Vous êtes sur la page 1sur 7

Sebenarnya, Kancil sangat kebingungan karena di pulau kecil tersebut tidak terdapat seorang

Raja. Pada saat itu, Kancil melihat sahabatnya seekor Landak yang sangat besar. Ia pun
langsung menemukan sebuah ide.

Hei sahabatku. Kemarilah, aku sangat membutuhkan bantuanmu! kata Kancil.

Hah? Bantuanku? Buat apa Cil? Tanya Landak.

Untuk keselamatan semua hewan di pulau ini. Jawab Kancil.

Akhirnya, Landak pun mencabut durinya yang paling besar, rajam dan panjang. Setelah
mendapatkan duri tersebut. Kancil langsung berlari membawa duri Landak dan menyerahkan
kepada para Harimau. Kancil pun mencari di mana para Harimau itu. Akhirnya, Kancil
berhasil menemukan mereka di tepi pantai. Mereka tertidur sangat pulas. Kancil pun
membangunkan panglima Harimau.

Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya. Raja kami pun mengirimkan
kumisnya. Kata Kancil tegas. Ia pun langsung menyerahkan kumis Landak kepada para
Harimau.

Ini kumis raja mu? Tanya panglima Harimau.

Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami pun menerima tantangan dari
raja kalian. Kata Kancil.

Para Harimau pun sangat terkejut melihat kumis raja pulau kecil yang besar dan tajam.

Kumis raja Kancil sangat besar. Sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit
untuk melawannya. Bisik panglima Harimau kepada para prajuritnya.

Lalu bagaimana? Tanya salah satu Harimau.

Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini. Jawab panglima Harimau.

Akhirnya, para Harimau pergi meninggalkan pulau kecil tersebut. mereka pun melanjutkan
perjalanan ke pulau lainnya untuk mencari makanan.

Sejak saat itu, tidak ada satu Harimau pun yang berani datang ke pulau kecil. Semua itu
berkat kecerdikan Kancil dan kecerdikkannya.

Pesan moral dari Cerita Dongeng Si Kancil dan Harimau adalah gunakan akalmu saat
dihadapkan dengan masalah. Selesaikan masalah dengan tenang. Mintalah bantuan orang
tuamu jika kamu benar-benar kesulitan.

Baca dongeng kancil lainnya pada artikel kami berikut ini Cerita Dongeng si Kancil Anak
Nakal dan Babi Sombong dan Dongeng Cerita Si Kancil Mencuri Timun

dongeng cerita rakyat adalah orang tua yang sangat yakin bahwa dengan membacakan
dongeng untuk anak akan membuat ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak semakin
kuat. Sebagian besar dari isi blog ini kami terjemahkan dari cerita dongeng dunia dan
sebagian lagi merupakan legenda yang ada di masyarakat Indonesia. Jika anda merasa
dongeng anak atau cerita rakyat yang ada di blog kami melanggar hak cipta, mohon bantuan
untuk mengisi form dan informasikan cerita anak mana yang melanggar tersebut. Akan kami
hapus pada kesempatan pertama.

Banyak sekali dongeng si kancil anak nakal yang pernah kakak posting di blog ini. Cerita
dongeng si Kancil memang sangat disukai oleh anak-anak Indonesia, hal ini terutama karena
si Kancil yang cerdik selalu dapat terhidar dari masalah dengan menggunakan akal
pikirannya. Banyak juga pesan moral yang dapat diambil dari fabel cerita kancil yang cerdik.
Kami selalu berusaha menyediakan Kumpulan Dongeng Anak anak terbaik untuk si Kecil.
Ini dia salah satunya.

Pada suatu hari, hiduplah seekor Babi yang sangat gemuk. Babi itu sangat kuat, mulutnya
terdapat taring yang sangat tajam dan panjang. Si Babi adalah Raja hutan

abi tersebut sangat di takuti oleh hewan-hewan lainnya. tidak ada satu ekor bintang pun yang
dapat melawannya. Kekuatan Babi sangat besar sehingga tidak ada hewan yang dapat
mengalahkannya. Karena kekuatannya tersebut ia menjadi Raja Babi. Namun, ia sangat
sombong dan angkuh.

Suatu hari, ia sedang berjalan dan melewati binatang-binatang lainnya. ia berhenti sejenak
dan berkata. Siapa yang berani melanwanku?

Mendengar tantangan Raja Babi. Semua binatang yang ada di sana hanya terdiam. Mereka
sangat takut, tidak ada satu orang pun yang berani menjawab. Raja Babi pun menunjukkan
kekuatannya dengan mendorong pohon mangga yang berada di depannya sehingga tumbang.
Raja Babi sangat senang karena tidak ada yang sanggup melawannya.

Pada saat Raja Babi memnyombongkan dirinya. Tiba-tiba, datanglah si Kancil.

Hei kau binatang kecil! Dari mana saja kau? Tanya Raja Babi.

