Vous êtes sur la page 1sur 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

B DENGAN THYPOID
DIRUANG MAWAR RSUD SOESILO SLAWI

Disusun Oleh :

SUSANTO ADI.S
C 1008078

PROGRAM STUDY S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI MANDALA HUSADAJln.
Cut Nyak Dien, Kalisapu No. 16 Slawi
2010/2011
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TUAN B DENGAN THYPOID
DIRUANG MAWAR RSUD SOESILO SLAWI

Nama perawat : Susanto

Pengkajian : Thypoid

Ruang : Mawar

Tanggal Pengkajian : 21 Mei 2010

1). Identitas Pasien

Nama : Tn. B

Umur : 50 Tahun

Agama : Islam

Pendidikan : SMP (pendidikan terakhir)

Pekerjaan : Wiraswasta

Suku : Jawa

Bangsa : Indonesia

Alamat : Bumijawa

Diagnosa Medis : Thypoid

No registrasi : 00124321

Tanggal Masuk : 20 Mei 2010

2). Identitas penanggung jawab

Nama : Ny. F

Umur : 37 Tahun

Alamat : Bumijawa

Pekerjaan : staff Manager

Hubungan : Anak Kandung

Diterima dari : diantar anak kandung pasien


Riwayat keperawatan / kesehatan :

1). Keluhan utama

Pasien mengatakan badanya panas.

2). Riwayat kesehatan / keperawatan sekarang.

Sebelum dibawa ke rumah sakit pasien merasakan badanya panas dan sakit perut.hal ini sudah
diderita pasien selama satu minggu, akhirnya pasien dibawa kerumah sakit.saat pengkajian pasien
mengatakan mual-mual,tidak nafsu makan,pusing dan sakit perut.Badanya berkeringat karena
panas .Suhu 400C .BAB 4 X sehari dengan konsistensi cair.

3). Riwayat kesehatan / keperawatan masa lalu.

Pasien mengatakan sudah sering mengalami mual-mual, pasien mengatakan pernah memakai
obat tradisional berupa kunyit yang dihaluskan dan diminum dicampur dengan madu dan pasien juga
menggunakan obat warung, promag dengan aturan dosis 2x sehari, dengan cara pemakaian diminum
sebelum makan.Pasien mengatakan penah mengalami mual-mual dan demam tinggi 6 bulan yang lalu
dan pernah dirawat dirumah sakit kardinah selama satu minggu, kemudian pasien pulang dengan
kondisi sehat.

4). Riwayat kesehatan / keperawatan keluarga

Pasien mengatakan didalam keluarganya tidak ada penyakit keturunan dan penyakit menular
seperti diabetes mellitus dan TBC.

5). Riwayat kesehatan lingkungan

Pasien dirawat diruang mawar.terdapat 4 pasien dalam ruangan tersebut.disekitar kamar


pasien banyak terdapat sampah yang berserakan seperti plastik permen dan bungkus makanan yang
dibuang pengunjung.kamar mandi terlihat sangat kotor karena belum dibersihkan.

6). Riwayat Psikososial

Pasien mengatakan sebelum sakit pasien sering mengikuti kegiatan gotong royong, kerja
bakti, bergaul dengan masyarakat juga sering dilakukannya, mengikuti pengajian, sering mengikuti
ronda malam dan kadang mengisi kuliah subuh. Selama sakit pasien tidak bisa mengikuti semua
kegiatan.

