Vous êtes sur la page 1sur 18

BAB 4

ASPEK PERSONALIA DAN SUMBER DAYA MANUSIA

4.1 Manajemen Personalia atau Sumber Daya Manusia


Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan upaya mewujudkan
hasil tertentu dengan mengatur kegiatan orang lain (Sedarmayanti, 2009).
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu atau seni untuk mengatur hubungan
pekerja memberikan peran yang efektif untuk para pekerja dalam rangka
mewujudkan tujuan perusahaan. Hal ini diperkuat oleh teori dari Sofyandi (2011)
yang mengatakan definisi manajemen SDM adalah strategi untuk melaksanakan
fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan
mengendalikan, dalam setiap fungsi operasional kegiatan / HR mulai dari gambar,
seleksi, pelatihan dan pengembangan, yang meliputi penempatan promosi, demosi,
dan mentransfer, penilaian kinerja, kompensasi, hubungan industrial, hingga
pemutusan hubungan kerja, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi
produktif dari organisasi HR menuju pencapaian tujuan organisasi lebih efektif dan
efisien.

Umumnya dalam suatu perusahaan atau instansi memiliki sebuah manajemen


inti yang memimpun dari 4 sub manajemen di bawahnya. Semua manajemen dalam
perusahaan haruslah membentuk sinergi yang kuat untuk menunjang keberhasilan
operasional dan mencapai tujuan.

Gambar 4.1 Hubungan Manajemen Secara Umum Dengan Bagian-bagiannya


Sumber: Penulis, 2014

69
70

Gambar 4.1 menunjukan bahwa manajemen SDM merupakan sub bidang


dari manajemen umum, di mana manajemen SDM menitikberatkan pada sumber
daya manusia yang berkaitan dengan perilaku manusia itu sendiri atau yang
berhubungan dengan unsur kegiatan perusahaan. Sebuah perusahaan atau badan
usaha tidak mungkin berjalan tanpa sumber daya manusia, oleh karena itu
manajemen sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk membantu perusahaan
untuk mencapai tujuannya.

Menurut Noe, Hollenbeck, Gerhart & Wright (2009) manajemen sumber daya
manusia adalah Manajemen sumber daya manusia mengatur peraturan, praktek dan
sistematis yang mempengaruhi tingkah laku, etika dan kinerja karyawan. Teori ini
ditambahkan oleh Hayes & Ninemeier (2010) dengan mengatakan manajemen
sumber daya manusia merupakan proses yang digunakan oleh industri pariwisata dan
hospitality untuk meningkatkan kemampuan kinerja perusahaan dengan
menggunakan anggota organisasi secara efektif.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa manajemen sumber daya manusia


merupakan proses yang dilakukan perusahaan dengan mengatur sumber daya
manusia yang dimiliki secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber
daya manusia merupakan salah satu asset perusahaan yang memegang peranan
penting khususnya dalam industri perdagangan yang memfokuskan usahanya pada
bidang produk makanan dan pelayanan kepada orang lain.

Dalam proses menjalankan usaha, setiap bagian manajemen memiliki


fungsinya masing-masing. Dalam proses menjalankan perusahaan, setiap bagian
manajemen memiliki fungsinya masing-masing. Menurut Hayes & Ninemeier (2010)
pada manajemen sumber daya manusia setiap tingkat jabatan seseorang mulai
dari level supervisor hingga top-level manager juga memiliki tanggung jawab-
nya masing-masing. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin tinggi juga
tanggung jawabnya, sementara supervisor harus dapat menghubungkan peraturan
organisasi terhadap manajemen tingkat atas dengan bawahannya dalam operasi
sehari-hari.

Di bawah ini adalah penjelasan fungsi manajemen sumber daya manusia


menurut Hayes & Ninemeier (2010),
71

1) Fungsi Planning
Manajemen harus dapat menganalisa kebutuhan sumber daya manusia
yang diperlukan serta membandingkannya dengan biaya yang
dikeluarkan.

2) Fungsi Organizing
Manajemen harus dapat mengatur hubungan antar department serta tugas
dan fungsi masing-masing posisi sehingga lebih efektif.

