Vous êtes sur la page 1sur 34

PRAKTIK PROFESI NERS STASE KEPERAWATAN JIWA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


STIKES A. YANI YOGYAKARTA

Nama Mahasiswa : Ahcmad Sidiq


NPM : 3216031
Ruangan : Srikandi
Tanggal Praktik : 17 -29 April 2017

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. A DENGAN GANGGUAN PROSES


PIKIR: WAHAM DI WISMA SRIKANDI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA

A. IDENTITAS KLIEN
1. Nama : Nn.A 8. Pekerjaan : Tidak bekerja
2. Umur : 24 tahun 9. Tanggal masuk : 02-04-2017
3. Jenis kelamin : Perempuan 10. No. RM : 0054532
4. Status : Belum Menikah 11. Diagnosis medis : F.25.0
5. Agama : Islam 12. Penanggung jawab: Tn. S
6. Alamat :Kretek Bantul 13. Tanggal pengkajian: 23 April 2017
7. Pendidikan : SMK

B. ALASAN MASUK/FAKTOR PRESIPITASI


Pasien mengatakan melihat sesosok ular dan yang mempunyai ular tersebut
adalah mbah sumilah karena memiliki pesugihan, pasien melihat hal tersebut pada
saat sendiri setelah itu pasien merasa ketakutan dan menangis, pasien juga
mendengar suara apri tolong... saya lagi disiksa pada saat malam hari dan
terlebih suara itu muncul pada malam jumat dan respon pasien langsung
menangis ketakutan.

C. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Riwayat mengalami gangguan jiwa:
Ya Tidak
Alasan : Pasien mengatakan dirawat di rumah sakit jiwa kurang lebih 5 kali
pengobatan yaitu dimulai pada tahun 2012 alasanya karena pasien ditolak
untuk menikah dengan pacarnya yang bernama mas yudhi.
2. Pengobatan sebelumnya:
Berhasil Belum berhasil Tidak berhasil
Alasan : Pasien mengatakan selama ini pengobatannya tidak teratur, karena
setelah minum efeksampingnya bikin teler sehingga pasien tidak mau minum
obat.
3. Trauma:
Pernah Tidak
Trauma Usia Pelaku Korban Saksi
Aniaya fisik
Aniaya seksual
Penolakan 25 Yudhi Apri -
Kekerasan dalam keluarga
Tindakan kriminal

Alasan : Pasien mengatakan cintanya pernah ditolak oleh mas yudhi setelah
itu pasien merasa sedih dan depresi.

4. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa:


Ada Tidak
Hubungan keluarga:
Gejala:
Riwayat pengobatan:

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan:


Pasien mengatakan dirinya merasa sedih dan putus asa setelah cintanya
ditolak dan pasien juga merasa sedih karena ayahnya kurang perduli pada
keluarganya terutama pada dirinya karena ibunya pasien istri kedua dan
selama mempunyai anak istrinya tidak pernah diberi nafkah dan setelah
ayahnya meninggal keluarga pasien tidak mendapatkan warisan oleh ayahnya.

Masalah Keperawatan: Harga diri rendah

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. TD : 130/85 mmHg
2. HR : 96 x/menit
3. RR : 17 x/menit
4. S : 36.5 0C
5. TB : 155 cm
6. BB : 77 kg
7. Keluhan fisik: Ya Tidak
Yaitu:
Masalah Keperawatan:
E. PSIKOSOSIAL
1. Genogram (minimal 3 generasi ke atas)

24

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Laki-laki meningggal
: Perempuan meninggal
: Pasien
: Tinggal satu rumah
Keterangan : Pasien mengatakan tinggal bersama ibunya karena ayahnya
sudah meninggal dan kakaknya sudah pada berkeluarga, selama dirumah
pasien berkomunikasi dengan ibunya terkadang dengan kakaknya apabila
kakaknya main kerumah, akan tetapi pasien merasa sedih karena selama
dirinya dirawat dirumah sakit ibunya hanya tinggal sendiri dirumah.

Masalah Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

2. Konsep diri
a. Citra tubuh
Pasien mengatakan bagian tubuhnya yang kurang disukai yaitu giginya
karena pasien pernah kecelakaan dan giginya patah serta pasein merasa
malu dengan tubuhnya karena merasa gendut.
Pasien mengatakan bagian tubuh yang dia sukai adalah rambutnya karena
rambut itu adalah mahkota dan apabila rambutnya panjang dirinya merasa
lebih cantik.
b. Identitas diri
Pasien mengatakan merasa tidak puas dengan kondisinya saat ini karena
tidak bekerja.

c. Peran
Pasien mengatakan seorang anak perempuan dari 3 bersaudara. Pasien
mengatakan merasa tidak senang dengan kondisinya saat ini karena tidak
bisa membantu ibunya mencari uang karena ibunya mempunyai banyak
utang.

d. Ideal diri
Pasien mengatakan bahwa dirinya ingin sekali cepat sembuh, pasien juga
berkeinginan kuliah akan tetapi dengan kondisinya seperti ini dirinya
sadar bahwa tidak mungkin bisa kuliah akan tetapi walaupun dirinya tidak
dapat kuliah pasien ingin ponakannya dapat kuliah.

e. Harga diri
Pasien mengatakan merasa sedih dengan kondisinya seperti ini karena
tidak bisa membantu ibunya dirumah mencari uang pasien mengatakan
pasien sebelum dirinya dirawat di RSJ pasien bekerja dipabrik untuk
membuat week rambut dari hasil tersebut pasien dapat membantu
ekonomi dirumah.

