Vous êtes sur la page 1sur 1

Model pembelajaran kooperatif dengan numbered heads Together (NHT) dan think pair share (TPS)

ditinjau dari Motivasi berprestasi dan gaya belajar siswa

Ika Rahmawati

Pembelajaran IPA menuntut adanya peran aktif siswa dan cara berpikir kooperatif. Untuk itu dalam
pembelajaran IPA perlu penerapan model pembelajaran kooperatif dengan mempertimbangkan karakteristik
siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran
kooperatif dengan NHT dan TPS terhadap prestasi belajar IPA dengan meninjau motivasi berprestasi dan
gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x3. Populasi
penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Juwiring. Sampel penelitian ditentukan secara acak
dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen pertama (VIIIG) dengan
perlakuan model pembelajaran kooperatif NHT dan kelas eksperimen kedua (VIIIF) dengan perlakuan model
pembelajaran kooperatif TPS. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk prestasi belajar, angket
untuk motivasi berprestasi dan gaya belajar. Data dianalisis menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan
isi sel tak sama. Uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: 1) model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA, model pembelajaran
kooperatif NHT lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif TPS (Fhitung=7,65); 2)
motivasi berprestasi siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA, siswa yang memiliki motivasi
berprestasi tinggi akan menghasilkan prestasi belajar IPA yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki
motivasi berprestasi siswa rendah (Fhitung=33,15); 3) gaya belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi
belajar IPA, siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik menghasilkan prestasi belajar yang paling tinggi
dibandingkan siswa yang memiliki gaya belajar auditory dan visual (Fhitung=16,82); 4) tidak terdapat
interaksi antara model pembelajaran kooperatif yang digunakan dengan motivasi berprestasi siswa
(Fhitung=0,00); 5) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif dengan gaya belajar
terhadap prestasi belajar IPA (Fhitung=0,64); 6) tidak terdapat interaksi antara motivasi berprestasi dengan
gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA (Fhitung=0,95); 7) tidak terdapat interaksi antara model
pembelajaran kooperatif dengan motivasi berprestasi dan gaya belajar terhadap prestasi belajar IPA
(Fhitung=2,95). Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Motivasi Berprestasi, Gaya Belajar Siswa

1/1