3) Fungsi Staffing
Manajemen melakukan rekruitmen dan seleksi terhadap calon karyawan
hingga karyawan yang diterima merupakan orang yang tepat sesuai
dengan standard kualifikasi pekerjaan.

4) Fungsi Supervising
Manajemen harus dapat mengarahkan pekerjaan yang dilakukan oleh
bawahannya sehingga lebih efektif dan efisien.

5) Fungsi Controlling
Menetapkan standard untuk perusahaan serta mengontrol agar pekerjaan
sehari-hari dilakukan sesuai dengan standard.

6) Fungsi Appraising
Manajemen perlu mengevaluasi tingkat kinerja kerja karyawan,
department maupun perusahaan, agar sesuai dengan goals dari
manajemen sumber daya manusia pada tahap planning dan dapat
dikembangkan lagi di kemudian hari.

Selain fungsi manajerial manajemen sumber daya manusia, terdapat fungsi


operasional dari manajemen sumber daya manusia menurut Malayu S.P. Hasibuan
(2009). Fungsi operasional dari manajemen sumber daya manusia mencakup:

`
72

a) Pengadaan (Procurement)
Pengadaan adalah proses penarikan seleksi, penempatan, orientasi dan
induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.

b) Pengembangan (Development)
Pengembangan adalah proses peningkatakn keterampilan teknis, teoritis,
konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.

c) Kompensasi (Compensation)
Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung,
uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan
kepada perusahaan.

d) Pengintegrasian (Integration)
Pengitegrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan
perusaahan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi
dan saling menguntungkan.

e) Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan
kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau
bekerja sama sampai pensiun.

f) Kedisiplinan (Discipline)
Kedisiplinan merupakan fungsi manajemen sumber daya manusia yang
terpenting dari kunci terwujudnya tujuan secara maksimal.

g) Pemberhentian (Separation)
Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari sebuah
perusahaan.

Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia diatas merupakan landasan


manajerial dan landasan operasional bagi perusahaan atau sebuah badan usaha dalam
melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Berdasarkan hal-hal diatas perusahaan akan mengukur kinerja karyawan yang
73

hasilnya akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kualitas manajemen


perusahaan dan pemberian kompensasi yang layak bagi karyawan.

4.2 Struktur Organisasi


Struktur organisasi dapat dimengerti sebagai sebuah struktur dan urutan yang
terjadi dalam kesatuan sosial kelompok maupun individu yang berinteraksi satu sama
lain yang masing-masing individu memiliki peran, tugas, fungsi dan tanggung jawab
masing-masing yang diatur dan membentuk pola yang tersusun secara rapi yang
tujuannya untuk mencapai target atau visi dan misi yang telah ditetapkan oleh
perusahaan atau sebuah badan usaha. Hal ini diperkuat oleh teori yang dikemukakan
oleh Robbins dan Coulter (2013) yang mengatakan struktur organisasi dapat
diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu
tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan.

Dari penjelasan diatas, maka dapat diketahui bahwa struktur organisasi


menggambarkan kerangka dan susunan hubungan antara fungsi, bagian atau posisi,
juga menunjukan hirarki organisasi dan struktur sebagai dasar untuk menjalankan
wewenang, perintah, tanggung jawab, dan sistem pelaporan terhadap atasan sehingga
pada akhirnya menimbulkan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan sebuah
organisasi tetap berjalan sesuai dengan tujuan. Selain itu struktur organisasi juga
dapat menghindarkan dan mengurangi miskomunikasi dalam pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab.

4.2.1 Jenis-Jenis Struktur Organisasi


Menurut Richard L. Daft (2009) terdapat beberapa bentuk struktur organisasi
yang bisa dibuat:

1) Struktur Fungsional
Struktur fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari
pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai
jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang
mempunyai keahlian khusus. Struktur organisasi fungsional orang-orang
dikelompokkan ke dalam departemen departemen menurut kesamaan
keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.

`
74

Gambar 4.2 Contoh Struktur Organisasi Fungsional


Sumber: Penulis, 2014

2) Struktur Divisional
Struktur divisional adalah sebuah struktur organisasi yang
mengelompokkan sebuah departemen ke dalam divisi mandiri terpisah
berdasarkan pada kesamaan produk, program, atau daerah geografis.
Perbedaan keterampilan merupakan dasar departementalisasi, dan
bukannya kesamaan keterampilan.