Masalah Keperawatan: Harga diri rendah

3. Hubungan sosial
a. Orang terdekat/yang berarti:
Pasien mengatakan yaitu ibunya dan mbak atik karena penyemangat
hidupnya dan tempat curhat saat lagi sedih.

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat:


Pasien mengatakan saat berada kegiatan kelompok pasien merasa
dikucilkan dan pasien juga dilarang untuk keluar rumah oleh ibunya.

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain:


Pasien mengatakan memiliki hambatan saat berhubungan dengan orang
lain karena tidak boleh keluar, pasien juga merasa sedih pada saat bermain
tempat pakdenya pintu rumahnya langsung ditutup sehingga pasien juga
jarang berhubungan dengan orang lain.

Masalah Keperawatan: Harga diri rendah


4. Spiritual sebelum di RS
a. Nilai dan keyakinan:
Pasien mengatakan beragama islam.

b. Kegiatan Ibadah:
Pasien mengatakan saat berada dirumah pasien tidak pernah melakukan
shalat, selam berada dirumah sakit pasien melakukan shalat akan tetapi
bolong-bolong shalatnya pasien juga mengatakan apabila ada yang
mengingatkan untuk beribadah pasien langsung mengerjakan shalat.

Masalah Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

F. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak rapi
Penggunaan pakaian tidak sesuai
Cara berpakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan:
Pasien terlihat rapi dan rambut pasien terlihat terkucir rapi, mandi 1 hari 2 x,
selalu menggosok gigi sebelum mandi, penggunaan pakaian sudah sesuai
seragam RSJ wisma Srikandi, ganti baju 1 x sehari.

Masalah Keperawatan: tidak ada

2. Pembicaraan
Cepat Apatis
Keras Lambat
Gagap Membisu
Inkoheren Tidak mampu memulai pembicaraan

Jelaskan: Dalam hal pembicaraan pasien terlihat inkoheren dan nadanya


keras saat berbicara dengan perawat dalam setiap interaksi atau meminta
sesuatu, akan tetapi pasien mampu memulai pembicaraan.

Masalah Keperawatan: Risiko perilaku kekerasan


3. Aktivitas motorik
Lesu Tic
Tegang Grimace
Gelisah Tremor
Agitasi Kompulsif
Jelaskan: Pasien mengatakan setelah minum obat badannya terasa lesu,
gelisah dan mengantuk makanya setiap selesai minum obat pasien selalu tidur.
Pasien juga mengatakan merasa bosen minum obat disebabkan efeknya tidak
enak selalu bikin ngantuk.
Raut wajah terlihat tegang.
Masalah Keperawatan: Risiko Perilaku kekerasan

4. Alam perasaan
Sedih
Takut
Putus asa
Khawatir
Euphoria
Jelaskan:
Pasien mengatakan perasaan sangat sedih karena ibunya tinggal sendirian
dirumah, pasien juga merasa khawatir apabila ibunya meninggal dunia karena
hanya ibunya yang dia sayang dan harus tinggal sama siapa apabila ibunya
meninggal dunia.
Masalah Keperawatan : Harga diri Rendah

5. Afek
Datar
Tumpul
Labil
Tidak sesuai
Jelaskan: Ketika berbincang dengan Nn. A, pasien tidak menunjukkan
ekspresi senyum atau tertawa kecuali mendapat stimulus dari lawan bicara.
Pasien juga terlihat labil saat berbincang-bincang pasien apabila lagi senang
terlihat senang dan tiba-tiba mengatakan sedih karena tidak bisa bekerja.

Masalah Keperawatan: Risiko perilaku kekerasan


6. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan
Tidak kooperatif
Mudah tersinggung
Kontak mata kurang
Defensif
Curiga
Jelaskan: Selama proses interaksi pasien terkadang suaranya keras, dan
apabila tidak sependapat dengan pembicaraannya pasien langsung pergi
meninggalkan lawan pembicaraannya.

Masalah Keperawatan: Risiko perilaku kekerasan

7. Persepsi
Halusinasi:
Pendengaran
Penglihatan
Perabaan
Pengecapan
Penghidu
Jelaskan:
Pasien mengatakan sejak dirawat dirumah sakit pasien sudah tidak pernah
melihat sesosok ular dan mendengar suara-suara atau bisikan-bisikan suara
minta tolong.
Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah kepperawatan
8. Isi pikir
Obsesi
Phobia
Hipokondria
Depersonalisasi
Ide terkait
Pikiran magis
Waham:
Agama
Somatik
Kebesaran
Curiga
Nihilistik
Sisip pikir
Siar pikir
Kontrol pikir
Jelaskan: Pasien mengatakan bahwa waktu ayahnyamasih hidup adalah
seorang veteran yang berperang pada jaman rengas dengklok, dan ketika
ayahnya meninggal dunia memotong 1 ekor sapi untuk dibagikan seluruh
warga.
Pasien mengatakan bahwa ibunya meninggal dunia karena tidak pernah
menjenguk dirinya.
Masalah Keperawatan: gangguan proses pikir : waham

9. Proses pikir
Sirkumtansial
Tangensial
Kehilangan asosiasi
Flight of idea
Blocking
Pengulangan pembicaraan
Jelaskan: Saat dilakukan pengkajian, Nn. A saat dipertanyakan terkait tentang
ayahnya pasien menjawab berbelit-belit dan dapat menjawab akan tetapi bila
tidak sependapat pasien langsung pergi.
Masalah Keperawatan: gangguan proses pikir: waham

10. Tingkat kesadaran


Bingung
Sedasi
Stupor
Disorientasi waktu
Disorientasi orang
Disorientasi tempat
Jelaskan: Pasien mengatakan setelah minum obat rasanya ngantuk, cemas dan
gelisah.
Masalah Keperawatan:
11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang
Gangguan daya ingat jangka pendek
Gangguan daya ingat saat ini
Jelaskan: Nn. A mampu menceritakan riwayat dirinya sampai dengan masuk
RS, keluarganya, tempat tinggal, waktu, dan mampu mengenal orang.

