Vous êtes sur la page 1sur 21

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITI PADA KELUARGA TNS

DI DUSUN KAEMBA JAYA KEC. MARUSU


KABUPATEN MAROS
TGL 15 MEI 2009

I. IDENTITAS KELUARGA
a. Data Kepala Keluarga
- Kepala Keluarga : Tn. M
- Umur : 35 tahun
- Pendidikan Terakhir : SD
- Pekerjaan Pokok : Nelayan
- Penghasilan Perbulan : Rp. 650.000,00
- Perkawinan ke : I
- Lama Menikah : 10 tahun
- Agama : Islam
- Suku Bangsa : Bugis Indonesia
- Alamat : Kuri lompo

b. Data Anggota Keluarga


Umur Hubungan Pendidikan
No Nama Agama Pekerjaan
L P Keluarga Terakhir
1. Maryam 32 Islam Istri SD IRT
2. Sukma 6 Islam Anak Blm sklh -

c. Genogram 3 Generasi
Keterangan :

: Perempuan

: Laki-laki

: Serumah

X : Meninggal

d. Sifat keluarga
* Tipe Keluarga
Merupakan keluarga besar, dalam hal ini kepala keluarga yang sering
menjalani keputusan dengan musyawarah bersama istri sebelum mengambil
keputusan.
* Kebiasaan sehari - hari
1. Kebiasaan makan
Frekuensi makan teratur (3x sehari) dengan makanan pokok berupa nasi
serta komposisi makanannya lauk pauk.
2. Kebiasaan Tidur
Kebiasaan tidur anggota keluarga baik dan teratur.Tidur jam 22.00 wita
sampai 05.00 wita.
3. Kebiasaan Rekreasi
Rekreasi keluarga jarang dilakukan, waktu senggang digunakan untuk
menonton TV
4. Pekerjaan sehari hari
Tn. S bekerja sebagai petani dan aktivitas sehari hari yaitu bangun
tidur, shalat, mandi kemudian minum teh dan makan kue yang telah
disediakan isterinya, setelah itu jam 07.30 wita pagi ke sawah untuk
mengurus tanamanya sendangkan isterinya memSpersiapkan keperluan
keluarga terutama mengurus anak
5. Kebiasaan diri (Personal Hygien)
Kebersihan diri anggota keluarga cukup baik, mandi 2 sehari dengan
memakai sabun dan menggosok gigi 2 sehari dengan memakai pasta
gigi.

II.Faktor Social Ekonomi dan Budaya


1. Penghasilan dan Pengeluaran
- Pekerjaan kepala keluarga adalah supir.
- Penghasilan : biasanya mendapatkan Rp. 650.000,00 / bulan.
- Pemenuhan kebutuhan keluarga cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari
hari.
- Pemenuhan keluarga dalam anggota keluarga adalah dari kepala keluarga
sedangkan istri mengatur keperluan rumah tangga dan belanja untuk
keluarga sehari hari.
2. Suku dan Agama
Bapak dan ibu dari suku bugis dan cukup taat dalam menjalankan agama islam
yang dianutnya.
3. Peranan Anggota Keluarga
- Suami sebagai pencari nafkah di bantu oleh istri.
- Istri mengatur segala urusan rumah tangga di bantu oleh anaknya.
4. Hubungan dengan Masyarakat
hubungan keluarga denganmestarakat sekitarnya cukup baik, kegiatan
kemasyarakatan diikuti oleh keluarga dengan baik.
III. Faktor Lingkungan
Keluarga menempati rumah sendiri dengan bentuk bangunan rumah kayu
dengan ukuran 6 8 meter persegi.
1. Denah rumah

Keterangan :
A = kamar tidur
B = dapur
C = ruang makan
D = ruang keluarga
E = teras