POLA FUNGSI KESEHATAN

1). Pola pesepsi dan pemeliharaan kesehatan

Pasien mengatakan kesehatan adalah nomer satu, sehat itu bisa segalanya, akan tetapi pasien
kurang tahu betul bagaimana cara menjaga keshatan agar penyakitnya tidak kambuh lagi, pasien
mengkonsumsi rokok 6 batang dalam satu hari, pasien tidak mengkonsumsi obat obatan dan alkohol,
pasien alergi pada telor, bila pasien memakan telor muncul gatal-gatal diseluruh tubuh.
2). Pola Aktifitas latihan

Sebelum sakit pasien menata diri dan beraktifitas dalam sehari hari masih mampu
melaksanakannya dengan sendiri, akan tetapi selama pasien sakit hanya aktivitas ADL dan keluar
ruangan saja yang masih dibantu orang lain atau dibantu menggunakan alat bantu untuk berjalan,
karena kondisi pasien lemas.

3). Pola nutrisi dan metabolik

Sebelum pasien sakit pasien mampu makan 3x sehari,minum 8 gelas setiap hari dan olah raga
hampir setiap hari pasien lakukan, selama pasien sakit pasien hanya mampu makan 1x dalam sehari
hanya habis 1/3 porsi, dan minum hanya 2 gelas dalam satu hari, berat badan pasien sejak 1 minggu
yang lalu berkurang dari 65 Kg menjadi 61 Kg, pasien mengatakan sakit dalam menelan
makanan.pasien mengatakan badanya lemas sekali.

4). Pola Eliminasi

Sebelum sakit pasien mengatakan buang air kecil 5-6 x dalam sehari dengan bau yang khas
dan untuk BAK tidak ada keluhan.sebelum sakit BAB pasien 1x dalam sehari dengan konsistensi
lunak, berwarna kuning dan berbau khas. selama pasien sakit pasien BAK 6-7x dalam sehari dengan
warna putih,BAB 4x sehari dengan konsistensi cair tidak berbentuk.

5). Pola istirahat dan tidur

Sebelum sakit pasien mampu tidur 7 jam dalam satu hari, namun pasien tidak suka tidur siang
dikarenakan pekerjaannya yang harus pasien jalani dari pagi sampai sore,selama sakit pasien sering
mengeluh dikarenakan demam tinggi,pasien juga sering mual-mual, dan sakit kepala pada bagian
depan, jumlah jam tidur pasien hanya 4 jam dalam sehari, namun pada tengah malam hari pasien
sering bagun karena nyeri pada perutnya, sehabis tidur pasien sering mengeluh pusing dan terlihat
lingkaran hitam di sekitar mata.ketika ditanya perawat pasien terlihat mengantuk.

6). Pola kognitif pesepsi

Pasien mengatakan masih sadar, dapat berkomunikasi 2 arah, dapat menjawab pertanyaan
perawat, dapat melihat dengan jelas dan dapat mencium bau masakan.

7). Pola interaksi dan koping terhadap stress

Pasien mengatakan sebelum atau selama sakit bila pasien mendapat masalah, pasien sering
menceitakan kepada anaknya.

8). Persepsi diri atau konsep diri

Sebelum sakit pasien tidak pernah memikirkan efek dari penyakit nya, akan tetapi selama
sakit Pasien pasien merasa minder karena tidak bisa mencari nafkah utuk keluargannya, dan
terkadang pasien merasa cemas dan gelisah disaat pasien demam.
9). Pola sexual dan reproduksi

Sebelum sakit pasien mengatakan pola seksual pasien masih melakukannya satu minggu
sekali dengan istrinya, dan masih mengalami kepuasan, Selama pasien sakit pasien tidak bisa
melakukan hubungan seksual dengan istrinya.

10). Pola nilai dan keyakinan

Pasien mengatakan pasien beragama islam sebelum dan selama pasien sakit tidak ada
pantagan dalam agamanya dan juga pasien mengatakan apapun cobaan yang menimpa nya pasien
akan mencoba untuk tabah dan bersabar serta menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.sebelum
sakit pasien shalat 5x sehari,selama sakit pasien tidak bisa shalat karena lemas dan hanya berbaring
dikamar tidur.

PEMERIKSAAN FISIK

1). Keadaan umum

Inspeksi : Pasien terlihat pucat, lemas.