Masalah Keperawatan: tidak ada masalah keperawatan

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung


Mudah beralih
Tidak mampu berkonsentrasi
Tidak mampu berhitung sederhana
Jelaskan: Nn. A kurang mampu berkonsentrasi dengan baik pada saat
dilakukan wawancara pasien terkadang suka berpindah pindah pertanyaan.
Saat dilakukan pengkajian perhitungan sederhanan pasien mampu menjawab
dengan baik dan tidak bingung saat diberi perhitungan yang sederhana seperti
penjumlahan dan pengurangan.

Masalah Keperawatan:

13. Kemampuan penilaian


Gangguan ringan
Gangguan bermakna
Jelaskan: Pasien mengatakan pada saat diberi pertanyaan mandi terlebih
dahulu mandi atau menggosok gigi pasien lebih memilih menggosok gigi
karena setelah giginya bersih terasa lebih nyaman baru setelah itu melakukan
aktivitas mandi.
Masalah Keperawatan: tidak ada masalah keperawatan

14. Daya tilik diri (insight)


Gangguan ringan
Gangguan bermakna
Jelaskan: Pasien mengatakan mengetahui kondisinya saat ini, pasien
mengetahui dirinya menagalami gangguan jiwa yakni mengalami bipolar atau
apabila merasa senang sampai berlebihan dan apabila merasa sedih sampai
berlebihan.
Masalah Keperawatan: tidak ada masalah keperawatan
G. KEBUTUHAN PERENCANAAN PULANG
Mandiri Bantuan
1. Makan
2. BAB/BAK
3. Mandi
4. Berpakaian/berhias
5. Penggunaan obat

Ya Tidak
6. Pemeliharaan Kesehatan
Perawatan lanjutan
Perawatan pendukung
7. Aktifitas di rumah
Mempersiapkan makanan
Menjaga kerapian rumah
Mencuci pakaian
Pengaturan keuangan
8. Aktivitas di luar rumah
Belanja
Transportasi
Lain-lain
9. Istirahat/tidur
Tidur siang lama: Pasien mengatakan tidur siang kurang lebih 1-2 jam
Tidur malam lama: Pasien mengatakan tidur malam sekitar 7-8 jam
Kegiatan sebelum/sesudah tidur:
Jelaskan : Pasien mengatakan aktivitas sebelum tidur pasien melakukan cuci
muka setelah itu membaca doa dan beristirahat pada malam hari, setelah
bangun tidur pasien langsung pergi kekamar mandi cuci muka dan mengambil
air wudhu untuk melakukan shalat shubuh dan mandi.

Masalah Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan


H. MEKANISME KOPING

Adaptif Maladaptif
Berbicara dengan orang lain Minum alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat
Teknik relaksasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olah raga Menciderai diri sendiri
Distraksi Lainnya
Lainnya ................................... ......................................

Jelaskan: Pasien sudah mampu berbicara dengan orang lain.


Masalah Keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


a. Masalah dengan dukungan kelompok: Pasien mengatakan terkadang ikut
pengajian dipesantren.

b. Masalah dengan lingkungan: Pasien mengatakan dirinya merasa sedih karena


dirinya tidak mempunyai teman dilingkungannya.

c. Masalah dengan pendidikan: Pasien mengatakan pendidikan terakhirnya


adalah SMK, pasien juga berkeinginan kuliah akan tetapi dengan kondisinya
seperti ini pasien tidak bisa mewujudkan impiannya ingin berkuliah.

d. Masalah dengan pekerjaan: Pasien mengatakan pernah bermasalah saat


bekerja di pabrik membuat week rambut pasien berkelahi dengan pegawainya
karena dibilang lulusan SMK kok bekerja ditempat seperti ini.

e. Masalah dengan perumahan: Pasien mengatakan tidak ada masalah, pasien


tinggal dirumah milik sendiri.

f. Masalah dengan ekonomi: Pasien mengatakan yang mencari nafkah untuk


keluarga adalah ibunya disebabkan ayahnya sudah meninggal dunia, pasien
mengatakan ibunya juga mempunyai banyak hutang.

g. Masalah dengan pelayanan kesehatan: Pasien mengatakan dalam masalah


pelayanan kesehatan pasien dan keluarga menggunakan jaminan kesehatan
berupa Kartu Indonesia Sehat. Jaraka ke sarana pelayanan kesehatan juga
cukup dekat.
Masalah Keperawatan: Harga diri rendah
J. KURANG PENGETAHUAN TENTANG:
Penyakit jiwa Faktor predisposisi
Koping Sistem pendukung
Penyakit fisik Obat-obatan
Lainnya
Jelaskan:
Masalah Keperawatan:

K. ASPEK MEDIS
Dx Medis : F 25.0
Axis I : F 25.0
Axis II : Mengarah Skizoid
Axis III : Tidak ada
Axis IV : Tidak ada
Axis V : 51-60

Terapi Medis:
No Obat Dosis Jadwal Indikasi Efek Samping Kontra
Indikasi
1 Risperidone 1/2 Jam Psikosis Pusing, Wanita
mg 07.00 akut dan mengantuk, hamil,ganguan
dan kronik, mual, gelisah, jantung, ginjal,
jam mania. gangguan hati dan
17.30 pencernaan, penyakit
gemetar, atau diabetes
gelisah, sulit melitus.
tidur, detak
jantung cepat
2 Depacote 500 Jam Parkinson, Mulut kering, Hipersensifitas
mg 07.00 gangguan penglhatan terhadap
dan ekstrapiram kabur, pusing, glaukoma sudut
jam idal, SSP cemas, tertutup, peptic
17.30 konstipasi, ulcer
retensi urine,
takikardi, TD

3 Clozapin 100 Jam Pasien Mengantuk, Gangguan


mg 07.00 skizoprenia pusing, sakit fungsi sumsum
dan yang tidak kepala, tulang, epilepsi
jam responsif, hipersalivasi, tak terkontrol,
17.30 atau penglihatan koleps pada
intoleran kabur, sirkulasi darah,
dengan takikardi. gagal ginjal
neoroleptik atau gagal
klasik. jantung.