Gambar 4.3 Contoh Struktur Organisasi Divisional


Sumber: Penulis, 2014
75

3) Struktur Matriks
Struktur matrik adalah sebuah struktur yang menciptakan garis
wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan
produk. Struktur ini dapat ditemukan pada agen-agen periklanan,
perusahaan pesawat terbang, labolatorium penelitian, rumah sakit,
lembaga-lembaga pemerintah, dll.

Gambar 4.4 Contoh Struktur Organisasi Matriks


Sumber: Penulis, 2014

Struktur organisasi yang diterapkan pada usaha Rock Burger adalah struktur
fungsional untuk mencapai lingkungan kerja yang stabil dan mencapai efisiensi
ekonomi. Selain itu, struktur organisasi ini dapat merangsang keterampilan dan
kreativitas yang dimiliki oleh karyawan. Berikut akan digambarkan struktur
organisasi di gambar 4.5.

`
76

Gambar 4.5 Struktur Organisasi Rock Burger


Sumber: Penulis, 2014

4.3 Deskripsi Pekerjaan


Rock Burger adalah sebuah kedai burger sederhana, sehingga karyawan yang
dibutuhkan tidak terlalu banyak, berikut job description dari semua elemen penting
sumber daya manusia yang termasuk di dalam manajemen Rock Burger.

Tabel 4.1 Rock Burger Job Description

No Position Duty

1 Owner Bertugas sebagai pemegang modal utama, menjadi decision


(Teddy, Edward, maker dalam manajemen Rock Burger, dan mengawasi dan
Christoforus) membantu proses operasional sehari-harinya.

2 Owner (Teddy) Bertugas untuk membantu proses operasional sebagai


bendahara Rock burger merangkap sebagai general cashier.
Mengawasi financial turnover yang terjadi dalam
operasional sehari-hari Rock Burger dan mempersiapkan
laporan keuangan dari Rock Burger.
Teddy juga akan bertanggung jawab atas segala kebutuhan
financial Rock Burger, selain menjadi general cashier,
Teddy juga dapat merangkap menjadi storekeeper
dikarenakan kemudahan akses menuju ke gudang
77

penyimpanan bahan baku Rock Burger

3 Owner (Edward) Bertugas untuk membantu proses operasional sebagai order


taker dan bertanggung jawab dalam mengatur promosi di
social media, Public Relation, periklanan, survey, analisa
pasar, sekaligus menjadi marketing Rock Burger.
Bertanggung jawab untuk memantau dan mendisiplinkan
karyawan, dan mempersiapkan laporan administrasi dan
absensi karyawan.
Selain menjadi marketing dan PR officer, Edward juga
merangkap sebagai counter supervisor untuk mengontrol
proses operasional Rock Burger.

4 Owner Bertanggung jawab untuk kelancaran operasional produksi


(Christoforus) produk dari Rock Burger. Menjaga standar kebersihan,
kesehatan dan keselamatan seluruh pegawai Rock Burger.
Bertanggung jawab dalam pengembangan produk Rock
Burger.
Christoforus bertugas sebagai manajer operasional dan
kepala koki di Rock Burger, Christoforus akan bertanggung
jawab atas segala operasional Rock Burger dan mengontrol
segala proses produksi baik di dapur utama maupun di
counter Rock Burger.

5 Karyawan 1 Bertugas untuk melaksanakan instruksi dan perintah dari


(Cook) Christoforus. Betanggung jawab penuh atas teknik
memasak, presentasi dan layanan terbaik produk dari sisi
produksi. Menjaga kebersihan dapur dan counter Rock
Burger. Bertanggung jawab atas persiapan buka-tutup toko.

