Vous êtes sur la page 1sur 18

MAKALAH ARSITEKTUR MODERN AT313

A MACHINE FOR LIVING: LA VILLA SAVOYE

Ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Arsitektur Modern

yang diampu oleh Tutin Aryanti Ph.D

disusun oleh

Azis Dena Permana

1401888

PROGRAN STUDI TEKNIK ARSITEKTUR


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...................................................................................................................................................... i
ABSTRAK........................................................................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG................................................................................................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH .......................................................................................................................... 1
1.3 TUJUAN ............................................................................................................................................... 1
1.4 METODE PENELITIAN .......................................................................................................................... 1
1.5 SISTEMATIKA ....................................................................................................................................... 2
BAB 2 PEMBAHASAN..................................................................................................................................... 3
2.1 DESKRIPSI ARSITEK .............................................................................................................................. 3
2.2 DESKRIPSI BANGUNAN........................................................................................................................ 4
2.3 ANALISIS .............................................................................................................................................. 5
BAB 3 KESIMPULAN & SARAN ....................................................................................................................... 8
3.1 KESIMPPULAN ..................................................................................................................................... 8
3.2 SARAN ................................................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................................................
LAMPIRAN .......................................................................................................................................................

i
ABSTRAK

Paradigma Arsitektur Modern Villa Savoye dibangun pada tahun 1929 oleh Arsitek Prancis-Swiss Charles
Eduard Jeanneret (Le Corbusier) di Poissy sebuah kota kecil dekat Paris, bangunan ini adalah salah satu
bangunan yang menjadi katalis dalam berkembangnya Arsitektur Modern. Tujuan dari makalah ini
adalah untuk mengetahui pandangan Le Corbusier dalam membangun Villa Savoye. Metode yang
digunakan dalam menganalisa bangunan ini adalah dengan menyatukan informasi-informasi dari
berbagai litelatur mulai dari jurnal hingga buku sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai pandangan
Le Corbusier dalam membangun Villa Savoye. Meskipun beberapa saat banyak yang menilai bahwa
bangunan ini aneh dan tidak menggambarkan arsitektur modern. Tapi lama kelamaan bangunan ini
dianggap sebagai salah satu bangunan masterpiece dari Le Corbusier dan melambangkan arsitektur
modern yang sesungguhnya.

ii
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Les Heures Claires atau Villa Savoye dibangun pada tahun 1929 oleh Arsitek Prancis-Swiss Charles
Eduard Jeanneret (Le Corbusier) di Poissy sebuah kota kecil dekat Paris, nama Villa Savoye sendiri
diambil dari nama keluarga yang menggunakan villa tersebut yaitu kelarga Savoye. Bangunan ini dengan
cepat menjadi bangunan yang paling berpengaruh dalam Internasional style yang sedang tren saat itu
dan mendorong reputasi Le Corbusier menjadi arsitek yang berpengaruh pada abad 20.

80 tahun kemudian akhirnya bangunan ini diakui sebagai ikon dari arsitektur yang sesungguhnya.
(Morrisey) Villa Savoye sendiri telah menjadi ikon dari ide dan metodologinya Le Corbusier. bangunan
unik ini menjadi sebuah fokus ide dari Le Corbusier bagaimana ruang disusun dan dirasakan. Maka
daripada itu tujuan dari karya tulis ini adalah untuk mengetahui dan memberikan pemahaman tentang
hal hal apa saja yang membuat Villa Savoye sendiri menjadi salah satu bangunan yang fenomenal pada
abad 21.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Apa yang membuat Villa Savoye diangap sebagai ikon dari Arsitektur?
Mengapa Villa Savoye bisa dikatakan menjadi pionir dalam Arsitektur Modern?

1.3 TUJUAN
Tujuan dari studi litelatur ini adalah untuk mengetahui pemikiran Le Corbusier dalam membangun
Villa Savoye juga mendalami apa yang membuat Villa Savoye dianggap sebegai Arsitektur yang
sebenarnya oleh beberapa ahli.

1.4 METODE PENELITIAN


Metode penelitian dalam karya tulis ini adalah dengan membandingkan litelatur litelatur yang
ada mengenai Villa Savoye dan Arsitektur Modern.