Ruangan dalam rumah cukup mendapat cahaya sinar matahari dan pengaturan
perabot dalam rumah cukup tapi kebersihan rumah kurang karena terdapat
kandang ternak di samping rumah.
2. Sumber air minum dan sarana air bersih
Keluarga mengambil air minum dari sumur gali yang kandangnya cukup jernih
dan tidak bau, digunakan untuk air minum, mandi dan mencuci.
3. Tempat Pembuangan
- Tinja keluarga di buang di sawah karenaa belum mempunyai WC.
- Pembuangan sampah keluarga dengan cara di bakar.
- Pembuangan air limbah di buang secara cubluk sehingga genangan air di
bawah rumah menimbulkan bau dan keadaan tanah yang kurang nyaman.
- Lingkungan rumah cukup padat, di depan rumah merupakan jalan setapak
dan belakang adalah sawah.
4. Fasilitas Hiburan
Keluarga memiliki TV sebagai sarana hiburan dan informasi bagi keluarga.
5. Fasilitas Sosial dan Kesehatan yang Ada
Lingkungan sosial keluarga cukup ramah dan tersedia fasilitas sosial yang
tidak jauh dari rumah misalnya : mesjid, transfortasi yang lancar, warung, dll.
Demikian pula dengan fasilitas kesehatan terdapat peskesmas.
IV. Riwayat Kesehatam
1. Riwayat kesehatan anggota keluarga
kondisi anggota keluarga umumnya sehat sehat.
2. Pemeriksaan Fisik
* Tn M
- tekanan darah : 120/90 mmHg
- pernafasan : 24 / menit
- suhu : 36,4 C
- nadi : 82 /menit
* Ny. H
- tekanan darah : 100/60 mmHg
- pernafasan : 22 / menit
- suhu : 36,5 C
- nadi : 84 / menit
* An. T
- pernafasan : 24 / menit
- suhu : 36,5 C
- nadi : 86 / menit

V. Pengkajian Psikososial
* Status Emosi
Tingkat emosional anggota keluarga cukup baik, bila ada masalah dalam
keluarga di selesaikan dengan baik.
* Konsep Diri
Ibu dan keluarga orangnya ramah serta menerima kehadiran bidan dengan
baik.
* Pola Interaksi/ Komonitas
Pola interkasi antara anggota keluarga cukup baik, bahasa yang di pakai sehari
hari adalah bahasa makassara dan bahasa Indonesia.

VI. Pengkajian Pengetahuan Keluarga tentang KB serta tumbuh kembang dan


kesehatan ibu tidak mengetahui tentang pentingnya KB dan keluarga
mengetahui dan menyadari bahwa setiap orang di serang penyakit bila dia
kurang makan (gizi), dan kesehatan lingkungan kurang bersih.

VII. Harapan Keluarga Terhadap Bidan


Keluarga berharap bidan dapat membantu mengatasi masalah keluarga.

I Analisa Data
No Data Masalah
1. DS : Ibu mengatakan - Ibu tidak menjadi akseptor KB
pengetahuannnya kurang
tentang KB.
DO : Ibu tidak mengerti tentang
2. pentingnya KB. - Sanitasi lingkungan.
DS : Ibu mengatakan tidak memiliki
kakus dan BAB di sawah
DO : Tidak memiliki kakus.
II.Rumusan Masalah
Dari data data di atas dan hasil analisa sederhana, maka banyak masalah
yang timbul dalam keluarga Tn S yang di sebabkan oleh faktor
ketidaktahuan dan ketidak mampuan keluarga dalam menjalankan tugas
tugas keluarga dalam bidan kesehatan, sehingga timbullah masalah masalh
keluarga sebagai berikut :

- Keluarga Berencana
- Keluarga tidak memiliki WC

III. Prioritas Masalah


Untuk mengatasi masalah Tn M secara keseluruhan tidak mungkin, oleh
karena itu di lakukan prioritas masalah kesehatan kebidanan yang mengancam
kehidupan dan kesehatan keluarga, itulah yang mrnjadi prioritas masalah. Agar
dapat melakukan prioritas masalah keluarga secara tetap maka di lakukan
pembobotan masalah dengan kriteria sebagai berikur :