Pemeriksaan penunjang: hasil laboratorium tgl 4 April 2017


HASIL PEMERIKSAAN
Kategori Nama Pemeriksaan Item Batas Normal Hasil
Pemeriksaan
Kimia Darah Faal hati SGOT < 31 IU/L 11.4
Faal hati SGPT < 32 IU/L 8.2
Faal ginjal Ureum 10-50 mg/dl 16
Faal ginjal Kreatinin 0.5-0.9 mg/dl 0.73
Glukosa GDS < 140 115
Hematologi Pemeriksaan Hemoglobin 12-16 gr/dl 12.3
penyaring
Pemeriksaan Leukosit 5-11 6.5
penyaring ribu/mmk
Pemeriksaan KED 0-15 mm/jam 6.2
penyaring
Hitung jenis leukosit Eusinofil 1-4 % 6
Hitung jenis leukosit Basofil 0-1 % 0
Hitung jenis leukosit Netrofil batang 2-5 % 0
Hitung jenis leukosit Netrofil 36-66 % 75
Segmen
Hitung jenis leukosit Limfosit 22-40 % 38
Hitung jenis leukosit Monosit 4-8 % 4
Pemeriksaan Eritrosit 4.5-5.5 4.30
tambahan juta/mmk
Pemeriksaan Hematokrit 40-50 % 35.1
tambahan
Pemeriksaan Trombosit 150-450 275
tambahan ribu/mm
L. TAHAPAN PENANGANAN KLIEN
a. Skor
No Variabel Skor

1 Menciderai diri/orang lain 16


2 Komunikasi 0
3 Interaktif social 0
4 ADL :
Makan 3
Mandi 3
Berpakaian 3
5 Tidur/istirahat 3
6 Pengobatan oral/ injeksi 3
7 Aktifitas terjadwal
Makan 7
Mandi 7
Berpakaian 7

Jumlah skor total 52

1. Skor kategori : II
2. Tahapan penanganan : Pemeliharaan (maintenance)
fase
3. Tujuan pengobatan : Kembalinya kondisi pasien (recovery)
4. Intervensi : Penguatan dan dukungan pada respon koping
keperawatan adaptif pasien dan advokasi
5. Hasil yang : Meningkatnya fungsi dari pasien
diharapkan
ANALISA DATA

NO DATA PROBLEM
1 Ds : Gangguan proses pikir:
- Pasien mengatakan bahwa waktu ayahnya Waham
masih hidup adalah seorang veteran yang
berperang pada jaman rengas dengklok.
- Pasien mengatakan ketika ayahnya
meninggal dunia memotong 1 ekor sapi
untuk dibagikan ke seluaruh warga.
- Pasien mengatakan bahwa ibunya
meninggal dunia karena tidak pernah
menjenguk dirinya.

Do :
- Dalam hal pembicaraan pasien terlihat
inkoheren.
- Pasien juga terlihat labil saat berbincang-
bincang pasien apabila lagi senang terlihat
senang dan tiba-tiba mengatakan sedih
karena tidak bisa bekerja.
- Saat dilakukan pengkajian, Nn. A saat
dipertanyakan terkait tentang ayahnya
pasien menjawab berbelit-belit dan dapat
menjawab akan tetapi bila tidak
sependapat pasien langsung pergi.

2 Ds: Harga diri rendah


- Pasien mengatakan bagian tubuhnya yang
kurang disukai yaitu giginya karena pasien
pernah kecelakaan dan giginya patah serta
pasein merasa malu dengan tubuhnya
karena merasa gendut.
- Pasien mengatakan merasa tidak puas
dengan kondisinya saat ini karena tidak
bekerja.
- Pasien mengatakan merasa tidak senang
dengan kondisinya saat ini karena tidak
bisa membantu ibunya mencari uang
karena ibunya mempunyai banyak utang.
- Pasien mengatakan merasa sedih dengan
kondisinya seperti ini karena tidak bisa
membantu ibunya dirumah mencari uang
pasien mengatakan pasien sebelum dirinya
dirawat di RSJ pasien bekerja dipabrik
untuk membuat week rambut dari hasil
tersebut pasien dapat membantu ekonomi
dirumah.
- Pasien mengatakan saat berada kegiatan
kelompok pasien merasa dikucilkan dan
pasien juga dilarang untuk keluar rumah
oleh ibunya.
- Pasien mengatakan dirinya merasa sedih
karena dirinya tidak mempunyai teman
dilingkungannya.
- Pasien mengatakan memiliki hambatan
saat berhubungan dengan orang lain
karena tidak boleh keluar, pasien juga
merasa sedih pada saat bermain tempat
pakdenya pintu rumahnya langsung
ditutup sehingga pasien juga jarang
berhubungan dengan orang lain.

Do:
- Ekpresi wajah pasien terlihat sedih.
- Pasien terlihat sering putus asa saat
berbincang-bincang

3 Ds: Risiko perilaku kekerasan


- Pasien mengatakan merasa jengkel dan
ingin marah karena ibunya tidak
menjenguknya.