2). Pemeriksaan tanda vital

Kesadaran = Kompos Mentis

Suhu = 400C

Nadi = 83 x / menit

TD = 100/80mmHg

Nafas = 18x / menit

3). Pemeriksaan kepala, rambut dan leher

Kepala = Tidak ada benjolan / luka, dan tidak kotor,


Rambut = Lurus, lebat, warna hitam dan tidak rontok
Mata = Konjungtiva anemis,terdapat lingkaran hitam di bawah mata
THT Telinga = Adaserumen, bentuksimetris, pasientidaktuli,lidah kotor berwarna
kekuningan
Hidung = Bentuk simetris, tidak kotor, ada bulu rambut
Tenggorokan = Tidak ada peradangan
Wajah = Terlihat pucat, kelelahan, lembab karena terrus menerus keluar
keringat, gelisah,bibir kering terdapat sariawan.
Leher = Simetris dan Tidak ada pembesaran tiroid
Lidah = Lidah kotor

4). Pemeriksaan dada

Paru = - Inspeksi : dada simetris,warna kulit sawo matang sama seperti daerah sekitar.

- Palpasi : Pengembangan Dada kanan dan kiri sama, vokal peremitus


sama , frekuensi nafas 15-18 kali/menit

- Perkusi : Sonor

- Auskultasi : Vesikuler

Jantung = - Inspeksi : bentuk dada simetris

- Palpasi : Iktus kordis teraba

- Perkusi : Suara pekak

- Auskultasi : Pada jantung tidak ada pulsasi, suara jantung galoop tidak ada suara
tambahan Suara bunyi jantung S1 dan S2 murni tidak ada
bunyi tambahan

5). Pemeriksaan Abdomen

Perut
- Inspeksi : Perut datar tidak buncit.

- Palpasi : Terdapat Nyeri tekan pada kuadran II kiri. Tidak Ada


Pembesaran Hati, ginjal, limfa, Kandung kemih

- Perkusi : Bunyi timpani pada kuadran IV kanan.

- Auskultasi : Bising usus 15x/menit.normal 5-12x/menit.

6). Pemeriksaan anggota gerak dan neuologis

Rentang gerak dan gaya berjalan lengkap, eksterminitas atas dan bawah lengkap tidak ada kontraktur.

THERAPI

Hari / tanggal : Senin 21 mei 2010

No Jenis/Nama obat Aturan pakai dosis

1 Pirenzepin dihidroklorida Sehari 2 x 50 mg


2 Omestan 10 x 10 kapsul 250 mg

3 Aminofusin L 600 15-60 ml / kg BB / hari

4 Aminovel 600 500 ml infus dalam 4-6 jam di


ulangi setiap 12 jam selama 5-7
hari

5 Amoxilin 3 x 250 mg

6 Paracetamol 3 x sendok makan

7 Antasida 3 x 250 mg

Pemeriksaan penunjang

a). Hasil pemeriksaan laboratorium

Hari / tanggal : Senin 21 mei 2010

No Jenis pemeriksaan Hasil pemeriksaan Nilai normal

1. Golongan darah A -

2. WBC (leukosit) 11.500 mikroliter 5000-10000


mikroliter

3. Widal 1/90
1/80

13,5-18,0 g/dl
4. HB 12 g/dl
PENGELOMPOKAN DATA

Jenis / Rumpun
Data Subjektif Data Objektif
data
Keluhan utama - Pasien mengatakan badanya panas -

Nutrisi dan - Pasien mengatakan tidak nafsu - BB pasien menurun 4kg dari
metabolik makan 65 kg menjadi 61 kg
- Pasien mengatakan badanya - Makan habis 1/3 porsi
lemas sekali - Wajah terlihat pucat
- Pasien mengatakan sakit dalam
menelan makanan
- Pasien mengatakan mual-mual

