Vous êtes sur la page 1sur 14

DAMPAK

PERUBAHAN

SOSIAL

DAN

KEBUDAYAAN

TERHADAP

KEHIDUPAN

MASYARAKAT

08.51 By syarif erfansyah 0 komentar


DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN TERHADAP KEHIDUPAN
MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

A. ALASAN MEMILIH TOPIK

Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang membentuk organisasi

sosial yang bersifat kompleks. Dalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai dan

norma-norma sosial yang berfungsi sebagai aturan-aturan untuk bertingkah laku dan

berinteraksi dalam kehidupan masyarakat.

Para ahli filsafat, sejarah, ekonomi dan para sosiologi telah mencoba untuk

merumuskan prinsip-prinsip atau hukum-hukum perubahan-perubahan sosial. Banyak yang

berpendapat bahwa kecenderungan terjadinya perubahan sosial merupakan gejala wajar yang

timbul dari pergaulan hidup manusia. Adapula yang berpendapat bahwa kecenderungan

terjadinya perubahan sosial manusia. Adapula yang berpendapat bahwa perubahan sosial

terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan


masyarakat seperti misalnya perubahan dalam bentuk unsur-unsur geografis, biologis,

ekonomis, atau kebudayaan. Kemudian adapula yang berpendapat bahwa perubahan-

perubahan sosial berupa pendidik-non pendidik.

Kita juga mengenal perubahan penduduk. Perubahan itu sendiri merupakan suatu

perubahan sosial. Disamping itu perubahan penduduk juga merupakan faktor penyebab

timbulnya perubahan sosial dan budaya. Bilamana suatu daerah baru telah dipadati penduduk,

maka kadar keramah tamahannya pun akan menurun, kelompok sekunder akan bertambah

jumlahnya, struktur kebudayaan akan menjadi lebih rumit, dan masih banyak lagi perubahan

yang akan terjadi. Masyarakat yang keadaannya stabil, mungkin akan mampu menolak

perubahan, tetapi masyarakat yang jumlah penduduknya meningkat cepat, akan dengan cepat

terimbas perubahan walaupun secara cepat atau lambat.

Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat sering mempersoalkan

perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dengan perubahan kebudayaan. Kingsley Davis

berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan.

Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam

kebudayaan mencakup semua bagiannya yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi,

filsafat, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan-aturan organisasi sosial.

Perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu kedua-duanya

bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam

masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Masyarakat yang terlintas dipersimpangan jalan lalu lintas dunia selalu merupakan

pusat perubahan. Karena kebanyakan masyarakat yang terdekat hubungannya masuk melalui

difusi, maka masyarakat yang terdekat hubungannya dengan masyarakat lain cenderung

melalui perubahan tercepat pula. Sebaliknya, daerah yang terisolasi merupakan pusat

kestabilan, konservatisme dan penolakan terhadap perubahan. Hampir semua suku yang
sangat primitif juga merupakan suku-suku yang amat terisolasi, misalnya suku Badui, Dayak,

Asmat dan lain-lain. Bahkan masyarakat yang berbudaya pun isolasi menyebabkan adanya

kestabilan budaya.

B. URAIAN TENTANG SIGNIFIKAN

Untuk mengetahui dampak perubahan sosial dan budaya terhadap kehidupan

masyarakat :

1. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

2. Perubahan Kebudayaan Di Masyarakat

3. Dampak Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Terhadap Masyarakat

C. MANFAAT TOPIK

Adapun manfaat tulisan ini adalah :

1. Dapat menambah pengetahuan penulis dan pembaca tentang perubahan sosial dan budaya

2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk perubahan sosial dan perubahan kebudayaan di masyarakat

3. Untuk mengetahui perubahan-perubahan sosial dan budaya dari bermacam-macam pendapat

dan dari sisi-sisi lainnya

BAB II

PEMBAHASAN

1). Pengertian Perubahan Sosial


Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau

berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif,

sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain

tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang mengalami perubahan

yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat

berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu

perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun

terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, & perubahan

yang berlangsung dengan cepat.

