Vous êtes sur la page 1sur 1

KERANGKA TULISAN

Topik : Kebersihan Sungai

Paragraf Pembuka : Sikap masyarakat terhadap banjir

Paragraf Isi :
1. Banjir disebabkan oleh sungai yang meluap akibat sampah.
2. Sampah yang berasal dari pemukiman kumuh.
3. Tidak semua sampah di sungai berasal dari pemukiman kumuh.
4. Hak petugas kebersihan sebagai pembersih sampah – sampah
masyarakat.

Paragraf Penutup : Masalah kebersihan sungai kembali kepada diri kita


sendiri.

Buanglah Sampah Pada Sungainya


Dimana ada hujan, di situ banjir datang. Kata–kata itu seolah–olah telah
mendarah daging diberbagai lapisan masyarakat. Ketika banjir datang, mereka seperti
biasa saja dalam menghadapinya. Kalaupun ada yang menangisi rumahnya karena
terendam banjir, pastilah ia baru pertama kalinya terkena banjir.

Banjir tak lebih dari saluran pembuangan yang mampet atau sungai yang
meluap. Kenapa? Tak perlu ditanyakan lagi. Sudah pasti karena banyaknya sampah
yang menumpuk dan menutupi aliran sungai. Ketika hujan lebat datang, sungai yang
tidak mampu lagi menampung air akan meluap karena kebanyakan menampung
sampah. Ketika banjir mereda, yang tersisa tak lain adalah sampah.

Sampah? Ya, sampah. Tapi dari manakah sampah itu? Sebagai contoh, di
Jakarta. Kira – kira seperempat warga Jakarta menetap di pinggiran sungai. Biasanya
tempat tinggal mereka disebut sebagai pemukiman kumuh. Limbah pembuangan
mereka langsung dibuang begitu saja ke sungai. Sampah yang mereka buang
kebanyakan sampah yang susah diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sampah
plastik, dan sebagainya. Sehingga dapat membuat saluran sungai tersendat dan
bahkan dapat mengotori air laut.

Mereka membuang sampah ke sungai seakan – akan sungai adaah tempat


sampah yang yang cukup besar dan gratis tanpa bayar uang kebersihan. Apakah
semua banjir di Jakarta adalah ulah mereka? Tentu saja tidak. Kita juga harus
mengintrospeksi diri. Apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya atau
masih membuang sampah sembarangan. Sampah – sampah yang berada di jalan bisa
terbawa arus hujan menuju saluran pembuangan yang ujung – ujungnya akan
mengotori sungai juga.
Jika kita masih berpikir sampah kita akan dibersihkan oleh petugas kebersihan,
apakah kita sudah memberikan balasan yang layak untuk mereka? Seperti membayar
pajak atau memberi hak mereka sebagai petugas kebersihan yang telah membersihkan
sampah – sampah kita di Jakarta, atau di rumah kita ini, di Indonesia?

Masalah kebersihan sungai dan banjir dimana – mana adalah kembali dan
bertanya kepada diri kita sendiri. Jangan hanya bisa mengharapkan atau menyalahkan
pemerintah atau siapapun. Mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari lingkungan
sekitar tempat kita berpijak.