Vous êtes sur la page 1sur 15

DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN

PADA BAYI BARU LAHIR FISIOLOGIS

DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM)

BANJARMASIN

Nama : Nurul Farida

NIM : P07124113168

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANJARMASIN

JURUSAN KEBIDANAN SEMESTER IV B

TAHUN AJARAN 2014/2015


LEMBAR PERSETUJUAN

PENGAMBILAN KASUS

Telah disetujui dan di terima untuk pengambilan kasus Asuhan Kebidanan dengan judul
Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Fisiologis di Bidan Praktik Mandiri (BPM)
Banjarmasin dengan :

Nama : By. Ny. N

Umur : 0 hari

Alamat : Jl. PHM Noor RT. 46

Demikian lembar persetujuan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Pembuatan Asuhan
Kebidanan pada PKK I.

Banjarmasin, Mei 2015

Menyetujui,

Pembimbing Lahan Praktik Mahasiswa

Rubiwin, Am.Keb., SH., MM.Kes Nurul Farida

NIP. 19660201 199002 2002 NIM. P07124113168


LEMBAR PERSETUJUAN

Telah dikonsultasikan dan disetujui untuk dibuat Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir
Fisiologis di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Banjarmasin dengan:

Nama : By. Ny. N

Umur : 0 hari

Alamat : Jl. PHM Noor RT. 46

Digunakan untuk membuat Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Fisiologis, untuk
memenuhi tugas pendidikan oleh :

Nama : Nurul Farida

NIM : P071241113168

Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes banjarmasin Jurusan Kebidanan Semester IV B


jalur umum.

Banjarmasin, Mei 2015

Pembimbing Materi, Yang Membuat,

Ruswita Riani, SST, MM. Kes Nurul Farida

NIP. 197306261993022001 NIM. P07124113168


KONSEP DASAR

BAYI BARU LAHIR NORMAL

A. Pengertian Bayi Baru Lahir Normal


1. Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42
minggu dan berat lahir 2500-4000 gram (Depkes RI, 1993)
2. Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir dari kehamilan 31 minggu sampai 42
minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram. (Sarwono, 2009)
3. Bayi cukup bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai
42 minggu. (IKA, 1995)
4. Masa neonatal adalah masa sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 hari) sesudah
kelahiran. Sedangkan pengertian neonatus adalah bayi berumur 0 (baru lahir)
sampai dengan usia 1 bulan sesudah lahir (Muslihatun, 2010).
5. Yang dimaksud bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi
belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap
37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram, nilai
Apgar >7 dan tanpa cacat bawaan (Rukiyah, 2012).
6. Definisi neonatus normal adalah neonatus yang lahir dari kehamilan 37 minggu
sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram
(Maryanti, 2011).

B. Ciri-Ciri Bayi Baru Lahir Normal


1. Berat badan lahir 2500-4000 gram.
2. Panjang badan waktu lahir 48-52 cm.
3. Lingkar dada 30-38 cm.
4. Lingkar kepala 33-35 cm.
5. Bunyi jantung dalam menit, menit pertama kira-kira 180x/menit. Kemudian
menurun sampai 120-140x/menit.
6. Pernapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit, kemudian menurun
setelah tenang menjadi 40x/menit.
7. Kulit kemerah-merahan karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi
vernik caseosa.
8. Lanugo telah tidak terlihat hanya pada bahu dan punggung, rambut kepala
biasanya telah tumbuh sempurna.
9. Kuku telah melewati ujung jari dan lemas.
10. Menangis kuat.
11. Refleks isap dan menelan sudah terbentuk baik.
12. Refleks moro sudah baik, bila bayi dikagetkan akan memperlihatkan gerakan
seperti memeluk.
13. Refleks grasping sudah baik, apabila diletakkan suatu benda diatas telapak tangan
bayi akan menggenggam atau adanya gerakan refleks.
14. Alat pencernaan mulai berfungsi sejak kandungan ditandai dengan adanya atau
keluarnya mekonium dalam 24 jam berwarna hitam kecoklatan.
15. Alat perkemihan sudah berfungsi sejak dalam kandungan ditandai dengan
keluarnya air kemih setelah 6 jam pertama kelahiran.
16. Pada bayi laki-laki, testis sudah turun ke dalam skrotum dan pada bayi
perempuan, labia mayora sudah menutupi labia minora.