1. Keluarga Berencana
No. Kriteria Penilaian Skor Pembenaran
1. Sifat masalah 2/3 1 2/3 Ancanman kesehatan
2. Kemungkinan masalah 2/2 2 2 Masalah dapat di ubah
dapat di ubah karena ibu mengerti dan
biaya terjangkau.
3. Potensial masalah dapat 2/3 1 2/3 Ibu dapat memahami
di ubah program / manfaat KB
untuk meningkatkan
kesejahteraan keluarga.
4. Penonjolan masalah 0/2 1 0 Ibu menyadari dan mau ber
KB.
Total 3 1/3

2. Kesehatan Lingkungan ( Tidak Memiliki WC)


No. Kriteria Penilaian Skor Pembenaran
1. Sifat masalah, ancaman 2/3 1 2/3 Dengan tidak mempunyai
Kesehatan WC penyakit akan mudah
timbul.
2. Kemungkinan masalah 1/2 2 1 Ada kesadaran untuk
dapat di ubah dengan mengatasi masalah
mudah kesehatan dengan membuat
WC.
3. Potensi masalah untuk 1/3 1 1/3 Terjadinya pe nyakit dapat
di rubah kurang di cegah dengan pembuatan
WC.
4. Menonjolnya tidak 0/2 1 0 Tidak mempunyai Wc di
dirasakan anggap suatu masalah berat
dalam kesehatan.
total 2