Istirahat dan tidur - Pasien mengatakan saya tidak bisa - Pasien tampak ngantuk saat
tidur, tidur Cuma 4jam dalam ditanyai
sehari - Terdapat lingkar hitam di
- Pasien mengeluh pusing saat bawah kelopak mata.
bangun tidur

Rasa aman dan - Pasien mengatakan pusing - Suhu badan pasien 400C
nyaman - Pasien mengatakan sakit perut - Lidah kotor
- Badan berkeringat

Eliminasi - Pasien mengatakan BAB 4x - Konsistensi cair tidak


sehari, berbentuk.
- Bising usus 15x/menit

ANALISIS DATA
No DATA PROBLEM ETIOLOGI
1. D.S : Peningkatan suhu tubuh Infeksi salmonella Typhii

Pasien mengatakan
badanya panas
Pasien mengatakan pusing
Pasien mengatakan sakit
perut
D.O :
Suhu badan pasien 400C
Badan berkeringat
Lidah kotor
2. D.S : nutrisi kurang dari kebutuhan Anoreksia
Pasien mengatakan tidak
nafsu makan
Pasien mengatakan sakit
dalam menelan makanan
Pasien mengatakan
badanya lemas sekali
Pasien mengatakan mual-
mual

D.O :
Wajah terlihat pucat
BB pasien turun 4kg dari
awal 65kg menjadi 61kg

3. D.S : Gangguan Pola tidur Perubahan suhu tubuh


Pasien mengatakan saya
tidak bisa tidur, tidur Cuma
4jam dalam sehari
Pasien mengeluh pusing
saat bangun tidur
D.O :
Pasien tampak ngantuk
saat ditanyai
Terdapat lingkar hitam
di bawah mata
Suhu badan pasien 400C

Diagnosa Keperawatan
1). Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi salmonella Typhii yang ditandai dengan :

D.S :
Pasien mengatakan badannya panas
Pasien mengatakan pusing
Pasien mengatakan sakit perut

D.O :
Suhu badan pasien 400C
Lidah kotor
Badan berkeringat

2). nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia ditandai dengan :

D.S :
Pasien mengatakan tidak nafsu makan
Pasien mengatakan sakit dalam menelan makanan
Pasien mengatakan lemas sekali
Pasien mengatakan mual-mual
D.O :
BB pasien turun 4kg dari awal 65kg menjadi 61kg
Pasien terlihat pucat
Makan habis 1/3 porsi

3). Gangguan Pola tidur Berhubungan dengan perubahan suhu tubuh yang ditandai dengan :

D.S :
Pasien mengatakan saya tidak bisa tidur, tidur Cuma 4jam dalam sehari
Pasien mengeluh pusing saat bangun tidur

D.O :
Pasien tampak ngantuk saat ditanyai
Terdapat lingkar hitam di bawah kelopak mata
Suhu badan pasien 400C

PRIORITAS DIAGNOSA

1.Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi salmonella thypi.

2.Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia.

3.Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh.

INTERVENSI

No Tgl/Ja Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Intervensi


m Hasil
1. 22 Mei 1). Peningkatan suhu tubuh Setelah dilakukan 1. Kaji pengetahuan klien
2010 berhubungan dengan infeksi tindakan keperawatan dengan melibatkan
09.00 salmonella Typhii yang ditandai selama 24 jam keluarga klien, tentang
WIB dengan : diharapkan suhu tubuh peningkatan suhu tubuh
D.S : normal/terkontrol
Pasien mengatakan dengan kriteria hasil :
badan saya panas 1. Badan pasien
Pasien mengeuh pusing tidak panas lagi
Pasien mengatakan sakit 2. Pasien tidak
pada perut mengeluh nyeri 2. Anjurkan klien
pada kepala lagi menggunakan pakaian tipis
D.O : dan menyerap keringat
Suhu badan pasien 400C
Pasien sering
mengeluarkan keringat
Lidah kotor 3. Batasi pengunjung
4. Observasi TTV tiap 4 jam
sekali