C. Penilaian Bayi Baru Lahir


Keadaan umum bayi dinilai dari 1 menit pertama, 5 menit kemudian, dan 10
menit ketiga. Yang meliputi 5 aspek, yaitu :

Tanda 0 1 2
Appearance Pucat Badan merah Seluruh tubuh
(warna kulit) Ekstrimitas biru kemerah-merahan
Pulse rate Tidak ada <100 >100
(Frekuensi nadi)
Grimace Tidak ada Sedikit, gerakan Batuk/bersin
(reaksi rangsangan) mimic
Activity Tidak ada Ekstrimitas dalam Gerakan aktif
(tonus otot) sedikit fleksi
Respiration Tidak ada Lemah/tidak teratur Batuk/menangis
(pernapasan)

Dari hasil penilaian tersebut dapat diketahui apakah bayi tersebut normal atau
asfiksia.

- Bayi normal : Nilai Apgar 7-10


- Asfiksia ringan : Nilai Apgar 4-6
- Asfiksia berat : Nilai Apgar 0-3

D. Perubahan-Perubahan yang Terjadi pada Bayi Baru Lahir


1. Perubahan metabolisme karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk
menambah energi pada 3 jam pertama setelah lahir diambil dari hasil metabolisme
asam lemak, bila karena sesuatu hal misalnya bayi mengalami metabolisme asm
lemak tidak memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan besar bayi
akan menderita hipoglikemi.
2. Perubahan suhu tubuh
Ketika bayi baru lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah
dibandingkan suhu dalam rahim ibu, apalagi bayi dibiarkan dalam suhu kamar
250C maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan evaporasi
sebanyak 200kal/kg, BB/menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh
bayi hanya 1/10 nya.
3. Perubahan pernafasan
Selama dalam uterus, janin mendapatkan O2 dari pertukaran gas melalui paru-paru
bayi. Bayi normal melalui pernafasan 30 detik sesudah lahir, untuk menilai status
kesehatan bayi dalam kaitannya dengan pernafasan dan peredaran darah dapat
digunakan Apgar Score, dapat juga dilihat dari frekuensi denyut jantung,
pernafasan, wajah, ekstrimitas dan seluruh tubuh. Pernafasan bayi normal berkisar
antara 30-60x/menit.
4. Perubahan sirkulasi
Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan
tekanan CO2 menurun. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah
dalam paru sehingga aliran darah tersebut meningkat. Hal ini mengakibatkan
darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus talpus
dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena cava. Sirkulasi janin berubah
menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar kandungan.

E. Penatalaksanaan Awal pada Bayi Baru Lahir Normal


Penatalaksanaan awal bayi baru lahir normal yang bernafas spontan:
1. Mencegah pelepasan panas yang berlebihan. Hal ini dilakukan dengan cara:
a. Mengeringkan tubuh bayi
b. Menyelimuti bayi terutama bagian kepala dengan kain kering
c. Mengganti handuk atau selimut yang basah
d. Jangan menimbang bayi dalam keadaan tidak berpakaian
e. Memandikan bayi setidaknya hingga 6 jam setelah persalinan dan sebelum
kondisi stabil
f. Menempatkan bayi pada lingkungan yang hangat
2. Membebaskan atau membersihkan jalan nafas
Membersihkan jalan nafas bayi dengan mengusap mukanya dengan kain bersih
atau kassa steril.
3. Rangsangan taktil
Mengeringkan tubuh bayi pada dasarnya adalah tindakan rangsangan untuk bayi
sehat, ini cukup merangsang upaya nafas.
4. Merawat tali pusat
Puntung tali pusat yang sudah diikat dibungkus dengan kassa steril dan pastikan
tetap kering.
5. Mencegah infeksi pada mata
Memberi tetes mata atau salep mata antibiotic dalam 2 jam pertama postpartum.
6. Laktasi, upaya menyusui tahap awal mempunyai tujuan:
a. Bayi mendapat nutrisi ekstra
b. Melatih refleks isap
c. Membina hubungan psikologis ibu dan anak
d. Membantu kontraksi uterusmelalui rangsangan pada putting susu.
F. Pemantauan Bayi Baru Lahir
Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktifitas bayi
normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang
memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas
kesehatan.
1. 2 jam pertama sesudah lahir
Hal-hal yang perlu dinilai waktu pemantauan adalah:
a. Tanda vital
b. Kemampuan menghisap kuat atau lemah
c. Bayi tampak aktif atau lunglai
d. Bayi kemerahan atau biru
2. Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya adalah :
a. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan
b. Gangguan pernafasan
c. Hipotermi
d. Infeksi
e. Cacat bawaan atau trauma kelahiran