Do:
- Selama proses interaksi pasien terkadang
suaranya keras, dan apabila tidak
sependapat dengan pembicaraannya pasien
langsung pergi meninggalkan lawan
pembicaraannya.
- Aura wajahnya terlihat tegang
- Pasien terlihat labil
- Pasien terlihat inkoheren dan nadanya
keras saat berbicara dengan perawat dalam
setiap interaksi atau meminta sesuatu.
RENCANA KEPERAWATAN

No DX. Keperawatan Tujuan Intervensi


1 Gangguan proses Tindakan Psikoterapeutik
TUM :
pikir: Waham 1. Bina hubungan saling percaya.
Setelah dilakukan tindakan 2. Adakan kontak sering dan singkat secara
keperawatan, diharapkan klien bertahap.
mampu berpikir sesuai realitas 3. Observasi tingkah laku klien.
(waham teratasi). 4. Tanyakan keluhan yang dirasakan klien.
TUK: 5. Lakukan strategi pelaksanaan
psikoterapeutik:
Setelah melakukan interaksi dengan
klien selama interaksi, diharapkan SP I
klien mampu berpikir sesuai realita 1. Identifikasi tanda dan gejala waham.
(waham teratasi) dengan kriteria 2. Bantu orientasi realitas: Panggil nama, orientasi
hasil: waktu, orang dan tempat/lingkungan.
3. Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak
a. Klien dapat membina hubungan
terpenuhi.
saling percaya dengan perawat,
4. Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang
klien dapat mengidentifikasi
realistis.
tanda dan gejala waham, klien
5. Masukan pada jadual kegiatan pemenuhan
berorientasi berdasarkan realita,
kebutuhan.
klien dapat memenuhi
kebutuhannya yang realistis.
b. Klien dapat mempraktikan dan SP IV
memasukkan kegiatan minum 1. Evaluasi kegiatan pemenuhan kebutuhan
obat yang baik dalam jadwal pasien,kegiatan yang telah dilatih, dan minum
harian. obat Berikan pujian.
c. Klien dapat mempraktikan dan 2. Diskusikan kebutuhan lain dan cara
memasukkan kegiatan yang memenuhinya.
melatih kemampuan dalam 3. Diskusikan kemampuan yang dimiliki dan
jadwal harian. memilih yang akan dilatih. Kemudian latih.
d. Klien dapat mempraktikan dan 4. Masukkan pada jadwal pemenuhan kebutuhan,
memasukkan kemampuan yang kegiatan yang telah dilatih, minum obat.
dimiliki dalam jadwal harian.

SP III
1. Evaluasi kegiatan pemenuhan kebutuhan pasien
dan berikan pujian.
2. Diskusikan kemampuan yang dimiliki.
3. Latih kemampuan yang dipilih, berikan pujian.
4. Masukkan pada jadwal pemenuhan kebutuhan
dan kegiatan yang telah dilatih.

SP IV
1. Evaluasi kegiatan pemenuhan kebutuhan pasien,
kegiatan yang dilakukan pasien dan berikan
pujian.
2. Jelaskan tentang obat yang diminum (6 benar:
jenis, guna, dosis, frekuensi, cara, kontinuitas
minum obat) dan tanyakan manfaat yang
dirasakan pasien.
3. Masukkan pada jadwal pemenuhan kebutuhan,
kegiatan yang telah dilatih dan obat.
2 Harga diri rendah Tindakan Psikoterapeutik
TUM :
1. Bina hubungan saling percaya.
Setelah dilakukan tindakan
2. Adakan kontak sering dan singkat secara
keperawatan, klien dapat melakukan
bertahap.
keputusan yang efektif untuk
mengendalikan situasi kehidupan 3. Observasi tingkah laku klien.
yang dapat menurunkan perasaan 4. Tanyakan keluhan yang dirasakan klien.
rendah diri 5. Lakukan strategi pelaksanaan
psikoterapeutik:
TUK:
Setelah melakukan interaksi dengan SP I
klien selama interaksi, diharapkan 1. Mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki
klien dapat melakukan keputusan pasien
yang efektif untuk mengendalikan 2. Membantu menilai kemampuan pasien yang
situasi kehidupan dengan kriteria masih dapat digunakan
hasil: 3. Membantu pasien memilih kegiatan akan
a. Klien dapat mengidentifikasi dilatih sesuai dengan kemampuan pasien
kemampuan dan aspek positif 4. Melatih pasien ,melakukan kegiataan yang
yang dimiliki dipilih sesuai kemampuan
b. Klien dapat menilai kemampuan 5. Membimbing pasien dalam jadwal kegiatan
yang dimiliki untuk dilaksanakan harian.
c. Klien dapat (menetapkakan) SP II
merencanakan kegiatan sesuai 1. Memvalidasi masalah dan latihan
dengan kemampuan yang sebelumnya
dimiliki 2. Melatih kegiatan ke dua yang dipilih sesuai
d. Klien dapat melakukan kegiatan dengan kemampuan
sesuai kondisi dan 3. Membimbing pasien memasukkan ke dalam
kemampuannya jadwal harian.
e. Klien dapat mengidentifikasi
kemampuan dan aspek positif
yang dimiliki
f. Klien dapat memanfaatkan
system pendukung yang ada
3 Risiko pewrilaku TUM : Terapi Psikoterapeutik
kekerasan Setelah dilakukan tindakan Klien
keperawatan, klien tidak melakukan 1. Bina hubungan saling percaya
tindakan kekerasan, baik pada orang 2. Adakan kontak sering dan singkat secara
lain, diri sendiri, lingkungan, maupun bertahap
kekerasan secara verbal. 3. Observasi tingkah laku klien resiko perilaku
kekerasannya
TUK: 4. Tanyakan keluhan yang dirasakan klien
Setelah melakukan interaksi dengan 5. Diskusikan dengan klien tentang resiko
klien interaksi, klien dapat mengenal perilaku kekerasannya meliputi:
lebih awal tanda-tanda akan terjadi
perilaku kekerasan dengan kriteria SP I
hasil : 1. Identifikasi penyebab, tanda & gejala, PK yang
a. Klien dapat dapat membina dilakukan, akibat PK.
hubungan saling percaya dengan 2. Jelaskan cara mengontrol PK: fisik, obat, verbal,
perawat. spiritual.
b. klien dapat mengidentifikasi 3. Latihan cara mengontrol PK secara fisik: tarik
penyebab perilaku kekerasan, nafas dalam dan pukul kasur dan bantal.
dapat mengidentifikasi tanda dan 4. Masukan pada jadwal kegiatan untuk latihan
gejala perilaku kekerasan, fisik.
mengidentifikasi akibat perilaku
kekerasan, menyebutkan cara SP II
mengontrol perilaku kekerasan. 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik. Beri pujian.
c. klien dapat mempraktikan dalam 2. Latih cara mengontrol PK dengan obat (jelaskan
mengontrol perilaku kekerasan 6 benar: jenis, guna, dosis, frekuensi, cara,
dengan tarik nafas dalam dan kontinuitas minum obat).
pukul bantal. 3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan
d. Klien dapat mengontrol emosi fisik dan minum obat.
dengan minum obat.
e. Klien dapat mengendalikan SP III
mengontrol emosi dengan 1. Evaluasi kegiatan latihan fisik & obat. Beri
dengan cara verbal. pujian.
f. Klien dapat mengendalikan 2. Latih cara mengontrol PK secara verbal (3 cara,
mengontrol emosi dengan cara yaitu: mengungkapkan, meminta, menolak
spiritual dengan benar).
3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan
fisik, minum obat dan verbal.