6 Karyawan 2 Bertugas untuk melaksanakan instruksi dan perintah dari


(Server) Edward dan Teddy. Bertanggung jawab atas persiapan buka-
tutup toko. Bertanggung jawab atas memberikan servis
terbaik kepada para pelanggan dengan attitude yang baik.
Menjaga kebersihan counter Rock Burger.
Sumber: Penulis, 2014

`
78

4.4 Kualifikasi Posisi


Jabatan : Cook
Head : Christoforus Ade

Tabel 4.2 Job Descripstion Karyawan 1

No Deskripsi
1 Menjalankan instruksi dari Christoforus, bertanggung jawab dengan
persiapan operasional, bertanggung jawab atas proses produksi makanan
2 Bertanggung jawab atas kelengkapan, kebersihan dan penggunaan barang-
barang
3 Bersedia bekerja diluar jam kerja ketika diperlukan dan bertanggung jawab
atas kualitas dan kebersihan makanan yang di produksi
4 Memberikan laporan keperluan bahan baku yang dibutuhkan per harinya

5 Bertanggung jawab atas presentasi makanan yang akan diberikan kepada


pembeli
6 Mampu bekerja dibawah tekanan, dan bertanggung jawab

Sumber: Penulis, 2014

4.4.1 Kualifikasi Minimal Untuk Cook:


a. Minimal lulusan SMA/SMK/Sederajat

b. Pria atau wanita, umur maksimal 24 tahun

c. Diutamakan berdomisili di daerah Jakarta Barat

d. Diutamakan memiliki kendaraan sendiri

e. Memiliki minat dibidang culinary


79

Jabatan : Server dan Order Taker


Head : Edward Evaldo dan Teddy

Tabel 4.3 Job Description Karyawan 2

No Deskripsi
1 Menjalankan instruksi dari Edward dan Teddy, bertanggung jawab atas
persiapan buka dan tutup toko.
2 Bertanggung jawab atas kelengkapan, kebersihan dan penggunaan barang-
barang operasional
3 Menyambut pembeli yang datang dengan sopan dan bersahabat,
menanyakan pesanan, dan menyajikan sesuai dengan pesanan tamu
4 Bersedia bekerja diluar jam kerja ketika diperlukan dan bertanggung jawab
atas packaging yang akan diberikan kepada pelanggan
5 Memberikan laporan penjualan per harinya kepada Owner

6 Bertanggung jawab atas kebersihan dan keteraturan counter Rock Burger

7 Menawarkan seseuatu yang lebih untuk pelanggan atau upselling

Sumber: Penulis, 2014

4.4.2 Kualifikasi Minimal Untuk Server:


a. Minimal Lulusan SMA/SMK/Sederajat

b. Pria atau wanita, maksimal 24 tahun

c. Diutamakan berdomisili di Jakarta Barat

d. Mampu berkomunikasi dengan baik

e. Jujur

`
80

4.5 Gaji
Gaji adalah bentuk balas jasa atau penghargaan yang diberikan secara teratur
kepada karyawan untuk jasa dan pekerjaan mereka. Gaji juga disebut sebagai upah,
dimana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi, yaitu kompensasi atas jasa
yang diberikan secara teratur untuk kinerja kerja yang diberikan kepada karyawan.
Gaji dan upah-satunya perbedaan terletak pada kekuatan masa kerja dan waktu
obligasi untuk penerimaan. Seseorang yang menerima gaji jika ikatan yang kuat,
menjadi seseorang menerima upahnya jika ikatan kurang kuat. Dilihat dari periode
penerimaan, upah pada umumnya diberikan pada setiap akhir bulan, upah yang
diberikan pada setiap hari atau setiap minggu. Besarnya gaji yang diberikan kepada
karyawan biasanya tergantung pada latar belakang pendidikan anda memiliki
kemampuan dan pengalaman kerja.

Tunjangan adalah setiap tambahan benefit yang ditawarkan pada pekerja atau
karyawan. Misalnya pemakaian kendaraan perusahaan, makan siang gratis, bunga
pinjaman rendah atau tanpa bunga, jasa kesehatan, bantuan liburan, dan skema
pembelian saham. Hal ini diperkuat oleh definisi yang dikemukakan oleh Garry
Dessler (2011) yang mengatakan benefit adalah pembayaran gaji secara tidak
langsung kepada pegawai termasuk asuransi kesehatan, liburan, pensiun, rencana
pendidikan, dan potongan harga untuk produk yang di produksi oleh perushaan.