Pengertian perubahan sosial adalah perubahan perubahan yang terjadi pada masyarakat

yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur dari suatu masyarakat, ataupun karena

terjadinya perubahan dari faktor lingkung an, karena berubahnya komposisi penduduk,

keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada

lembaga kemasyarakatannya.

1.1. Contoh Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Pada hakikatnya, perubahan sosial dalam masyarakat dapat dibedakan ke dalam

beberapa bentuk. Untuk mengetahuinya, mari kita simak bersama uraian berikut ini.

1. Perubahan Lambat (Evolusi)

Perubahan secara lambat atau evolusi memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini

biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Pada

evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu.
Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang

timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

2. Perubahan Cepat (Revolusi)

Perubahan yang berlangsung secara cepat dinamakan dengan revolusi. Di dalam

revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu maupun tanpa

direncanakan. Selain itu dapat dijalankan tanpa kekerasan maupun dengan kekerasan. Ukuran

kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu

lama. Perubahan-perubahan tersebut dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi pokok

kehidupan masyarakat, seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antarmanusia. Suatu

revolusi dapat juga berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan.

Secara sosiologis, persyaratan berikut ini harus dipenuhi agar suatu revolusi dapat

tercapai.

a. Harus ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan perubahan. Di dalam

masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada keinginan untuk

mencapai keadaan yang lebih baik.

b. Ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat untuk

mengadakan perubahan.

c. Pemimpin harus dapat menampung keinginan atau aspirasi dari rakyat untuk kemudian

merumuskan aspirasi tersebut menjadi suatu program kerja.

d. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat oleh masyarakat

dan dilengkapi oleh suatu ideologi tertentu.

e. Harus ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi, yaitu saat di mana keadaan

sudah tepat dan baik untuk mengadakan suatu gerakan.


3. Perubahan Kecil

Pada zaman dahulu, kaum perempuan di Indonesia setiap harinya mengenakan baju

kebaya. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan mode, model pakaian yang

mereka kenakanpun mengalami perubahan. Ada yang memakai rok panjang, rok mini, celana

panjang, kaos, dan lainlain. Contoh tersebut merupakan suatu bentuk perubahan kecil.

Apa yang kamu ketahui mengenai perubahan kecil? Perubahan kecil adalah

perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa

pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.

4. Perubahan Besar

Perubahan besar adalah suatu perubahan yang berpengaruh terhadap masyarakat dan

lembaga-lembaganya, seperti dalam sistem kerja, sistem hak milik tanah, hubungan

kekeluargaan, dan stratifikasi masyarakat. Contohnya kepadatan penduduk di Pulau Jawa

telah melahirkan berbagai perubahan, seperti semakin sempitnya lahan, terjadinya banyak

pengangguran tersamar di desa-desa, dan lainnya.

5. Perubahan yang Dikehendaki

Perubahan ini merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan

terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat.

Pihakpihak ini dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang

mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dalam perubahan pada lembaga-

lembaga kemasyarakatan.

Cara-cara untuk memengaruhi masyarakat adalah dengan rekayasa sosial ( social

engineering ), yaitu dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu. Cara ini

sering pula dinamakan perencanaan sosial ( social planning ). Contohnya, lahirnya undang-
undang pemilu yang merubah tata cara pemilihan presiden dan wakil presiden di Indonesia.

Saat ini rakyat memilihnya secara langsung.

6. Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Pada tanggal 27 Mei 2006 di Jogjakarta dan Jawa Tengah diguncang gempa yang

mengakibatkan banyak penduduk kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Banyak fasilitas

umum, seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit rusak. Dengan demikian aktivitas masyarakat

menjadi lumpuh. Peristiwa yang tidak mereka kehendaki tersebut telah menyebabkan

terjadinya perubahan dalam masyarakat.

