Vous êtes sur la page 1sur 2

SYARAT PELARUT LLE :

Syarat dari pelarut yang digunakan untuk ekstraksi cair-cair, antara lain mempunyai
kelarutan yang rendah dalam air (<10%), dapat menguap sehingga memudahkan penghilangan
pelarut organic setelah dilakukan ekstraksi dan memiliki kemurnian tinggi untuk meminimalkan
adanya kontaminasi sampel (Gandjar dan Rohman, 2007).

PENGERTIAN LARUTAN BAKU PRIMER DAN LARUTAN BAKU SEKUNDER

Semua perhitungan dalam titrimetri didasarkan pada konsentrasi titran sehingga


konsentrasi titran harus dibuat secara teliti. Titran semacam ini disebut dengan larutan baku
(standar). Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan normalitas, molaritas atau bobot per
volume. Suatu larutan standar dapat dibuat dengan cara melarutkan sejumlah senya baku tertentu
yang sebelumnya senyawa tersebut ditimbang secara tepat dalam volume larutan yang diukur
dengan tepat. Larutan standar ada dua macam yaitu larutan baku primer dan larutan baku
sekunder (Gandjar dan Rohman, 2007).

1. Larutan Baku Primer

Larutan baku primer memiliki kemurnian yang tinggi. Suatu senyawa dapat digunakan
sebagai baku priemr jika memenuhi syarat sepeti mudah didapat, dapat dimurnikan dan
dikeringkan, memiliki kemurnian yang tinggi (1000,02 %) atau dapat dimurnikan dengan
penghabluran kembali, tidak teroksidasi oleh O2 diudara, serta tidak berubah selama proses
penimbangan (Gandjar dan Rohman, 2007).

2. Larutan Baku Sekunder

Larutan baku sekunder memiliki kemurnian yang lebih rendah dari larutan baku primer.
Larutan baku sekunder perlu dibakukan dengan larutan baku primer. Suatu proses yang
mana larutan baku sekunder di bakukan dengan larutan baku primer disebut dengan
standardisasi (Gandjar dan Rohman, 2007).
Daftar Pustaka :

Gandjar, I.G dan A. Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.