Berikut akan dijabarkan daftar gaji yang akan diberikan manajemen Rock
Burger kepada pegawai yang bekerja:

Tabel 4.4 Tabel Gaji Pegawai Rock Burger

No. Position Salary/Month

1 Karyawan 1 (Cook) Rp. 750.000,-

2 Karyawan 2 (Server) Rp. 750.000,-

Bedasarkan tabel 4.4, gaji yang diterima oleh pegawai Rock Burger adalah
gaji bersih, belum termasuk dengan tunjangan yang mungkin mereka terima saat
81

akhir bulan. Berikut akan diberikan keterangan tentang benefit yang akan mereka
terima.

Benefit yang akan diterima oleh pegawai Rock Burger adalah:

a. Makan Siang
Untuk makan siang pegawai akan ditanggung oleh Rock Burger. Rock
Burger akan memberikan uang makan siang yang akan diberikan per
minggu. Uang makan yang diberikan oleh Rock Burger kepada
pegawainya adalah Rp.10.000,-/per hari.

b. Seragam
Seragam akan diberikan oleh Rock Burger. Seragam yang diberikan
kepada karyawan adalah sebuah kaos Polo yang berlogo Rock Burger
yang akan dijadikan pakaian utama karyawan saat operasional.

4.6 Pelatihan dan Pengembangan


4.6.1 Pengertian Pelatihan Karyawan
Pelatihan adalah sebuah usaha yang terstruktur dari sebuah perusahaan atau
instansi untuk memfasilitasi dan menambahkan pengetahuan dan kemampuan
pegawai (Noe, Hollenbeck, Gerhart, & Wright, 2009). Hal ini diperkuat dengan
definisi dari Hayes dan Ninemeier (2010) yang mengatakan pelatihan adalah proses
yang dilakukan oleh karyawan baru maupun karyawan lama yang memberikan
mereka pengetahuan serta kemampuan baik jangka pendek maupun jangka panjang
untuk memiliki kinerja yang baik dalam perkerjaan (Hayes & Ninemeier, 2010).

Menurut Dessler (2011) pelatihan adalah metode yang digunakan untuk


memberikan karyawan kemampuan yang dibutuhkan dalam melakukan
pekerjaannya. Sehingga dapat dikatakan, pelatihan karyawan adalah proses yang
dilakukan perusahaan atau instansi untuk menambah tingkat pengetahuan serta
kemampuan karyawan agar dapat bekerja dengan maksimal.

4.6.2 Manfaat Pelatihan


Hayes & Ninemeier (2010), mengemukakan manfaat dari pelatihan, antara
lain:

`
82

1. Meningkatkan kinerja
Dengan adanya pelatihan diharapkan dapat memberi nilai tambah
terhadap karyawan sehingga ia dapat melakukan pekerjaannya dengan
lebih baik di perusahaan.

2. Mengurangi biaya operasional


Dengan meningkatnya kinerja akan mengurangi tingkat kesalahan dalam
melakukan pekerjaan sehingga biaya operasional dapat berkurang.

3. Mengurangi tekanan dalam pekerjaan


Karyawan yang dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, sehingga
tekanan dalam pekerjaan berkurang.

4. Menambahkan tingkat kepuasan pelanggan


Pelatihan dapat membuat karyawan mengerti keinginan dan kebutuhan
dari tamunya.

5. Meningkatkan kesempatan menaikan jenjang karir.

6. Pelatihan membuka peluang untuk peningkatan jenjang karir yang lebih


baik karena bertambahnya kemampuan karyawan.

7. Meningkatkan hubungan antar staff

Pelatihan meningkatkan kecendrungan karyawan untuk bekerja secara


kelompok, sehingga mereka dapat bekerja sama dengan efektif.

8. Menambah jumlah staff professional


Karyawan profesional dapat dibentuk dari pelatihan yang sesuai.

9. Mengurangi permasalahan dalam operasional


Manajer dapat lebih berkonsentrasi terhadap prioritas perusahaan karena
permasalahan dalam operasional dapat teratasi dengan adanya pelatihan.

10. Mengurangi tingkat turnover karyawan


Karyawan yang mengikuti latihan dengan benar dan mendapatkan
imbalan atas kesuksesan kerjanya cenderung loyal pada perusahaan.
83

11. Meningkatkan moral karyawan


Pelatihan akan menimbulkan sikap positif dari karyawan sehingga moral
individu akan meningkat.