Tanggal 16 Mei 2009


1. Keluarga Berencana
Masalah : Ibu tidak menjadi akseptor KB
DS : Ibu mengatakan pengetahuannya kurang tentang KB
DO : Ibu tidak mengerti tentang pentingnya KB
Tujuan : Agar ibu menjadi akseptor Kb sehingga ibu dapat mengatur jarak
kehamilannya.
Kriteria : Menjadi akseptor KB
Intervensi:
a. Berikan penyuluhan tentang KB :
* Pengertian KB
* Macam macam KB
* Manfaat KB
* Efek samping KB
Rasional : Dengan memberikan penyuluhan KB, ibu dapat mengetahui
tentang pentingnya ber KB.
b. Berikan motivasi kepada ibu untuk menjadi akseptor KB
Rasional : Dengan memberi motivasi ibu dapat tergerak untuk menjadi
akseptor KB.
c. Anjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB
Rasional : Dengan menjadi akseptor KB ibu dapat mengatur jarak
kehamilannya.
Implementasi :
a. Memberikan penyuluhan tentang KB :
* Pengertian KB
* Macam - macam KB
* Manfaat KB
* Efek samping KB
Hasil : Ibu mengerti tentang penjalasan yang di berikan.
b. Memberikan motivasi kepada ibu untuk menjadi akseptor KB.
Hasil : Ibu termotivasi untuk menjadi akseptor KB.
c. Menganjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB.
Hasil : Ibu bersedia menjadi akseptor KB.
Evaluasi :
Ibu mengetahui tentang manfaat dari KB.
2. Kesehatan Lingkungan ( Tidak Memiliki WC / kakus )
Masalah : Cakupan sanitasi lingkungan kurang.
DS : Ibu tidak memiliki kakus dn BAB di sawah.
DO : Tidak mempunyai WC.
Tujuan : - Agar keluarga mengerti tentang pentingnya memiliki WC.
- Keluarga dapat mengetahui penyakit penyakit yang di
timbulkan akibat tidak memiliki WC.
- Agar keluarga bersedia membuat kakus.
Kriteria : Tersedianya kakus.
Intervensi :
a. Berikan penjelasan kesehatan pada keluarga tentang :
- Hubungan kebersihan lingkungan dengan kesehatan dan pentingnya
memiliki kakus.
- Penyakit penyakit yang bisa timbul karena kurangnya kesehatan
lingkungan.
Rasional : Dengan memberikan penjelasan kesehatan lingkungan, ibu
dapat mengerti tentang pentingnya kakus.
b. Berikan motivasi kepada ibu untuk membuat kakus.
Rasional : Dengan memotivasi keluarga, maka keluarga dapat termotivasi
untuk membuat kakus.
c. Anjurkan ibu untuk membuat kakus.
Rasional : Dengan membuat kakus, keluarga dapat terhindar dari
penyakit- panyakityang di timbulkan.
Implementasi :
a. Memberikan penjelasan kesehatan pada keluarga tentang kebersihan
lingkungan.
b. Memberikan motivasi kepada ibu untuk membuat kakus
c. Menganjurkan ibu untuk membuat kakus
Evaluasi
Ibu mengerti tentang pentingnya kesehatan lingkungan dan kepemilikan
kakus
Tanggal 17 Mei 2009
1. Keluarga Berencana
Tujuan : Agar ibu menjadi akseptor KB sehingga ibu dapat mengatur jarak
kehamilannya.
Kriteria : Ibu menjadi akseptor KB
Intervensi :
a. Berikan penyuluhan tentang KB
Rasional : Dengan memberikan penyuluhan KB, ibu dapat mengetahui
tentang pentingnya KB
b. Berikan motivasi kepada ibu untuk menjadi akseptor KB
Rasional : Dengan memberikan motivasi ibu dapattergerak untuk
menjadi akseptor KB
c. Anjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB
Rasional : Dengan menjadi akseptor KB ibu dapat mengatur jarak
kehamilannya.
Implementasi
a. Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang KB
b. M emberikan motivasi kepada ibu untuk ber KB
c. Menganjurkan kepada ibu untuk menjadi akseptor KB
Evaluasi
- Ibu termotivasi untuk menjadi akseptor KB
2. Kesehatan lingkungan ( tifdak memiliki kakus )
Tujuan : - Agar keluarga mengerti tentang pentingnya memiliki kakus
- Agar keluarga dapat mengetahui penyakit-penyakit yang
ditimbulkan akibat tidak memiliki kakus
Kriteria : Tersedianya kakus
Intervensi
a. Berikan penjelasan kesehatan pada keluarga tentang :
- Hubungan kebersihan lingkungan dengan kesehatan dan pentingnya
mimiliki kakus
- Penyakit-penyakit yang bisa timbul karena kurangnya kesehatan
lingkungan
Rasional : Dengan memberikan penjelasan kesehatan lingkungan
keluarga dapat mengetahui tentang pentingnya memiliki kakus
b. Berikan motivasi kepada ibu untuk membuat kakus
Rasional : Dengan memotivasi keluarga, maka keluarga dapat
termotivasi untuk membuat kakus
c. Anjurkan ibu untuk membuat kakus
Rasional : keluarga dapat terhindar dari masalah kesehatan
lingkungan dan penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat tidak
memiliki kakus
Implementasi
1. Memberikan penjelasan kesehatan pada keluarga tentang kesehatan
lingkungan
2. Memberikan motivasi kepada keluarga untuk membuat kakus
3. Menganjurkan ibu untuk membuat kakus
Evaluasi
- Keluarga termotivasi untuk membuat kakus
Tanggal 18 Mei 2009
1. Keluarga Berencana
Tujuan : Agar ibu menjadi akseptor KB
Kriteria : Menjadi akseptor KB
Intervensi :
a. Berikan penyuluhan tentang KB
Rasional : Dengan memberikan penyuluhan KB, ibu dapat mengetahui
tentang pentingnya ber KB
b. Berikan motivasi kepada ibu untuk ber KB
Rasional : Dengan memberi motivasi ibu dapat tergerak untuk ber KB
c. Anjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB
Rasional : Dengan menjadi akseptor KB, ibu dapat mengatur jarak
kehamilan
ImplementasI
a. Memberikan penyuluhan tentang KB
b. Memberikan motivasi kepada ibu untuk menjadi akseptor KB
c. Menganjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB
Evaluasi
- Ibu menjadi akseptor KB dengan jenis suntikan 3 bulan
2. Kesehatan lingkungan ( tidak memiliki kakua )
Tujuan : - Agar keluarga mengerti tentang pentingnya memiliki kakus
- Agar keluarga dapat mengetahui penyakit-penyakit yang
ditimbulkan akibat tidak memiliki kakus
Kriteria : Tersedianya kakus
Intervensi :
1. Berikan penjelasan kesehatan kepada keluarga tentang :
- Hubungan kebersihan lingkungan dengan kesehatan dan pentingnya
memiliki kakus
- Penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat kesehatan lingkkungan yang
kurang
Rasional : Dengan memberikan penjelasan kesehatan lingkungan,
keluarga dapat mengerti tentang memiliki kakus
2. Beri motivasi kepada keluarga untuk membuat kakus
Rasional : Dengan memberi motivasi sehingga keluarga tergerak
untuk membuat kakus
3. Anjurkan keluarga untuk membuat kakus
Rasional : Keluarga dapat terhindar dari masalah kesehatan
lingkungan
Implementasi
1. Memberikan penjelasan kesehatan yangberhubungan dengan kebersihan
lingkungan dan penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat kesehatan
lingkungan yang kurang
2. Memberikan motivasi pada keluarga untuk membuat kakus
3. Menganjurkan ibu untuk membuat kakus
Evaluasi
- Keluarga berencana membuat kakus jika dan mencukupi

