Vous êtes sur la page 1sur 10

Analisis Pengaruh Suhu Pemakaian Prosesor terhadap

Umur Pakai Bantalan pada Pendingin Prosesor

Penyusun :
Helmi Alfian (10)
(MS-3B)

Pengampu :
Dr. Drs. Anwar Sukito Ardjo, M. Kom

TEKNIK MESIN PRODUKSI DAN PERAWATAN PROGRAM


SARJANA TERAPAN

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

SEMARANG
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Bantalan bearing merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang
tidak bisa dipisahkan dan sangat penting karena salah satu fungsi dari bantalan
bearing sendiri yaitu untuk menumpu sebuah poros sehingga poros tersebut
dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan bearing
harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya
bekerja dengan baik, sehingga umur elemen mesin yang bersentuhan dengan
bantalan bearing dapat awet.
Akan tetapi setiap jenis bantalan bearing memiliki kelemahan dan
kelebihan masing masing sehingga perlu dalam hal ini Tim desain yang
mendesain fan berkecepatan tinggi menentukan bantalan bearing yang tepat
untuk aplikasi yang tepat juga sehingga jenis bantalan bearing yang dipilih
dapat memenuhi kebutuhan yaitu menahan putaran fan yang tinggi untuk
menghasilkan pendinginan yang diinginkan untuk prosesor.
Tim desain memilih menggunakan axial bearing (bantalan aksial) atau
sleeve bearing (bantalan luncur) guna mempertimbangkan bantalan mana yang
akan dipakai untuk aplikasi fan pada prosesor banyak parameter yang harus
dipertimbangkan.

1.2.RUMUSAN MASALAH
1.

1.3. TUJUAN PRAKTIKUM


1. Menganalisis pengaruh suhu pemakaian prosesor terhadap umur
pakai fan pendingin pada prosesor
2. Menentukan bantalan bearing yang tepat untuk fan pendingin
prosesor

1.4. PEMBATASAN MASALAH


1. Jenis bearing yang akan dibandingkan adalah ball bearing (bantalan
bola) dan sleeve bearing (bantalan luncur)
2. Parameter yang akan dibandingkan adalah perbedaan umur pakai
fan antara fan dengan ball bearing atau fan dengan sleeve bearing
BAB II
DASAR TEORI

2.1. DASAR TEORI

Bearing
Bearing (bantalan) adalah elemen mesin yang menumpu poros yang
mempunyai beban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat
berlangsung secara halus, aman, dan mempunyai umur yang panjang. Bearing
harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya
bekerja dengan baik. Jika bearing tidak berfungsi dengan baik maka prestasi
seluruh sistem tidak dapat bekerja secara semestinya

Klasifikasi bearing
Secara umum bearing dapat diklasifikasikan berdasarkan arah beban dan
berdasarkan konstruksi atau mekanismenya mengatasi gesekan. Berdasarkan
arah beban yang bekerja pada bantalan, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.3,
bearing dapat diklasifikasikan menjadi :
 Bantalan radial/radial bearing: menahan beban dalam arah radial
 Bantalan aksial/thrust bearing: menahan beban dalam arak aksial
 Bantalan yang mampu menahan kombinasi beban dalam arah radial dan
arah aksial
Jenis jenis bearing
a) Ball bearing
Bantalan bola menggunakan bola untuk membawa beban yang
diterapkan. Karena ada titik kontak (dibandingkan dengan kontak line
untuk bantalan tol [Roll Bearing]) beban daya dukung lebih rendah
dari pada bantalan rol [Roll Bearing]. Bantalan rol dapat mendukung
kedua Radial (Tegak Lurus pada poros) dan Aksial beban (Parelel ke
poros). Untuk bantalan ringan dimuat, bola menawarkan gesekan lebih
rendah dari rol. Self-menyelaraskan bantalan bola juga dapat
beroperasi ketika cincin bantalan sejajar. Bantalam bola yang paling
umum adalah bantalan bola dalam alur. Bola presisi biasanya lebih
murah untuk menghasilkan dari pada bentuk seperti rol,
dikombinasikan dengan volume tinggi penggunaan, bantalan sering
jauh lebih murah daripada bantalan lain dari dimensi yang sama.

