Vous êtes sur la page 1sur 13

MAKALAH

AKHLAK TERHADAP RASULULLAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Akhlak Tasawuf

Dosen Pengampu : NIRWAN HAMID

Disusun oleh :

Awania Putri : 1751010019

Eni Susanti : 1751010050

Thaariq Qordowi : 1751010140

Jurusan Ekonomi Islam

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

T.A 2017/2018
Kata pengantar

Bismillahirohmanirrohim

Alhamdulillah,Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan


karunianya kepada kita semua,khususnya penulis sehingga mampu menyusun makalah
ini dengan sebaik-baiknya .Shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan kita
,Nabi Muhammad SAW,suri tauladan dan cahaya petunjuk bagi umat islam.semoga
syafaatnya mengiringi kita di hari akhir amin.

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah akhlak tasawuf.

Ucapan terimakasih penulis di sampaikan kepada dosen pembimbing bapak NIRWAN


HAMID yang telah membimbing serta mendukung penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan di karenakan
kedangkalan ilmu pengetahuan dan sumber, maka penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari semua pihak guna menyempurnakan makalah ini.
Arkhirnya, harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Bandar lampung, 16 september 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................... i

Daftar Isi ................................................................................................................ ii

BAB 1 Pendahuluan ............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
1.3 Tujuan ............................................................................................................ 1

BAB 2 Pembahasan .............................................................................................. 2

A. Mencintai dan Memuliakan Rasulullah SAW ................................................ 2


B. Mengikuti dan Menaati Rasulullah SAW ....................................................... 4
C. Bershalawat kepada Rasulullah dan Dalilnya ............................................... 6

Kesimpulan............................................................................................................ 8

Penutup .................................................................................................................. 9

Daftar Pustaka .................................................................................................... 10


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Nabi muhamad SAW telah berjuang selama lebih kurang selama 23 tahun membawa
umat manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Beliaulah
yang berjasa besar membebaskan umat manusia dari belenggu kemusyrikan, kekufuran,
dan kebodohan. Berbagai penderitaan beliau alami dalam perjuangan itu, di hina, di
katakan gila, tukang sihir, penyair, di sakiti dan hendak dibunuh tapi semua itu tidak
menyurutkan hati beliau untuk tetap berjuang membebaskan umat manusia.

Nabi sangat mencintai umatnya. Beliau hidup dan bergaul serta dapat merasakan denyut
nadi mereka. Beliau sangat menyayangi umatnya. Beliau ikut menderita dengan
penderitaan umat dan sangat menginginkan kebaikan ia utuk mereka termasuk dalam
menyempurnakan akhlak. Sehingga umat islam yang hidup di tenggah-tengah beliau
sangat menjunjung akhlak kepada rasullulah SAW.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara mencintai dan memuliakan Rasullulah SAW.


2. Bagaimana cara mengikuti dan menaati Rasulullah SAW.
3. Keutamaan mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasullulah SAW dan dalil-
dalilnya.

1.3 TUJUAN

1. Dapat memahami cara mencintai dan memuliakan Rasullulah SAW.


2. Mengetahui cara mengikuti dan menaati Rasullulah SAW.
3. Mengetahui keutamaan mengucapkan sholawat dan salam kepada Rasullulah SAW.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Mencintai dan Memuliakan Rasulullah SAW

Mencintai dan memuliakan RasulullahSAW.adalah syarat sahnya iman.Barang siapa


dalam hatinya tidak ada rasa cinta dan hormat kepada RasulullahSAW, niscaya dalam
hatinya tiada keimanan sedikitpun.dan keimanan tersebut akan mencapai puncaknya
ketika seorang muslim lebih mencintai RasulullahSAW daripada rasa cinta terhadap
ayah,ibu,istri,anak saudara dan siapapun juga.

A.1 Mencintai RasulullahSAW.karna cinta keindahan dan keagungan beliau.

Berkenaan dengan keindahan dan keagungan, Allah SWT telah meanugrahkan rasullulah
SAW. Keseimbangan jasmani, keindahan, keelokkan yang membuat mata dan hati
menjadi sejuk` orang yang melihat beliau mengkui hal tersebut, sehingga orang-orang
yang tidak beriman pun mengakuimya.

