Vous êtes sur la page 1sur 16

Memberdayakan Kompetensi Kepala Sekolah untuk

Meningkatkan Sarana dan Prasarana SMK Setih Setio 2


Muara Bungo

Karya Tulis Best Practice

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mengikuti Seleksi

Calon Kepala SMK Berprestasi Tahun 2015

Oleh

Ir. Dedi Sefriadi


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT. berkat rahmat dan ridho-Nya
lah penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis best practice ini. Karya Tulis ini
disusun untuk diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti seleksi calon
Kepala SMK Berprestasi Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2015.

Karya tulis ini berjudul Memberdayakan Kompetensi Kepala Sekolah untuk


Meningkatkan Sarana dan Prasarana SMK Setih Setio 2 Muara Bungo.

Dalam penyelesaian penulisan best practice ini penulis telah berusaha


semaksimal mungkin agar dapat menyelesaikannya dengan baik. Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak kekurangan. Untuk itu
penulis menerima segala kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan yang akan datang.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan agar karya


tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun rekan seprofesi dalam
melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Sekolah. Semoga kita dapat berbuat yang
terbaik bagi dunia pendidikan dan masa depan bangsa kita.

Muara Bungo, Juni 2015

Ir. Dedi Sefriadi

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................... i

Daftar Isi......................................................................................................... ii

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1


2. Permasalahan...................................................................................... 3
3. Strategi Pemecahan Masalah ............................................................. 3

Bab II Implementasi

1. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah ................................ 4


2. Implementasi dari Strategi yang Dipilih ............................................ 5
3. Hasil atau Dampak dari Strategi yang Dipilih ................................... 7
4. Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Melaksanakan Strategi ........ 8
5. Faktor-faktor Pendukung ................................................................... 8
6. Alternatif Pengembangan ................................................................... 9

Bab III Kesimpulan dan Rekomendasi Operasional

1. Simpulan ............................................................................................ 10
2. Rekomendasi Operasional .................................................................. 11

Daftar Pustaka

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sarana dan prasarana merupakan salah satu sumber daya yang sangat
penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Selain itu
sarana dan prasarana merupakan fasilitas yang berfungsi untuk tempat
terselenggaranya proses pendidikan. Untuk itu perlu dilakukan pengoptimalan
dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar apa yang telah direncanakan
dapat tercapai dengan baik, sehingga proses belajar mengajar semakin efektif dan
efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Yayasan dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan
sarana dan prasarana di sekolah swasta. Yayasan adalah suatu badan hukum yang
mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, yang
tidak mempunyai anggota dan didirikan dengan memperhatikan persyaratan
formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di Indonesia, yayasan diatur
dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan Undang-
Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang
Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menjelaskan bahwa tugas
kepala sekolah meliputi: (1) usaha pengembangan sekolah yang dilakukan selama
menjabat kepala sekolah/madrasah; (2) peningkatan kualitas sekolah berdasarkan
delapan standar nasional pendidikan (SNP) selama di bawah kepemimpinan yang
bersangkutan; (3) usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala
sekolah/madrasah. Tugas-tugas tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kepala
sekolah memiliki kompetensi yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah
menjelaskan lima dimensi kompetensi kepala sekolah yaitu kepribadian,
manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 1


Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa, kepala sekolah yang
berprestasi memiliki kemampuan manajerial yang unggul dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan kompetensinya, memiliki kepribadian terpuji dan memiliki
pemahaman wawasan pendidikan yang utuh untuk meningkatkan mutu
pendidikan serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas
(Pedoman Kepala SMK Berprestasi).

Kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki posisi penting dan


strategis dalam mewujudkan tujuan umum dan tujuan khusus pendidikan
menengah kejuruan (UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas). Tujuan
umum pendidikan menengah kejuruan pada prinsipnya peserta didik diharapkan
memiliki sikap spritual dan sosial yang baik, memiliki wawasan kebangsaan,
memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia serta
memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam memanfaatkan sumber
daya alam. Selanjutnya, tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan,
menyiapkan peserta didik agar: (a) menjadi manusia produktif yang mampu
bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja
tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang
dipilihnya, (b) mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi,
beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam
bidang keahlian yang diminatinya; (c) membekali peserta didik dengan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian
hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai
dengan program keahlian yang dipilih.