SP IV
1. Evaluasi kegiatan latihan fisik, obat & verbal.
Beri pujian.
2. Latih cara mengontrol PK dengan spiritual
3. Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan
fisik, minum obat, verbal dan spiritual.
CATATAN PERKEMBANGAN

Hari Pertama: Selasa, 25 April 2017

No Diagnosa Waktu Implementasi Evaluasi Paraf


1 Gangguan proses 09.00 1. Membina hubungan saling S: Sidiq
pikir: Waham percaya dengan pasien - Nn. A mengatakan bersedia untuk
dengan menggunakan berbincang-bincang.
komunikasi terapeutik. - Nn.A mengatakan lebih suka
09.02 2. Melakukan kontrak waktu dipanggil mbk A.
09.03 3. Mengidentifikasi tanda dan - Pasien mengatakan bersedia untuk
gejala waham. melakukan bincang-bingcang
4. Memberikan reinformen selam 15 menit.
positif - Pasien mengatakan bahwa ayah
09.10 5. Membantu orientasi realita: pasien adalah seorang veteran di
Panggil nama, orientasi zaman rengas dengklok.
waktu, orang dan - Pasien mengatakan pada saat
tempat/lingkungan. ayahnya meninggal keluarga
09.11 6. Membantu pasien memotong seekor sapi dan
memenuhi kebutuhannya diberikan ke seluruh warga.
yang realistis. - Pasien mengatakan mengerti
bahwa dirinya sedang dirawat di
rumah sakit jiwa.
- Pasien mengatakan bahwa dirinya
ingin sekali bekerja diluar negeri
untuk membantu kebutuhan
ekonomi keluarganya.
O:
- Pasien terlihat selalu berobsesi
ingin bekerja diluar negeri untuk
membantu kebutuhan ekonomi
keluarganya.
- Kontak mata baik dan mampu
menatap lawan bicaranya
- Pasien mampu menyebutkan
nama, waktu, tempat, dan berada
dilingkungan RSJ grahsia.
- Pasien masih mempertahankan
persepsinya bahwa ayahnya
adalh seorang veteran dan
sewaktu meninggal dunia
menyembelih sapi 1 ekor dan
diberikan ke seluruh warga.
- Saat dibalikkan kerealita tentang
kondisi ayahnya pasien terlihat
kurang menerima dan pergi
meninggalkan perawat setelah itu
kembali lagi dengan berkata
kalau tidak percaya ya sudah.

A: masalah belum teratasi (SP I)


- Pasien masih berpersepsi bahwa
ayahnya adalah seorang veteran
dizaman rengas dengklok.
- Pasien masih beranggapan
bahwa sewaktu ayahnya
meninggal memotong seekor
sapi dan dibagikan keseluruh
masyarakat
P: lanjutkan intervensi :
- Ulangi SP 1 (Membantu Orientasi
Realita)