1
1.5 SISTEMATIKA
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 METODE PENELITIAN
1.4 SISTEMATIKA

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 DESKRIPSI ARSITEK


2.2 DESKRIPSI BANGUNAN
2.3 ANALISIS

BAB 3 KESIMPULAN & SARAN

3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

2
BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 DESKRIPSI ARSITEK


Charles Edouward Jeanneret atau yang lebih dikenal dengan Le Corbusier ( 6 Oktober 1887 27
Agustus 1965) merupakan seorang swiss-prancis arsitek, desainer, pelukis, perencana urban, penulis dan
salah satu pioneer dari Arsitektur Modern. Beliau merupakan anak kedua dari Eduoard Jeanneret,
seorang seniman yang memperhatikan Industri dan Madame Jeannerct-Perrct seorang musisi dan guru
piano. Keluarga mereka Calvism, sangat menyukai seni dan sangat antusias dengan Gunung Jura, dimana
keluarga mereka kabur dari perang Albigensian pada abad 12. Yang akhinya mempengaruhi Le
Corbusier muda. Pada saat umur 13 tahun, Le Corbusier meninggalkan sekolah nya dan masuk ke
sekolah seni Art Decoratifs di La Chaux-de-Fonds, disana dia belajar tentang seni enameling dan
engraving mengikuti jejak ayahnya.

Disana dia berada di bawah didikan LEplattener, dimana Le Corvusier memanggilnya my master
yang menunjukan bahwa beliau lah adalah guru besarnya. LEplattener mengajarkan Le Corbusier
sejarah seni, menggambar, dan aestetik natural dari Art Nouveau. LEplattener juga mendorong murid
kesayangannya itu terjun dalam dunia arsitektur, dia mengatur muridnya itu untuk mengerjakan
pekerjaan arsitektur yang ada di sekitar daerahnya.

Setelah mendesain rumah pertama pada 1907, pada umur 20 tahun Le Corbusier pergi ke pusat
Eropa dan Mediterania seperti Italia, Viena, Munich dan Paris. Perjalannya itu ditemani oleh berbagai
macam arsitek, seperti Auguste Perret pendorong struktur yang rasional, pioneer dari konstruksi beton
yang dikenal dengan Peter Behren.

Perjalanan ini memberikan efek yang besar pada proses pembelajaran Le Corbusier. Dia membuat
tiga penemuan arsitektur, yang pertama kontras antara ruang besar untuk bersama dengan ruang
compartmentalize individu, dimana penemuan yang pertama ini menjadi dasar dari pandangannya
tentang bangunan hunian yang kemudian menjadi penting dalam setiap karyanya, yang kedua adalah
proporsi klasik dari arsitektur renaissance, yang ketiga bentuk geometric dan elemen landskap sebagai
alat arsitektur.

Pada tahun 1917 Le Corbusier pindah ke Paris, disana dia bekerja di perusahaan struktur beton di
bawah pemerintahan. Dia saat beliau bekerja disana dia juga masih bisa menyempatkan untuk berlatih
melukis. Hingga pada tahun 1918 beliau bertemu dengan pelukis beraliran cubist yaitu Amendee
Ozenfant yang selalu mendorong Le Corbusier untuk terus melukis. Dengan kesamaan visi dan semangat,
mereka memulai kolaborasi dalam menolak kubisme sebagai sebuah karya seni yang sedang naik daun
tapi sebagai yang irasional dan romantis. Mereka akhirnya merilis sebuah buku yang berjudul Apres Le
Cubisme (After Cubism) dan LEspirit Nouveau (The New Spirit). Dalam perilisan itu Charles Eduoard
Jeanneret menuliskan Le Corbusier sebagai alias namanya, nama tersebut diambil dari nama terakhir
kakeknya.

3
Di tahun 1923, Le Corbusier merilis Vers une Architekture (Toward a New Architecture) yang
berhubungan dengan LEspirit Nouveau. Dalam buku ini terkenalah istilah a house is a machine for
living dan a curved street is a donkey track; a straight street is for men.

Le Corbusier menggambarkan sebuah rumah prefabrikasi, meniru konsep dari merakit sebuah
mobil. Sebagai contoh adalah Mansion Citrohan memiliki karakteristik yang di masa berikutnya disebut
sebagai gambaran dari modern architecture, pilotis rumah di dukung oleh kolom untuk melayang dari
tanah, atap yang digunakan jadi halaman, faade yang bebas dari struktur, bebas ornament, juga jendela
yang lebar. Lalu kemudian gambaran ide dan struktur Le Corbusier itu menjadi nyata. Pada tahun 1925
1926 dia membangun di sebuah kota yang terdiri dari 40 rumah pekerja di Citrohan House at Pessac.