5. Memberikan kompres
dingin

6. Kolaborasi dengan dokter


dalam pemberian antibiotik
dan antipiretik

2. 23 Mei 2). nutrisi kurang dari kebutuhan Setelah dilakukan 1. Kaji berat badan klien
2010 berhubungan dengan anoreksia tindakan keperawatan setiap 2 hari.
09.00 yang ditandai dengan : 2x24 jam diharapkan
Wib D.S : kebutuhan nutrisi
Pasien mengatakan saya terpenuhi dengan
tidak nafsu makan kriteria hasil : 2. Beri nutrisi dengan diet
Pasien mengeluh sakit 1. Nafsu makan lembek, tidak mengandung
dalam menelan meningkat banyak serat, tidak
Pasien mengatakan 2. Pasien mampu merangsang, maupun
lemas menghabiskan menimbulkan banyak gas
Pasien mengatakan makanan sesuai dan dihidangkan saat
sering mual-mual dan dengan porsi masih hangat.
muntah-muntah yang diberikan
D.O : 3. Tidak ada rasa 3. Jelaskan pada klien dan
Pasien tampak lemah sakit dalam keluarga tentang manfaat
BB pasien turun 4kg menelan makanan/nutrisi.
dari awal 65kg menjadi 4. berat badan
61kg meningkat
Pasien terlihat pucat

4. Beri makanan dalam porsi


kecil dan frekuensi sering.

5. Kolaborasi dengan dokter


untuk pemberian antasida
dan nutrisi parenteral

3. 25 Mei 3). Gangguan Pola tidur Setelah dilakukan 1. kaji faktor penyebab
2010 Berhubunga dengan perubahan tindakan keperawatan gangguan pola tidur
09.00 suhu tubuh yang ditandai selama 24 jam
Wib diharapkan pasien
dengan :
terlihat segar dengan
kriteria hasil :
D.S : 1. Pola tidur atau
istirahat pasien 2. Beri pasien lingkungan
- Pasien mengatakan saya yang nyaman dan tenang.
membaik
tidak bisa tidur, tidur
2. Pasien tidak
Cuma 4jam dalam
mengeluh 3. Anjurkan untuk
semalam
- Pasien mengeluh pusing pusing saat menggunakan pengantar
saat bangun tidur terbangun dari tidur.
tidur
D.O :
- Pasien tampak ngantuk 4. Dorong beberapa
saat ditanyai aktivitas fisik ringan
- Terdapat lingkar selama siang hari, jamin
hitam di bawah pasien berhenti
kelopak mata beraktifitas beberapa jam
- Suhu badan pasien sebelum tidur
400C
5. Kolaborasi pemberian
sedatif atau hipnotik
seperti midazolam,
sesuai indikasi