Kiranya benar apa yang di katakan Abdullah ibnu rawahah dalam syairnya,

“Bila sekiranya tak ada tanda-tanda nyata kerasulan dalam diri Rasullulah SAW. Maka,
sosok beliau saja sudah cukup untuk menunjukan berita (tentang ke rasulannya) .”
Diriwayatkan oleh Ad-darimi dan Al-baihaqi kisah yang bersumber dari jamir bin
sumarah R.A; dia berkata, “ketika aku melihat Rasullulah SAW. Di malam bulan bersinar
lalu aku melihat membanding- bandingan beliau dengan bulan tersebut. Ternyata di
mataku masih lebih indah beliau dari bulan bersinar.

Ali Bin Abi Thalib r.a berkata sebagai kesimpulan dari sifat RasulullahSAW., ”Siapa
yang melihat RasulullahSAW. Secara sepintas, maka ia akan menghormati beliau. Dan
siapa yang bergaul bersamanya dengan benar-benar kenal, maka ia akan mencintai
beliau.”
A.2 Mencintai Rasulullah SAW.karena cinta akhlak dan rupa beliau

Dalam pribadi RasulullahSAW. Terkumpul sifat-sifat sempurna bagi manusia yang tidak
pernah dimiliki oleh manusia selain beliau demikianlah manusia selain beliau. Diantaranya
jiwa yang selalu ceria, akal yang cemerlang, perasaan yang tajam, lisan yang pasih, cermat
dan teliti dalam pengamatan, ketekunan dan kesungguhan diri, merawat perbuatan mulia
serta menjahui perbuatan tercela.
Al-Qadhi iyaadh berkata, “secara wajar seorang pemimpin akan dicintai dikarenakan
kebagusan perjalanan hidupnya, dan seorang hakim disenangi dikarenakan ketegasan
caranya yang mengagumkan. Bila ada orang yang pada dirinya terkumpul seluruh sifat ini
dengan benar maka dialah yang lebih pantas untuk dicintai dan yang lebih penting untuk
dihormati.

A.3 Kewajiban mencintai RasulullahSAW

Banyak hadits yang membicarakan kewajiban mencintai RasulullahSAW, diantaranya


firman Allah SWT yang artinya: ”Katakanlah, jika Bapak-Bapak, Anak-Anak, Saudara-
Saudara, Istri-Istri, Kaum Keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang
kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah
lebih kamu mencintai lebih daripada Allah dan Rasulnya dan (dari) berjihat dijalannya,
maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang fasik.” (At-taubah:24)

RasulullahSAW menjadikan cinta kepada beliau sebagai tanda kesempurnaan iman, dan
termasuk syarat yang harus dipenuhi bagi kesempurnaan iman.

Dalam hadits Anas Bin Malik r.a, RasulullahSAW bersabda yang artinya “tiga perkara
yang barang siapa memiliknya, maka ia akan menemukan manisnya iman. Yaitu,
hendaknya Allah SWT dan Rasul-Rasulnya senantiasa lebih dicintainya dari selainnya. Dan
kedua, ia hanya mencintai seseorang karena Allah. Terakhir, ia benci kembali menjadi
kufur sebagaimana ia benci untuk dilemparkan kedalam neraka.”(HR.Muttafaqun’alaihi)

Arti hadits diatas dan juga hadits lainnya menjadi semakin jelas dengan adanya
ucapan Syekh Al-Ghazali (alm). Yang sangat bermakna, ia berkata, “sesungguhnya,
Muhammad SAW. Tak pernah menuntut manusia untuk menyucikan jasad dan jasmani
beliau. Tidak pula menyuruh mereka lebih menyenangi beliau daripada diri mereka, dengan
tujuan agar mereka mati dan beliau tetap hidup, atau agar mereka hina dan beliau tetap
terhormat, atau agar mereka menebus kehormatan beliau dengan pengorbanan jiwa dan
harta mereka, atau agar beliau dapat mengaku Tuhan bagi mereka seperti yang dilakukan
Fir’aun dan mereka yang termasukdalam golongan orang-orang zalim.

Tidak, sekali-sekali tidak Rasulullah SAW. Menginginkan orang-orang beriman


mencintai beliau atas dasar makna risalah Islam. Mereka berkorban untuk beliau atas dasar
tuntunan mulia, dan mereka menjaga beliau atas dasar petunjuk-petunjuk kebenaran yang
diturunkan serta pengaruh-pengaruh kasih sayang yang universal. Sesunggunya beliau
tidak hidup untuk dirinya sendiri, namun untuk seluruh semesta alam. Maka, tak heranlah
jika pengorbanan beliau terpancar dari landasan keimanan dan akar-akar kesempurnaan
akhlak. Muhammad SAW. Itu adalah sosok yang patut dicintai, cinta yang batasnya sampai
membingungkan.”