Dengan demikian memimpin SMK Setih Setio 2 Muara Bungo yang


memiliki tiga program keahlian yaitu (1) Adm. Perkantoran, (2) Akuntansi, (3)
Multimedia. Jumlah guru keseluruhan adalah 27 orang yang terdiri dari GTY dan
GTT, dengan sarana prasarana yang terbatas harus memiliki kiat-kiat tertentu
dalam mengelola keuangan agar mampu menghasilkan lulusan berprestasi,
terampil siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 2


serta memiliki rasa percaya diri tinggi dan mampu mengembangkan diri kearah
lebih baik.

Kepala SMK Setih Setio 2 Muara Bungo yang merupakan sosok penggerak
perubahan untuk memotivasi seluruh warga sekolah untuk melaksanakan tugas
dan kewajibannya secara profesional, aktif dan kreatif demi perbaikan dan
kemajuan sekolah. Praktik manajemen yang menampilkan sikap fleksibel, jujur,
terbuka menerima kritik dan gagasan baru, demokratis, bertanggung jawab
terhadap tugas, berorientasi pada prestasi, kesetaraan, mampu berikan arahan dan
bimbingan yang dibutuhkan warga sekolah, serta menjadikan diri sebagai panutan
dan tauladan di sekolah sesuai. Maka karya tulis yang berjudul
Memberdayakan Kompetensi Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Sarana
dan Prasarana SMK Setih Setio 2 Muara Bungo ini akan memaparkan Best
Practice atau praktik-praktik terbaik periode 2008 - 2015 yang diterapkan dalam
menghadapi permasalahan di SMK Setih Setio 2 Muara Bungo.

2. Permasalahan

Dari uraian di atas dapat dirumuskan berbagai permasalahan yang


mengacu pada delapan standar nasional pendidikan yang menjadi tantangan
kepala sekolah dan warga sekolah dalam pelaksanaan kegiatan program yang
telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS), namun pada kesempatan
ini penulis memfokuskan dalam hal standar sarana dan prasarana di SMK Setih
Setio 2 Muara Bungo adalah :

Ruang belajar yang belum kondusif, masih semi permanen (papan).


Sarana dan prasarana sekolah masih terbatas dalam mendukung kreatifitas
dan inovasi tenaga pendidik dan peserta didik, (a) sarana olah raga yang
memadai untuk penyaluran bakat siswa di bidang olah raga sangat terbatas
(b) Belum tersedia sarana dan prasarana TIK untuk memudahkan warga
sekolah mengakses informasi terkini, (c) Belum ada sarana ibadah yang
layak dipakai. (d) Pemadaman listrik PLN yang tidak terjadwal dan
berlangsung lama.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 3


Sumber dana yang terbatas dalam pengadaan alat-alat praktik program
keahlian.

3. Strategi Pemecahan Masalah

Penerapan konsep strategi yang bijak dan tepat sesuai dengan kondisi
SMK Setih Setio 2 Muara Bungo sangat penting dalam upaya menjadi lembaga
pendidikan yang potensial meningkatkan kualitas sumber daya insani Kabupaten
Bungo sehingga dapat meminimalisir kesenjangan yang terjadi antara kompetensi
lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, yakni:
Pertama, membentuk Tim Kerja yang terdiri dari unsur Kepala Sekolah
sebagai Ketua merangkap Anggota, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program
Keahlian, dan Tim Peningkatan Sarana dan Prasarana Sekolah.
Kedua, Tim Kerja menyusun jadwal kegiatan pelaksanaan analisis SWOT
untuk mengidentifikasi kondisi internal dan lingkungan sekolah untuk
menyusun Rencana Strategis dan Rencana Kerja Sekolah dalam pengelolaan
pembiayaan, pengadaan sarana dan prasarana serta kegiatan pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik.
Ketiga, Penerapan Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia dengan
melibatkan stake holder yang ada di sekolah serta yayasan dalam
meningkatkan saran dan prasarana.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 4