IMPLEMENTASI

No Diagnosa
No Hari/Tgl/Jam Implementasi Respon Pasien TTD
Keperawatan
1. Sabtu, 22 Mei 1 1. Menjelaskan kepada D.O : Pasien
2010 klien dan keluarga tampak
08.00 WIB klien tentang mengerti
peningkatan suhu tentang
tubuh peningkatan
suhu tubuh
D.S : Pasien
mengatakan
akan lebih
cepat tanggap
bila terjadi
peningkatan
suhu tubuh susanto
2. Menganjurkan D.O : Pasien
Sabtu, 22 Mei kepada klien tampak
2010 menggunakan mengerti dan
08.10 WIB pakaian tipis dan menggunakan
menyerap keringat pakaian tipis
D.S : Pasien
mengatakan
lebih nyaman
menggunaka
n pakaian
tipis susanto
3. Membatasi D.O : Pasien tampak susanto
Sabtu, 22 Mei pengunjung yang tenang
2010 masuk membesuk D.S : Pasien
08.20 WIB klien mengatakan
lebih nyaman
bila tidak ada
keramaian
4. Melakukan D.O : Suhu badan
Sabtu, 22 Mei Observasi TTV : pasien 400C,
2010 suhu, Tekanan darah Tekanan darah
08.25 WIB dan Nadi tiap 4 jam 110/80mmHg,
sekali Nadi
83x/menit
D.S : Pasien
mengatakan
badannya
masih panas susanto
D.O : Suhu pasien
Sabtu, 22 Mei 5. Memberikan menurun38,50
2010 kompres dingin C setelah
09.00 WIB pada bagian kepala dilakukan
pasien kompres
dingin
D.S : Pasien
mengatakan
lebih nyaman
dilakukan
kompers dingin
tetapi masih
pusing susanto
Sabtu, 22 Mei 6. Memberikan obat D.O : Sudah tidak
2010 antibiotik ada nyeri tekan
09.30 WIB Kloramfenikol pada abdomen
kuadran II
250mg / oral dan
D.S : Pasien
antipiretik mengatakan
Kartikosteroid setelah diberi
500mg / oral obat anti biotik
dan antipiretik
daerah perut
tidak terasa
sakit lagi saat
ditekan susanto

No Diagnosa
No Hari/Tgl/Jam Implementasi Respon Pasien TTD
Keperawatan
2 Minggu, 23 2 1. Mengukur berat D.O : BB pasien susanto
Mei 2010 badan klien setiap naik 1/4 kg dalam
09.00 WIB 2 hari. waktu 2 hari
D.S : Pasien
mengatakan
bahwa nafsu
makannya
bertambah
Minggu, 23 2. Men jelaskan D.O : Pasien tampak
Mei 2010 kepada klien dan tidak mengerti
09.15 WIB keluarga tentang betul manfaat
manfaat dari nutrisi
makanan/nutrisi. D.S : Pasien
mengatakan
akan memakan
makanan yang
bernutrisi susanto
Minggu, 23 3. Memberi nutrisi D.O : Pasien tampak
Mei 2010 dengan diet lebih suka
09.20 WIB lembek, tidak makanan yang
mengandung lembek dan
banyak serat, tidak hangat
merangsang, D.S : Pasien
maupun mengatakan
menimbulkan lebih nyaman
banyak gas dan memakan
dihidangkan saat makanan yang
masih hangat. lembek dan
masih hangat susanto
Minggu, 23 4. Memberi makanan D.O : Pasien mampu
Mei 2010 dalam porsi kecil menghabiskan
09.30 WIB dan frekuensi 1/2 porsi dalam
sering. tiap kali makan
D.S : Pasien
mengatakan
masih sakit
dalam menelan susanto
5. Memberikan obat D.O : Pasien sudah
Minggu, 23 antasida dan nutrisi tidak telihat pucat
Mei 2010 parenteral dan lemas
10.00 WIB D.S : Pasien
mengatakan tidak
muntah-muntah lagi susanto

No Diagnosa
No Hari/Tgl/Jam Implementasi Respon Pasien TTD
Keperawatan
3 Senin, 25 Mei 3 1. Mengamati faktor DO :Pasien tidak susanto
2010 penyebab gangguan terlihat pucat
08.00 WIB pola tidur pada D.S : Pasien
pasien mengatakan
sudah bisa
tidur dengan
tenang
Senin, 25 Mei 2. Membersihkan D.O : pasien
2010 lingkungan sekitar terlihat
08.15 WIB agar nyaman dan tenang
membatasi setelah
dibatasi
pengunjung.
pengunjung
D.S : Pasien
mengatakan
lebih tenang
dan terasa
nyaman susanto
Senin, 25 Mei 3. Memberi arahan D.O : Pasien
2010 untuk menggunakan terlihat
08.25 WIB pengantar tidur. ngantuk
D.S : Pasien
mengatakan
lebih bisa
cepat tidur susanto
Senin, 25 Mei 4. Memberikan arahan D.O : Pasien
2010 untuk beraktivitas lebih cepat
08.40 WIB ringan pada siang tidur setelah
hari semisal dengan melakukan
aktivitas
berjalan-jalan
pada siang
disekitar ruangan. hari
D.S : Pasien
mengatakan
sudah tidak
mengeluh
pusing saat
terbangun
dari tidur
karena tidur
pasien
terpenuhi
selama 8 jam
dalam
semalam susanto
Senin, 25 Mei 5. Memberi pasien D.O : Pasien
2010 obat sedatif atau terlihat segar
09.00 WIB hipnotik flurazepam disaat
500 mg / oral bangun dari
tidur
D.S : Pasien
mengatakan
Lebih mudah
untuk tidur
setelah
diberikan
obat sedatif
atau hipnotik susanto
CATATAN PERKEMBANGAN (EVALUASI)