Pada tahun 1930-an Le Corbusier memformulasikan teorinya tentang urbanisme, merilisnya


dalam La Ville Radieuse (The Radiant City) pada tahun 1935. Contoh konsepnya adalah membuat rumah
bukan berdasar pada keadaan ekonomi tetapi pada jumlah penghuni. Pada akhir tahun 1930-an atau
ketika perang dunia ke 2 sudah mulai berakhir. Le Corbusier sibuk dengan membuat projek pojek
besar seperti pembuatan masterplan untuk kota Algiers dan Buenos Aires, beliau menggunakan
koneksinya dengan pemerintah untuk menyalurkan ide-ide gemilangnya.

2.2 DESKRIPSI BANGUNAN


Didesain oleh Le Corbusier dan keponakannya Pierre-Jeanneret, dan ruang interior juga furniture
di disain oleh Charlotte Perriland, Villa Savoye dinamai seperti nama pemiliknya Pierre dan Eugenie
Savoye. Diciptakan sebagai tempat istirahat keluarga, Villa Savoye dibangun pada tahun 1929 1931 di
sebuah area bekas pertanian di kota Poissy, sekitar 25 mill dari kota Paris.

Keluarga Savoye adalah keluarga pertama yang mempunyai mobil di area itu, dan Le Corbusier
membuat desainnya bisa bisa menampung kendaraan. Sebagai contoh dalam desain Villa Savoye
terdapat sebuah ramp yang diciptakan sebagai tempat masuk dan keluarnya mobil dari tempat
parkirnya, radius lingkarannya sangat cocok untuk manuver mobil saat itu. Dalam interiornya terdapat
juga ramp (selain tangga spiral) untuk menselaraskan dengan jalur kendaraan yang ada di luar. Villa
Savoye juga memiliki ciri-ciri yang tidak umum untuk desain rumah pada saat itu antaralain pilotis, atap
datar, jendela yang luas mengelilingi rumah. Di pintu masuk Villa Savoye ini terdapat sebuah basin
dimana disana mereka bisa mencuci tangan dan menyimpan jubah mereka. Dilantai atas ruang tidur,
ruang tamu, dapur dan ruang keluarga dibentuk untuk membentuk huruf L mengelilingi halaman. Wc
yang didesain untuk Nyonya Savoye, terdapat sebuah bathtub dan kursi santai yang terbuat dari keramik
berwarna biru dan hitam; dan bathub juga terbuat dari keramik. Untuk lantai atasnya dibuat menjadi
sebuah kebun.

Meskipun Villa ini dimiliki oleh keluarga Savoye, namun pada perang dunia ke 2 villa ini terabaikan
dan mengalami rusak berat pada saat itu. Setelah perang usai rumah-rumah di kota Poissy direncanakan
akan dihancurkan untuk dibuat sekolah. Rencana penghancuran Villa Savoye tersebut membawa
perhatian internasional, Le Corbusier bernegosiasi dengan pemerintah prancis untuk membicarakan
wancana tersebut. Pada saat Le Corbusier wafat tahun 1965 barulah pemerintah mengambil tindakan
untuk memperbaiki Villa Savoye.

4
Le Corbusier sering mengaitkan rumah sebagai A Machine for Living. Beberapa kritikus tidak
begitu antusias dengan Le Corbusier. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa Villa Savoye seperti
sebuah Alien yang mendarat di sebuah lahan. Bahkan arsitek seperti Frank Lloyd Wright memberikan
reaksi yang negative pada Villa Savoye. Beliau bahkan menyebut nya sebagai Box on Stilts. Beliau
menjelaskan bahwa karya Le Corbusier sangat kekanak-kanakan karena membua bangunan yang
meggambarkan kapal uap, mesin terbang dan kereta.