Perubahan itu terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan tidak bisa

diantisipasi atau diprediksi sebelumnya. Dalam sosiologi, perubahan tersebut biasa disebut

dengan perubahan yang tidak dikehendaki karena menimbulkan akibatakibat sosial yang

tidak diharapkan oleh masyarakat.

7. Perubahan Struktural

Perubahan struktural adalah perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan

timbulnya reorganisasi dalam masyarakat. Contohnya perubahan sistem pemerintahan dari

monarkhi ke sistem pemerintahan republik.

8. Perubahan Proses

Perubahan proses adalah perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut

hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya. Contohnya, perubahan

kurikulum dalam pendidikan. Sifatnya menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang

terdapat dalam perangkat atau dalam pelaksanaan kurikulum sebelumnya.


2). Pengertian Perubahan Kebudayaan

Perubahan sosial budaya adalah perubahan pada kebudayaan atau kebiasaan pada

masyarakat. Perubahan sosial budaya dipengaruhi oleh faktor dari luar masyarakat (dari

masyarakat lain). Perubahan sosial budaya bisa merubah struktur, fungsi, nilai, norma,

pranata, dan semua aspek lainnya. Perubahan ini bisa terjadi pada salah satu anggota

masyarakat atau seluruh lapisan masyarakat.

2.1. Contoh Perubahan Kebudayaan Di Masyarakat

1. Pakaian

Perubahan mode pakaian pada masyarakat bisa saja terjadi. Dahulu semua masyarakat

menggunakan pakaian adat khasnya. Namun, seiring dengan kemajuan dari perkembangan

masyarakat tersebut membuat sedikit demi sedikit anggota masyarakat mulai meninggalkan

pakaian adatnya dan menggunakan pakaian yang menjadi trend di daerah itu. Seperti contoh,

sekarang adalah jamannya demam Korea. Bagi penggemar beratnya, mereka selalu mencari

dan menggunakan pakaian yang biasa digunakan orang Korea. Namun, masyarakat tetap

tidak meninggalkan pakaian adat mereka dan tetap menggunakannya dalam acara tertentu.

Seperti pakaian adat Bali yang digunakan setiap kali mereka sembahyang di pura.

2. Model Rambut

Model rambut juga banyak berubah. Bahkan masyarakat cenderung merasa harus

mengikuti trend tersebut jika tidak mau dikatakan ‘jadul’ atau ‘culun’. Pengaruh terbesar

adalah model rambut ‘punk’ yang membuat banyak remaja mengikuti model rambut dan gaya

hidup orang dengan model rambut tersebut.

3. Kesenian

Kesenian bisa saja berubah atau tergantikan seiring perkembangan zaman. Saat ini,

banyak kesenian di Indonesia yang mulai punah karena anak bangsa tidak suka dengan
kesenian tersebut. Bahkan mereka lebih suka mempelajari kesenian asing dengan alasan

trendy. Namun, masih banyak kesenian populer Indonesia yang masih bisa bertahan sampai

sekarang.

4. Bahasa Daerah

Indonesia memiliki banyak sekali bahasa daerah. Namun, banyak juga bahasa yang

mulai punah. Itu mungkin disebabkan karena mereka lebih berminat untuk menggunakan

Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dibandingkan bahasa daerahnya sendiri. Itu mungkin

karena bahasa tersebut jangkauan komunikasinya lebih luas dibandingkan bahasa daerahnya

yang cenderung hanya dimengerti oleh anggota masyarakat di daerah tersebut.

5. Masuknya Budaya Barat

Budaya di Indonesia telah banyak tercampur dengan budaya asing. Itu mungkin

disebakan karena kebudayaan itu lebih menyenangkan dibandingkan budayanya sendiri.