Harga diri rendah


2 1. Membina hubungan S:
- Pasien mengatakan merasa sedih
saling percaya dengan
karena tidak bekerja
pasien dengan
- Pasien mengatakan tidak senang
menggunakan
dengan kondisi giginya yang depan
komunikasi terapeutik.
patah.
2. Melakukan kontrak
- Pasien mengatakan merasa malu
waktu selama 15 menit
dengan tubuhnya karena merasa
3. Menanyakan keluhan
gendut dan tidak terlihat cantik.
pasien
- Pasien mengatakan Pasien
4. Mengidentifikasi aspek
positif yang dimiliki mengatakan merasa tidak puas
dengan kondisinya saat ini karena
pasien
tidak bekerja.
5. Membantu menilai
- Pasien mengatakan merasa tidak
kemampuan pasien yang
senang dengan kondisinya saat ini
masih dapat digunakan
karena tidak bisa membantu ibunya
6. Membantu pasien
mencari uang karena ibunya
memilih kegiatan akan
mempunyai banyak utang.
dilatih sesuai dengan
- Pasien mengatakan dirinya pernah
kemampuan pasien
bekerja di pabrik untuk membuat
7. Melatih pasien
week.
melakukan kegiataan - Pasien mengatakan kemampuan
yang dipilih sesuai klien selama dibangsal yang dapat
kemampuan digunakan adalah bersih-bersih.
8. Membimbing pasien - Pasien mengatakan menyukai hal-
dalam jadwal kegiatan hal seperti menulis lagu dan
harian. bernyanyi.
O:
- Pasien terlihat sedih saat tidak
dapat bekerja dan membantu
ekonomi keluarga.
- Pasien mampu melakukan kegiatan
bersih-bersih seperti menyapu dan
memberishkan meja makan.
- Pasien terlihat senang saat dibantu
menulis lagu-lagu yang dia sukai.
- Membimbing klien untuk membuat
jadwal kegiatan harian.
A: masalah teratasi sebagian
- Pasien sudah mampu memilih
kegiatan yang dia miliki yang
masih dapat digunakan.
- Pasien sudah mengerti cara
memasukan jadwal kegiatan harian
P: Lanjutkan intervensi (SP II)
Hari kedua: 26 April 2017
No Diagnosa Waktu Implementasi Evaluasi Paraf
1 Gangguan proses 09.40 1. Membina hubungan saling S: Sidiq
percaya dengan pasien - Pasien mengatakan bersedia untuk
pikir: waham
dengan menggunakan melakukan bincang-bingcang
komunikasi terapeutik. selam 15 menit.
09.41 2. Mengobservasi perasaan - Pasien mengatakan perasaannya
klien hari ini senang.
09.42 3. Menjelaskan tujuan - Pasien mengatakan bahwa ayah
pertemuan pasien adalah seorang veteran di
09.43 4. Mengkaji keluhan yang zaman rengas dengklok.
dirasakan klien - Pasien mengatakan ayahnya
5. Memberikan reinformen menikah 2 kali akan tetapi
positif ayahnya lebih sayang kepada
09.44 6. Membantu orientasi realita: istrinya yang pertama.
Panggil nama, orientasi - Pasien mengatakan bahwa
waktu, orang dan ayahnya orang kaya akan tetapi
tempat/lingkungan. setelah ayahnya meninggal ibunya
09.47 7. Mendiskusikan kebutuhan tidak diberi warisan sedikitpun
pasien yang tidak terpenuhi. oleh ayahnya.
09.50 8. Membantu pasien - Pasien mengatakan tidak pernah
memenuhi kebutuhannya kebutuhannya terpenuhi seperti
yang realistis. minta sesuatu seperti hp iphone,
09.55 9. Memasukan kejadwal laptop, sepeda motor dan yang
kegiatan harian lain-lain.
10. Melakukan kontrak waktu
kembali. O:
- Kontak mata baik dan mampu
menatap lawan bicaranya.
- Saat diberikan orientasi realita
tentang ayahnya pasien terlihat
menolak bahwa ayahnya tidak
sayang kepada ibunya dan
ayahnya adalah seorang veteran.
- Pasien masih mempertahankan
persepsinya bahwa ayahnya
adalh seorang veteran dan
sewaktu meninggal dunia
menyembelih sapi 1 ekor dan
diberikan ke seluruh warga.
- Pasien terlihat sudah mengerti
setelah diberi realita bahwa
keinginan membeli sesuatu yang
berlebihan itu tidak baik dan
hanya menyusahkan orang
tuanya.
- Pasien bersedia diberikan jadwal
kegiatan harian.

A: masalah teratasi sebagian:


- Pasien terlihat sudah mengerti
setelah diberi realita bahwa
keinginan membeli sesuatu yang
berlebihan itu tidak baik dan
hanya menyusahkan orang
tuanya.
P: lanjutkan intervensi :
- Ulangi SP 1 (Membantu
Orientasi Realita) tentang
kondisi ayahnya.