12. Meningkatkan kualitas pekerjaan


Pelatihan yang efektif akan menghasilkan peningkatan dari hasil kualitas
pekerjaan.

13. Mempermudah merekrut karyawan baru


Hasil dari pelatihan ini dapat membuat karyawan puas sehingga
karyawan tersebut akan mempromosikan perusahaan kepada keluarga
atau teman-temannya.

14. Meningkatkan keuntungan


Dengan peningkatan kinerja, maka pelanggan akan merasa puas sehingga
keuntungan perusahaan meningkat seiring dengan meningkatnya
pendapatan.

4.6.3 Metode Pelatihan Karyawan


Perusahaan yang mengadakan sebuah pelatihan memerlukan metode yang
tepat agar isi dari pelatihan dapat dimengerti oleh peserta dan efektif untuk mencapai
tujuan perusahaan. Menurut Setiawan (2012), metode Pelatihan berdasarkan tempat
pelaksanannya dapat dilaksanakan pada dua tempat yaitu:

1. On the job training atau pelatihan di tempat kerja. Metode utama


pelatihan di tempat kerja antara lain adalah:

a. Demonstrasi, dimana trainer memberikan contoh langsung bagaimana


melakukan suatu pekerjaan.

b. Praktek langsung. Metode ini terutama dilakukan pada pelatihan yang


bersifat manajerial dan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan
profesionalitas.

`
84

c. Rotasi kerja. Metode ini dilakukan untuk meningkatkan wawasan


karyawan akan pekerjaan-pekerjaan pada setiap divisi pekerjaan di
tempat kerjanya, dan sekaligus mengurangi kejenuhan karyawan
terhadap rutinitas kerja yang monoton.

2. Off the job training atau pelatihan di luar tempat kerja. Beberapa metode
dalam pelatihan di luar tempat kerja antara lain:

a. Role play atau permainan peran. Jenis pelatihan ini menampilkan


simulasi oleh para peserta pelatihan dengan memerankan pelaku-
pelaku yang ada dalam pekerjaan perusahaannya.

b. Diskusi kelompok. Memberikan materi dimana peserta diminta


terlibat dan berkontribusi aktif dalam proses pelatihan.

c. Pusat pengembangan. Dalam metode ini, perusahaan bekerja sama


dengan pusat pengembangan tertentu dan karyawan diminta mengikuti
program pelatihan yang sebelumnya telah disusun dan diadakan oleh
pusah pengembangan tersebut.

d. Ceramah. Metode pelatihan dimana pemberian materi bersifat searah


oleh trainer terhadap karyawan. Dialog dalam ceramah hampir tidak
diperlukan.

Dalam hal pelatihan karyawan Rock Burger, akan memberikan pelatihan


bedasarkan dengan job description yang mereka emban. Pelatihan akan dilakukan
sendiri oleh para Owner, untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Training
yang akan diberikan adalah metode on the job training, berupa demonstrasi dan
praktek langsung di counter Rock Burger.

Tabel 4.5 Training yang akan diberikan kepada pegawai Rock Burger

No Trainer Training
1. Christoforus Pelatihan tentang Hygiene dan Sanitasi
Pelatihan tentang pengetahuan tentang menu
Pelatihan tentang penggunaan alat-alat
85

Pelatihan tentang proses produksi produk Rock


Burger
Pelatihan penanganan situasi darurat saat operasional
Pelatihan tentang persiapan dan penyimpanan bahan
baku
Pelatihan tentang kualitas bahan baku
Pelatihan tentang langkah-langkah buka/tutup toko
2 Edward Pelatihan tentang pengetahuan produk Rock Burger
Pelatihan tentang proses buka-tutup toko
Pelatihan tentang langkah-langkah pengaturan
packaging
Pelatihan bagaimana berkomunikasi dengan baik
Pelatihan tentang inventory peralatan
Pelatihan tentang penggunaan peralatan
3 Teddy Pelatihan tentang time management
Pelatihan tentang penghitungan pendapatan per hari
Pelatihan tentang motivasi kerja

Sumber: Penulis, 2014

`
86