Seperti budaya hari Valentine dan pesta ulang tahun. Sebenarnya budaya asli Indonesia telah

memiliki budaya yang mirip dengan budaya tadi. Namun, budaya tersebut terkadang

dianggap kurang meriah. Contoh perubahan besar lainnya adalah penggunaan komputer dan

alat-alat teknologi sebagai pengganti buku untuk mencari tugas. Hal itu disebabkan oleh

kemudahan menggunakan alat-alat teknologi tersebut.

6. Cara Berkomunikasi

Perubahan pada cara berkomunikasi bisa terjadi. Beberapa tahun lalu kita masih

menggunakan surat untuk berkomunikasi jarak jauh dan sekarang, dengan menggunakan

jejaring sosial atau alat komunikasi, seseorang bisa berkomunikasi dengan cepat dan praktis.

Itulah contoh perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat. Semua

masyarakat pasti saja akan mengalami perubahan sosial budaya. Namun, perubahan tersebut

umumnya tidak dirasakan atau tidak terjadi pada masyarakat terpencil.

3). Dampak Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Terhadap Masyarakat


Adanya perubahan sosial budaya secara langsung atau tidak langsung akan

memberikan dampak negatif dan positif.

A. Akibat Positif

Perubahan dapat terjadi jika masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan

diri dengan perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan

disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian dengan gerak perubahan disebut integrasi.

B. Akibat Negatif

Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu

menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri

dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi.

Penerimaan masyarakat terhadap perubahan sosial budaya dapat dilihat dari perilaku

masyarakat yang bersangkutan.

Apabila perubahan sosial budaya tersebut tidak berpengaruh pada keberadaan atau

pelaksanaan nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan positif. Namun, jika perubahan

sosial budaya tersebut menyimpang atau berpengaruh pada nilai dan norma maka perilaku

masyarakat akan negatif.

Terdapat beberapa tanggapan masyarakat sebagai dampak perubahan sosial yang

menimbulkan suatu ketidakpuasan, penyimpangan masyarakat, ketinggalan, atau

ketidaktahuan adanya perubahan, yaitu sebagai berikut.

1. Perubahan yang diterima masyarakat kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan.

Hal ini karena setiap orang memiliki gagasan mengenai perubahan yang mereka
anggap baik sehingga perubahan yang terjadi dapat ditafsirkan bermacam-macam,

sesuai dengan nilai-nilai sosial yang mereka miliki.

1. Perubahan mengancam kepentingan pihak yang sudah mapan. Hak istimewa yang

diterima dari masyarakat akan berkurang atau menghilang sehingga perubahan

dianggapnya akan mengancangkan berbagai aspek kehidupan. Untuk mencegahnya,

setiap perubahan harus dihindari dan ditentang karena tidak sesuai kepentingan

kelompok masyarakat tertentu.

1. Perubahan dianggap sebagai suatu kemajuan sehingga setiap perubahan harus diikuti

tanpa dilihat untung ruginya bagi kehidupan. Pembahan juga dianggap membawa

nilai-nilai baru yang modern.

1. Ketidaktahuan pada perubahan yang terjadi. Hal ini mengakibatkan seseorang

ketinggalan informasi tentang perkembangan dunia.

1. Masa bodoh terhadap perubahan. Hal itu disebabkan perubahan sosial yang terjadi

dianggap tidak akan menimbulkan pengaruh bagi dirinya.

1. Ketidaksiapan menghadapi perubahan. Pengetahuan dan kemampuan seseorang

terbatas, dampak perubahan sosial yang terjadi ia tidak memiliki kesempatan untuk

menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Akibat atau dampak perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam

masyarakat dapat berbentuk antara lain sebagai berikut :

1. Pergolakan dan Pemberontakan


Proklamasi dikumandangkan sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia dapat

diterima di berbagai daerah walaupun tidak secara bersamaan. Rakyat menyambut dan

mendukungnya. Oleh karena itu, segera dibentuk suatu tatanan dan kehidupan sosial baru.