G. Yang Harus Diperhatikan pada Bayi Baru Lahir


1. Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling
Perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rangsangan atau suara keras yang
mengejutkan atau mainan.
2. Simetris
Apakah secara keseluruhan badan seimbang.
3. Kepala
Apakah kepala tidak simetris, berupa tumor lunak di belakang atas yang
menyebabkan kepala tampak lebih panjang, sebagai akibat proses kelahiran, atau
tumor lumak hanya disebelah kiri atau kanan saja, atau di sisi kiri atau kanan
tetapi tidak melampaui garis tengah kepala, ukur lingkar kepala.
4. Muka atau wajah
Bayi tanpa ekspresi.
5. Mata
Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan
menghilang salam waktu 6 minggu.
6. Mulut
Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. Bila terdapat secret yang berlebihan
kemungkinan ada kelainan saluran cerna.
7. Leher, dada dan abdomen
Melihat adanya oedem akibat persalinan, ukur lingkar dada.
8. Punggung
Adanya benjolan/tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang
sempurna.
9. Bahu, tangan, sendi, tungkai
Perlu diperhatikan bentuk, gerakan, fraktur, varises.
10. Kulit dan kuku
Dalam keadaan normal kulit berwarna kemerah-merahan, kadang-kadang
didapatkan kulit yang mengelupas ringan. Pengelupasan yang berlebihan harus
diperhatikan kemungkinan adanya kelainan. Waspadailah timbulnya kulit dengan
warna yang tidak merata (cutis mermorata) pada telapak tangan, telapak kaki atau
kuku menjadi biru, kulit menjadi pucat atau kuning.
11. Kelancaran menghisap atau pencernaan
Harus diperhatikan.
12. Tinja dan kemih
Diharapkan keluar dalam waktu 24 jam pertama, waspadai apabila perut yang
tiba-tiba membesar tanpa keluarnya tinja, disertai muntah dan mungkin kulit
kebiruan harap segera konsultasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
13. Refleks
a. Refleks rooting, bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi.
b. Refleks isap, terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir yang disertai
refleks menelan.
c. Refleks moro, timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabila kepala tiba-
tiba digerakkan.
d. Refleks mengeluarkan lidah, terjadi apabila diletakkan benda di dalam mulut,
yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman.
14. Berat badan
Sebaiknya setiap hari dipantau penurunan berat badan lebih dari 5% berat badan
waktu lahir, menunjukkan kekurangan cairan.

H. Pemantauan Tanda Vital


1. Suhu tubuh bayi diukur melalui ketiak.
2. Pada pernafasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya
retraksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi. Gerak
pernapasan 40-60 x/menit.
3. Nadi dapat dipantau hanya bila ada indikasi.
4. Mencatat hasil pemantauan merupakan salah satu kerjasama seluruh tim dalam
memuat program perawatan. Pencegahan lebih bermanfaat dan ekonomis daripada
mengobati.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida BagusGde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan Bidan. EGC: Jakarta.

Muslihatun, Wafi Nur. 2010. Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Fitramaya: Yogyakarta.

Rukiyah, Ai Yeyeh dan Lia Yulianti. 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. TIM:
Jakarta.