BAB II
IMPLEMENTASI BEST PRACTICES

1. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah

Dari beberapa pendapat ahli, strategi dapat didefinisikan sebagai program


untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan implementasi misinya.
Artinya, bahwa kepala sekolah memainkan peranan penting yang aktif, sadar dan
rasional dalam merumuskan strategi yang mencakup pengembangan visi dan
misi, identifikasi peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi, kesadaran
akan kekuatan dan kelemahan internal, penetapan tujuan jangka panjang,
pencarian strategi strategi alternatif, dan pemilihan strategi tertentu untuk
mencapai tujuan. Selanjutnya penerapan strategi, merupakan tahap aksi yang
mecakup kemampuan kepala sekolah untuk memotivasi warga sekolah , yang
lebih merupakan seni daripada pengetahuan. Berikut ini implementasi strategi
yang dipilih dalam pemecahan masalah yang dihadapi SMK Setih Setio 2 Muara
Bungo untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil dan berkarakter dan
mampu berwirausaha mandiri.

1. Strategi Analisis Konteks Delapan Standar Nasional Pendidikan digunakan


untuk menjadikan ruang belajar yang kondusif sesuai dengan standar
nasional pendidikan. Analisis Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah
proses pengkajian substansi SNP untuk memperoleh data dan informasi
tentang rencana tindak lanjut satuan pendidikan dalam memenuhi SNP
dengan mengidentifikasi kondisi riil dan membandingkannya dengan kondisi
ideal. Kondisi ideal adalah kondisi setiap komponen/sub komponen yang
sesuai tuntutan SNP, sedangkan kondisi riil adalah kondisi nyata pada satuan
pendidikan baik berupa kekuatan maup un kelebihan. Rencana tindak lanjut
adalah upaya yang akan dilakukan satuan pendidikan untuk memenuhi
kesenjangan antara kondisi riil dengan kondisi ideal berdasarkan skala
prioritas.
2. Strategi Analisis SWOT, mengkaji peluang dan tantangan yang ada di
masyarakat dan lingkungan sekitar, yaitu komite, dinas pendidikan, yayasan,

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 5


asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial
budaya. Dilanjutkan dengan analisis kondisi yang ada di satuan pendidikan
yang meliputi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana
prasarana, biaya, dan program -program.

Maka yang menjadi alasan pemilihan strategi pemecahan permasalahan di


SMK Setih setio 2 Muara Bungo adalah sekolah harus menomorsatukan segala
yang terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik, sebab
pembelajaran adalah ruh dari pendidikan. Pendidikan yang berlangsung di sekolah
akan baik jika pembelajaran berlangsung dengan baik dan dipimpin oleh kepala
sekolah kompeten dan sikap yang dapat diteladani. Kepala sekolah harus
mempunyai komitmen serta kualifikasi dan kompetensi yang cukup agar dapat
menjadi leader dan menajer yang efektif. Hal ini dapat ditempuh dengan belajar
dan belajar dari berbagai sumber baik lingkungan maupun sumber-sumber
pengetahuan lainnya.

2. Implementasi Strategi yang Dipilih.

Kepemimpinan kepala sekolah adalah cara atau usaha kepala sekolah dalam
mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan
guru, staf, siswa, orang tua siswa, yayasan, dan pihak lain yang terkait untuk
bekerja atau berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kepala sekolah mempunyai dua peran utama yaitu sebagai leader dan
sebagai manajer. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif harus memiliki sikap
mandiri, terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyelaraskan
semua sumber daya pendidikan yang tersedia.

Kemandirian dan profesionalisme kepala sekolah merupakan salah satu


faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan sarana dan
prasarana yang sesuai dengan SNP(Standar Nasional Pendidikan). Selain itu,
kepala sekolah harus mampu dan berani mengambil keputusan yang bijaksana

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 6


secara tepat waktu dan tepat sasaran, tanpa harus menunggu perintah dari
pimpinan yang ada di atasnya.