Rangkaian peristiwa itu disebut revolusi. Adanya pergolakan dan pemberontakan di berbagai

daerah pascakemerdekaan, berlujuan untuk menjatuhkan kedudukan penguasa pada saat itu,

sekaligus menyatakan kelidaksetujuan mereka terhadap ideologi pemerintah.

2. Aksi Protes dan Demonstrasi

Aksi protes disebut juga unjuk rasa yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Hal

itu terjadi karena setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang mungkin berbeda.

Protes dapat terjadi apabila suatu hal menimpa kepentingan individu atau kelompok secara

langsung sebagai akibat dari rasa ketidakadilan akan hak yang harus diterima. Akibatnya,

individu atau kelompok tersebut tidak puas dan melakukan tindakan penyelesaian.

Protes merupakan aksi tanpa kekerasan yang dilakukan oleh individu atau masyarakat

terhadap suatu kekuasaan. Protes dapat pula terjadi secara tidak langsung sebagai rasa

solidaritas antarsesama karena kesewenang-wenangan pihak tertentu yang mengakibatkan

kesengsaraan bagi orang lain.

3. Kriminalitas

Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan memberi peluang bagi setiap orang

untuk berubah, tetapi perubahan tersebut tidak membawa setiap orang ke arah yang dicita-

citakan. Hal ini berakibat terjadinya perbedaan sosial berdasarkan kekayaan, pengetahuan,

perilaku, ataupun pergaulan. Perubahan sosial tersebut dapat membawa seseorang atau

kelompok ke arah tindakan yang menyimpang karena dipengaruhi keinginan-keinginan yang

tidak terpenuhi atau terpuaskan dalam kehidupannya.


Perbuatan kriminal yang muncul di masyarakat secara khusus akan diuraikan sebagai akibat

terjadinya perubahan sosial yang menimbulkan kesenjangan kehidupan atau jauhnya

ketidaksamaan sosial. Akibatnya, tidak semua orang mendapat kebahagiaan yang sama.

Adanya perbedaan tersebut menyebabkan setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-

beda terhadap hak dan kewajibannya. Setiap orang harus mendapat hak disesuaikan dengan

kewajiban yang dilakukan

4. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Bangsa Indonesia yang sedang membangun perlu memiliki sistem administrasi yang

bersih dan berwibawa, bebas dari segala korupsi, kolusi, dan nepotisme. Masalah korupsi

menyangkut berbagai aspek sosial dan budaya maka Bung Hatta (dalam Mubyarto)

mengatakan bahwa korupsi adalah masalah budaya. Apabila hal ini sudah membudaya di

kalangan bangsa Indonesia atau sudah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa akan sulit

untuk diberantas. Akibatnya, hal tersebut akan menghambat proses pembangunan nasional.

Untuk memberantas korupsi, tidak hanya satu atau beberapa lembaga pemerintahan saja yang

harus berperan, tetapi seluruh rakyat Indonesia harus bertekad untuk menghilangkan korupsi.

5. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan disintergasi dari keutuhan suatu masyarakat. Hal itu

karena tindakan yang mereka lakukan dapat meresahkan masyarakat Oleh karena itu,

kenakalan remaja disebut sebagai masalah sosial. Munculnya kenakalan remaja merupakan

gejolak kehidupan yang disebabkan adanya perubahan-perubahan sosial di masyarakat,

seperti pergeseran fungsi keluarga karena kedua orangtua bekerja sehingga peranan

pendidikan keluarga menjadi berkurang.


Selain itu, pergeseran nilai dan norma masyarakat mengakibatkan berkembangnya

sifat individualisme. Juga pergeseran struktur masyarakat mengakibatkan masyarakat lebih

menyerahkan setiap permasalahan kepada yang berwenang. Perubahan sosial, ekonomi,

budaya, dan unsur budaya lainnya dapat mengakibatkan disintegrasi.