Saifuddin, Abdul Bari. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prowirohardjo: Jakarta.

Dwi, Maryanti, dkk. 2011. Buku Ajar Neonatus Bayi dan Balita. TIM: Jakarta.
DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN

PADA BAYI BARU LAHIR FISIOLOGIS

DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM)

BANJARMASIN

PENGKAJIAN

Hari/Tanggal : Jumat/ 8 Mei 2015

Pukul : 05.45 WITA

No.RMK : 04x

IDENTITAS

A. Identitas Bayi
Nama : By. Ny. N
Umur : 0 hari
Tanggal/Jam lahir : 8 Mei 2015/05.45 WITA
Jenis kelamin : Laki-laki
Anak ke : Kedua

B. Identitas Orang Tua


Ibu Ayah
Nama Ny. N Tn. S
Umur 21 tahun 23 tahun
Agama Islam Islam
Pendidikan SMP SMP
Pekerjaan IRT Swasta
Alamat Jl. PHM Noor RT.46 Jl. PHM Noor RT.46

PROLOG

Jumat, 8 Mei 2015 pukul 05.45 WITA, bayi laki-laki lahir spontan belakang kepala, di tolong
oleh bidan di BPM, bayi segera menangis, bergerak aktif, kulit kemerahan, berat badan 3500
gram, panjang badan 50 cm, apgar score 7,8,9. Ini merupakan kelahiran anak kedua.

DATA SUBJEKTIF

-
DATA OBJEKTIF

Keadaan umum baik, tanda vital respirasi 38x/menit, suhu 36,5oC, nadi 140 x/menit, apgar
score 7, 8, 9, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 3500 gram, panjang badan
50 cm, OB (sirkum ferensia mento oksipito) 36 cm, OS (sirkum ferensia oksipitalis) 33 cm,
OK (sirkum ferensia suboksipito bragmentika) 32 cm, lingkar dada 35 cm, anus (+),
mekonium (-), kepala tidak ada caput suksedenium dan tidak ada cepal hematoma, sklera
tidak ikterik dan konjungtiva merah, tali pusat segar dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
Genitalia laki-laki. Refleks moro (+) seolah-olah gerakan bayi merangkul. Refleks rooting (+)
menoleh saat diberi rangsangan pada pipi. Refleks grasping (+) menggenggam saat diberi
rangsangan sentuhan. BAB belum, BAK belum. Tidak ada kelainan kongenital.

ANALISA

Bayi Baru Lahir Fisiologis.

PENATALAKSAAN

1. Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa bayinya dalam keadaan sehat,
tidak ada cacat fisik, jenis kelamin laki-laki. Ibu mengerti dengan informasi yang
diberikan.
2. Melakukan penilaian pada bayi baru lahir, bayi menangis kuat, warna kulit merah
muda, gerakan aktif.
3. Membersihkan jalan lahir pada mulut dan hidung bayi dengan menggunakan dellay,
agar tidak terjadi sumbatan lendir pada jalan nafas. Tidak ada sumbatan lagi pada
jalan nafas bayi dan bayi menangis kuat.
4. Membersihkan badan bayi dari sisa verniks caseosa dengan kassa dan baby oil, badan
bayi sudah bersih dari sisa-sisa verniks caseosa.
5. Mengeringkan badan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering. Bayi
sudah kering dan bersih.
6. Mengganti handuk yang basah dengan kain yang bersih dan kering untuk mencegah
kehilangan panas pada tubuh bayi.
7. Melakukan perawatan tali pusat dengan membungkus tali pusat dengan kassa steril
tanpa membubuhi apapun, tali pusat telah terbungkus.
8. Menimbang berat badan bayi, mengukur panjang badan bayi, bayi telah diukur dan
ditimbang dengan hasil: BB: 3500 gram, PB: 50 cm.
9. Meletakkan bayi ditempat yang hangat diatas tempat tidur bayi dengan pemberian
sinar lampu yang terang dan cukup hangat untuk bayi, keadaan bayi baik.
10. Memfasilitasi pemberian suntikan Vit.K 0,5 mg secara IM pada paha kiri bagian luar
bayi dan salep mata Gentamycin 0,5% pada mata kanan dan mata kiri bayi.
11. Membedong bayi dengan kain yang bersih, kering dan hangat serta menutup kepala
bayi dengan topi bayi untuk menjaga kehangatan tubuh bayi. Bayi sudah terbungkus
rapi.
12. Memantau kondisi bayi dengan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.
CATATAN PERKEMBANGAN