Aku sedang berjalan-jalan mencari udara segar. Jawab si Kancil.

Mengapa kamu tidak mengajakku? Tanya Raja Babi.

Aku lebih senang berjalan-jalan sendirian, untuk apa aku mengajak kamu? jawabnya.

Mendengar jawaban si Kancil, Raja Babi agak tersinggung. Ia sama sekali tidak menyangka
binatang kecil itu berani berbicara seperti itu. Padahal selama ini tidak ada binatang yang
dapat melawannya.

Apa yang kamu katakan? Apakah kamu tidak tahu bahwa aku ini Raja hutan? Aku sangat di
takuti di sini ujarnya dengan nada marah.

Mengapa aku harus merasa takut padamu? Kekuatan yang kamu miliki sama seperti

Mendengar jawaban si Kancil lagi, membuat Raja Babi semakin marah. Kemarahnya sudah
tidak dapat di tahan lagi.
asar kau binatang kecil yang bodoh! sepertinya aku sangat lapar dan aku lihat dagingmu
sangat lezat. Kata Raja Babi dengan marah. Gahagahag

MEMILIKI TUJUAN YANG BERPERLIAKU HIDUP sehat dan tidak mudah sakit

Melakukan pembinaan dalam dan luar gedung untuk dapat bertahan secara garis besar atau
yang disebut juga sebgai binaan bangsa indonesia bersatu dalam hidup dan negri nan jauh
dsanan dan dekat dihati mu

Kamu menginginkan dagingku? Baiklah, tapi dengan satu syarat! Kamu harus
mengalahkanku dalam sebuah pertandingan yang akan kita lakukan besok! Besok kita akan
bertanding, siapa yang lebih kuat, jika kamu yang menjadi pemenangnya, kamu boleh
memakan dagingku. Tapi, jika aku yang menang, kamu harus tunduk padaku! jawabnya
menantang.

Hahaa.. lumayan bagus usul mu ini hei binatang kecil Jawab si Babi menyetujui
tantangan itu.

Semua binatang kembali ke rumah masing-masing. Mereka sangat tidak sabar menunggu
besok melihat pertandingan antara Raja Babi dan Kancil yang kecil.

Beberapa hari yang lalu,Kancil membuat topeng yang mirip dengannya. Topeng tersebut
terbuat dari kayu yang sangat keras. Topeng tersebut sangat mirip dengan wajahnya, sehingga
setiap orang yang melihatnya tidak akan ada yang tahu bahwa ia memakai topeng, termasuk
Raja Babi. Malam harinya Kancil beristirahat untuk mengumulkan tenaganya.

Pagi telah tiba, waktu yang di nantikan pun tiba. Semua binatang sudah berkumpul di tempat
pertandingan. Mereka sangat tidak sabar menyaksikan pertandingan yang sangat langka.
Mereka mulai bersorak ketika sang Raja Babi tiba. Tidak lama kemudian si Kancil pun tiba.

Penonton bersorak riang dan tepuk tangan dari semua penonton. Setelah di berikan aba-aba
oleh Gajah. Akhirnya, mulailah pertandingan itu. Raja Babi mulai menggeram dan
menangkap si Kancil. Namun, si Kancil sangat aneh, ia sama sekali tidak menghindari
tangkapan si Raja Babi.

Kancil mulai terlempar beberapa kali oleh serudukan si Raja Babi. Kancil segera bangkit lagi
dan lagi. Sementara moncong si Babi merasa kesakitan karena kepala si Kancil sangat kerasa
sekali. Karena merasa penasaran Raja Babi menyeruduk lagi. Kancil pun terlempar lagi,
namun ia langsung segera bangun dan kembali menantangnya.

Lama kelamaan, moncong Raja Babi terluka di sana-sini. Sementara si Kancil masih segar.
Namun, karena moncongnya merasa sangat kesakitan, ia pun tidak sanggup lagi meneruskan
pertandingan.

Akhirnya, si Kancillah yang menjadi pemenangnya. Raja Babi pun mengakui kekalahannya
dan mengakui bahwa si Kancil lebih kuat darinya

Pesan moral dari Cerita Dongeng si Kancil Anak Nakal dan Babi Sombong adalah
menyombongkan diri hanyalah hal yang sia-sia kita lakukan, karena pasti ada orang lain yang
lebih dari kita dalam banyak hal. Ketika seseorang mulai menyombongkan diri, dia akan
diingatkan Tuhan bahwa dia memiliki banyak kelemahan. Psan lainnya adalah gunakan akal
pikiran dan kecerdikan untuk mengatasi masalah.

Baca dongeng kancil lainnya pada posting berikut Cerita Anak Indonesia : Petualangan Si
Kancil Yang Cerdik dan Fabel Cerita Rakyat : Kisah si Kancil Mencuri Mentimun

ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi
kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk
mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari
selamat karena takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu,
tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi,
maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang
memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani
ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan
karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab
kenapa gajah takut dengan tikus..

ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi
kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk
mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari
selamat karena takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu,
tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi,
maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang
memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani
ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan
karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab
kenapa gajah takut dengan tikus..

ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi
kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk
mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari
selamat karena takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu,
tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi,
maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang
memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani
ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan
karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab
kenapa gajah takut dengan tikus.. ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu,
para gerombolan gajah menjadi kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan
mampu memakan segalanya termasuk mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan
gajah itu lari kalang kabut mencari selamat karena takut jika tikus benar-benar akan
memakan mereka semua. Melihat hal itu, tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi
jika sampai raja ku bertemu kalian lagi, maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat
itu..!!. gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu,
kawanan gajah tak ada lagi yang berani ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan
tikus, mereka akan merasa ketakutan karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut
hingga saat ini. dan menjadi sebab kenapa gajah takut dengan tikus.. ama-lama terkikis dan
hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi kaget, mereka mengira
bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk mereka. Tanpa
menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari selamat karena
takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu, tikus dan kancil
tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi, maka dia akan
memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yang
cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani ke tempat itu. Bahkan
setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan karena takut dimakan
olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab kenapa gajah takut dengan
tikus.. ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah
menjadi kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya
termasuk mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut
mencari selamat karena takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat
hal itu, tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian
lagi, maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang
memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani
ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan
karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab
kenapa gajah takut dengan tikus.. ama-lama terkikis dan hampir tumbanga. Melihat hal itu,
para gerombolan gajah menjadi kaget, mereka mengira bahwa tikus memang kuat dan
mampu memakan segalanya termasuk mereka. Tanpa menunggu komando, semua kawanan
gajah itu lari kalang kabut mencari selamat karena takut jika tikus benar-benar akan
memakan mereka semua. Melihat hal itu, tikus dan kancil tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi
jika sampai raja ku bertemu kalian lagi, maka dia akan memakan kalian hidup-hidup.. ingat
itu..!!. gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yang cukup kuat. Semenjak hari itu,
kawanan gajah tak ada lagi yang berani ke tempat itu. Bahkan setiap gajah bertemu dengan
tikus, mereka akan merasa ketakutan karena takut dimakan olehnya. Dan itu terus berlanjut
hingga saat ini. dan menjadi sebab kenapa gajah takut dengan tikus.. ama-lama terkikis dan
hampir tumbanga. Melihat hal itu, para gerombolan gajah menjadi kaget, mereka mengira
bahwa tikus memang kuat dan mampu memakan segalanya termasuk mereka. Tanpa
menunggu komando, semua kawanan gajah itu lari kalang kabut mencari selamat karena
takut jika tikus benar-benar akan memakan mereka semua. Melihat hal itu, tikus dan kancil
tertawa geli.. Ya.. lari sana.. tapi jika sampai raja ku bertemu kalian lagi, maka dia akan
memakan kalian hidup-hidup.. ingat itu..!!. gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yang
cukup kuat. Semenjak hari itu, kawanan gajah tak ada lagi yang berani ke tempat itu. Bahkan
setiap gajah bertemu dengan tikus, mereka akan merasa ketakutan karena takut dimakan
olehnya. Dan itu terus berlanjut hingga saat ini. dan menjadi sebab kenapa gajah takut dengan
tikus..

Bogor - Memiliki hewan peliharaan kucing, burung, kelinci, ikan, atau mungkin ular, itu
sudah biasa. Namun, bagaimana jika seekor buaya dijadikan peliharaan dan dibiarkan
berkeliaran ke sana-ke mari di pekarangan rumah. Pemandangan itu terlihat di kediaman M
Irwan (41), warga Kelurahan Sempur, Bogor Tengah. Buaya itu sudah dianggap anggota
keluarga.

Irwan tampak asyik bermain air dengan Kojek, si buaya, siang itu. Meski cuaca agak
mendung, Kojek tampaknya betah bermain air. Sesekali badannya disikat pakai sikat gigi
yang dicampur sabun oleh Irwan. Kojek adalah nama buaya Irwan yang sudah menemaninya
hingga 20 tahun.
Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di sam Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat
bagian mulut, leher, dan kepala Kojek. Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak
tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.
ping rumah Irwan. Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut,
leher, dan kepala Kojek. Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak
berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.

Tak hanya membersihkan badan, Irwan juga menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek.
Hewan karnivora yang dikenal ganas itu tampak tenang dan tidak berontak.

Irwan mengaku sudah merawat Kojek sejak masih berukuran 20 sentimeter. Kini bobot buaya
itu telah mencapai 200 kilogram dengan panjang 2,7 meter. Anda dapat dengan bebas melihat
buaya tersebut di kolam kecil di samping rumah Irwan.