisis Laporan Keuangan, kredit-pada-pt html
Cetakan Kedelapan, Penerbit Raja
Grafindo Persada Jakarta.
Pandia Frianto, Oposunggu Elly Santi,
Abror Ahmad. 2009, Lembaga
Keuangan. Diterbitkan PT. Rineka
Cipta Jakarta.
Pandia Frianto, 2012, Manajemen Dana dan
Kesehatan Bank, Cetakan Pertama,
Penerbit PT. Rineka Cipta Jakarta.
Simorangkir, O. P, 1986, Dasar-Dasar dan
Mekanisme Perbankan, Penerbit
Aksara Persada Indonesia Jakarta.
Supramono Gatot, 2009, Perbankan dan
Masalah Kredit, Cetakan Kesatu,
Penerbit PT. Rineka Cipta Jakarta.
Suyanto, T, dkk, 1999, Kelembagaan
Perbankan, Cetakan ke-14, Penerbit
Gramedia Pustaka Utama Jakarta.
Siamat Dahlan 2013. Manajemen Lembaga
Keuangan. Kebijakan Moneter dan
Perbankan, Edisi Kelima, Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.

JURNAL ADMINISTRASI BISNIS Page 9