No Hari/Tanggal Catatan
1. Jumat, 8 Mei S : Ibu mengatakan bayi menangis kuat, pergerakan aktif, dan bayi
2015 sudah bisa menyusu.
O : keadaan umum baik, nadi 142x/menit, respirasi 40x/menit,
suhu 36,6oC, refleks menghisap air susu baik, tali pusat tampak
segar, tidak ada perdarahan dan terbungkus rapi dengan kassa
steril, BAK (+), BAB (+).
A : Bayi Baru Lahir umur 6 jam fisiologis.
P:
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada orang tua atau
keluarga bayi bahwa bayi dalam keadaan sehat, orang tua
atau keluarga bayi mengerti.
2. Melakukan pencegahan infeksi dengan cara :
a) Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan
kontak dengan bayi.
b) Memakai sarung tangan saat menangani bayi yang
belum dimandikan.
c) Memastikan bahwa pakaian, handuk, selimut, serta kain
yang digunakan untuk bayi dalam keadaan bersih.
3. Memberikan kehangatan pada bayi dengan cara:
a) Menyelimuti bayi dengan selimut hangat.
b) Menutupi bagian kepala.
4. Menjaga personal hygiene bayi dengan menempatkan bayi
ditempat yang bersih dan segera mengganti popok bayi
apabila bayi BAK atau BAB.
5. Memberitahu ibu cara menyusui yang baik dan benar. Ibu
mengerti.
6. Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu tentang
perawatan bayinya, yaitu:
a) Menganjurkan ibu memberi ASI tiap 2 jam sekali dari
hari pertama atau secara on demand.
b) Menjaga tali pusat dalam keadaan bersih dan kering.
c) Menjaga bayi dalam keadaan bersih dan hangat.
d) Menganjurkan ibu untuk segera membawa bayi
kepelayanan kesehatan terdekat ketika terlihat tanda-
tanda bahaya pada bayi:
1) Tubuh bayi panas.
2) Kulit bayi berwarna kuning jika terjadi pada hari
pertama atau muncul kurang dari 24 jam setelah
lahir.
3) Bayi tidak mau menyusu atau memuntahkan semua
yang diminum.
4) Tali pusat keluar cairan berbau busuk serta
bernanah.
5) Bayi kejang.
6) Mata bayi bernanah banyak
7) Bayi terlihat sesak nafas.
7. Memberitahu ibu agar membawa bayinya keposyandu atau
kepuskesmas terdekat saat berumur 0-7 hari untuk
pemberian imunisasi HB0, ibu memahami tentang
pendidikan kesehatan yang diberikan.
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
Jalan HajiMistarCukrokusumo No. 1A Banjarbaru 70714
Telp.(0511) 4773267- 4780516- 4781619 Fax (0511) 4772288
e-mail : poltekkes_banjarmasin@yahoo.co.id, kepeg_poltekkesbjm@yahoo.co.id
Jurusan Kesehatan Lingkungan (0511) 4781133 ; Keperawatan (0511) 4772517 ; Kebidanan (0511) 4772517 ;
Gizi (0511) 4368621 ; Kesehatan Gigi (0511) 4772721 ; Analis Kesehatan (0511) 4772718

LEMBAR KONSULTASI ASUHAN KEBIDANAN

Nama : Nurul Farida

NIM : P07124113168

Program Studi : D III

Judul Asbid : Dokumentasi Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir Fisiologis
di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Banjarmasin

Lokasi Praktik : Puskesmas Pelambuan

No. Hari/ Materi konsultasi Saran pembimbing Tanda tangan


Tanggal Pembimbing Mahasiswa