SATUAN ACARA PENYULUHAN


(SAP)

1. Keluarga Berencana
Hari / tanggal : Sabtu 16 Mei 2009
Tempat : Rumah Ny. H
Sasaran : PUS
Tujuan :
Umum : Agar ibu dapat menjadi akseptor KB
Khusus : Agar ibu dapat mengerti mamfaat dan tujuan menjadi akseptor
KB, ibu menjadi akseptor KB

a. Pengertian
Usaha pengaturan jarak kehamilan demi perbaikan kesejahteraan keluarga dan
bangsa pada khususnya da manusia pada umumnya
b. Metode yang digunakan
1. Metode sederhana
- Kondom
- Spermaside
- Koitus interuptus
- Pantang berkala
2. Metode efektif
a. Hormonal
- Pil KB : Progesteron only pil, pil KB kombinasi, pil KB sekuensial
Macam-macam pil KB
Berbagai pabrik farmasi menggunakan pil KB sebagai berikut :
1. Pil kombinsi : sejak semula telah terdapat kombinasi komponen
progesteron / estrogen
2. Pil sekuensial :
- Pil mini mengandung komponen yang disesuaikan dengan sistem
hormonal tubuh
- Dua belas pil pertama hanya mengandung estrogen
- Pil ketiga belas dan seterusnya merupakan kombinasi
3. Progesteron : hanya mengandung progesteron dipergunakan untuk ibu
post partum
4. KB darurat hormonal : digunakan segera setelah hubungan seks
Keuntungan memakai pil
- Bila minum pil sesuai dengan aturan dijamin berhasil 100 %
- Dapat dipakai pengobatan sebagai berikut :
a. Ketegangang menjelang menstruasi
b. Perdarahan menstruasi yang tidak teratur
c. Nyeri pada saat menstruasi
d. Pengobatan pasangan mandul
- Pengobatan penyakit endometriosis
- Dapat meningkatkan libido
Kerugian memakai pil KB
- Harus minum pil tiap secara teratur
- Dalam waktu jangka panjang menekan fungsi ovarium
- Penyakit ringan
- Berat badan bertambah
- Rambut rontok
- Tumbuh acne
- Mual sampai muntah
- Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal
Suntikan KB : Depoprovera setiap 3 bulan, norigest setiap 10 minggu,
Cyclofem setiap bulan
Mekanisme kerja suntikan KB
Mekanisme kerja komponen progesteron atau derivate testosteron adalah :
- Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan
ovum.
- Mengentalkan lendir servikssehingga sulit ditembus spermatozoa
- Perubahan peristaltik tuba falopi sehingga konsepsi dihambat
- Mengubah suasana endometrium sehingga tidak sempurna untuk implantasi
hasil konsepsi
Keuntungan suntikan KB
- Pemberian sederhana setiap 8 sampai 12 minggu
- Tingkat efektifasnya tinggi
- Hubungan seks dengan suntikan bebas
- Pengawasan medis yang kurang
Suntikan KB Cyclofem di berikan setiap bulan dan peserta KB akan
mendapatkan menstruasi
Kerugian suntikan
- Terjadi perubahan pola haid, seperti tidak teratur, perdarahan berat/spotting,
atau perdarahan 10 hari
- Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan
hilang setelah suntikan kedua atau ketiga
- Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan klien harus kembali
setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan
- Efektifitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan
eplepsy atau obat tuberkolosis
- Susuk KB : Setiap 5 tahun (Nonplant), 3 tahun (Implanan)
- Efektifitas 5 tahun untuk Nonplant, 3 tahun untukjaneda, 1 tahun
Implanan
- Nyaman
- Dapat dipakai untuk semua perempuan dalam usia reproduksi
- Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan
- Kesuburan segera kembali setelah implanon dicabut
- Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan bercak
dan amenorhoe
- Aman dipakai pada masa laktasi
Kontraindikasi susuk KB
- kehamilan atau sangkaan kehamilan
- Penderita penyakit hati
- Kanker Payudara
- Kelainan jiwa
- Varikesis
- KE (Kehamilan Ektopik)
- DM (Diabetes Melitus)
- Kelainan Kardiovaskuler
Kerugian metode susuk KB
- Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi dan
terjadi perdarahan yang tidak teratur
- Berat badan bertambah
- Menimbulkan acne, ketegangan payudara
- Liang senggama terasa kering