Oleh sebab itu, bersama-bersama dengan Tim kerja yang telah dibentuk
kepala sekolah memimpin rapat kerja untuk:

a) menetapkan jadwal yang telah disusun untuk pelaksanaan Analisis Konteks 8


SNP dan Analisis SWOT yang digunakan untuk mengidentifikasi dan
memetakan kekuatan dan permasalahan secara komprehensif sebagai strategi
awal dalam mengatasi permasalahan di SMK Setih Setio 2 Muara Bungo
sehingga akan mengetahui secara tepat apa yang menjadi kebutuhan dasar
kemajuan sekolah. Dalam pelaksanaan kedua analisis ini menggunakan
strategi manajemen sumber daya manusia dengan aktif melibatkan seluruh
warga sekolah dan yayasan melalaui brain storming pada forum rapat kerja
terjadwal dan hasil brain storming dianalisis bersama. Setiap warga sekolah
secara demokratis memberi pendapat, saran dan kritik yang sopan dan santun
sehingga diperoleh kesamaan persepsi tentang apa seharusnya yang harus
dicapai, dan bagaimana cara mencapainya serta siapa yang melaksanakannya.
Rumusan permasalahan yang diperoleh dari identifikasi memudahkan
perumusan kebutuhan saran dan prasarana sekolah.
b) Menyediakan fasilitas olah raga yang tidak hanya untuk mendorong siswa
lebih bergiat berolah raga tetapi juga untuk mengembangkan potensi dan
bakat siswa di bidang olah raga. Sasarannya adalah olah raga prestasi terbukti
pada O2SN tingkat Kabupaten keluar sebagai Juara I Putra dan Putri Basket
tingkat SMK se Kabupaten Bungo.
c) Menciptakan lingkungan sekolah yang asri, dengan melakukan program
penataan lingkungan mencakup pembuatan taman sekolah, penertiban parkir,
membangun pos jaga (satpam). Kegiatan ini menghasilkan lingkungan yang
bersih, tertib dan nyaman. Di sekitar sekolah bisa dilihat beberapa jenis
tanaman bunga dan pohon pelindung yang tumbuh menghijau.
d) Meningkatkan daya akses sekolah. Pada pada tahun 2013 telah dibangun
menara untuk jaringan internet. Sekarang ini sekolah sudah memiliki hot spot.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 7


Untuk menjangkau setiap sudut lingkungan sekolah, dipasang 3 titik akses
point (wifi). Hasilnya adalah setiap warga sekolah dapat mengakses informasi
melalui jaringan internet secara gratis.
e) Berupaya mengatasi sering putusnya arus listrik secara tiba-tiba dan dalam
jangka waktu yang lama. Maka sekolah membeli mesin (generator)
berkapasitas 7000 watt. Keberadaan mesin ini memperlancar aktifitas sekolah
setiap harinya.
f) Menyusun Peraturan Akdemik dan Kode Etik Peserta Didik, Pendidik dan
Tenaga Pendidik.
Apapun yang dirumuskan sebagai strategi dalam mengatasi permasalahan di
SMK Setih Setio 2 Muara Bungo, berumuara pada bagaimana memanfaatkan
potensi warga sekolah untuk peningkatan kualitas dan layanan pendidikan.
Implementasinya adalah setiap warga sekolah, khususnya tenaga pendidik dan
kependidikan diberi tanggung jawab sendiri-sendiri. Tanggung jawab yang
diberikan total pada lingkungannya tanpa pengaruh kepala sekolah, dengan
ketentuan yaitu menghormati mekanisme yang berlaku di sekolah bahwa segala
sesuatu harus dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai leader dan manajer.