b) Sleeve bearing
Bantalan luncur/Journal Bearing adalah jenis bantalan selain
bantalan gelinding/Rolling Bearing, digunakan secara luas pada poros
mesin putar. Bantalan ini terdiri dari bushing atau peluncur yang
didukung oleh rumah bantalan, poros atau journal berputar pada
lubang bushing Menurut(Komarudin& Harfi, 2012) Disebut bantalan
luncur karena adanya gerakan luncursuding arara permukaan yang
diam dengan permukaan yang bergerak pada bantalan tersebut. Dan
sering juga disebut Journal Bearing karena poros ditumpu okh bantalan
pada tempau daerah yang dinamakan tap poros, dan daerah tap poros
tersebut dinamakan Journal seperti terlihat pada gambar
Pelumasan

Pemberian minyak pelumas antara dua permukaan bantalan, yaitu


permukaan yang bersinggungan akibat tekanan, dan saling bergerak satu
terhadap yang lain disebut dengan pelumasan (lubrication). Pelumas
diklasifikasikan menjadi 3 kelompok sebagai berikut : 1). Cair (liquid),
Pelumas cair yang biasa digunakan pada bantalan adalah minyak mineral
(mineral oils) dan minyak sintetik (synthetic oils). Minyak mineral
penggunaannya sangat luas atau lebih sering digunakan karena lebih murah
dan stabil. Pelumas cair lebih sering digunakan karena memiliki keunggulan
dibandingkan jenis pelumas lainnya; 2). Semi Liquid, Gemuk (Grease) adalah
jenis pelumas yang memilki kekentalan lebih tinggi dibandingkan dengan
minyak pelumas. Gemuk digunakan pada bantalan yang dioperasikan dengan
kecepatan rendah dan bertekanan besar, dimana tetesan minyak pelumas pada
bearing tidak diinginkan, 3). Padat (solid), Pelumas padat berguna untuk
mengurangi gesekan dimana film pelumas tidak dapat dipelihara karena
pengaruh tekanan atau suhu. Pelumas padat harus lebih lunak daripada bahan
yang akan dilumasi. Pelumas padat pada umumnya terbuat dari bahan grafit
atau campuran grafit dengan minyak atau gemuk.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi

3.2. Spesimen bahan yang akan diuji

Spesimen yang akan diuji pada penelitian kali ini adalah dua jenis
bearing yaitu ball bearing dan sleeve bearing (bantalan luncur)

3.3 Penelitian

Dengan cara membandingkan fan longevity dengan menggunakan ball


bearing dan dengan menggunakan sleeve bearing terhadap suhu dari prosesor
BAB IV

HASIL PENGUJIAN dan ANALISIS

4.1. Data Hasil Pengujian

Suhu
(°C) Ball bearing (jam) Sleve Bearing (jam) Perbedaan (%)

25 95.000 80.000 18

30 90.000 70.000 29

35 80.000 61.000 31

40 75.000 52.000 44
45 70.000 46.000 52

50 63.000 40.000 58

55 58.000 35.000 66

60 54.000 30.000 80

70 45.000 Rusak ---

4.2 ANALISIS

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


ball_bearing
9 45000 95000 70000,00 16673,332

Sleeve_bearing
9 0 80000 46000,00 23774,987

Valid N (listwise)
9

ANALISIS DENGAN SPSS Menggunakan descriptive analisis


Mean 66875 41750
Variance 217267857,1 4,6E+08
Observations 8 8
Pearson Correlation 0,963979295
Hypothesized Mean Difference 0
df 7
t Stat 8,628005845
P(T<=t) one-tail 2,80436E-05
t Critical one-tail 1,894578605
P(T<=t) two-tail 5,60872E-05
t Critical two-tail 2,364624252
ANALISIS DENGAN EXCELL

Karena t hitung = 6,628 > t tabel = 2,364, dan sig = 0.015 > ½ α = 5,60 dengan
kata lain bantalan yang paling bagus untuk dipasangkan dengan fan pendingin
adalah dengan sleeve bearing.
BAB V
KESIMPULAN

 Suhu sangat berpengaruh terhadap umur pakai fan baik fan dengan ball
bearing mapun fan yang menggunakan sleeve bearing
 Sleve bearing mempunyai kualitas yang lebih baik digunakan dalam desain
fan pendingin prosesor dibanding dengan ball bearing
BAB 6
DAFTAR PUSTAKA

1. Komarudin, ANALISIS PENGARUH VARIASI VISKOSITAS PELUMAS


TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR PADA SIMULATOR ALAT UJI
PELUMAS BANTALAN,
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Bearing_(mekanikal)
3. http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi3976544689916.pdf
4. http://library.upnvj.ac.id/pdf/artikel/Artikel_jurnal_FT/Bina_teknika/BT-Vol.8-No.1-
Ed.Jun2012/55-70.pdf