2.3 ANALISIS
Analisis Villa Savoye yang pertama adalah studi mengenai 4 poin, diantaranya adalah Ruang
(Space), Bentuk (Form), Tubuh Bangunan (Body), Teknik Bangunan (Technique). Dari analisis Ruang
(Space) Banguan ini merupakan fokus dari ide Le Corbusier tentang bagaimana ruang disusun dan
dirasakan. Sebagai desain terakhir dari purist villa buatan Le Corbusier, beliau mencoba untuk
menggabungkan rekonsilasi dari attribute platonic dengan manusia. Le Corbusier menaikan lantai
utamanya satu tingkat keatas sehingga terhindar jika tanah menjadi basah, selain itu menaikan juga
halaman untuk menciptakan ruang yang menyehatkan dan menciptakan halaman yang kering. Le
Corbusier mencoba untuk memisahkan antara a machine for living nya dengan lingkungan sekitar,
salah satu langkahnya adalah dengan membuat villa tersebut dapat melihat lingkungan dari luar ke
dalam maupun sebaliknya dengan menggunakan jendela panjang yang ada dalam villa itu. Dengan cara
tersebut menggambarkan seolah olah tembus pandang karena dari sudut jendela satunya kita bisa
melihat lingkungan yang terhalang oleh bangunan tersebut. Tumbuhan yang di gantung juga merupakan
gagasannya untuk mendemosnstrasikan bagaimana bangunan tersebut berinteraksi dengan
bangunannya. Le Corbusier menciptakan sebuah bangunan dimana bangunan tersebut tidak begitu
memisahkan antara bangunan, ekologi dan alam.

Eksterior bagian bawah sangat proporsional untuk menahan bagian lantai atasnya. Bangunan ini
juga mengikuti alur jalan raya yang dating dari sebelah pinggir Villa Savoye. Ramp yang terdapat pada
bagian pilotis bangunan ini akan memberikan suasana Promenade ala Le Corbusier menuju bagian
interior bangunan ini. Arsitektural Promenade yang berada pada ramp ini menghubungkan lantai dasar
hingga lantai atap (solarium) dari bangunan ini, ramp ini juga memberikan pemandangan yang berbeda
pada saat menggunakannya pada setiap lantai. Tujuan dari dibuatnya ramp ini adalah selain fungsinya
untuk kendaraan dan disabilitas juga agar saat melewatinya bisa merasakan sensasi dari struktur yang
ada dalam Villa Savoye tersebut.

Villa Savoye buatan Le Corbusier merupakan suatu bangunan yang merupakan eksplorasi dari
penggunaan bentuk - bentuk dasar (William Curtis) sebagai sebuah bentuk penggunaan dari
industrialisasi. Dalam strukturnya Le Corbusier mendapatkan ide dari Maison Domino. Disebut sebagai
struktur domino karena karakteristiknya planar slab selalu terhubung dengan tangga dogleg. Dalam Villa
Savoye ramp ditambahkan sebagai campuran agar yang menggunakannya bisa merasakan dari nuansa
struktur dan pemandangan yang ada di sekitar Villa Savoye. Collin Rowe menyebut bahwa detail struktur
yang ada pada Villa Savoye dan Maison Domino merupakan symbol modern dari emansipasi dan liberasi
social.

5
Le Corbusier memulai dengan sebuah balok dan menambahkan banyak elemen sehingga
membentuk bangunan tersebut. Villa Savoye menggunakan persegi panjang, silinder dan kubus untuk
mengurangi volume dari balok yang awalnya membentuk villa savoye. Dengan begitu Le Corbusier
membuat sebuah bangunan yang Nampak persegi jika dilihat dari atas dan menarik perhatian saat ada
orang yang melihatnya. Void yang berada di dinding atap bangunan ini dibuat sebagai sebuah kanvas
untuk lingkungan yang berada di sekitarnya. Le Corbusier juga menggunakan cahaya dan bayangan
untuk membuat sebuah bentuk bagaikan hidup. Bagaikan dalam lukisan, garis yang gelap biasanya
menjadi outline untuk bentuk yang dibuatnya. Le Corbusier juga menggunakan prinsip ini dalam Villa
Savoye menggunakan cahaya dan bayangan untuk membentuk sebuah bentuk.

Villa Savoye merupakan hasil eksperimen dari 5 poin arsitekturnya Le Corbusier dalam bentuk
yang benar benar geometris. Beliau merupakan seorang ahli yang dapat menggabungkan hal tersebut
untuk menciptakan bentuk yang unik. Beberapa contohnya seperti penggunaan bidang pararel, cahaya
dan bayangan, dan void. Pekerjaannya ini sangant menginspirasi tentang penggunaan bidang geometri
yang modern dan sebuah mesin untuk kehidupan.