3. Hasil atau Dampak yang Dicapai dari Strategi yang Dipilih

Pada awal kepemimpinan penulis di SMK Setih setio 2 Muara Bungo, terdapat
kesan bahwa sekolah kehilangan figur kepimpinan yang dapat menjadi teladan.
Selain itu, berdasarkan wawancara dengan pengurus komite dan yayasan, citra
sekolah di masyarakat sekolah kurang baik.

Setelah menerapkan langkah-langkah tersebut di atas maka diperoleh hasil


perubahan ke arah yang baik. Hasil yang dicapai dari implementasi strategi yang
telah dipilih adalah sebagai berikut.

a) Tersedianya ruang belajar yang kondusif.


b) Terpenuhinya sarana peralatan praktik
Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas diperlukan
ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang memadai. Dengan sarana

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 8


yang cukup sekolah dapat menerapkan pendidikan yang bermutu.
Pengadaan sarana dan prasarana sekolah tidak hanya mengharapkan
bantuan dari pemeintah saja. Kepala sekolah menggalang kerjasama
dengan yayasan sekolah untuk memenuhi kebutuhan peralatan praktik.
Ketersediaan peralatan praktik terbukti membangkit gairah pendidik dan
peserta didik dalam wujud kretifitas yang inovatif.
Dari peralatan praktik yang disediakan, khusus di program studi
keahlian Akuntansi, Adm. Perkantoran, dan Multimedia dapat membuat
pemancar radio dengan frekuensi 100.7 fm.

c) Tersedianya fasilitas olahraga


Fasilitas olah raga yang dibangun membuahkan hasil yaitu pada
O2SN tingkat Kabupaten, SMK Setih Setio 2 Muara Bungo keluar
sebagai Juara I Basket tingkat SMK se Kabupaten Bungo.

d) Terciptanya lingkungan sekolah yang asri


Sekolah memiliki taman, walaupun kecil dan sederhana tetapi
memberi dampak terhadap lingkungan sekolah. Sekolah tidak lagi terlihat
gersang. Disetiap pojok sekolah terlihat bunga dan tanaman hijau. Selain
itu, sekolah juga memiliki fasilitas pengamanan yaitu pos satpam.

g) Tersedianya jaringan internet


Di sekolah dipasang beberapa titik akses point (hot spot) sehingga
di setiap ruang atau areal di wilayah sekolah guru, tenaga kependidikan
dan siswa dapat mengkases informasi global.

h) Tersedianya mesin diesel


Untuk mengantisipasi pemadaman arus listrik PLN yang tiba-tiba
dalam jangka waktu mencapai sampai 3 jam.

i) Sistem Reward dan Punishment


Sistem pemberian penghargaan dan insentif kepada tenaga
pendidik dan peserta didik berprestasi.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 9


4. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Melaksanakan Strategi Yang
Dipilih
a. Terbatasnya biaya yang ada untuk kegiatan praktik dan eksperimen
b. Dukungan masyarakat belum tergali maksimal baik dalam pembiayaan
maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan
ataupun kurikulum yang sedang berjalan.
c. Kurangnya dukungan pembiayaan dari yayasan.
d. Monitoring dan evaluasi terpadu yang belum berjalan maksimal dari
berbagai stake holder pendidikan.

5. Faktor-Faktor Pendukung
a. Semangat warga sekolah yang menginginkan iklim sekolah yang
kondusif dan progresif.
b. Keinginan masyarakat semakin meningkat untuk memfasilitasi putra-
putrinya dengan pendidikan yang bermutu.
c. Kondisi hubungan masyarakat yang harmonis dalam kehidupan sehari-
hari..
d. Sebagian besar guru-guru berusia muda sehingga memiliki semangat
untuk kemajuan sekolah.