No Diagnosa
No Hari/Tgl/Jam Evaluasi TTD
Keperawatan
1. Senin, 31 Mei 1 S:
2010 Pasien mengatakan akan lebih cepat
13.00 WIB tanggap bila terjadi peningkatan suhu
tubuh
Pasien mengatakan lebih nyaman
menggunakan pakaian tipis
Pasien mengatakan lebih nyaman bila
tidak ada keramaian
Pasien mengatakan badannya masih
panas
Pasien mengatakan ebih nyaman
dilakukan kompres dingin tetepi masih
pusing
Pasien mengatakan setelah diberi obat
anti biotik dan antipiretik daerah perut
tidak terasa sakit lagi saat ditekan
susanto
O:
Pasien tampak mengerti tentang
peningkatan suhu tubuh
Pasien tampak mengerti dan
menggunakan pakaian tipis
Pasien tampak tenang
Suhu badan pasien 400C, Tekanan darah
110/80mmHg, Nadi 83x/menit
Suhu pasien menurun38,50C setelah
dilakukan kompres dingin
Sudah tidak ada nyeri tekan pada
abdomen kuadran II
A:
Masalah Teratasi sebagian
P:
Lanjutkan Intervensi
2 Senin, 31 Mei 2 S: susanto
2010 Pasien mengatakan akan memakan
13.00 WIB makanan yang bernutrisi
Pasien mengatakan bahwa nafsu
makannya bertambah
Pasien mengatakan lebih nyaman
memakan makanan yang lembek dan
masih hangat
Pasien mengatakan masih sakit dalam
menelan
Pasien mengatakan tidak muntah-muntah
lagi
O:
Pasien tampak tidak mengerti betul
manfaat dari nutrisi
BB pasien naik kg dalam waktu 2 hari
Pasien tampak lebih suka makanan yang
lembek dan hangat
Pasien mampu menghabiskan 1/2 porsi
dalam tiap kali makan
Pasien sudah tidak pucat dan lemas
A:
Masalah Teratasi sebagian

P:
Lanjutkan Intervensi
3 Senin, 31 Mei 3 S:
2010 Pasien mengatakan sudah bisa tidur
13.00 WIB dengan tenang
Pasien mengatakan lebih tenang dan
terasa nyaman
Pasien mengatakan lebih bisa cepat tidur
Pasien mengatakan sudah tidak
mengeluh pusing saat terbangun dari
tidur karena tidur pasien terpenuhi
selama 8 jam dalam semalam
Pasien mengatakan Lebih mudah untuk
tidur setelah diberikan obat sedatif atau
hipnotik

O:
susanto
Pasien tidak terlihat pucat
pasien terlihat tenang setelah dibatasi
pengunjung
Pasien terlihat ngantuk
Pasien lebih cepat tidur setelah
melakukan aktivitas pada siang hari
Pasien terlihat segar disaat bangun dari
tidur

A:
Masalah Teratasi

P:
Tindakan Intervensi dihentikan