Tubuh dari bangunan ini terbentuk oleh ruang. Kita bisa meraksakan suatu ruang dan
mendapatkan timbal balik dari ruang tersebut yang kemudian akan menjadi pengalaman ruang.
Bagaimana ruang dibentuk juga akan mempengaruhi kita selaku penghuninya. Le Corbusier
menggunakan tubuh sebagai lambing dari stimulasi rasa. Beliau menulis sangat mungkin untuk
mendengarkan visualisasi dari proporsi, merasakan kolom dengan mata. Le Corbusier menggambarkan
tubuh dari Villa Savoye dengan lima poin pendekatan, diantaranya adalah: visual, tactile, auditory,
rituals dan furniture.

Dari segi visual, Le Corbusier sering menggunakan frame sebagai jalan sebuah tubuh projek dan
sebagai sebuah elemen pemandangan dari dalam bangunan menuju site. Beliau menggunakan frame
dalam bukaan dan entrance masuk. Dalam hal ini ramp sebagai elemen promenade memberikan frame
dalam elemen yang berbeda. Ramp memberikan momen visual yang memberikan elemen yang berbeda
dalam tiap level bangunannya. Warna merupakan metode lain oleh Le Corbusier dalam menggapai
elemen visual ini. Corbusier lebih banyak menggunakan warna yang dapat menarik perhatian mata.
Ditambah dengan elemen cahaya, dua hal tersebut memberikan pengalaman visual yang kaya dan juga
menyegarkan mata.

Le Corbusier menggunakan lapisan teksture untuk memberikan pengalamn tactile pada


penggunanya. Dengan menggunakan permukaan yang halus dan kasar memberikan efek bangunan itu
hidup. Hal ini memberikan respon psikologis yang membuat dramatis antara pengguna ruang dan ruang
arsitekturalnya.

Corbusier menggunakan material yang berbeda sehingga akan memberikan efek auditori yang
berbeda pada setiap ruang. Hal ini memungkinkan jadi bukan hanya hal visual saja yang teras adalam
bangunan ini tapi suara juga. Hal ini akan memberikan pengalaman yang sensual dan personal pada
bangunan ini.

6
Untuk mengubungkan ruang dengan tubuh bangunan, Corbusier menggunakan ritual. Sebuah sink
yang diletakan pada lantai dasar bangunan ini adalah sebuah symbol dari ritual saat memasuki
bangunan ini harus mencuci tangannya terkebih dahulu. Memberikan pengalaman kesakralan seperti
pada bangunan sacral lainnya karena ketika memasuki ruang yang sacral orang yang masuk harus suci
dahulu.

Le Corbusier menekankan pendekatan tubuh ini pada furniture. Beliau mendesain furniture yang
bisa diterima tubuh dan tempat sebagai tempat untuk bersantai dan beristirahat. Furniture yang dibuat
bertujuan untuk memperindah bangunan juga menguatkan hubungan penghuni dengan ruang yang
dihuninya. Salah satu contohnya adalah di kamar mandi, Corbusier menciptakan sebuah tempat dimana
orang bisa beristirahat setelah mandi. Bentuk dari furniture ini memberikan suasana santai.

Villa Savoye merupakan sebuah hasil dari 10 tahun research mengenai Reconciliation between
platonic absolutes, nature and man. Villa ini meruapak villa terakhir dari purist villa ciptaan Le
Corbusier. Paradigmanya berhasil meng-justifikasikan semua elemen sebagai sebuah solusi. Setelah
pembangunan Villa Savoye, Corbusier mengembangkan metodologi yang digunakan dalam Villa Savoye.
Hal tersebut bisa dilihat sebagai hasil dari arsitektur yang baru yaitu pilotis, roof garden, long horizontal
windows, free architectural faade dan architectural promenade. Tidak seperti villa-villa sebelumnya,
pada saat membangun Villa Savoye, Le Corbusier banyak sekali mengeksplorasi site yang akan
dibangunnnya yaitu Poissy, sebagai tempat yang ideal. Hal tersebut membuat metodologi Le Corbusier
bisa dengan maksimal mengalir pada saat pembangunan villa ini. Le Corbusier sangat tertarik dengan
penggabungan sirkulasi automobile dengan pedestrian. Seperti apa yang ada dalam Villa Savoye dan
rupanya hal tersebut sangat berhasil. Bagian bawah yang menjadi sirkulasi kendaraan yang menurunkan
pedestrian pada strukturnya. Lalu dengan mengangkat lantai yang utama membuat kendaraan menjadi
hal yang penting dalam pengalaman bangunan ini. Le Corbusier sangat mengharapkan bahwa
arsitekturnya dinikmati oleh kaki penggunanya, itulah mengapa beliau membangun ramp dalam
bangunan ini, hal tersebut juga mendorong artikulasi sdalam arsitekturnya. Sudut pandang ini
merupakan sudut pandang lain dari metodologi Villa Savoye, the architectural promenade. Elemen ini
sangat berpengaruh mulai dari lantai dasar hingga atap.