6. Alternatif Pengembangan

a. Mengembangkan Unit Produksi terutama Business Center.


b. Mengembangkan stasiun radio amatir untuk alat praktek siswa.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 10


BAB III
KESIMPULAN & REKOMENDASI OPERASIONAL

1. Simpulan
Perencanaan pengembangan sekolah akan berjalan baik jika kepala
sekolah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam membangun tim kerjasama
yang solid dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) untuk mencapai
sesuatu yang ideal (harapan) masa depan. Implementasi pengembangan SMK
bermutu dengan lulusan kompeten dan terampil serta berkarakter akan terwujud
dengan komitmen dan konsistensi Kepala Sekolah dalam menjadikan dirinya
sebagai panutan atau teladan dalam bersikap dan bertidak baik sebagai guru
maupun sebagai pimpinan pembelajaran. Maka dari uraian pengalaman penulis di
atas selama memimpin SMK Setih Setio 2 Muara Bungo terdapat simpulan
berikut ini:

1) Kepala sekolah harus mempunyai potensi dan kompetensi yang terkait


dengan keterampilan, konsep, teknis dan hubungan manusiawi untuk menjadi
leader dan manajer bagi sekolah.
2) Kepala Sekolah yang kompeten mengambil keputusan berdasarkan hasil
analisis data dan dimusyawarahkan bersama warga sekolah serta konsisten
menjalankan keputusan yang sudah ditetapkan.
3) Kepala Sekolah yang bijaksana selalu merangkul kedua belah pihak baik
yang mendukung maupun yang menentang perubahan dalam rangka
mewujudkan tujuan sekolah.
4) Kepala Sekolah menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai
prioritas utama pengembangan potensi yang ada pada diri peserta didik
karena pembelajaran adalah ruh dari pendidikan yang dibimbing oleh guru
profesional yang mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi
sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
5) Kepala Sekolah yang berhasil mampu menggerak seluruh unsur-unsur dan
warga sekolah serta masyarakat untu memiliki rasa tanggung jawab terhadap

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 11


tugasnya masing-masing dengan membangun kebersamaan yang apik dengan
lingkungan yang bersih, indah dan sehat.
6) Kurang aktifnya yayasan membantu dalam pembiayaan peningkatan sarana
dan prasarana sekolah.

2. Rekomendasi Operasional

1) Memiliki kebanggaan menjadi warga SMK Setih Setio 2 Muara Bungo,


Kabupaten Bungo jika dinilai memiliki potensi sebagai sekolah yang
berkembang.
2) Mulailah dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada (need
assesment) di sekolah, sebab setiap sekolah mempunyai masalah masing-
masing dan tidak sama dengan sekolah lain.

3. Selalu berkreasi dan berinovasi dan mencoba setiap peluang. Merangsang


warga sekolah terutama guru-guru dengan menciptakan kondisi yang
menyenangkan dan memberi tantangan-tantangan baru.
4. Mengawasi, mengevaluasi setiap kegiatan dan ada tindak lanjut.
5. Beri reward dan punishment yang adil serta berfikir logis dan tegas.

Best Practice SMK Setih Setio 2 Muara Bungo 12


DAFTAR PUSTAKA

Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana,


Depdiknas RI.

Abi Sujak, 2005. Kepemimpinan Kepala sekolah bahan pelatihan instruktur


kepala sekolah Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas RI.

Agung Utama. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Sebagai Strategi


Keunggulan Bersaing pada Era Globalisasi. Diunduh dari:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Agung%20Utama. 20
Januari 2014.

Depdiknas 2006 Rencana Pengembangan Sekolah, Direktorat Kependidikan,


Ditjen PMPTK Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Stndar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas RI

Direktorat Pembinaan PTK, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Pedoman


Kepala SMK Berprestasi 2014. Jakarta, Kemdikbud.
Iskandar Agung dan Yufridawati, 2013. Pengembangan Pola Kerja Harmonis
dan Sinergis antara Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas, Jakarta:
Penerbit Bestari Buana Murni, 2013

Permendiknas No 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan,


Depdiknas RI

Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses, Depdiknas RI

Petunjuk Teknis Analisis Standar Nasional Pendidikan yang diterbitkan BNSP

Usman, Husaini dan Nuryadin Eko Raharjo, Strategi Kepemimpinan


Pembelajaran Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013. Diunduh
dari: http: //www.
journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/download/1253/pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Yayasan ,diunduh pada hari kamis, 18 Juni 2015.

UURI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Depdiknas RI.