2 Harga diri rendah 1. Membina hubungan S: Sidiq


- Pasien mengatakan bersedia
saling percaya dengan
melakukan bincang-bincang selama
pasien dengan
15 menit
menggunakan
- Pasien mengatakan sudah
komunikasi terapeutik.
melakukan jadwal kegiatan harian.
2. Melakukan kontrak
- Pasien mengatakan merasa sedih
waktu selama 15 menit
hari ini pasien ingin segera pulang
3. Menanyakan keluhan
dan ingin bisa bekerja dan
pasien
membantu ekonomi keluarganya.
4. Mengidentifikasi aspek
- Pasien mengatakan ingin menulis
positif yang dimiliki
tentang musik atau lagu.
pasien
- Pasien mengatakan merasa malu
5. Membantu menilai
badannya besar takut bila tidak ada
kemampuan pasien yang
masih dapat digunakan cowok yang mau sama dirinya.
6. Membantu pasien O:
memilih kegiatan akan - Pasien terlihat senang setelah
dilatih sesuai dengan melakukan kegiatan menulis lagu
kemampuan pasien kesukaaanya.
7. Melatih pasien - Pasien sudah melakukan kegiatan
melakukan kegiataan yang ddia miliki pada saat ini yaitu
yang ke 2 bersih-bersih.
8. Membimbing pasien - Pasien terlihat mengambilin jatah
dalam jadwal kegiatan makanan temennya walaupun
harian. setiap kali dingatkan nanti dapat
9. Melakukan kontrak gemuk dan tidak baik mengambil
waktu kembali untuk makanan temennya.
kegiatan selanjutnya
A: masalah teratasi sebagian
- Pasien sudah mampu memilih
kegiatan yang dia miliki yang
masih dapat digunakan.
P: Lanjutkan intervensi (SP II)
- Melakukan kegiatan selanjutnya
Hari ketiga: Kamis, 27 April 2017
No Diagnosa Waktu Implementasi Evaluasi Paraf
1 Gangguan proses 08.20 1. Membina hubungan saling S: Sidiq
percaya dengan pasien - Pasien mengatakan bersedia untuk
pikir: waham
dengan menggunakan melakukan bincang-bingcang
komunikasi terapeutik. selam 15 menit.
08.21 2. Mengobservasi perasaan - Pasien mengatakan perasaannya
klien hari sedih karena belum dijenguk
08.22 3. Menjelaskan tujuan oleh ibu.
pertemuan - Pasien mengatakan bahwa ayah
08.23 4. Mengkaji keluhan yang memang seorang veteran dan
dirasakan klien kalau seandainya tidak percaya ya
5. Memberikan reinformen sudah.
positif
08.25 6. Membantu orientasi realita: O :
Panggil nama, orientasi - Kontak mata baik dan mampu
waktu, orang dan menatap lawan bicaranya.
tempat/lingkungan. - Pasien masih tetap berpersepsi
08.33 7. Memasukan kejadwal bahwa ayahnya seorang veteran.
kegiatan harian - Pasien belum mampu
08.35 8. Melakukan kontrak waktu dikembalikan kerealita tentang
kembali. kondisi realita ayhnya.
- Pasien bersedia diberikan jadwal
kegiatan harian.

A: masalah belum teratasi:


- Pasien mengatakan bahwa
ayahnya seorang veteran pada
zaman rengas dengklok.
- Pasien belum mampu
dikembalikan kerealita ayahnya.
P: lanjutkan intervensi :
Ulangi SP 1 (Membantu Orientasi
Realita) tentang kondisi ayahnya.

2 Harga diri rendah 1. Membina hubungan S: Sidiq


- Pasien mengatakan bersedia
saling percaya dengan
melakukan bincang-bincang
pasien dengan
- Pasien mengatakan merasa sedih
menggunakan
karena belum bisa pulang dan ingin
komunikasi terapeutik.
sekali bekerja
2. Melakukan kontrak
- Pasien mengatakan selalu
waktu selama 15 menit
melakukan kegiatan harian seperti
3. Menanyakan keluhan
membersihkan tempat tidur,
pasien
membersih tempat makan dan
4. Mengidentifikasi aspek
positif yang dimiliki menyapu selesai makan.
pasien O:
5. Membantu menilai - Pasien terlihat sedih saat belum
kemampuan pasien yang bisa pulang.
masih dapat digunakan - Pasien mengatakan sudah mengerti
6. Membantu pasien setelah diberi bimbingan bahwa
memilih kegiatan akan harus fokus dulu dengan kesehatan
dilatih sesuai dengan jiwanya setelah itu baru kalau
kemampuan pasien sudah sehat jiwanya mikir kedunia
7. Melatih pasien kerja.
melakukan kegiataan - Kontak mata baik
yang dipilih sesuai - Pasien sudah mamapu melakukan
kemampuan
8. Membimbing pasien kegiatan harian.
dalam jadwal kegiatan
harian. A: masalah teratasi sebagian
- Pasien sudah mampu memilih
kegiatan yang dia miliki yang
masih dapat digunakan.
- Pasien selalu melakukan kegiatan
harian yang sudah dijadwalkan
P: Lanjutkan intervensi (SP II)
- Bimbing klien untuk selalu
melakukan kegiatan harian yang
sesuai kemampuan

3 Risiko perilaku 10.15 1. Membina hubungan saling S: Sidiq


percaya dengan pasien - Pasien mengatakan merasa kesal
kekerasan
dengan menggunakan karena ibunya tidak datang
komunikasi terapeutik. menjenguk dirinya.
10.16 2. Melakukan kontrak waktu - Pasien mengatakn bersedia
untuk berbincang-bincang berbincang-bincang selama 15
10.17 3. Mengobservasi perasaan menit.
klien - Pasien mengatakan merasa lebih
10.18 4. Menjelaskan tujuan nyaman setelah melakukan tarik
pertemuan nafas dalam.
5. Memberikan reinformen
positif O:
10.20 6. Mengidentifikasi penyebab, - Pasien mengatakan bersedia
tanda & gejala, PK yang untuk melakukan kegiatan tarik
dilakukan, akibat PK. nafas dalam.
10.24 7. Menjelaskan cara - Pasien terlihat tegang
mengontrol PK: fisik, obat, - Pasien terlihat mondar-mandir
verbal, spiritual. - Pasien terlihat marah-marah
10.25 8. Melatih cara mengontrol perawatnya karena merasa
PK secara fisik: tarik nafas ibunya tidak di sms untuk datang
dalam dan pukul kasur dan menjenguk dirinya.
bantal. - Pasien terlihat tidak tenang
10.30 9. Memasukan jadwal perilakunya.
kegiatan untuk latihan fisik. - Pasien bersedia untuk belajar
10.30 10. Melakukan kontrak waktu. cara mengontrol perilaku
kekerasan dengan minum obat.
A: masalah teratasi:
- Pasien sudah mampu melakukan
tarik nafas dalam.
P: Lanjutkan intervensi:
- Melanjutkan SP II tentang
pemberian obat atau 5 benar
obat.