Le Corbusier menggabungkan elemen elemen tersebut sebagai sebuah researchnya untuk


menciptakan bangunan yang lebih baik lagi. Beliau sangat berhati hati dalam memahami bangunan
sehingga bangunan tersebut cocok dengan penggunanya. Membuat sebuah yang berasal dari imajinasi
semata untuk menciptakan sebuah fasilitas untuk manusa modern, Corbusier mendorong ide purist nya
untuk memenuhi kebutuhan kliennya, dan menciptakan apa yang sekarang disebut sebagai Masterpiece
dari Le Corbusier Villa Savoye.

7
BAB 3 KESIMPULAN & SARAN

3.1 KESIMPULAN
Villa Savoye merupakan bangunan yang dibangun oleh Le Corbusier dengan metodologinya
mengenai hubungan antara bangunan, manusia dan alam. Dan hasil dari metedologi itu
melahirkan sebuah masterpiece dari pemikiran dan imajinasi dari Le Corbusier.
Bangunan ini menjadi sebuah aplikasi dari 5 poin menuju arsitektur yang baru dari Le Corbusier
yaitu Atap Datar, Pilotis, Faade yang bebas struktur, Jendela yang lebar dan Denah yang bebas
kolom. Hasil akhir dari aplikasi 5 poin ini menghasilkan perpaduan yang menakjubkan antara
modern arsitektur dan lingkungan sekitar bangunan.
Setelah pembangunan Villa Savoye pada tahun 1930, mulailah tren dimana banyak di penjuru
dunia, para arsitek yang mengikuti gaya bangunan seperti villa savoye, karena bangunan ini
dianggap sebagai lambing dari modernism.

3.2 SARAN
Semoga dengan adanya makalah ini menambah wawasan kita mengenai perkembangan
arsitektur modern, penulis menganggap bahwa Villa Savoye adalah bangunan yang sangat
menggambarkan Arsitektur Modern. Penulis juga berharap semoga semakin banyak karya ilmiah
tentang perkembangan arsitektur dunia dengan pengantar bahasa Indonesia sehingga banyak
kalangan bisa mempelajari lebih dalam menganai perkembangan arsitektur modern.

8
DAFTAR PUSTAKA

(n.d.). Retrieved from https://www.moma.org/moma_learning/docs/CL_3.pdf

(n.d.). Retrieved from https://www.heblytheunissen.nl/files/a_fivepoints.pdf

(n.d.). Retrieved from


https://www.ucviden.dk/.../Influence_of_Le_Corbusier_in_modern_architecture.pdf

Academy, K. (n.d.). Retrieved from https://www.khanacademy.org/humanities/art-1010/architecture-


20c/a/corbusier-savoye

Biography.com. (n.d.). Le Corbusier Biography. Retrieved December 14, 2016, from The Biography.com:
http://www.biography.com/people/le-corbusier-9376609

Helby, A. (n.d.). The 5 Point and Form.

Heynen, H. (1999). Architecture and Modernity A Critics. London: MIT Press.

Lego. (n.d.). Architecture: Villa Savoye. Lego.

Monteagudo, J. A. (2013). Influence of Le Corbusier in Modern Architecture.

Morrisey, D. (n.d.). Case Study: Villa Savoye.


LAMPIRAN

Sketsa konsep awal Vila Savoye

Sketsa 4 komposisi oleh Le Corbusier


Konsep Villa Savoye

Sistem Domino

Sirkulasi dalam Villa Savoye


Bukaan Villa Savoye

Bagian Lantai Villa Savoye


Ramp Villa Savoye

3D dari Villa Savoye


ISONOMETRI