B. Mengikuti dan Menaati Rasul

Dalam setiap jiwa ada kecenderungan untuk mengagumi orang-orang terhormat dan
terkenal serta ada usaha untuk mengikuti jejak mereka.Hal itu telah diatur
islam,maka,islam mengarahkan umatnya untuk mengagumi orang-orang saleh,serta
memerintahkan untuk meneladani mereka.Hal ini tergambar dalam firman allah ,”mereka
itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh allah,maka ikutilah petunjuk mereka
..katakanlah,aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qu`ran),Al-
Qur`an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.”(al-an`aam:90)
B.1 Pengertian dan Hukum menaati serta mengikuti Rasulullah SAW.

Mengikuti dan menaati Perbuataan mulia nan agung untuk tak boleh disertai oleh
penyempitan makna menaati dan mengikuti ,yang hanya terbatas pada mengikuti
RasulullahSAW.

Namun yang dimaksud adalah hendaknya kita menjadikan RasulullahSAW.sebagai


teladan dan contoh yang patut ditiru dalam segala perkara dunia dan
akhirat.kemudian,ditambah dengan kesadaran akan perbedaan tingkat prioritas pada tiap-
tiap sesuatu,perbedaan nilai dan ganjaran serta kesadaran akan perbedaan hukumnya.juga
disertai pengetahuan akan perbedaan antara wajib,,sunnah,dan halal berkenaan dengan
sesuatu yang diperintahkan atau yang dikerjakan RasulullahSAW.perbedan antara haram
dan makruh berkenaan dengan sesuatu yang dilarang atau ditinggalkan Rasullullah SAW.

B.2 Sisi Penting (sebagai motivasi) Untuk Meneladani Rasulullah SAW.

a. Dalam Segi Ibadah

Seluruh detik kehidupan RasulullahSAW.merupakan teladan yang mulia bagi mereka yang
mengharapkan kehidupan yang baik dan mapan.juga bagi mereka yang mencari
kebahagiaan didunia dan akhirat.seluruh kehidupan RasulullahSAW.adalah ibadah yang
ditunjukan kepada Allah SWT,ikhlas,itu beliau lakukan ,baik di suasana damai maupun
dalam keadaan perang,dalam diam beliau atau geraknya,saat beliau di luar atau di dalam
rumah….dalam pengertiannya yang khusus ,tidak keliru jika ibadah itu diartikan sebagai
seluruh praktik puasa Rasulullah SAW.,bangun malamnya ,dzikirnya,dan seluruh ibadah
hati serta anggota badan beliau.

b. Dalam segi dakwah dan penyampaian risalah

Saat RasulullahSAW.diperintahkan untuk mengemban penyampaian risalah islam,beliau


langsung bangkit,setelah itu beliau tetap teguh mengembannya lebih dari dua puluh
tahun.tidak pernah berhenti dan istirahat ,dan tidak pernah diam.beliau pikul seluruh beban
berat dan rintangan dakwah di pundaknya,tidak pernah mengeluh.bahkan RasulullahSAW.
tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan,walau dalam keadaan melarikan diri di usir dari
mekkah saat hijrah ke madinah.perjuangan dan usaha RasulullahSAW.dalam
menyampaikan risalah ilahi sungguh tak terhingga.

c. Dalam Rumah Tangga Rasulullah SAW.

Dalam rumahnya Rasulullah SAW.menjadi teladan yang patut di contoh bagi para
suami,ayah,dan kakek.di rumahnya, beliau merupakan manusia yang paling mudah
tersenyum dan tertawa.beliau bersikap lemah lembutdengan para istrinya,dan
memperlakukan mereka dengan adil.bila menyenangi suatu makanan,beliau akan
menyantapnya.datapi bila tidak disukai ,beliau tinggalkan.sekali pun beliau tidak pernah
mencela makanan.suatu hari beliau masuk ke rumahnya,mencari makanan dan tak
menemukannya kecuali hanya cuka .untuk menghibur istrinya beliau berkata ,”sungguh!
lauk yang paling enak adalah cuka (padahal,setidaknya lauk itu terdiri dari roti yang
dimasak dan makanan lainnya”

C. Bershalawat Kepada Rasulullah dan Dalilnya

1. Makna Shalawat dan Salam


Shalawatnya Allah SWT adalah berupa rahmat. Dan shalawatnya Allah kepada
Rasullulah SAW adalah berupa rahmat, keridhaan, pengagungga, pujian dan
penghormatan. Allah SWT meerintahkan kepada kita untuk menghargai orang yang
berbuat kebajikan kepada kita . sedangkan manfaat dari shalawat akan kembali pada
orang yang mengucapnya.
Adapun manfaat dari salam kepada rasullulah SAW, yaitu ada yang berpendapat
keselamatan. Ada lagi yang berpendapat salam adalah sehingga maksudnya As-Salam
(yaitu Allah SWT) akan menjaga menjamin dan memeliharamu. Ada pendapat lain As-
Salam artinya penyerahan diri dan tunduk kepada Rasullulah.