b. Mekanis
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
1. Penggolongan IUD
Misalnya :
- Grafenbeg Ring
- Otaring
- Mergilies
- Lippes Loop
- Saf T coil
- Della Loop
Medicated Devices : Bio active deviced, second generation devices
Mengandung logam.
* Mengandung generasi pertama Copper Devices
cut 200 = tatum
CV F = Gravigard
MI CV 250
AKDR cu generasi kedua
NOVA T = NOVAGARD (mengandung AG)
CUT 380 A (popular saat ini)
CUT 380 AG
CUT 220
DELTA T = Modified cut 220 C
* mengandung hormone = progesterone atau levenogesterl progestasert LNG
20
Mekanisme kerja AKDR sebagai alat kontrasepsi
- AKDR merupakan benda asing dalam rahim sehingga menimbulkan reaksi
benda asing dengan tambahan leukosit, makrofag dan limposit
- AKDR menimbulkan perubahan pengeluaran cairan, prostaglandin yang
menghalangi kapasitas spermatozoa
- Pemadatan endometrium oleh leukosit, makrofog dan blaktosit tidak mampu
melaksanankan nidasi.
Efektifitas IUD
Efektifitas IUD dinyatakan dalam contuinitas rate yaitu berapa lama IUD tetap
tinggal in-uteru tanpa :
Ekspulsi spontan
Terjadinya kehamilan
Pengangkatan karena alasan-alasan medis dan pribadi
Keuntungan AKDR
Alat kontrasepsi dalam rahim dapat diterima masyarakat dunia, termasuk
Indonesia dan menempati urutan ketiga dalam pemakaian. Keuntungannya
adalah :
- Dapat diterima masyarakat dunia dengan baik
- Pemasangan tidak memerlukan medis tekhnis yang baik
- Control medis yang kurang
- Penyulit tidak terlalu besar
- Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik.
Kerugian AKDR
- Masih terdapat kehamilan dengan AKDR in situ
- Terdapat perdarahan spotting dan menometro ragia
- Leukorea sehingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa
lebih basah.
- Dapat terjadi infeksi
3. KB alamiah
KB alamiah adalah cara merencanakan atau mencegah kehamilan
berdasarkan pengamatan tanda-tanda dan gejala-gejala alamiah dari fase ertil
dan infertil dari siklus haid
Macam-macam KB alamiah
1. Yang berindikator tunggal
- Cara kelender
Rumus
Tanpa rumus
- Cara suhu badan basal
- Cara lendir serviks
2. Yang berindikator ganda
- Tingkat kegagalan
Tingkat kegagalan
0,6-25,4 / SWT