2. Keutamaan Bershalawat dan Salam Kepada Rasulullah


Keutamaan shalawat kepada rasullulah SAW adalah sebagai berikut :
a. Bershalawat dan salam adalah perantara bertambahnya iman dan sebagai peyucian
jiwa.
b. Perantara di ampuninya dosa, lepasnya kesedihan dan kesukaran.
c. Perantara mendapatkan syafaat Rasullulah SAW pada hari akhir.
d. Perantara turunnya pertolongan Allah kepada kita.

3. Kewajiban Bershalawat dan Peringatan Melalaikannya

Kewajiban bershalawat:

Allah SWT berfirman:

َ ‫صلُّوا‬
‫علَ ْي ِه‬ َ ‫علَى النَّ ِبي ِ ۚ يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا‬
َ َ‫صلُّون‬
َ ُ‫َّللاَ َو َم ََلئِ َكتَهُ ي‬
َّ ‫إِ َّن‬
‫س ِل ُموا ت َ ْس ِلي ًما‬
َ ‫َو‬
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-
orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan
penuh penghormatan kepadanya."

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

Abu Hurairah r.a berkata, RasulullahSAW bersabda,”Hidung seseorang akan


ditempelkan tanah (maksudnya, kehinaan bagi seseorang), ketika namaku disebut
padanya, namun ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR Imam Tarmidzi dan Imam
Ahmad)

Peringatan Melalaikan:
Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa RasulullahSAW. Bersabda,”Bila suatu kaum duduk
pada suatu majelis, kemudian tidak berzikir pada Allah SWT dan tidak bershalawat
kepada nabinya, niscaya akan ditimpakan kerugian kepada mereka. Dan bila
berkehendak, Ia akan mengampuni mereka.” (HR Imam Tirmidzi)

Bershalawat kepada Rasullulah dianjurkan pada setiap waktu dan tempat. Para ulama
rnengkhususkan beberapa waktu dan tempat seperti pada hari jum’at, ketika tasyahud,
sebelum dan sesudah berdoa, menyebut dan mendengar nama rasullulah SAW,ketika azan,
ketika keluar masuk masjid,shalat jenazah, ketika memulai menulis surah setelah
basmalah, dan ketika pagi dan petang.
KESIMPULAN

Mengikuti dan mentaati Rasul merupakan sesuatu yang bersifat mutlak bagi
orang-orang yang beriman. Karena itu, hal ini menjadi salah satu bagian penting
dari akhlak kepada Rasul, bahkan Allah SWT akan menempatkan orang yang
mentaati Allah dan Rasul ke dalam derajat yang tinggi dan mulia, keharusan yang
harus kita tunjukkan dalam akhlak yang baik kepada Rasul adalah mencintai
beliau setelah kecintaan kita kepada Allah SWT. Sebab beliau adalah orang yang
dekat dengan Allah SWT, yang mengenalkan kepada-Nya, menyampaikan syariat-
Nya, dan yang menjelaskan hukum-hukumnya. Dan tidaklah seorang masuk surga
kecuali dengan mentaati dan mengikuti Rasulullah SAW.
PENUTUP

Sebagai penutup, kami sebagai (penulis ) sebenarnya masih banyak lagi fenomena
dan tanda-tanda cinta kepada Rasullulah SAW yang ingin kami sampaikan,kalau
saja bukan karena terlalu panjang mungkin kami sudah memaparkan semuanya.
Namun mencukupkan apa yang telah kami sebutkan semoga Allah SWT senantiasa
mencurhakan shalawat dan salamnya kepada nabi Muhammad SAW., kepada para
keluarga beliau, dan kepada seluruh sahabatnya amin.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an
As-Sunnah
Al-mu`adz,Nabil hamid. 2002. Bagaimana Mencintai Rasulullah SAW.
Jakarta: GamaInsani.